cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@unikama.ac.id
Editorial Address
Jl.S.Supriadi No.48 Malang Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Pendidikan
ISSN : 20889704     EISSN : 25494147     DOI : 10.21067
Core Subject : Education,
The Jurnal Inspirasi Pendidikan is a publication that contains the results of critical research and studies in the fields of education and teaching. Published twice in one year by the Association of Educators of Universitas Kanjuruhan Malang. This journal is expected to be the medium of publication of the results of qualified scientific research as well as scientific disclaimers in the fields of education and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015" : 14 Documents clear
KEBERADAAN WACANA PANTANG LARANG BERLARAS GENDER SEBAGAI TRADISI LISAN, FENOMENA BAHASA, DAN SASTRA LISAN DI INDONESIA Gatot Sarmidi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.575 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.685

Abstract

Pantang larang atu lebih dikenal dengan istilah pamali dalam beberapa istilah daerah merupakan salah satu jenis ungkapan bersifat larangan baik dituturkan langsung atau tidak langsung. Fenomena yang muncul dari pantang larang adalah keberadaannya sebagai tradisi lisan yang membutuhkan eksplanasi ilmiah. Terkait dengan fenomena tersebut, tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan memberikan penjelasan ilmiah terhadap keberadaan pantang larang yang diambil dari beberapa fenomena yang ada di Indonesia. Walaupun kajiannya tidak mendalam, dengan metode deskriptif  kualitatif,  penelitian yang dihasilkan dan disampaikan dalam tulisan ini diharapkan dapat memberikan contoh penjelasan salah satu bentuk wacana bahkan salah satu genre teks, yakni pantang larang berlaras gender yang dalam tulisan ini dijelaskan secara interdisipliner dalam keberadaannya sebagai tradisi lisan, fenomena bahasa, dan sastra lisan di Indonesia.Kata-kata Kunci: pantang larang, tradisi lisan, fenomena bahasa, sastra lisan Indonesia
PENGGUNAAN AUDIO VISUAL UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG SISWA SMP NEGERI 2 PAKISAJI MALANG Suryantoro Suryantoro
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.202 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.686

Abstract

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 2008:31. Agar dapat menyimak dengan baik, maka perlu dilakukan pelatihan yang intens, untuk itu diperlukan media yang tepat dalam pembelajaran menyimak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan  menyimak dongeng siswa SMP Negeri 2 Pakisaji Malang melalui media audio visual. Subjek penelitian, siswa kelas VII sejumlah 36 siswa. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas, Classroom Action Research (CAR) model Kurt Levin, yakni menggunakan konsep yang meliputi empat komponen; (1) perencanaan (planning),  (2) tindakan (action), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Pelaksanaan dilakukan dua siklus. Untuk menjaring data digunakan metode observasi, test, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian,  siswa mendapat nilai antara 90-100 pada siklus I sebanyak 1 siswa, pada siklus II meningkat menjadi 10 siswa. Siswa yang mendapat nilai antara 75-85 pada siklus I sebanyak 24 siswa, pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa. Siswa yang mendapat nilai 60-70 pada siklus I terdapat 11 siswa, pada siklus II tidak terdapat lagi siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Secara umum dapat disimpulkan bahwa audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pakisaji Malang. Kata-kata  kunci: menyimak, dongeng, media audio visual
Students’ and Lecturers’ Perspectives of Integrated Course (IC) Riza Weganofa; Fitri Anggraini Hariyanto
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.066 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.687

