cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Identifikasi Keberadaan Inkubator Bisnis di Madura Mardiyah Hayati; Dian Eswin Wijayanti
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.824 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.6209

Abstract

Peran UMKM dalam perekonomian domestik semakin meningkat. UMKM  merupakan bagian integral dunia usaha nasional mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang berdasarkan demokrasi ekonomi. Inkubator bisnis sebagai suatu wadah yang efektif untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi wirausaha baru yang kreatif, inovatif, tangguh dan profesional sehingga mampu mengembangkan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lembaga-lembaga pemerintah yang berperan sebagai inkubator bisnis di Madura, dan mengetahui peran yang dijalankan oleh masing-masing lembaga tersebut. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan, dengan jumlah responden 34 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitain menunjukkan bahwa di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan belum ada inkubator bisnis. Lembaga-lembaga pemerintah di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan memiliki peran dalam peningkatan mutu UMKM, dengan cara memberikan pelatihan, pendampingan dan memberikan akses modal terhadap UMKM.
KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR Aryo Fajar Sunartomo
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.339 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1343

Abstract

ABSTRAKProvinsi Jawa Timur merupakan salah penyedia produk-produk pertanian. Oleh karena itu penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktifitas perlu dilakukan dimana salah satunya berhubungan dengan peran penyuluh pertanian. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengukur kinerja penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian di Jawa Timur. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan/metode deskriptif, analitik dan korelasional. Daerah penelitian dilaksanakan secara purposive method pada 4 (empat) kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Nganjuk, dan Kediri. kinerja penyuluh pertanian dalam rangka peningkatan produksi pertanian Di Jawa Timur memiliki kategori sangat baik. Strategi Kebijakan Penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani. Tujuan yang harus dicapai adalah peningkatan mutu penyuluhan pertanian, sasaran dari tujuan tersebut adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani. AGRICULTURAL EXTENSION CAPACITY IN EFFORTS TO INCREASE AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST JAVAABSTRACTEast Java province is one of provider agricultural products. Therefore, the strengthening of the agricultural sector through productivity improvement programs need to be done one which relates to the role of agricultural extension. The purpose of this research activity is to measure the performance of agricultural extension in order to increase agricultural productivity in East Java. This research approach using the approach / method descriptive, analytical and correlational. Research area by purposive method in 4 (four) districts in East Java, that are Jember, Banyuwangi, Nganjuk and Kediri. Agricultural Extension Performance in order to increase agricultural production in East Java has a very good category. Right Extension Policy Strategy to improve agricultural productivity is improving programs related to institutional, quantity and quality of the extension and improvement of farmers groups. Goals to be achieved are improving the quality of agricultural extension, the target of these objectives is to increase the quality and quantity of extension through education and training, as well as the empowerment of farmer groups.
Analisis Preferensi Konsumen Kopi di Lingkungan Akademik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Pada Era Revolusi Industri 4.0 Wachdijono Wachdijono; Umi Trisnaningsih; Siti Wahyuni
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.357 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v%vi%i.5427

Abstract

Preferensi konsumen menunjukkan tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu produk dan penentuan kesukaannya berdasarkan atribut-atribut yang ada pada produk tersebut.  Namun demikian, diantara atribut-atribut selalu ada yang paling dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan pembeliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap keseluruhan atribut pada produk minuman kopi saset dan mengetahui atribut mana yang paling dipertimbangkan konsumen dalam memutuskan pembeliannya pada era revolusi industri 4.0.  Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja, di lingkungan akademik kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dan waktu penelitian selama bulan Januari–April  2019.  Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian survai. Populasi penelitiannya pegawai, dosen dan mahasiswa yang minum kopi dalam menjalani tugas hariannya. Jumlah sampel ditentukan secara sengaja 50 orang dan penarikannya secara acak quota. Analisis data menggunakan kaidah penghitungan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan, preferensi konsumen terhadap keseluruhan atribut  pada produk minuman kopi saset adalah suka dan  atribut yang paling dipertimbangkannya  adalah merek. Disarankan, pihak pemasar menjual produk minuman kopi saset dengan atributnya yang paling dipertimbangkan  konsumen yaitu merek (kopi merek Good Day) agar omset penjualannya meningkat, sedangkan kepada produsen/industri kopi untuk menguatkan  branding yang positif  agar produknya selalu disukai konsumen pada era revolusi industri 4.0.
A Study on Affecting Factors of White-Nest Swiftlet (Collocalia fuciphaga) Farming Performance in Haurgeulis District, Indramayu Regency Dodo Wahyudi; Suwarto Suwarto; Heru Irianto
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.058 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.6210

