cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 327 Documents
ANALISIS MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN SEBELAS JENIS TANAMAN SALAK (Salacca zalacca (Gertner) Voss BANGKALAN Siti Fatimah
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.27 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan hubungan kekerabatan 11 kultivar salak yang dikembangkan petani di Desa Kramat, Kabupaten Bangkalan.  Sebelas jenis salak yang diamati adalah salak : (1) mangga, (2) aren, (3) nangka, (4) pandan, (5) pepaya, (6) penjalin, (7) kerbau, (8) apel, (9) manggis, (10) senase’, dan (11) air. Hasil pengamatan 37 karakter morfologi terdapat 12 karakter yang mempunyai persamaan penuh, 9 karakter mempunyai persamaan sebagian dan 16 karakter yang mempunyai perbedaan.Hubungan kekerabatan terjauh terdapat antara G2 dan G8 yaitu antara salak aren dan salak apel (nilai similaritas terendah,  sebesar 12,8%). Hubungan kekerabatan terdekat terdapat antara G1 dan G9 yaitu antara salak mangga dan salak manggis (nilai similaritas sebesar 87,3%).Analisis kelompok kultivar menunjukkan bahwa kultivar salak Bangkalan terbagi dalam dua kelompok utama yaitu kelompok A terdiri dari sepuluh kultivar yaitu G1, G9, G7, G10, G5, G6, G4, G11, G3 dan G8. Kelompok B hanya terdiri dari satu kultivar saja yaitu G2.  Kelompok A membentuk dua sub kelompok besar yaitu kelompok C yang terdiri delapan kultivar salak Bangkalan yaitu G1, G9, G7, G10, G5, G6, G4 dan G11, sedangkan kelompok D terdiri dari dua kultivar yaitu G3 dan G8.  Kelompok C membentuk dua sub kelompok yang lebih kecil lagi yaitu: (1) kelompok E terdiri dari dua kultivar yaitu G1 dan G9, (2) kelompok F terdiri dari enam kultivar yaitu G7, G10, G5, G6, G4 dan G11.Kata kunci : Karakter Morfologi, Kekerabatan, Salak Bangkalan
Penggunaan Kapur dan Varietas Adaptif untuk Meningkatkan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Sebagai Tanaman Sela Karet Sahuri Sahuri
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.26 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.2916

Abstract

Lahan di antara tanaman karet belum menghasilkan (TBM) memiliki potensi untuk peningkatan produksi kedelai. Namun, jenis tanah ini memiliki keracunan aluminium (Al) dan kemasaman tanah yang tinggi. Perbaikan kualitas lahan melalui penggunaan kapur dan penanaman varietas adaptif merupakan upaya untuk meningkatkan hasil kedelai sebagai tanaman sela karet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tumpang sari karet+kedelai terhadap pertumbuhan lilit batang karet dan mengetahui pengaruh pengapuran dan varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai sebagai tanaman sela karet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sembawa dari bulan Januari sampai Maret 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama adalah pengapuran, yaitu 0 ton/ha dan 2 ton/ha, sedangkan anak petak adalah varietas kedelai yaitu Tanggamus dan Wilis. Pengamatan terhadap tanaman karet menggunakan metode Simple Random Sampling yaitu membandingkan antara tanaman karet pola tumpang sari kedelai dengan tanaman karet pola monokultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya tanaman sela kedelai dan pemberian kapur memperbaiki kualitas tanah di antara tanaman karet klon IRR 118. Lilit batang karet pola tumpangsari kedelai nyata lebih baik dibandingkan dengan lilit batang karet pola monokultur. Pengapuran nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai kedua varietas yang diuji serta nyata meningkatkan pH tanah dan menurunkan kejenuhan Al. Varietas kedelai Tanggamus lebih adaptif dibandingkan dengan varietas Wilis pada tanah masam.
KUALITAS BIJI SORGUM MANIS VARIETAS NUMBU DENGAN PEMBERIAN PUPUK SUMBER FOSFAT YANG BERBEDA Winata, N.A.S.H.1; D.R. Lukiwati; E.D. Purbajanti Purbajanti
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.88 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1433

