cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 329 Documents
Uji toleransi lapang galur-galur tebu terhadap hama penggerek pucuk dan penggerek batang Sujak Sujak; Dwi Adi Sunarto; Subiyakto Subiyakto
Agrovigor Vol 14, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i1.8506

Abstract

Dalam praktek pengelolaan serangga hama komponen penanaman varietas toleran dinilai kompatibel, murah, mudah diterapkan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toleransi galur galur harapan tebu terhadap  penggerek pucuk dan penggerek batang tebu. Penelitian dilakukan di Kediri, Jawa Timur pada tanaman ratun ke-3 dan di Pati, Jawa Tengah pada tanaman ratun ke-2. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang tiga kali.  Perlakuan terdiri atas 17 galur harapan tebu yaitu MLG 43, MLG 12, MLG 9, MLG 5, MLG 4, MLG 23, MLG 29, MLG 24, MLG 49, MLG 56, MLG 45, MLG 55, MLG 38, MLG 52, MLG 14, MLG 11, JR 01 dan 3 varietas pembanding BL, PS 881, Cenning untuk lokasi Kediri dan Kentung untuk lokasi Pati. Ukuran petak 5 juring x 10 m, dengan PKP 120-135 cm. Parameter pengamatan meliputi serangan penggerek pucuk dan penggerek batang.  Pengamatan dilakukan pada 3 baris tanaman sepanjang 10 m, dilakukan pada waktu tanaman berumur 3 bulan dan 6 bulan setelah tanam. Pada umur 9 bulan dilakukan pengamatan distruktif dengan membelah batang tebu untuk mengukur panjang gerekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan lapang galur MLG 5 dan MLG 52 merupakan galur yang relatif toleran terhadap serangan penggerek pucuk dan penggerek batang. Galur MLG 45, MLG 55, MLG 38 dan MLG 14 tergolong kategori toleransi sedang/moderat dan galur MLG 24 tergolong kategori berat/rentan.
Jarak Tanam Jajar Legowo dan Jumlah Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Khairil Khairil; Radian Radian; Wasi'an Wasi'an
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6826

Abstract

Padi merupakan bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dua faktor.  Jarak tanam jajar legowo 2:1 (j1) 10 cm x 20 cm, (j2) 20 cm x 20 cm, (j3) 20 cm x 25 cm, (j4) 25 cm x 25 cm. Jumlah bibit perlubang tanam (b1) 1batang, (b2) 5 batang, (b3) 10 batang, (b4) 15 batang, (b5) 20, (b6) 25 batang. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst, berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan umur 25,35,45 hst, anakan produktif dan berat gabah per rumpun, jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hst, anakan umur 15, 25, 35, 45 hst dan anakan produktif.
Pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium cepa L.) Ayu Sumarianti; Kamelia Dwi Jayanti; Yulinda Tanari
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.13381

Abstract

Produksi bawang merah di Sulawesi Tengah mengalami penurunan sebesar 12,03% dari tahun 2019 ke tahun 2020. Pada tahun 2019, produksi bawang merah sebesar 6.508 ton, sedangkan pada tahun 2020 produksi hanya mencapai 5.725 ton. Bawang merah memerlukan ketersediaan air yang optimal untuk mendukung  pertumbuhannya. Pemberian air yang tepat bertujuan untuk mengefisienkan penggunaan air serta menghindarkan tanaman dari penyakit jamur terutama pada kondisi kelembaban yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan, yaitu penyiraman 2 kali sehari, 1 hari sekali pada pagi hari, 1 hari sekali pada sore hari, 2 hari sekali pada pagi hari, 2 hari sekali pada sore hari, 3 hari sekali pada pagi hari, dan 3 hari sekali pada sore hari. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 21 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  frekuensi penyiraman berpengaruh nyata hingga sangat nyata pada parameter tingggi tanaman 4 dan 5 MST, jumlah daun 5 MST, bobot segar umbi, dan persentase susut bobot pada bawang merah. Perlakuan penyiraman 2 kali sehari menunjukan nilai tertinggi untuk parameter tinggi tanaman dan, bobot basah umbi dan jumlah daun, selain itu  untuk parameter persentase susut bobot menunjukan hasil paling rendah.
Pertumbuhan dan hasil padi tropiko di tanah aluvial akibat pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK Tukija, Tukija; Gafur, Sutarman; Wasi’an, Wasi’an
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.9798

