cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Dinamika Generasi Muda Pertanian dalam Pemilihan Usahatani Tanaman Pangan Ronaldus Don Piran; Agnes Quartina Pudjiastuti; Dyanasari Dyanasari
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4133

Abstract

Saat ini semakin sedikit orang (generasi muda) yang tertarik untuk bekerja di sektor pertanian, sehingga perlu ada perubahan paradigma melalui penyadaran generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan dan pemilihan usahatani tanaman pangan. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling sebesar 100 orang generasi muda pertanian di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, yang terdiri dari 30 taruna bumi, 30 taruna tani dan 40 petani muda. Data dianalisis dengan Structural Equation Modelling teknik Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal generasi muda pertanian berpengaruh siginifikan terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Persepsi generasi muda ini berpengaruh signifikan terhadap pemilihan usahatani tanaman pangan.
Kelayakan Finansial Agroindustri Kopi Lengkuas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep Ika Fatmawati; Fatmawati Fatmawati; Sri Lestari
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4323

Abstract

Kopi lengkuas merupakan kopi jamu dengan cita rasa yang khas akan lengkuas, serta bermanfaat baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menganalisis tingkat kelayakan finansial agroindustri kopi lengkuas, 2) mengetahui pengaruh sensitivitas perubahan harga bahan baku kopi dan lengkuas serta jumlah penjualan kopi lengkuas terhadap kelayakan usaha agroindustri kopi lengkuas. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif (kriteria investasi serta analisis sensitivitas dengan metode switching value) dan analisis deskriptif. Hasil perhitungan analisis kelayakan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 241.604.291,70,- ; Pay Back Periode dengan jangka waktu 1,53 tahun (1 tahun 6 bulan 10 hari) ; nilai IRR yaitu 58,80%, Net B/C sebesar 2,35, sehingga disimpulkan bahwa agroindustri kopi lengkuas menguntungkan dan layak dikembangkan. Sedangkan hasil analisis sensitivitas switching value menunjukkan agroindustri kopi lengkuas tetap layak sampai terjadi perubahan kenaikan harga bahan baku lengkuas pada 1777,1%, kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 206,64%, serta penurunan penjualan pada tingkat 25,223%.
Indeks dan Status Keberlanjutan Ketersediaan Tembakau Madura Raden Faridz; Ariffin Ariffin; Soemarno Soemarno; Henny Pramoedyo
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4784

Abstract

Tembakau merupakan tanaman perkebunan penting yang memberikan devisa tinggi melalui cukai mencapai Rp. 144,64 trilyun tahun 2015.  Akhir-akhir ini produksinya turun dibanding 3-4 tahun sebelumnya rata-rata17 000 ton menjadi 14,435 ton pada tahun 2015. Terdapat ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran yang  berdampak pada keberlanjutan ketersediaan tembakau Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Indeks dan status keberlanjutan ketersediaan tembakau Madura dari dimensi ekologi, sosial-ekonomi, kelembagaan dan teknologi, faktor-faktor yang sensitif dan bobot prioritas dimensi. Penelitian ini  dianalisis menggunakan  Multi Dimensional Scaling (MDS) RAP-TOBACCO modifikasi dari RAP-FISH Status keberlanjutan ketersediaan tembakau seluruh dimensi cukup berkelanjutan dimana dimensi teknologi memiliki nilai tertinggi 56,375, dimensi ekologi 52,370, dimensi kelembagaan 50,703 dan dimensi sosial ekonomi 50,432. Faktor yang sensitif untuk dimensi teknologi adalah sistem informasi iklim, penggunaan dan pengadaan bibit. Sedangkan bobot prioritas proses keberlanjutan ketersediaan tembakau berdasarkan pakar adalah sosial-ekonomi.
Sektor Pertanian: Faktor Utama Penentu Kemiskinan Jawa Barat Indra Satrio
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4707

