cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 329 Documents
Deteksi perakaran kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan metode geolistrik resistivitas Catur Wasonowati; Endang Sulistyaningsih; Didik Indradewa; Budiastuti Kurniasih
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10064

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai tanaman multiguna dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan bahan pangan alternatif. Tanaman dengan perakaran yang baik mampu tumbuh, berkembang dan berproduksi secara maksimal.  Pengambilan sampel akar kelor dengan cara destruktif membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif serta membutuhkan tenaga kerja. Salah satu metode non destruktif adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas (tahanan jenis) untuk mendeteksi akar tanaman dan mempelajari hubungan tanah dan akar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bluto dan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  2017. Penelitian untuk mengetahui bagaimana pola sebaran akar tanaman kelor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebaran akar primer, sekunder, dan tersier pada tanaman kelor dengan metode geolistrik. Sebaran akar kelor di Bluto dan Guluk-guluk bervariasi terdiri dari akar tersier, sekunder dan primer dapat dilihat hasil resistivitas secara horisontal dan vertikal. Nilai resistivitasnya  lokasi tanam kelor di Bluto lebih tinggi dibandingkan dengan di Guluk-guluk.
Pertumbuhan dan produksi rumput gajah odot dan kacang tanah pada sistem pertanian campuran dengan berbagai jarak dan waktu tanam Alama Dian Rahayu; Didik Wisnu Widjajanto; Sutarno Sutarno
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.11212

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot dan waktu tanam kacang tanah terhadap pertumbuhan serta produksi rumput gajah var. odot dan kacang tanah. Penelitian lapang dilaksanakan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan September 2020 sampai Februari 2021. Percobaan faktorial 2 x 4 dengan rancangan acak kelompok dengan 3 kelompok ulangan. Faktor pertama jarak tanam rumput gajah var. odot terdiri dari J1 : 90 cm x 60 cm, dan J2 : 90 cm x 45 cm. Faktor kedua waktu tanam kacang tanah terdiri dari T1 : 2 minggu sebelum potong paksa, T2 : 1 minggu sebelum potong paksa, T3 : pada saat potong paksa, dan T4 : 1 minggu setelah potong paksa.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot berpengaruh nyata pada jumlah polong kacang tanah, sedangkan perlakuan waktu tanam kacang tanah menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan berat basah rumput odot, tinggi, jumlah daun, dan berat 100 biji kacang tanah.Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa budidaya kacang tanah dapat direkomendasikan untuk ditanam campur dengan rumput gajah var. odot.
Respon pertumbuhan tiga jenis sulur cabe jawa dengan pemberian berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh Wuri Prameswari; Anandyawati Anandywati; Agustian Efendi; Hermansyah Hermansyah
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe jawa merupakan tanaman obat dan rempah yang penting dalam industri obat di Indonesia. Cabe jawa diperbanyak dengan cara stek sulur, namun kendala yang dihadapi dalam penanaman adalah mudah layu dan lambat pertumbuhannya. Penggunaan jenis sulur dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (Rootone F) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan stek tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga jenis sulur cabe jawa terhadap pemberian berbagai konsentrasi Rootone F. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone F yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 mg/liter, 100 mg/liter, 200 mg/liter, 300 mg/liter, dan faktor kedua adalah jenis sulur yang terdiri dari 3 taraf yaitu sulur tanah, sulur panjat, dan sulur produktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara jenis sulur dan konsentrasi Rootone F pada variabel jumlah tunas. Konsentrasi Rootone F tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Sulur tanah merupakan jenis sulur terbaik dalam pertumbuhan stek cabe jawa.
Efektifitas Lama Perendaman Benih dengan ZPT IAA terhadap Pertumbuhan Bibit Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Alqamari, Muhammad; Cemda, Abdul Rahman; Yusuf, Muhtar
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September (inpress)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman benih cabai merah (Capsicum annuum L.) pada Zat Pengatur Tumbuh Indole Acetic Acid (ZPT IAA) terhadap pertumbuhan bibit varietas lokal Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium dan kebun percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Maret-Mei 2020. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yaitu lama perendaman benih dalam ZPT IAA (L0= 0 jam; L1= 3 jam; L2= 6 jam; L3= 9 jam; L4= 12 jam; L5= 15 jam; dan L6= 18 jam) dengan dosis 1 g/100 ml aquades dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi: persentase daya berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun bibit, berat basah, dan berat kering bibit serta diolah menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan DMRT level 5% ± standart error dengan menggunakan software IBM SPSS statistics v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih dalam ZPT IAA dapat meningkatkan persentase daya kecambah, tinggi bibit, jumlah daun, berat basah, dan berat kering bibit cabai merah varietas lokal Sumatera Utara dengan peningkatan tertinggi terdapat pada lama perendaman benih 12 jam masing-masing sebesar 64,52%; 48,94%; 57,14%; 117,26%; dan 162,50% dibandingkan kontrol.
Tingkat serangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith pada pertanaman jagung di Kota Tasikmalaya dan perkembangannya di laboratorium Efrin Firmansyah; R Arif Malik Ramadhan
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9517

