cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Analisis Hubungan Pertumbuhan Pertanian Terhadap Pengangguran di Indonesia Indah Fadhila Fitri; Indra Satrio
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5086

Abstract

Sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Namun, sektor ini masih berperan penting dalam menyerap lapangan pekerjaan di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis korelasi antara pertumbuhan sektor pertanian dengan tingkat pengangguran. Data time series digunakan dengan bantuan alat uji kausalitas granger dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan pertanian Indonesia memiliki hubungan negatif dengan pengangguran pedesaan dan pengangguran nasional. Peningkatan pertumbuhan pertanian akan mengurangi tingkat pengangguran di pedesaan dan berdampak pada menurunnya angka pengangguran nasional. Konsekuensinya, penelitian ini menaruh harapan akan pertumbuhan sektor pertanian dalam mengatasi permasalahan pengangguran.
Keberlanjutan Komoditas Kakao Sebagai Produk Unggulan Agroindustri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Eko Nurhadi; Syarif Imam Hidayat; Pawana Nur Indah; Sri Widayanti; Gyska Indah Harya
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5017

Abstract

Tidak sedikit petani menjual hasil panen pertanian berupa produk primer. Pengolahan hasil untuk memberikan nilai tambah sebagai alternatif meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan belum membudaya. Beberapa kendala teknis, ekonomis, sosial, dan manajerial dihadapi petani. Penelitian ini bertujuan (1) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesejahteraan petani kakao rakyat dan advokasi pengembangan agroindustri mamin kakao, dan (2) Memberikan pendampingan petani dalam pemasaran produk kakao, penataan kelembagaan dan pengendalian mutu. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan analisis Partial Least Square (PLS). Sebagai produsen pemula agroindustri mamin kakao, petani rentan gagal dalam mengembangkan bisnis. Keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani memerlukan pendampingan intensif dari semua pihak.
Leading Commodities of Food Crops and Plantation Subsector in Pinrang District St Aisyah Ramli; Sitti Khadijah Yahya Hiola
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4999

Abstract

This study aims to determine the food crop and plantation subsectors which are the leading subsectors in Pinrang District. The determination analyzed using the Location Quotient method which produces commodities classified as a base or non-base commodities which can contribute to increasing farmer income and regional income. The data sources used are primary data from interviews with farmers while secondary data on food crop and plantation production in Pinrang District for five years (2013-2017) were obtained from the Agriculture Service and BPS of Pinrang District. The results show thatthe food crop subsector is a base commodity and is very potential, namely wetland paddy and maize which have a base area in five sub-districts in Pinrang District. Whereas in the plantation sub-sector which is the basis, namely coconut, coffee, and cocoa, although the highest LQ value is in coffee commodities in Lembang subdistrict. Thus, commodities in the food crops and plantation sub-sectors are basic commodities that are worth developing. Pinrang District is one of the rice barns in South Sulawesi, which holds the position of Pinrang District as a potential producer of food crops. In addition to wetland paddy, other food crops produced are maize and beans. The most dominant plantation crops in Pinrang District are coconut, coffee, and cocoa, which are excellent crops.
Palm Sugar Agribusiness Development Strategy In Tasikmalaya Regency Candra Nuraini; Unang Atmaja
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5029

Abstract

Sugar palm (Arenga Pinnata, MERR) is one of the most valuable commodities in the plantation sector; thus, they have enormous potential to be developed. The agribusiness development of sugar palm should start from the upstream to the downstream. Therefore, a study on the strategies to develop agribusiness of palm sugar is necessary to be conducted. This research is conducted to: 1) identify the internal and external factors, 2) formulate palm sugar agribusiness development strategies, and 3) determine the priority of palm sugar agribusiness development strategies.The method employed in this research is descriptive qualitative approach. The research area, Tasikmalaya regency, is chosen using the purposive sampling. The method used to collect the data is non probability sampling (Non-random). The analysis applied here are SWOT and AHP. The result shows that the priority orders of strategies are: (1) Cultivation development with certified parent stocks (0,3); (2) The institutional arrangements of agribusiness system by involving the relations with the stakeholder (0,27); (3) The assistance provisions to the facilities and infrastructures of the processing (0,14); (4) strengthening of product diversification and packaging innovation (0,13); (5) the Technology Development with the value 0,09; and (6) the improvement of marketing mechanism and market information with the value 0,07. The results of the study suggest that the strategic priority is the development of certified parent seed cultivation.
Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia Eri Yusnita Arvianti; Masyhuri Masyhuri; Lestari Rahayu Waluyati; Dwijono Hadi Darwanto
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.677 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5429

Abstract

Permasalahan utama mengenai ketenagakerjaan pertanian kita yaitu terjadinya perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yang mengarah pada penuaan petani. Petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, akan tetapi tenaga kerja berusia muda semakin berkurang. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di perdesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidakcocokan antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan perubahan struktural tenaga kerja pertanian dilihat dari fenomena aging farmer dan menurunnya jumlah tenaga kerja usia muda sektor pertanian di Indonesia , menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan struktural tenaga kerja pertanian dan keengganan tenaga kerja usia muda masuk ke sektor pertanian, menjelaskan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung tenaga kerja muda masuk ke sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif. Hasilnya adalah masalah krisis petani muda harus segera ditanggulangi supaya tidak mengancam ketahanan pangan di Indonesia.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Garam Fortifikasi Kelor Iffan Maflahah
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.451 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5432