Abstract

Sorghum is a source of animal feed poultry and ruminants . Source of phosphate fertilizer consists of SP36 ( water soluble ) and rock phosphate ( BP ) ( acid soluble ) . Manure comes from the decomposition of faeces , urine and the rest of the animal feed . Charcoal is used as a soil amendment , because of its improved physical properties soil . The study was conducted from March to August 2013 in the collection of cropland Faculty of Animal Husbandry and Agriculture Diponegoro University . The experimental design used in this study is a randomized block design ( RBD) with three replications as a group . Study treatment consisted of T0 = Control , T1 = SP 36 , T2 = Rock Phosphate , T3 = Manure , T4 = Manure " Plus " , T5 = Charcoal , T6 = Rock Phosphate + Charcoal , T7 = SP 36 + Charcoal , T8= Charcoal +Manure , T9 = Manure " Plus " + Charcoal . Manure " plus " can be used as a substitute for SP36 . Pile " plus " produce the same levels of P with SP36 . Pile " plus " gives the results of the different levels of P seed .Keyword: Sorghum bicolor  (L.) Moench, seeds quality, manure, SP36, rock phosphate.
PENGARUH ABU DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) PADA MEDIA GAMBUT Lidia Nurvitha
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.398 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1523

Abstract

Ciplukan atau ceplukan sering juga disebut Physalis angulata sp. merupakan tanaman obat yang berbentuk terna semusim yang berasal dari Amerika. Tanah gambut merupakan tanah marjinal yang ada di Kalimantan Barat,  bisa dimanfaatkan sebagai media tanam karena memiliki tekstur tanah yang gembur. Rendahnya pH tanah dan ketersediaan unsur hara menjadi kendala besar bagi petani melakukan budidaya di tanah gambut.Salah satu cara untuk memperbaiki sifat  kimia  tanah  gambut  adalah  dengan  pemberian  abu. Abu  yang  diberikan kepada tanah gambut diantaranya abu sekam padi, abu  sabut  kelapa,  dan  abu   serasah  gambut. Abu  merupakan  salah  satu Lidia Nurvitha:  Pengaruh Abu dan Pupuk Kandang….  amelioran yang dapat digunakan  sebagai  pengganti kapur karena abu mengandung unsur Ca dan Mg sehingga dapat meningkatkan pH tanah sedangkan untuk memenuhi ketersediaan unsur hara pada tanah, diberikan tambahan pupuk kandang, yang terdiri dari pupuk kandang sapi, pukan kambing dan pukan ayam.         Penelitian ini bertujuan (a) Mengetahui pengaruh pemberian abu pada pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan di media gambut, (b) Mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang pada pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan di media gambut. (c) Mengetahui bagaimana pengaruh dari pemberian abu dan pupuk kandang pada pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan. (d) Mengetahui kombinasi perlakuan pemberian abu dan pupuk kandang  mana yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman ciplukan. Penelitian dilakukan selama 4 bulan, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (4x4) diulang  3 kali. Faktor pertama  4 taraf  percobaan jenis abu (a) dengan a0 = tanpa abu, a1 = abu sekam  padi, a2 = abu sabut kelapa dan a3 = abu serasah gambut. Faktor kedua 4 taraf  percobaan  jenis  pupuk  kandang (k) dengan k0 =  tanpa  pupuk  kandang, k1 =  pupuk  kandang  sapi, k2 = pupuk  kandang kambing dan k3 = pupuk kandang  ayam  dengan masing-masing diulang 3 kali.Variabel pengamatan terdiri dari pengamatan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah, berat buah, berat segar bagian atas tanaman, berat segar bagian bawah tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering bagian bawah tanaman. Hasil penelitian ini, faktor perlakuan abu dan pupuk kandang mempengaruhi seluruh pertumbuhan tanaman yang diamati, diantaranya tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah, berat buah, berat segar bagian atas tanaman, berat segar bagian bawah tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering bagian bawah tanaman. Sedangkan pengaruh interaksi antara abu dan pupuk kandang berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tanaman, diantaranya jumlah cabang, volume akar, berat segar bagian bawah tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering bagian bawah tanaman.Kata kunci: Ciplukan
Kajian Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Akibat Penyawahan pada Andisol Sukabumi, Jawa Barat Dewo Ringgih; M. Luthfi Rayes; Sri Rahayu Utami
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.039 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4867