Abstract

Richards (2001:209) mentioned that many things can be done to create a good teaching- learning process, but it is the teachers that determine the success of teaching. Thus, the success teaching-learning process in S-1 degree becomes one of the foundations of national education. Integrated Course (IC) is one of compulsory course in English Department curriculum of University of Kanjuruhan Malang in the first semester. This course is aimed to improve students’ fluency in intermediate and pre-intermediate level. The contribution of this research is investigating of lecturers’ and students’ perspective about the implementation of IC along with the constraints of the course. Both lecturers and students viewed positively this course although listening got the lowest score from students’ perspective. Difficulties mostly faced by lecturers, including time constraint, various students’ levels of proficiency, and the books. Keywords: Students Perspective, Lecturers Perspective, Integrated Course
ANALISIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 DI SDN TANJUNGREJO 1 MALANG Nury Yuniasih
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.449 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 di SDN Tanjungrejo 1 Malang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I dan IV SDN Tanjungrejo 1 Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.  Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan mengimplementasikan pendekatan saintifik telah dilaksanakan dengan baik oleh guru kelas 1 dan guru kelas 4 SDN Tanjungrejo 1 Malang. Hal ini terbukti dengan cara guru mengelola metode saintifik tidak berurutan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa sehingga pembelajaran tidak terkesan sempit dan kaku. Kemampuan berpikir ilmiah siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kemampuan siswa dalam menalar, menemukan, menciptakan, hingga mengkomunikasikan suatu karya. Sehingga dapat disimpulkan kreatifitas guru yang menentukan keberhasilan pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini. Disarankan kepada guru untuk mengembangkan kreatifitas terutama dalam mengelola metode pembelajaran, agar pembelajaran dengan mengimplementasikan pendekatan saintifik ini menjadi pembelajaran yang bermakna.Kata kunci: Pendekatan saintifik, Kurikulum 2013
PENGGUNAAN MEDIA MOBIL MAINAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Dyah Tri Wahyuningtyas
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.1 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media mobil mainan untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung bilangan bulat. Media mobil mainan digunakan untuk mengkonkretkan konsep operasi hitung bilangan bulat, khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 33 siswa kelas 1V SDN Mojolangu 4 Malang. Produk penelitian ini berupa media mobil mainan serta langkah penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media mobil mainan mempermudah siswa dalam memahami konsep operasi hitung bilangan bulat dan pemahaman siswa meningkat.Kata Kunci: media mobil mainan, pemahaman konsep, operasi hitung bilangan bulat.
PENGGUNAAN MEDIA FILM DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PRAGMATIK MAHASISWA PRODI BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Salwa Salwa; Widya Hanum Sari P
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.324 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan strategi pembelajaran yang lebih menarik dengan menggunakan media film sebagai materi (supplementary materials) selain buku ajar untuk meningkatkan kompetensi pragmatik mahasiswa.penelitian ini diharapkan agar Ilmu Pragmatik dapat diajarkan dengan menggunakan film sebagai gambaran nyata dari penggunaan bahasa Inggris asli, baik verbal maupun non-verbali, diharapkan akan meningkatkan kompetensi pragmatik bagi mahasiswa.Mahasiswa juga diharapkanakan mampu menggunakan kalimat (discourse) yang sesuai dalam situasi komunikasi yang berbeda-beda. Dengan menggunakan materi otentik seperti film,diharapkan dapat membantu menaikkan tingkat pemahaman mahasiswa akan pentingnya kompetensi pragmatik khususnya  dalam menunjang komunikasi efektif melalui para penutur bahasa Inggris asli tersebut.Juga untuk pengajar, akan terbantu dengan adanya hasil penelitian inidalam memasukkan aspek pragmatik yang terintegrasi dalam pengajaran bahasa Inggris melalui media film. Metode dalam penelitian ini adalah experimental design dengan  menggunakan non-randomized control group, pretest-post-test design. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi, interview dan kuesioner. Dari hasil lima kali  treatment yang di lakukan pada experimental group, terdapat kenaikan skor pada post-test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan film dapat meningkatkan kompetensi Pragmatik para mahasiswa serta juga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam mempelajari ilmu Pragmatik. Kata Kunci :Kompetensi Pragmatik, media film, Communicative Competence
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES DASAR IPA KELAS II MI MAMBAUL ULUM Farida Nur Kumala
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.06 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.691

Abstract

Pembelajaran IPA di MI Mambaul Ulum menggunakan metode ceramah yang monoton di dalam kelas, hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna dan pasif bagi siswa. Pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan memberikan konsep yang nyata serta dapat melatihkan keterampilan proses yang disyaratkan dalam IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan di kelas II MI Mambaul Ulum dan keterlaksanaan keterampilan proses dasar IPA pada materi posisi cahaya matahari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas II MI Mambaul Ulum. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara dan lembar tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan proses triangulasi metode pengambilan data dan sumber data Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan di kelas II diterapkan dengan baik karena sesuai dengan indikator keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan sebesar 90,9% dan tercapainya tujuan pembelajaran yang ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa serta keterampilan proses dasar IPA telah terlihat pada semua aspek yang dikembangkan sebesar 71,8% – 100%. Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Berbasis lingkungan, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI I GRATI Ch Erghiezha Ninuk Indrati K; Prisca Aini Sofianuddin
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.06 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.692

