cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 327 Documents
Serangan Virus Kuning Terong pada Induksi Ekstrak Daun Clerodendrum japonicum dan Mirabilis jalapa Fahri Ali; Rennanti Lunnadiyah Aprilia
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.59 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5018

Abstract

Permasalahan utama budidaya terong saat ini adalah serangan patogen virus kuning. Akibat dari serangan tersebut produksi terong menurun secara drastis. Usaha pengendalian serangan virus kuning yang efetktif, murah dan mudah diterapkan oleh petani adalah penggunaan varietas tahan. Sampai saat ini diketahui belum ada varietas terong yang tahan terhadap virus kuning. Ketahanan tanaman terhadap patogen tidak selalu diperoleh melalui program pemuliaan tanaman. Ketahanan dapat diperoleh dengan menginduksi ketahanan dengan menggunakan suatu agens penginduksi. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong dan mengetahui pengaruh interaksi antara varietas terong dengan induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas terong : terong hijau dan terong ungu dan induksi ekstrak daun : tanpa induksi, induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning serta hasil tergantung dari varietas yang dicoba. Pada terong hijau, induksi ekstrak daun tidak berpengaruh terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning, sedangkan pada terong ungu induksi ekstrak daun dapat mengurangi persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning. Hasil terong hijau tidak meningkat dengan induksi ekstrak daun, sedangkan hasil terong ungu meningkat dengan induksi ekstrak daun.
TANGGAPAN AGRONOMIS TEMBAKAU TEMANGGUNG TERHADAP DOSIS PUPUK NITROGEN SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL DAN KADAR NIKOTIN RAJANGAN KERING Lestari -; Djumali -
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.854 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1427

Abstract

Tembakau Temanggung berperan sebagai pemberi rasa (lauk) pada rokok kretek dengan karakter mutu yang menonjol yaitu kadar nikotin yang tinggi berkisar antara 3-8%. Tanaman tembakau sangat membutuhkan unsur nitrogen di dalapertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan agronomi tembakau temanggung terhadap dosis pupuk N dan karakter agronomi yang mempengaruhi hasil dan kadar nikotin rajangan kering akibat penggunaan dosis pupuk N yang berbeda-beda. Penelitian  dilakukan di rumah kaca Balittas Malang pada bulan Maret – Agustus 2009 dengan  Rancangan Acak Kelompok dan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicoba sebanyak 6 dosis pupuk N, yaitu 0, 30, 60, 90, 120, 150 kg N/ha atau setara dengan 0; 1,62; 3,24; 4,86; 6,48 dan 8,10 g N/tanaman. Hasil penelitian karakter agronomi yang mencakup bobot kering tanaman, tajuk tanaman, batang, daun, bunga, tunas samping, luas daun, hasil rajangan kering dan kadar nikotin tembakau temanggung menanggapi dosis pupuk N dengan membentuk kurva kuadratik tertutup.  Dosis pupuk N mempengaruhi hasil rajangan kering melalui pengaruhnya terhadap bobot kering daun, bobot kering tunas samping, bobot kering bunga, dan jumlah daun per tanaman. Adapun dosis pupuk N mempengaruhi kadar nikotin melalui pengaruhnya terhadap bobot kering akar, jumlah daun, dan rasio tajuk/akar.Kata kunci: tembakau temanggung, nitrogen, kadar nikotin.
Ekstrak daun Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Jagung Varietas Madura 1 dan Madura 3 Gagas Wilda Firmansyah; achmad djunaedy; Kaswan Badami
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.662 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4303

Abstract

Daun alang-alang (Imperata cylindrica L.) dapat digunakan sebagai mulsa organik yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung melalui penghambatan pertumbuhan gulma dan juga menambah bahan organik tanah. Namun alelopati alang-alang dapat beresiko mengnganggu perkecambahan biji jagung. Oleh karena itu evaluasi pengaruh alelopati daun alang-alang perlu dilakukan untuk menghindari efek negatifnya pada tanaman jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui effek alelopati daung alang-alang terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal biji jagung. Perlakuan pada penelitian ini yaitu pervedaan konsentrasi ekstrak daun alang-alang dan varietas jagung. Konsentrasinya meliputi 0, 7, 14, 21 g mL-1 dan varietas jagung menggunakan Madura 1 and Madura 3. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase perkecambahan, laju perkecambahan, panjang tanaman dan panjang akar. Seluruh perlakuan menunjukkan hasil yang significant terhadap semua parameter kecuali laju perkecambahan. Hasil pertumbuhan dan perkecambahan terendah ditunjukkan pada konsentrasi 21 g 250 mL-1 dan varietas Madura 3 menunjukkan hasil yang lebih baik dari Madura 1.
PREFERENSI DAN EFIKASI RODENTISIDA BRODIFAKUM TERHADAP TIGA JENIS TIKUS HAMA Swastiko Priyambodo; Rizky Nazarreta
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.761 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1490