Abstract

Indonesia is a major supplier of the white-nest products. The white-nest products can be originated from Java Island, including Haurgeulis District, Indramayu Regency. White-nest businesses in that area had been developed since 1950s although the productivity subsequently decline in the rate of deforestation of the concession area nowadays. These problems were henceforth set as the focus of the study, based on the inference Malcom Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE). This study was to recognize the association white-nest business performance. Some internal factors, observed as the predictor factors of business performance, included achievement-motivation factor, strategic planning, technical aspects and technologies, guanxi (personal relationship), and leadership. Surveillance activities were undertaken by using simple random sampling with questionnaire method for collecting the primary data, processed by path analysis method. The test results shown that all of internal factor have significant effect on the performance of the white-nest business by the leadership intervening.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBER DAYA UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros, Fab) DI PERAIRAN SAMBOJA KUALA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Gusti Haqiqiansyah
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.852 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai rekomendasi jumlah produksi (catch) dan upaya penangkapan (effort) sumber daya udang dogol (Metapenaeus monoceros, Fab) yang optimal dengan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer dengan estimasi parameter biologi melalui Algoritma Fox serta mengetahui status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sumber daya udang dogol di perairan samboja dapat dilakukan dengan dua kondisi pengelolaan optimal yaitu Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Maximum Economic Yield (MEY) dengan jumlah masing-masing hasil tangkapan (catch) per tahun sebesar 372,99 ton, dan 364,72 ton dan jumlah masing-masing upaya penangkapan (effort) per tahun sebesar 5.445 trip dan 4.634 trip dan rente ekonomi per tahun yang dihasilkan masing-masing sebesar Rp 6.910.514.530 dan Rp 7.128.936.618. Status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja telah mengalami overfishing secara biologi.
Disguised Resistance of Madurese Salt Farming Community Iskandar Dzulkarnain; Endriatmo Soetarto; Rilus A. Kinseng; Sofyan Sjaf
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.353 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.6221

Abstract

The problems of Madurese salt farmers, ranging from poverty, quality of production, low salt prices, to 'seizure' of the lands by Dutch Colonialism through the total reorganization program in 1936 as well as the project of modernization and renovation of the New Order regime in 1975 have become the triggers of the resistance put up by the salt farming community. The purpose of this article is to picture out the dynamics of the resistance by Madurese salt farming community through the theoretical analysis of James Scott, namely the daily resistance by Madurese salt farming community, which the writer -in other words-  say 'disguised resistance'. The method used is qualitative with an ethnographic approach. The result is that there are two forms of disguised resistance put up by the Madurese salt farming community i.e. the resistance against PT. Garam and the resistance against the land ownres.
Dinamika Perkembangan Perkebunan Kakao Rakyat di Indonesia Panca Rahadi Mulyo; Yuli Hariyati
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.777 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.7296

Abstract

Produksi kakao di Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya yang dipengaruhi oleh luas areal dan produktivitasnya dan perkebunan rakyat memiliki kontribusi tertinggi daripada perkebunan kakao lainnya. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penghasil kakao rakyat di Indonesia dan terdapat isu peralihan komoditas kakao pada beberapa lokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao pada perkebunan rakyat di Indonesia dan Jawa Timur serta untuk mengetahui alasan petani kakao dalam melakukan peralihan komoditas. Metode yang digunakan adalah ARIMA (Box-Jenkins) dan deskriptif. Hasil analisis menggunakan ARIMA (Box-Jenkins) menunjukkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Indonesia mengalami penurunan menjadi 1.248.963,32 ha untuk luas areal dan produktivitasnya meningkat menjadi 0,43 ton/ha. Sedangkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Jawa Timur mengalami peningkatan yaitu menjadi 49.653,48 ha dan 0,67 ton/ha pada tahun 2030. Alasan utama petani kakao beralih usahatani yaitu mudahnya budidaya komoditas lain sebanyak 46,67%.
Permintaan Kopi Biji Indonesia di Pasar Internasional Doni Sahat Tua Manalu; Harianto Harianto; Suharno Suharno; Sri Hartoyo
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.019 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.7346