Abstract

Spodopera frugiperda J.E. Smith merupakan hama baru tanaman jagung di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan hama baru Spodoptera frugiperda J.E. Smith pada pertanaman jagung di wilayah Kota Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapangan pada 10 Kecamatan yang berada di Kota Tasikmalaya, dan pemeliharaan serangga dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan hama baru S. frugiperda telah menyerang pertanaman jagung di empat kecamatan yaitu Purbaratu, Cibeureum, Tamansari dan Kecamatan Tawang. Lama perkembangan stadia telur, larva, prapupa, pupa dan imago berturut-turut adalah 5 hari, 19,75 hari, 1,47 hari, 7,09 hari dan 10 hari.
Isolasi cendawan endofit pada tanaman padi serta potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman Hermanu Triwidodo; Listihani Listihani; Dewa Gede Wiryangga Selangga
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10166

Abstract

Cendawan endofit banyak mendapat perhatian karena potensinya dalam memacu pertumbuhan dan kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan hama tanaman. Penelitian ini bertujuan mengisolasi cendawan endofit pada tanaman padi di Bali dan menguji potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan metode sterilisasi permukaan dengan alkohol dan natrium hipoklorit pada medium PDA. Lebih dari 15 isolat cendawan endofit berhasil diisolasi dan dikoleksi dari beberapa bagain tanaman padi. Isolat tersebut diseleksi untuk melihat kemampuan antibiosisnya terhadap cendawan patogen secara in vitro dan memacu pertumbuhan tanaman. Hasil seleksi menunjukkan cendawan endofit non pathogen yang memacu pertumbuhan tanaman yaitu 3 isolat asal pelepah, 3 isolat asal batang, dan 1 isolat asal daun padi. Hasil identifikasi cendawan endofit menunjukkan bahwa isolate asal pelepah dan batang padi dinamakan Phoma sp, sedangkan asal daun padi dinamakan Acremonium. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa cendawan endofit non patogen asal padi berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman.
Identifikasi kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu, Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9069

Abstract

Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam yang tersedia dan belum dikelola secara optimal. Salah satunya yaitu potensi lahan yang beragam karakteristiknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik lahan dan kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik lahan dan analisis kesesuaian lahan. Analisis kesesuaian lahan menggunakan dua metode yaitu overlay parameter pengamatan dengan menggunakan sistem informasi geografis (GIS) melalui extension model builder pada software Arcview dan metode pencocokan parameter karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan tanaman menurut Djaenudin dkk. (2003). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan kelas kesesuaian lahan tanaman padi di Kecamatan Ngaha Ori Anggu  yaitu S1 (Sangat Sesuai) 10.575 ha (24,47 %), S2 (Cukup Sesuai) 32.614 ha (75,53 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman jagung yaitu: S1 (Sangat Sesuai) 890,7 ha (2,06 %) dan S2 (Cukup Sesuai) 42.327 ha (97,92 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman kacang tanah yaitu: S2 (Cukup Sesuai) 43.216 ha (100 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman ubi kayu yaitu:  S1 (Sangat Sesuai) 539,48 ha (1,24 %), S2 (Cukup Sesuai) 39.214,70 ha (90,74 %), dan S3 (Sesuai Marginal) 3.462, 80 ha (8,01 %). Hasil pencocokan diperoleh faktor pembatas utama yaitu ketersediaan oksigen (ao) seperti drainase, bahaya erosi (eh) atau lereng, ketersediaan air (wa) atau curah hujan, temperatur (tc) atau temperatur rerata (oC).
Pertumbuhan dan hasil padi melalui penambahan hara silika cair pada tingkat cekaman salinitas berbeda Ari Gian; Nasrudin Nasrudin; Siti Nurhidayah; Efrin Firmansyah
Agrovigor Vol 14, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i1.8369