Abstract

Areal persawahan di Indonesia tersebar hampir 42% lahan sawah ada di Pulau Jawa, 27% di Sumatera, sedangkan 13%, 11%, dan 7% berturut-turut ada di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, NTB dan NTT. Lahan sawah menunjukkan adanya indikasi pelandaian produksi padi yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah dan perubahan sifat fisik akibat reaksi fisiko kimia tanah sawah. Sesuai dengan sifat tanah asalnya, baik dimanfaatkan untuk lahan kering atau lahan sawah, terdapat perbedaan yang mendasar atas kedua tanah tersebut. Perbedaan tersebut nampak pada sifat morfologi, fisika, dan kimia. Penelitian ini difokuskan pada perubahan-perubahan sifat-sifat tanah antara lain sifat morfologi, fisik maupun kimia pada ordo Andisol di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Pada lokasi atau daerah penelitian diamati 6 profil. Masing – masing 3 profil untuk tanah sawah, dan 3 profil untuk tanah bukan sawah (Tegal). Sifat fisik pada ordo Andisol menunjukkan perbedaan yang cukup nyata adalah nilai bobot isi (Bulk Density). Perlakuan pengolahan lahan pada epipedon (kegiatan pembajakan dan pelumpuran) dapat meningkatkan nilai bobot isi tanah.  Bobot isi tanah pada lapisan tapak bajak (pada lahan sawah) lebih tinggi dari lapisan tanah di atas maupun dibawahnya. Penyawahan tidak menyebabkan perubahan pH tanah. Perbedaan kandungan C-organik yang di amati, banyak dipengaruhi oleh sedikit banyaknya masukan bahan organik ke dalam tanah. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dipengaruhi kandungan C-organik dan jenis mineral liat pembentuk tanah tersebut. jadi perbedaan nilai KTK antara lahan tegal dengan lahan sawah banyak dipengaruhi oleh banyaknya masukan bahan organik ke dalam tanah, sehingga semakin tinggi nilai C-organiknya maka semakin tinggi pula nilai KTK nya.
Pertumbuhan Sawi yang Berasosiasi dengan Bakteri Synechococcus sp. pada Berbagai Kondisi Media Salinitas - Asmuni; Sholeh Avivi; Sugeng Winarso
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.915 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2844

Abstract

Sawi hijau merupakan salah satu jenis sayur yang di konsumsi oleh masyarakat Indonesia yang memiliki banyak manfaat diantaranya untuk mencegah kanker, hipertensi, penyakit jantung, membantu kesehatan sistem pencernaan, mencegah dan mengobati penyakit pellagra, serta menghindarkan ibu hamil dari anemia. Tanaman sawi pada umumnya dapat hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi, akan tetapi lebih baik penanamannya dilakukan di dataran tinggi. Penelitian tentang resistensi sawi di media salin belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman sawi hijau yang telah berasosiasi dengan bakteri Synechococcus spterhadap berbagai kondisi salinitas. Penelitian ini dilakukan mulai bulan November 2016 sampai Januari 2017 di Desa Bendoarum Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Adapun bahan tanam yang digunakan adalah sawi, biakan bakteri fotosintetik (Synechococus sp), air, tanah, pasir, garam NaCl, pupuk (urea, SP-36 dan KCl). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali ulangan. Perlakuan salinitas diberikan berdasarkan penambahan konsentrasi garam (NaCl) yaitu kontrol (0 ppm), 2500 ppm, 5000 ppm, 7500 ppm, dan 10.000 ppm. Respon ta tanaman terhadap perlakuan didasarkan pada variabel jumlah daun, jumlah klorofil, panjang akar, volume akar, berat basah, dan berat kering. Data tersebut dianalisis menggunakan uji Anova dan Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan signifikansi pada taraf 5%. Respon tanaman sawi terhadap penambahan garam menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada semua parameter pertumbuhan yang meliputi jumlah daun, jumlah klorofil, panjang akar, volume akar, berat basah, dan berat kering. Respon tanaman yang tercekam garam baik yang diberikan bakteri Synechococcus sp atau yang tidak diberikan menunjukkan hasil menurun dan berbeda nyata pada parameter panjang akar, berat basah, dan berat kering. Pemberian bakteri Synechococcus sp pada tanaman yang ditanam dilahan salin tidak berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan tanaman, tapi cenderung meningkatkan berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan panjang akar tanaman.Kata kunci : Salinitas, Sawi Hijau, Synechococcus sp, pertumbuhan tanaman
PERTUMBUHAN STEK CABE JAMU (Piper retrofractum. Vahl) PADA BERBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ROOTONE-F Muhammad Irwan Budianto; Ahmad Arsyadmunir; Suhartono -
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.148 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai campuran media tanam dan konsentrasi pemberian zat pengatur tumbuh Rootone F terhadap pertumbuhan stek tanaman cabe jamu (Piper retrofractum Vahl). Penelitian dilakukan di rumah plastik kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura di Desa Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari -  Mei 2012. Penelitian menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah berbagai campuran media tanam yaitu tanah : pasir (1 : 1) (Z1), tanah : pasir : kompos (1 : 1 : 1) (Z2), dan tanah : pasir : 2 kompos (1 : 1 : 2) (Z3), sedagkan faktor yang kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh Rootone-F, terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (S0), 100 ppm (S1), 200 ppm (S2), dan 300 ppm (S3). Bahan yang digunakan adalah stek cabe jamu dari Sulur Panjat, air, media tanah, pasir, kompos, Alkohol 95 % dan zat pengatur tumbuh Rootone F. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan Uji Jarak Duncan (UJD) taraf 5%. Perlakuan media Z2 dan Z3 sama-sama memberikan pengaruh terbaik pada variable jumlah ruas, jumlah daun, luas daun, dan biomasa tanaman. Perlakuan pemberian  zat pengatur tumbuh Rootone-F S2 memberikan pengaruh terbaik pada pertambahan jumlah ruas. Sedangkan Kombinasi perlakuan terbaik adalah S3Z2 menunjukkan pengaruh yang paling baik pada pertambahan  panjang akar.Kata kunci: stek cabe jamu, media tanam, Rootone F
Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Kompos Paitan (Tithonia diversifolia) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) di Tanah Mediteran Muhammad Amin Sadzli; Slamet Supriyadi
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.451 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5885