Abstract

Garam fortifikasi kelor merupakan garam baru, dilakukan penambahan ekstrak kelor sebagai fortifikan. Tujuan penelitian: 1) mengetahui atribut yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor. 2) mengetahui urutan kepentingan atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian. Metode yang digunakan adalah analisis chi square dan multiatribut fishbein. Hasilnya bahwa yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor dilihat dari produknya adalah rasa berbeda dengan garam iodium, warna hijau manarik, tekstur kasar, harga garam murah, dan masa simpan lebih lama. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi kelor preferensi konsumen adalah bahan kemasan yang sesuai keinginan konsumen, desain menarik, informasi lengkap, kemasan tidak mudah rusak/ tahan lama dan dicantumkan berat bersih sesuai isinya. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam melakukan pembelian terhadap garam fortifikasi kelor dari produk garam fortifikasi kelor adalah masa simpan, harga, rasa, tekstur dan warna. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi adalah berat bersih, kelengkapan informasi, bahan kemasan, desain dan ketahanan kemasan.
Deskripsi Komparatif Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) di Saluran Induk Daerah Irigasi Jatiluhur Jawa Barat Heri Rahman; Yusman Syaukat; M. Parulian Hutagaol; Muhammad Firdaus
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5743

Abstract

Air penting bagi kehidupan termasuk bagi usahatani untuk mmneingkatkan produksi dan pendapatan petani. Namun jika irigasi tidak terpelihara maka usahatani padi sawah mnejadi kurang maksimal. Jaringan irigasi tersier di Saluran Induk (SI)  Daerah Irigasi (DI)  Jatiluhur yang terbagi ke dalam SI Tarum Barat, Utara dan Timur cukup bervariasi tingkat kerusakan dan pemeliharaannya oleh para petani. Untuk itu para petani membayar Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) di tingkat jaringan tersier, IPI ini beragaman di masing-masing saluran induk tergantung pda kesepakatan petani dengan ulu-ulu. Selain saluran induk, IPI pun tergantung musim tanam (rendeng dan gadu) karena besaran IPI sangat ditentukan oleh karakteristik petani di masing-masing SI, luas lahan, produktivitas hasil dan harga jual padi. Karena itu, diduga terdapat keragaman IPI antara saluran induk dan dimasing-masing Saluran Induk pada setiap musim rendeng dan gadu.
Analisis Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Masyarakat Terhadap Pertanian Organik Buah Naga Kustiawati Ningsih; Halimatus Sakdiyah; Herman Felani; Rini Dwiastuti; Rosihan Asmara
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.179 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5425

Abstract

Pertanian organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang digalakkan pada tahun 1960-an yang menyebabkan (a) Berkurangnya kesuburan tanah dan (b) Kerusakan lingkungan akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali. Gagalnya revolusi hijau menyebabkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengembangkan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Program “Go Organik 2010” merupakan implementasi dukungan pemerintah terhadap sistem pertanian organik. Sehingga pertanian organik mulai berkembang di Indonesia umumnya dan di Kabupaten Pamekasan, khususnya. Pertanian organik buah naga merupakan pertanian organik yang sedang berkembang di Kabupaten Pamekasan. Sebagai implementasi untuk mewujudkan kelestarian pertanian organik buah naga, maka dibutuhkan analisis tentang kesediaan membayar masyarakat terhadap nilai keberadaan (Existence Value) dan nilai penggunaan alternatif (Option Value) pertanian Organik Buah Naga. Penelitian ini menggunakan metode CVM (Contingent Valuation Method) untuk mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya estimasi WTP (Willingness To Pay) masyarakat terhadap nilai keberadaan pertanian organik buah naga adalah sebesar Rp. 42.060.403,89 / hektar per tahun. Sedangkan besarnya estimasi WTP (Willingness To Pay) masyarakat terhadap nilai penggunaan alternatif pertanian organik buah naga sebesar Rp. 41.633.017,67 / hektar per tahun.
Beef Cattle Large Commodity Chain: Market Structure And Performance Analysis Andrie Kisroh Sunyigono
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.325 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5956

Abstract

Industri sapi potong masih didominasi oleh peternak kecil (98%) sedangkan sisanya adalah kontribusi dari peternak besar. Sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Meskipun kecil, peran peternak besar cukup signifikan terutama dalam memenuhi kebutuhan daging berkualitas tinggi. Oleh karena kajian terhadap peran peternak besar sangat dibutuhkan. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis struktur pasar dan kinerja peternak besar sapi potong di Jawa Timur yang merupakan lumbung daging nasional. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Rasio Konsentrasi, Gini Koefisien dan Hambatan masuk dan keluar pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Struktur pasar sapi bakalan dan jagal adalah oligopoli lemah sedangkan struktur pasar peternak dan pedagang adalah oligopoli kuat; 2) Analisis kinerja rantai komoditas sapi potong di tingkat penyedia bakalan, peternak, pedagang dan jagal adalah menguntungkan dan efisien; 3) Terdapat hubungan antara struktur pasar dan kinerja usaha sapi potong yaitu semakin tinggi tingkat konsentrasi pasar maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan dan efisiensinya.
DAYA SAING KOMODITAS EKSPOR (KARET) INDONESIA KE CHINA Ria Muslika; Novi Diana Badrut Tamami
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.889 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5426

Abstract

China merupakan negara tujuan ekspor Karet Indonesia. Produsen Karet ke China selain Indonesia adalah Thailand dan Malaysia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis daya saing dan pangsa pasar ekspor karet Indonesia ke China. Metode yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Market Share untuk menganalisis daya saing dan pangsa pasar Karet Indonesia ke China. Hasil dari analisis RCA menunjukkan bahwa Karet Indonesia di China memiliki daya saing dengan nilai rata-rata sebesar 0,528 (nilai RCA1) dan pangsa pasar ekspor Karet Indonesia di China rata-rata sebesar 0,491% selama tahun 2003-2017.