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan Indonesia setelah kelapa sawit, karet dan kakao dengan jumlah ekspor kopi yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi domestik. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kopi biji Indonesia di pasar Internasional. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model Linear Approximate Almost Ideal Demand System (LA/AIDS) dengan menggunakan data time series dari tahun 1995 hingga 2017 dengan HS 090111. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kopi biji Indonesia di Amerika Serikat adalah harga kopi row, Carea NTM, di Jepang adalah harga kopi Vietnam, populasi Jepang dan NTR Jepang terhadap Dollar, di Jerman adalah harga row dan Carea NTM. Kopi Indonesia bersifat elastis di negara importir utama Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Berdasarkan nilai elastisitas silang kopi Indonesia bersifat inelastis, kopi Indonesia bersifat komplementer dengan kopi  Vietnam di pasar Amerika Serikat, sementara di pasar Jepang dan Jerman bersifat substitusi.
Pengaruh Keputusan Petani Kopi Rakyat dalam Pemilihan Sistem Kopi Organik dan Non Organik di Jawa Timur Sudarko Sudarko; Sumardjo Sumardjo; Anna Fatchiya; Prabowo Tjitropranoto
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.691 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.6216

Abstract

Petani kopi rakyat organik mulai berkembang di Jawa Timur. Tujuan penelitian ini yaitU: mengetahui tingkat dan  perbedaan karakteritik petani kopi organik dan non organik dan dukungan penyuluhan, menganalisis faktor-faktor pengaruh keputusan petani kopi dalam menerapkan sistem organik dan non organik. Penelitian dilaksanakan di di Kabupaten Bondowoso dan Malang, Jawa Timur. Sampel penelitian berjumlah 376 petani kopi (120 organik dan 256 non organik). Penelitian menggunakan metode survai. Data dianalisis dengan metode  deskriptif, Uji-t dan Regresi Binary Logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan non formal, skala usaha, penguasaan lahan, kekosmopolitan, dukungan penyuluhan pemerintah dan swasta kategori rendah, sedangkan  umur petani, pendidikan formal, motivasi, pengalaman, dukungan penyuluh swadaya pada kategori sedang. Terdapat perbedaan signifikan pada peran penyuluhan sebagai fasilitator, motivator dan mediator, pemanfaatan teknologi informasi, umur, pengalaman, motivasi dan kekosmopolitan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani menerapkan sistem kopi organik yaitu: pendidikan formal dan non formal, motivasi, kekosmopolitan, penyuluh swadaya dan swasta.
Mengapa Petani menjadi Pekerja Industri Rumahan di Pedesaan? Ristina Siti Sundari; Euis Kurniasih; D Yadi Heryadi; Adnan Arshad
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.987 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.7286

Abstract

Fenomena petani meninggalkan lahan dan beralih profesi menjadi pekerja di industri rumahan kian marak seiring bermunculannya industri rumahan yang tumbuh di pedesaan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penyebab petani memutuskan untuk menjadi pekerja industri rumahan di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan rumus Slovin dalam penentuan jumlah sampel dan analisis regresi linier berganda untuk mengukur variabel pekerja industri rumahan dan variabel yang diduga kuat menjadi penyebabnya yaitu usia, pendidikan, kepemilikan lahan, pendapatan, kosmopolitan, tanggungan keluarga, lingkungan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan penyebab menjadi pekerja industri rumahan adalah kombinasi antara ketiadaan lahan yang dimiliki, usia produktif dengan jumlah tanggungan keluarga 2–3 orang menyebabkan terlibat utang. Kecuali kosmopolitan yang tidak menjadi masalah. Disarankan kebijakan pemerintah untuk menjadikan industri rumahan berbasis hasil pertanian untuk menjaga keberlangsungan pertanian dan keragaman pangan Indonesia. Semua sektor berada dalam keseimbangan.