Abstract

Perbaikan lahan budidaya pada tanah aluvial dengan pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK akan memperbaiki kualitas tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi sehingga diharapkan mampu menambah produksi padi tropiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil padi tropiko pada tanah aluvial. Metode penelitian disusun melalui rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu dosis bhokasi jerami dengan 4 taraf  B0. Faktor kedua yaitudosis pupuk NPK dengan 3 taraf. Dosis kombinasi bhokasi jerami dan pupuk NPK terbaik yaitu pada pemberian 5 t ha-1dan 200 kg ha-1 berdasarkan potensi hasil yaitu berat gabah per petak dan produksi tanaman per hektar dengan rata-rata hasil 3.77 kg per petak atau 6.40 t ha-1.
Aktivitas bakteri pelarut fosfat terhadap peningkatan ketersediaan fosfat pada tanah masam Aisyah Valentini Sonia; Tri Candra Setiawati
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.13449

Abstract

Tanah masam merupakan tanah dengan nilai pH rendah, umumnya jumlah populasi mikroorganisme yang terbatas dan konsentrasi unsur hara rendah, terutama ketersediaan unsur hara fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan pemberian bakteri pelarut fosfat (BPF) dalam meningkatkan ketersediaan fosfor tanah masam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember mulai bulan Agustus 2020 hingga Juni 2021. Tahapan penelitian yaitu uji kualitatif pelarutan fosfat pada media Pikovskaya agar, uji aktivitas bakteri pelarut fosfat secara kuantitatif pada media Pikovskaya cair di beberapa kondisi masam (pH 4, pH 5, pH 6, dan pH 7), serta uji aktivitas bakteri pelarut fosfat pada dua jenis tanah masam (Inceptisol dan Ultisol). Bakteri yang digunakan yaitu bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus valezensis. Parameter yang diamati yaitu perubahan pH, konsentrasi P-tersedia,  respirasi  dan jumlah populasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas kedua BPF yang di uji pada media padat Pikovskaya dengan adanya Indeks pelarutan sebesar 2,21  hingga 2,59 dalam kategori “sedang”.  Pengujian aktivitas BPF pada media cair dengan beberapa kondisi pH menunjukkan adanya aktivitas pelarutan fosfat hingga hari ke-15. Kondisi pH 6 memberikan aktivitas pelarutan fosfat yang tertinggi yaitu 21,87 ppm oleh bakteri Pseudomonas sp. Aktivitas kedua BPF pada tanah masam (Inceptisol dan Ultisol) memberikan pengaruh terhadap peningkatan konsentrasi ketersediaan P dibandingkan konsentrasi awal. Pada Inceptisol dengan inokulasi Pseudomonas sp pada hari ke-30 meningkat 65%, sedangkan pada Ultisol meningkat 162%. Aktivitas Bacillus valezensis pada Inceptisol meningkatkan 217% sedangkan pada Ultisol meningkat sebesar 243%
Respon pertumbuhan stek duku kumpeh dengan penambahan Rootone-F dan ekstrak bawang merah Revis Asra; Miranti Miranti; Ade Adriadi
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.12136

Abstract

Duku Kumpeh (Lansium domesticum Corr. var. Kumpeh) adalah varietas unggul duku di Provinsi Jambi. Duku Kumpeh memiliki rasa yang manis, daging buah tebal, dan biji berukuran kecil. Permasalahan yang terjadi ialah penurunan produksi buah yang disebabkan oleh adanya serangan penyakit, usia tanaman yang sudah tua, dan kurangnya pengembangan teknik budidaya. Dalam mengatasi permasalahan ini, maka diperlukan teknik pembudidayaan yang lebih cepat dan efektif, yaitu teknik stek yang didukung dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Rootone-f dan bawang merah (Allium cepa L.) merupakan ZPT yang berperan merangsang pertumbuhan akar dan pertumbuhan tunas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimal dari pemberian rootone-f dan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek Duku Kumpeh. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf konsentrasi dan 3 kali ulangan. Taraf konsentrasi yang digunakan yaitu 0%, 0,05%, 0,1%, 0,15%, dan 0,2% rootone-f dan 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% bawang merah. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, pertumbuhan stek Duku Kumpeh dengan pemberian rootone-f menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap panjang akar, namun tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah akar, berat basah akar, berat kering akar, dan jumlah daun. Pemberian ekstrak bawang merah menunjukkan pengaruh terhadap variabel jumlah akar, dan berpengaruh nyata terhadap panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar, namun tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah daun. Konsentrasi rootone-f dan ekstrak bawang merah yang paling optimal ialah 0,1% dan 100%.
Penggunaan biochar anorganik nitrogen dalam menghasilkan perkembangan dan produksi tanaman sawi pakchoy pada tanah lapisan bawah (sub soil) Zainol Arifin; Ida Sugeng Suyani
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.9823