Abstract

Rat which is associated with wildlife and human life becomes important pest in agriculture, plantations, and settlements.  Currently, three species of rat pest that presence in human live is very annoying and causing damage, i.e. ricefield rat (Rattus argentiventer), house rat (R. rattus diardii), and tree rat (R. tiomanicus).  Efforts to control the three rat species are often done using chemical control (rodenticides).  The aims of this study are comparing the consumption of ricefield rats, house rats, and tree rats to rodenticide with brodifacoum active ingredient.  Besides, the aim is to understand the effectiveness of these rodenticides to control the three rats’ species.  The method used is multiple-choice test and bi-choice test for five days continuously using brodifakum and bait base (grain, rice, corn).  After five days treatment, test rats will be re-tested for three days with grain fed, then will be used for further treatment, if in good health.  Results obtained from the multiple choice test showed relatively similar results, namely that the rats chose to consume more feed than rodenticides.  The method of bi-choice test, rats preferred rice when giving feed, rather than corn and paddy. Rodenticides brodifacoum for ricefield rats is less favored on any provision of feed.  Brodifacoum is more effective in controlling house and tree rats, because the two species are less recognized and did not experience to the suspicion of rodenticide. Key words: rodenticides brodifacoum, ricefield rat, house rat, and tree rat
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai terhadap Pupuk Hayati di Lahan Sawah Di Kabupaten Pandeglang, Banten Yati Astuti; Resmayeti Purba
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2759

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah desa Mekarsari Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten dari bulan Agutus 2016 hinggaOktober 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok factor tunggaldengan lima perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya adalah  (A). Tanpa pemupukan (kontrol); (B). Pupuk rekomendasi: 25 kgha-1Urea+ 100 kgha-1 SP-36 + 100 kgha-1NPK Phonska, (C) pupuk hayati Agrimeth 200 gramha-1 + pupuk rekomendasi (D). pupuk hayati Agrimeth 200 gramha-1 + Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi (E) pupuk hayati Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi. Parameter yang diamatia dalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah bintil akar, jumlahbunga, jumlah polong isi, hasil biji kedelai.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analysis of  Varians (ANOVA). Data yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan  uji Duncan Multiple Range Test  (DMRT) pada taraf nyata (α) 0.5%. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk hayati Agrimeth 200 gha-1 + pupuk hayati Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu tinggi tanaman,jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah bunga, jumlah polong isi dan hasil kedelai. Pupuk hayati Agrimeth 200 gha-1 + pupuk Gliocompost 20 kg ha-1 + pupuk rekomendasi meningkatkan hasil kedelai dari  0,89 tha-1 menjadi 2,01 tha-1. Kata Kunci:  Agrimeth, Gliocompost, kedelai.
RESPON TANAMAN KEDELAI TERHADAP PUPUK HAYATI MIKORIZA ARBUSKULA HASIL REKAYASA SPESIFIK GAMBUT Iwan Sasli
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.343 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1481

Abstract

The objectives of  this research were to study the  effectiveness of arbuscular mycorrhizal biofertilizer on growth and yield of soybean in peat soil. The  experiment was arranged in a Split-Plot Design  with factorial pattern, consisting of two factors and three replications. The first factor was Mycorrhizal consisted  of the levels: without mycorrhizae, mycorrhizal from biofertilizer, and indigenous mycorrhizal propagule from  pineapple’s rhizosphere were as main-plot.  Dosage of phospate fertilizer  were as sub-plot consisted of:  100, 75,  50, and 25 kg P2O5.ha-1.  The research showed that the mycorrhizal biofertilizer can improve plant growth and increase the some variables, such as plant heights, days to flowering, number of productive branches, dry wight of 100 seeds, number of pods of plant, and the percentage of plant to mycorrhizal dependency. It can be concluded that the arbuscular mycorrhizal specific of peat can be developed as a biologiocal fertilizer and cope with limited nutrient in peat soils and to improve the efficiency of phopate fertilizer.Keyword : fertilizzer, mycorrhyzal,  peat, soybean
Aplikasi Biochar Sekam Padi dan Tepung Cangkang Kerang untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai pada Tanah Sulfat Masam Beny Setiawan; Sutarman Gafur; Tatang Abdurrahman
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5558