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan memotifasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama. Siswa mempunyai perasaan yang lebih positip tentang diri sendiri, sekolah dan keluarga. Individu mampu memahami penyebab perasaan yang timbul, mengenali perbedaan perasaan dengan tindakan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai individu dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai individu. Maka prestasi belajar adalah hasil maksimum yang dicapai seseorang    tingkat prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Grati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri1 Grati sebanyak 282. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan  teknik Purposive samping sebanyak 142 responden. Teknik pengumpulan data kecerdasan emosional menggunakan sklala kecerdasan emosional dan pengumpulan data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumentasi berupa nilai rata-rata semester genap 2012/2013. Analisa data menggunakan Rank Sperman. Berdasarkan hasil analisis data dari skala kecerdasan emosional diketahui gambaran kecerdasan emosional dari 142 responden, 39 responden memiliki tingkat kecerdasn emosional sangat tinggi atau sebanyak 27.46%, 80 responden memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi atau sebanyak 56.34%, sedangkan 21 responden memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah atau sebanyak 14.47% dan 2 siswa memiliki tinkat kecerdasan emosional sangat rendah atau sebanyak 1.41%.          Dan hasil prestasi belajar yang diambil dari nilai rata-rata siswa semester genap tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 142 reponden, menunjukkan 25 siswa memiliki prestasi belajar yang sangat baik (17.61%), 81 siswa memiliki prestasi belajar yang sangat baik (57.04%), 36 siswa memiliki prestasi belajar yang kurang (25.35%) dan tidak ada siswa yang memiliki prestasi belajar sangat kurang.           Kata Kunci : Kecerdasan Emosioal, Prestasi Belajar
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) BERTENTANGAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DI WILAYAH KELURAHAN TUREN Cahyo Edi; Didik Iswahyudi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.396 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.693

Abstract

Kekerasan, sebuah kosakata yang cukup popular dan aktual dalam beberapa tahun belakangan ini, telah memasuki wilayah politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun pemikiran keagamaan; bahkan telah memasuki wilayah yang paling kecil dan eksklusif, yaitu keluarga. Sangat ironis, ditengah-tengah masyarakat yang katanya “Modern”, karena dibangun di atas prinsip rasionalitas, demokrasi, dan humanisme yang secara teori seharusnya menekan tindak kekerasan justru budaya kekerasan semakin menjadi fenomena yang tidak terpisahkan. Dewasa ini kita menyaksikan dengan jelas munculnya berbagai tindak kriminalitas, kerusuhan, kerusakan moral, perkosaan, penganiayaan, pelecehan seksual, dan lain-lain yang keseluruhannya adalah wadah budaya kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang pada saat ini marak terjadi di masyarakat kita. Fenomena tersebut semakin memprihatinkan karena sering kali pelaku kekerasan adalah orang-orang yang dipercaya, dihormati, dan dicintai, serta terjadi di wilayah yang seharusnya menjamin keamanan setiap penghuninya, yaitu keluarga. Ironisnya, kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh pasangan intimnya justru menduduki peringkat tertinggi diantara berbagai macam bentuk kekerasan terhadap perempuan (Departemen of Public Information, United Natios, 1995).    Dilihat dari sifat-nya ada kekerasan yang terbuka dan ada yang tertutup. onstran dengan kekerasan, amuk massa atau kerusuhan, pelaksanaan hukum di muka umum merupakan contoh kekerasan terbuka.kekerasan tertutup antara lain, penyiksaan terhadap tahanan, pengancaman terhadap orang lain, KDRT merupakan kekerasan tertutup. Menurut survey yang dilaksanakan di Amerika Serikat, kekerasan tertutup lebih banyak terjadi. dari kekerasan tertutup itu 70% adalah KDRT (Anggarawati, 2006:9). Berdasarkan uraian diatas dapatlah dirumuskan masalah sebagai berikut:Belum diketahui, Persepsi keluarga terhadap KDRT yang di alami oleh Keluarga di Kelurahan Turen.Belum diketahui,  Bentuk KDRT yang telah dialami oleh keluarga di Kelurahan Turen.Belum diketahui, Faktor penyebab terjadinya KDRT dalam keluarga  di Kelurahan Turen.Belum diketahui, Dampak yang ditimbulkan akibat KDRT pada keluarga yang telah mengalaminya. Kata kunci: Kekerasan dan rumah tangga
A study case of passive bilingualism of individuals in Scottish Gaelic Community Salmon Pandarangga
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.057 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.695

Abstract

There are so many different definition and perspective of bilingualism that particularly link to active and passive bilingualism as so many scholars and experts still debated and even contradicted themselves about bilingualism and its definition. It is thus this paper aims to define the definition of bilingualism based on elaboration of some scholars such as Beardsmore, Collin, Skutnabb-Kangas and others. The finding indicates that the ability to use two languages either actively or passively highly related to the level of proficiency. The author also proposes that those who use the other language for limited vocabulary or who understand but not produce the language still considered as bilinguals.        Keywords : bilingualism, bilinguals, proficiency, competence.

Page 1 of 2 | Total Record : 14