Abstract

Biochar adalah padatan berwarna hitam mirip arang hasil pirolisis materi kaya karbon yang mampu memperbaiki sifat-sifat tanah termasuk peningkatkan kandungan C-organik dalam tanah. Penambahan kompos pada biochar kemungkinan akan meningkatkan kinerja biochar sebagai pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi antara biochar sekam padi dan kompos Tithonia pada pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Agustus 2018, dalam Rumah plastik di Kebun Percobaan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, terletak di ketinggian ± 5 m dpl. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu  penambahan kompos Thitonia dalam takaran 0 (P0) dan 5 (P1) ton/ha; dan faktor kedua adalah penambahan biochar sekam padi sebanyak 0 (B0), 5 (B1), 10 (B2), dan 10 (B3) ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi biochar sekam padi dan kompos Tithonia terhadap pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.) pada parameter tinggi tanaman 3 MST, meningkatan kandungan C-organik tanah hingga 180%, dan menurunkan Bobot Isi (BI) tanah, dan cenderung menurunkan persentase bintil akar efektif.
EFEK PEMBERIAN IBA TERHADAP PERTAUTAN SAMBUNG SAMPING TANAMAN SRIKAYA Achmad Ghoni Yuliyanto; Eko Setiawan; Kaswan Badami
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.973 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian IBA pada konsentrasi yang berbeda dan mengetahui konsentrasi yang tepat dalam pemberian IBA untuk meningkatkan keberhasilan pertautan sambung samping pada srikaya. Penelitian ini dilakukan pada April - Juli 2015. Penelitian dilakukan di Desa Banyu Ajuh Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri atas 5 taraf konsentrasi IBA yaitu 0 (kontrol), 50, 100, 150, dan 200 ppm dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian IBA memberikan pengaruh berbeda nyata pada waktu muncul tunas. Pemberian IBA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah daun sebanyak 12,43 helai, tinggi tunas 14,62 cm, dan keberhasilan pertautan sambungan sebesar 95%.Kata Kunci : Annona squamosa, IBA, sambung samping.
Uji Ketertarikan Ngengat Spodoptera exigua Hubn. terhadap Perangkap Lampu Warna pada Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) yeny sari
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.649 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2366

Abstract

Hama Spodoptera exigua merupakan hama penting dalam pembudidayaan bawang merah dan sering menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan petani bawang merah. Warna hijau merupakan warna yang menarik bagi ngengat spodoptera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perangkap lampu warna terhadap keberadaan hama S. exigua. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan Kontrol (lampu warna putih), (A) = perangkap warna chartreuse, (B) = perangkap warna lime green, (C) = perangkap warna medium sea green, (D) = perangkap warna sea green, (E) = perangkap warna forest green. Analisis data menggunakan analisis ragam yang dilanjutkan dengan Dancan Multiple Range Test (DMRT) 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tangkapan ngengat S. exigua terbanyak adalah pada Kontrol dengn jumlah tangkapan 155 ekor ngengat/periode tanam. Jumlah koloni telur terbanyak ditunjukkan pada perlakuan E yaitu dengan jumlah 16 koloni telur,. Jumlah larva terbanyak ditunjukkan pada perlakuan E dengan jumah larva 653 ekor larva. Tingkat kerusakan akibat seranggan S. exigua tertinggi ditunjukkan perlakuan E dengan tingkat kerusakan 15,69% kerusakan dan kerusakan tertinggi akibat L. chinensis ditunjukkan pada kontrol dengan kerusakan 27,38% kerusakan. Berat basah dan berat kering tertinggi ditunjukkan pada perlakuan C dengan jumlah berat basah 21.00 ton/ha dan berat kering 15.83 ton/ha. Kata Kunci: Bawang Merah, S. exigua, perangkap lampu warna.

Page 8 of 33 | Total Record : 327