Abstract

Penggunaan lahan sulfat masam untuk budidaya kedelai memiliki beberapa permasalahan seperti antara lain rendahnya pH tanah dan fosfat tersedia serta tingginya kandungan Fe. Upaya untuk mengatasi kemarginalan lahan sulfat masam adalah dengan penambahan biochar dan pengapuran. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis biochar sekam padi dengan tiga taraf dosis (0, 5 % dan 10 %) dan faktor kedua yaitu dosis tepung cangkang kerang dengan tiga tara dosis (0, 12,14 g/polybag dan 24,28 g/polybag). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tepung cangkang kerang dengan dosis 24,28 g/polybag  meningkatkan berat kering biji pertanaman tertinggi jika dibandingkan kontrol yaitu sebesar 65.33 g/tanaman.
IDENTIFIKASI KULTIVAR LOKAL PADI SAWAH (Oryza Sativa L) KALIMANTAN TIMUR BERDASARKAN KARAKTER AGRONOMI DAN MORFOLOGI Rusdiansyah -; Yazid Ismi Intara
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.317 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.981

Abstract

The objective of this researchis identification local low land rice cultivars explored based on morphological and agronomical character from East Kalimantan. This research used single plot and single plant method. The data were then analyzed by computerized Cluster Analysis. Research result showed identification stalk and plant heightwas found that most cultivar were medium height ( 130 cm), medium stalk diameter (5-7 mm), large amount of tillerand productive tiller ( 25 tillers). Identification on morphological character or traits of ligule and leaf showed that all cultivars had colorless or white and split-shaped ligules, light green collars, and light green auricles. Most of them had ligules of medium length ( 20 mm), leaves of medium length ( 61-80 cm), narrow leaf width (1-2 cm), smooth leaf surface, and green colored leaves.The results of identification on morphological traits of panicle and grain showed that any cultivar have axis of panicle floppy and that a greater part of the cultivars had long panicles (25 cm), compact and straggle or dense panicles, relatively large amount of secondary branches, panicle position is a little above the flag leaf, rice grain most of which were tilled with yellow strawcolor, stigma of rice with yellow strawcolor, head pistil with white color, palea lemma with yellow strawcolor, lemma sterile turn yellow straw color with sterile length of lemma in short criterion.The result of cluster analysis combination of all existing traits or character indicated that 26 local low land rice cultivar of East Kalimantan identified there were not found cultivarsof 100 % similar.Keywords: identification, local cultivar, low land rice, Agronomy, Morphology
Perbanyakan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews) Secara Setek dan Upaya untuk Mendukung Keberhasilan Serta Pertumbuhannya Nur Holis
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.26 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.4242

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan dan pengusahaan tanaman panili antara lain bibit yang baik. Tingkat pertumbuhan dan keberhasilan perbanyakan tanaman panili di pembibitan menjadi faktor pendukung dalam menghasilkan dan penyediaan bibit. Makalah ini bertujuan untuk mendapatkan informasi baik mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan maupun informasi pendukung lainnya mengenai perbanyakan tanaman panili secara setek dan upaya untuk mendukung keberhasilan serta pertumbuhannya. Tingkat pertumbuhan dan keberhasilan perbanyakan tanaman panili secara setek di pembibitan di antaranya dipengaruhi oleh teknologi budidaya dan kondisi lingkungan, sehingga harus mengadopsi teknologi budidaya yang tepat serta memperhatikan kesesuaian lingkungan yang memenuhi persyaratan tumbuh tanaman panili. Upaya untuk mendukung keberhasilan serta pertumbuhan setek panili, telah dilakukan berbagai penelitian untuk mengurangi kendala-kendala yang ada dalam praktek budidaya khususnya pembibitan dengan menggunakan bahan setek. Misalnya dalam upaya menanggulangi keterbatasan bahan setek dengan penggunaan setek pendek, meningkatkan pertumbuhan dengan penggunaan zat pengatur tumbuh, mengatasi ketersediaan unsur hara dengan pemupukan baik lewat tanah maupun daun, dan efisiensi dalam penyerapan hara dengan menggunakan mikoriza.
KAJIAN APLIKASI PUPUK KANDANG DAN PUPUK NPK TERHADAP KUALITAS DAN MUTU JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) KULTIVAR GETAS PADA MUSIM KEMARAU Ida Setya Wahyu Atmaja; Ismail Saleh; R. Eviyati; Dodi Budirokhman
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.161 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang terhadap mutu hasil buah jambu biji merah kultivar Getas pada musim kemarau. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak kelompok dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah pemberian dosis pupuk kandang (10 kg/pohon, 20 kg/pohon dan 30 kg/pohon) dan perlakuan kedua adalah pemberian pupuk NPK (tanpa NPK, NPK 150 g/pohon dan NPK 300 g/pohon). Peubah yang diamati meliputi kadar air tanah, kadar air buah, Padatan Total Terlarut (PTT) dan kandungan vitamin C. Hasil analisis pada menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Hal tersebut diduga karena tidak adanya hujan yang turun selama periode penelitian, sehingga fungsi air sebagai pelarut hara dan membantu dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi tidak efektif.Kata kunci : jambu biji merah, kadar air buah, padatan total terlarut 

Page 7 of 33 | Total Record : 327