Abstract

Penjelasan mendasar mengenai faktor yang menyebabkan kemiskinan merupakan strategi yang efektif untuk memberantas kemiskinan. Penelitian yang dilakukan menggunakan data rumah tangga untuk menganalisis faktor penentu kemiskinan karakteristik rumah tangga di Jawa Barat. Dengan menggunakan regresi model logit, variabel dependen terdiri dari dua bagian, yaitu rumah tangga miskin dan rumah tangga tidak miskin. Hasilnya menunjukkan bahwa usia dan lama pendidikan dari kepala rumah tangga, serta pekerjaan di sektor pertanian, industri dan perdagangan, secara signifikan menjelaskan variasi kemungkinan menjadi miskin. Variabel usia, lama pendidikan, dan pekerjaan kepala rumah tangga di sektor industri dan perdagangan, mengurangi kemungkinan menjadi miskin, sedangkan pekerjaan di sektor pertanian dikaitkan dengan kemungkinan terbesar rumah tangga untuk menjadi miskin.
Efficiency Marketing Chain Analysis of Sangkuriang Catfish in Minapolitan Area Abel Gandhy; Venty F Nurunisa; Ternando Situmeang
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5016

Abstract

Aquaculture is an alternative of sustainable solution to meet the high demand of fish. One type of fish that is most easily cultivated and preferred by consumers is catfish. West Java Province is the largest producer of catfish, and Bogor is the central area of catfish production in West Java. Parung subdistrict, is one of Minapolitan Area in Bogor which focuses on catfish cultivation. As a Minapolitan Area, it is very important to examine the integration between each institution,examine which institutions involved in the supply chain to gather perfect market information and clear market identification. The objectives of this study are to analyzethe pattern of Sangkuriang catfish trading channel, the function of trading, and the efficiency of the catfish marketing chain. Selection of respondents using purposive sampling, by setting 50 of catfish cultivators as respondents. There are 4 marketing channels in Parung Subdistrict. Institutions involved in the marketing of catfish are cultivators, collecting traders, agents, market traders, Restaurant/Foodstalland end consumers.The second channel (Farmers-Retailers-Restaurant/Food Stall) is the most efficient channel.Shorter marketing chains create higher farmer’s share.
Dukungan Penyuluhan dan Lingkungan Ekternal terhadap Adopsi Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Pertanian Padi Organik Gunawan Gunawan; Aida Vitayala S Hubeis; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4951

Abstract

The implementation of organic rice farming requires farmers who have different behaviors from the knowledge, attitudes and skills of farming that has been built up so far. The purpose of this research was to analyze the agriculture extension support, analyze the external support, and analyze the factors that influence adoption of innovation and the sustainability of organic rice farming. Research locations in Bondowoso District and Banyuwangi District, East Java Province. The sample of this study amounted to 224 respondents from 670 populations of organic rice farmers. The research method used surveys to get quantitative data and deepened with qualitative data. Analysis techniques with descriptive analysis and Structural Equition Model. The results showed that agricultural extension support in the low category. The indicators of extension subject, capability of extension advisor and intensity of agricultural extension in the high category. The indicator  of variable external support such as policy support, farmers group support, and  information access in th high category. The level of  implementation  organic rice farming in the indicators of economy, social, and environment aspect was in the high category.  The factor that influence the adoption of innovation was agricultural extension support. The factors that influence the implementation of sustainability  of organic rice farming systems were (1) innovation adoption,  (2) agricultural extension support, and (3) external support.
Dampak Skema Relasi Kopi Sebagai Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan Syapta Wiguna; Syafruddin Karimi; Endrizal Ridwan
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5027

Abstract

Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan kapasitas yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan pelaku ekonomi kopi diantaranya, petani dan pengelola koperasi.  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa skema relasi kopi mampu meningkatkan perekonomian petani kopi dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, petani kopi mampu meningkatkan kapasitas yang dibutuhkannya untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar. Hal yang perlu dibenahi dalam implementasi model relasi kopi adalah pengelolaan dan penguatan organisasi petani kopi.
Daya Saing Perdagangan Kopi Indonesia di Pasar Global Ahmad Syariful Jamil
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4924