Abstract

Pemanfaatan biochar dalam budidaya tanaman mulai banyak digunakan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui berat bobot pada pemanfaatan biochar, serta meningkatkan hasil pada penggunaan bichar. Rancangan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Faktor pertama Biochar: (jengkok tembakau) B0  Kontrol (Tanpa Biochar)  B1 Biochar (200 g/polybag) Faktor kedua  Dosis Nitrogen (urea) N0Kontrol (Tanpa Urea), N1 50 kg/ha (0,4 g/polybag) N2 100 kg/ha (0,8 g/polybag). Hasil penelitian diperoleh terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap jumlah daun umur 21 hari dan berat basah tanaman (g) pada umur 28 hari 200 g/polybag – 0,4 g/ polybag pertumbuhan tanaman terbaik terdapat pada dosis 200 g/polybag, dengan tinggi tanaman (24,89 cm), jumlah daun (20,69 helai), luas daun (749,29 cm), berat basah (262,56 g), berat kering (19,09 g), sedangkan pertumbuhan terbaik pada dosis nitrogen 100kg/ha – 0,8 g/polybag, di tinjau dari tinggi tanaman(25,88 cm), jumlah daun (21,38 helai), luas daun (805,44 cm), dan hasil tanaman sawi terbaik terdapat pada perlakuan biochar 200 g/polybag dengan pupuk nitrogen 0,4-0,8 g/polybag yakni 260,33-260,67 g/pertanaman.
Respons pemberian vermikompos pada tanaman okra hijau (Abelmoschus esculentus) Elfarisna Elfarisna; Dea Septi Pratiwi
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.12630

Abstract

Okra merupakan tanaman sayuran  dan juga bermanfaat bagi kesehatan.   Pemupukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman okra. Vermikompos merupakan pupuk organik proses pencernaan cacing, sebagai produk samping budidaya cacing tanah berupa pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respons pemberian vermikompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra hijau. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dari bulan November 2020 sampai dengan Februari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yaitu K0 Pupuk Anorganik/Kontrol (Urea, SP36 ,KCl), K1 Vermikompos 200 g/polibag, K2 Vermikompos 300 g/polibag, K3 Vermikompos 400 g/polibag, K4 Vermikompos 500 g/polibag, K5 Vermikompos 600 g/polibag. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Vermikompos dosis 600 g/polibag memberikan respons terbaik terhadap pertumbuhan tanaman okra. Pupuk anorganik/kontrol memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah buah dan berat buah.
Pengaruh cekaman genangan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Sholeh Avivi; Aprila Iga Mufidah; Tri Agus Siswoyo; Didik Pudji Restanto
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.8866

Abstract

Usaha untuk meningkatkan produksi tomat pada lahan tercekam genangan dapat dilakukan dengan menguji varietas-varietas tomat yang sudah beredar terhadap cekaman genangan. Uji dilakukan dengan mengamati parameter pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi beberapa varietas tomat terhadap cekaman genangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 kali ulangan. Varietas tanaman tomat merupakan faktor pertama dengan 5 taraf yaitu a) V1 Sakina F1, b) V2 Tora, c) V3 Rewako F1, dan d) V4 Mawar. Sedangkan faktor yang kedua adalah cekaman genangan dengan 3 taraf, yaitu a) T1, perlakuan kondisi cekaman genangan 5 cm, b) T2, perlakuan kondisi cekaman genangan 10 cm, c) T3, perlakuan kondisi cekaman genangan 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Rewako mempunyai karakter lebih toleran terhadap genangan yang ditunjukkan pada parameter rerata tinggi tanaman, ukuran diameter buah, berat buah dan berat tajuk atas tanaman. 
Pertumbuhan dan hasil kedelai edamame setelah aplikasi petrhikaphos dikombinasikan pupuk kandang ayam pada tanah gambut Antar Sofyan; Herlisa Herlisa; Ronny Mulyawan
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.13338

Abstract

Pengembangan teknik budidaya edamame di Kalimantan perlu ditingkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil kedelai edamame setelah aplikasi petrhikaphos dikombinasikan pupuk kandang ayam pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat dari bulan April 2021 hingga Juli 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial. Faktor pertama adalah petrhikaphos (P) terdiri atas lima taraf perlakuan, yaitu 0 kg/40 kg benih (P0), 0,25 kg/40 kg benih (P1), 0,50 kg/40 kg benih (P2), 0,75 kg/40 kg benih (P3) dan 1,00 kg/40 kg benih (P4). Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam (A) terdiri atas dua taraf, yaitu 10 ton ha-1 (A1) dan 20 ton ha-1 (A2). Kedua faktor dikombinasikan sehingga didapat 10 perlakuan yang kemudian diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 40 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi petrhikaphos dikombinasikan pupuk kandang ayam di media gambut, serta faktor tunggalnya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Aplikasi petrhikaphos sebanyak 1,00 kg/40 kg benih dikombinasikan pupuk kandang ayam sebanyak 20 ton ha-1 (P4A2) merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat polong segar pada 58 HST dengan rata-rata 52,48 g/tanaman.