Abstract

Kebutuhan beras di Indonesia semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan produksi padi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan pangan sesuai dengan sustainable development goals (SDGs) nomor 2 yakni mengakhiri kelaparan. Peningkatan produksi padi dapat ditempuh melalui perluasan lahan dan penggunaan unsur hara menguntungkan seperti hara silika. Tujuan penelitian untuk megkaji pertumbuhan dan hasil padi dengan penambahan hara silika cair pada kondisi salinitas yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu salinitas dengan empat taraf yakni tanpa salin, 4 dS m-1, 8 dS m-1, dan 12 dS m-1 serta konsentrasi silika cair dengan tiga taraf yakni 0,2 mL L-1, 0,4 mL L-1, dan 0,6 mL L-1. Salinitas mempengaruhi pertumbuhan padi yang ditunjukkan dengan menurunnya parameter luas daun 21 Hst dan berat kering tajuk 21 Hst. Penambahan hara silika berpengaruh nyata terhadap panjang akar 21 Hst. Semakin tinggi penambahan hara silika pada kondisi salinitas sampai 4 dS m-1 menyebabkan peningkatan bobot kering akar saat 21 Hst dan saat panen. Perlakuan salinitas dan penambahan hara silika tidak berpengaruh nyata terhadap parameter hasil.
Pengaruh limbah baglog dan sungkup plastik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah keriting Fahri Ali; Raida Kartina; Reny Mita Sari; Rianida Taisa
Agrovigor Vol 14, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i1.9223

Abstract

Produktivitas cabai besar di Provinsi Lampung menurun pada tahun 2018 sebesar 24,7%, dari 88,23 kuintal/ha pada tahun 2017 menurun menjadi 66,41 kuintal/ha pada tahun 2018. Hal tersebut salah satunya disebabkan karena kandungan C-organik tanah yang rendah dan tingginya kerontokan bunga cabai. Limbah baglog jamur merupakan bahan yang potensial digunakan sebagai bahan pembenah tanah karena memiliki sifat porous, sehingga mudah menyerap dan menyimpan air, serta mengalirkan air dalam jumlah yang banyak dan mengandung nutrisi untuk tanaman. Untuk mengurangi serangan kerontokan bunga cabai dapat digunakan sungkup plastik berbentuk melengkung yang dapat menahan jatuhnya air hujan secara langsung pada tanaman dan mengoptimalkan penggunaan pestisida dan pupuk daun.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengkaji pengaruh pemberian limbah baglog dan sungkup plastik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai, dan mengkaji pengaruh interaksi antara pemberian limbah baglog dan sungkup plastik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan praktik hortikultura Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Waktu penelitian dimulai bulan Juli sampai Oktober 2020. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 3 x 2 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor pertama yang dicoba yaitu dosis limbah baglog yang terdiri dari 0 (kontrol), 20 ton/ha dan 40 ton/ha. Faktor kedua adalah penggunaan sungkup plastik yang terdiri dari tanpa sungkup (kontrol) dan pemberian sungkup plastik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian limbah baglog jamur meningkatkan tinggi tanaman, jumlah cabang dan bobot buah cabai per petak. Dosis limbah baglog 40 ton/ha memberikan hasil terbaik pada jumlah cabang dan bobot buah cabai per petak. Penggunaan sungkup plastik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil cabai, dan tidak terjadi interaksi antara pemberian limbah baglog jamur dengan penggunaan sungkup plastik terhadap semua variabel pengamatan.
Keragaman Genetik dan Nilai Duga Heritabilitas Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna Subterranea (L.) Verdc.) Siti Fatimah; Ariffin Ariffin; Ardiarini Noer Rahmi; Kuswanto Kuswanto
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.8498

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan kacang bambara di Indonesia adalah rendahnya produktivitas di tingkat petani yang disebabkan oleh penanaman galur lokal dengan tingkat keragaman yang tinggi. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan merakit varietas unggul dengan memanfaatkan galur-galur lokal yang ada melalui seleksi, misalnya metode seleksi single seed descent (SSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik di antara galur-galur harapan kacang bambara hasil seleksi single seed descent berdasarkan data kuantitatif karakter morfologi. Penelitian menggunakan 11 galur harapan hasil seleksi SSD galur-galur lokal kacang bambara dari daerah sentra penanaman di Jawa Timur dan Jawa Barat dan satu galur pembanding koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hampir semua parameter pertumbuhan yang diamati menunjukkan adanya keragaman diantara dua belas galur harapan yang diuji,  tetapi tidak menunjukkan adanya keragaman pada parameter hasil.  Karakter  yang mempunyai nilai heritabilitas dalam arti luas kategori tinggi (˃50%-100%) adalah karakterjumlah daun, lebar daun terminal, panjang daun terminal, panjang petiole, panjang internode, bobot brangkasan basah, jumlah bunga, jumlah ruas, jumlah polong, bobot polong per polong, bobot brangkasan kering, panjang polong dan jumlah biji.