Abstract

Adanya perubahan keseimbangan pasar global menyebabkan kecenderungan kelebihan pasokan kopi dunia. kelebihan penawaran kopi global mengindikasikan  adanya peningkatan persaingan dalam hal memperebutkan pasar kopi global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis posisi daya saing perdagangan kopi Indonesia di pasar global. Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Constant Market Share (CMS) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan pangsa ekspor kopi terendah dibandingkan dengan negara eksportir utama lainnya. Indeks RCA dan CMS menunjukkan bahwa selama periode penelitian Indonesia relatif memiliki daya saing, meskipun masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lainnya.  Upaya yang dapat ditempuh dalam rangka untuk meingkatkan daya saing kopi Indonesia adalah peningkatan produktivitas dan kualitas berbasiskan kekhasan kopi tertentu.
Pengembangan Potensi Wisata di Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Heri Sudarsono; Indah Susantun
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5011

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi wisata di pantai Baron, Kukup,sepanjang, Drini dan Sadranan. Penelitian ini mengunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tahapan penelitian adalah mengetahui potensi wisata, sarana dan prasarana, sosialisasi potensi wisata, sarana layanan wisata, jenis lapangan kerja dan pengembangan potensi wisata bagi perekonomian masyarakat di kawasan pantai. Dari hasil olah data menunjukkan bahwa pengembangan potensi wisata dipengaruhi oleh penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan potensi wisata, serta layanan pendukung wisata. Kemudian, potensi wisata yang berbeda di setiap pantai mempengengaruhi jenis lapangan kerja masyarakat yang ada disekitar kawasan pantai. Akhirnya, dalam jangka panjang beberapa jenis lapangan kerja, seperti pedagang makanan dan minuman, pengkrajin souvenir dan seniman akan menjadi andalan bagi pengembangan potensi wisata di pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini dan Sadranan.
Upaya Pencapaian Daya Saing Usaha Sapi Perah Melalui Kebijakan Pemerintah dan Peningkatan Pendapatan Peternak Supardi Rusdiana; Soeharsono Soeharsono
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5111

Abstract

Menghadapi persaingan usaha ternak sapi perah dapat diupayakan melalui pengembangan industri peterakan yang mengarah pada usaha komersial. Usaha ternak sapi perah induk laktasi, dapat diarahkan pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan peternak. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, terlihat upaya  pencapaian daya saing usaha sapi perah dipeternak masih lemah, sehingga dibutuhkan dukungan modal usaha. Tulisan ini bertujuan membahas mengenai tinjauan konseptual upaya pencapaian daya saing usaha sapi perah melalui kebijakan pemerintah dan peningkatan pendapatan peternak. Upaya Pemerintah untuk menciptakan berbagai produk hasil peternakan dapat bersaing dan mampu memotori industrialisasi perdesaan. Kebijakan Pemerintah dengan meningkatkan tarif impor pada produk susu sapi perah akan berpengaruh positif terhadap daya saing usaha ternak sapi perah di peternak. usaha ternak sapi perah di peternak akan semakin meningkat nilai keuntungan secara kompetitif dan keunggulan komparatif. Produksi susu sapi perah yang dihasikan dapat memenuhi kebutuhan pasar, dan secara tidak langsung perekonmian peternak meningkat. Usaha sapi perah dengan skala 4 ekor induk laktasi, peternak mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp.21.007.000,-/tahun R/C ratio 1,5. Keuntungan pada kelompok peternak sapi perah Maju Terus sebesar Rp.1.718.794,53,-/tahun  nilai R/C ratio 2,18. Ke dua usaha sapi perah di peternak nilai R/C rasio sangat baik dan  1. Usaha ternak sapi perah di peternak  secara ekonomi layak untuk diusahakan kembali.