cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Pengaruh pemberian libah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi terhadap berat karkas dan persentase karkas pada ayam pedaging Laurensius Geofri Killa; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3158

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi terhadap berat karkas dan persentase karkas ayam pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam pedaging umur 2 minggu berjumlah 100 ekor, strain MB-202P yang di produksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dengan pemberian limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi selama 15 sampai 30 hari. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas (P0 :0%, P1 :5%, P2 :10%, P3 :15% dan P4 :20%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat karkas dan persentase karkas. Apabila ada perlakuan memberiakan perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji Beda nyata Terkecil ( BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi memberikan hasil yang sangat nyata terhadap berat karkas (P<0,01) dan sangat nyata terhadap persentase karkas (P<0,01). Berat badan tertinggi terdapat pada P1 (1900,0 gram), sedangkan berat badan terendah terdapat pada PO sebesar (1686,2 gram). Nilai tertinggi berat karkas terdapat pada P1 (1400,0 gram ), kemudian berat karkas terendah terdapat pada P0 (1186,3 gram). Persentase karkas tertinggi terdapat pada perlakuan P1 73,7%, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan PO 70,3%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi sebesar 5% memberikan berat karkas tertinggi dan persentase karkas tertinggi yaitu 1400 gram dan 73,7 %. ABSTRACT The study of this research aimed to determine the effect of giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste to the weight carcass and the percentage of carcass in broilers, from 23 June to 28 July 2015 in Animal Husbandry Laboratory of Kanjuruhan University of Malang. This research used 100 broilers , market merk MB 202P. This research also used the completely random experimental method (RAL). It consists of 5 treatments and 4 replications. The treatments consist of ( P0 ) : basal feed or control feed, ( P1 ) : basal feed + fermented feed 5 %, ( P2 ) : basal feed + fermented feed 10 %, ( P3 ) : basal feed + fermented feed 15 %, ( P4 ) : basal feed + fermented feed 20 %. The data is analyzed by using the completely random experimental method (RAL) if the treatment gives the real effect then continued with the least real surgery test. The results of this research showed that giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste affected the real result ( P<0,01 ) in weight carcass and the percentage of carcass in broilers. The highest heavy carcass and the percentage of carcass are exist in ( P1 ) : 1900 gram and 70,3 %. Then the lowest weight carcass and the percentage of carcass are exist in ( P0 ) : 1186,3 and 70,3%. Based on the results of this research, it can be concluded that giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste give the real results to the weight carcass and the percentage of carcass in broilers. The researcher suggests to the breeder to harness the waste of peel cassava and the soyben curd wastw as the alternative feed because these will give them the highest weight carcass and the percentage of carcass.
Pengaruh penggunaan tepung daun sambiloto (andrographis paniculata nees) sebagai feed additive terhadap kualitas telur itik mojosari Moh Yunus Bahtiar; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3159

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas telur itik Mojosari yang diberi feed additive tepung daun sambiloto pada pakan. Materi yang digunakan 100 ekor itik Mojosari, telur itik dari berbagai perlakuan dan ulangan pakan basal berupa complete feed serta tepung daun sambiloto (TDS). Metode yang digunakan adalah metode percobaan lapang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan, perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan + 0% TDS, P1 : pakan + 0,2% TDS, P2 : pakan + 0,4% TDS, P3 : pakan + 0,6% TDS dan P4 : pakan + 0,8% TDS. Variabel yang diamati adalah berat telur, tebal kerabang, berat kerabang, haugh unit dan skor kuning telur. Adapun data yang didapat pada penelitian ini dianalisis sidik ragam apabila terdapat pengaruh pada perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDS sebagai feed additive pada P3 memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap berat kerabang (9,16±0,64 g) dan pada P1 tidak berpengaruh nyata (P<0,05) pada haugh unit (106,61±3,15), tetapi pada P0, P2 dan P4 menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap berat telur (59,02±3,88 g ; 61,58±2,34 g ; 63,10±5,27 g) tebal kerabang (0,55±0,05 mm ; 0,56±0,12 mm ; 0,67±0,17 mm) serta skor kuning telur (8,50±2,38 ; 10,25±0,57 ; 10,75±1,29). Dapat disimpulkan bahwa pemberian feed additive TDS dilevel 0,6 % pada pakan itik Mojosari dapat meningkatkan berat kerabang dan pada level 0,2 % dapat meningkatkan nilai haugh unit telur itik Mojosari, akan tetapi tidak dapat meningkatkan berat telur, tebal kerabang dan skor kuning telur itik Mojosari. Abstract The purpose of this research is to find out how the quality of Mojosari duck eggs are fed feed additive of bitter leaf starch on the feed. Material used 100 ducks Mojosari, duck eggs from various treatments and replication of basal feed in the form of complete feed and bitter leaf flour (TDS). The method used was field experiments using Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatment 4 replications, the treatment applied was P0: feed + 0% TDS, P1: feed + 0.2% TDS, P2: feed + 0.4% TDS, P3: feed + 0.6% TDS and P4: feed + 0.8% TDS. The variables observed were egg weight, thickness of the shell, weight of shell, haugh unit and egg yolk score. The data obtained in this study was analyzed variance if there is influence on the treatment then continued with the smallest real difference test (BNT). The results showed that the use of TDS as feed additive on P3 gave significant difference (P <0,05) to shell weight (9,16 ± 0,64 g) and at P1 gave significant difference (P <0.05) at Haugh units (106.61 ± 3.15), but at P0, P2 and P4 showed no significant differences (P> 0.05) with respect to egg weight (59.02 ± 3.88 g; 61.58 ± 2.34 G; 63.10 ± 5.27 g) shell thickness (0,55 ± 0,05 mm; 0,56 ± 0,12 mm; 0,67 ± 0,17 mm) and egg yolk score (8,50 ± 2.38; 10.25 ± 0.57; 10.75 ± 1.29). Based on the result of the research, it can be concluded that giving feed additive of TDS at 0,6% at feed of Mojosari duck can increase shell weight and at level 0,2% can increase haugh unit of Mojosari duck egg, but can not increase egg weight, thick of kerabang And egg yolk score of Mojosari ducks.
Pengaruh penggunaan ramuan herbal sebagai feed additive terhadap in come over feed cost ayam broiler Ferdianus Nono; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3160

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ramuan herbal terhadap income over feed cost ayam broiler. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah: ayam broiler DOC. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan ramuan herbal dalam air minum dengan level penggunaan sebagai berikut : P0: tanpa penambahan ramuan herbal, P1:air + 10 % ramuan herbal, P2: air + 15 % ramuan herbal, P3: air + 20% ramuan herbal. Variabel yang di amati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, biaya pakan, dan income over feed cost ayam broiler. Data yang diperoleh (income over feed cost) di analisis dengan menggunakan analisis ragam dengan rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya pakan tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan P3 diikuti berturut-turut oleh P1, P2, P0 dan yang terendah adalah P0. Sedangkan pada P0 biaya pakan paling rendah karena tidak ada penggunaan ramuan herbal. Berdasarkan data penerimaan, penerimaan tertinggi terdapat pada kelompok kontrol P1 Rp 31.430,6 sedangkan penerimaan terandah terdapat pada kelompok P0 sebesar Rp 24.814,8.100 Rendahnya penerimaan dalam penelitian ini disebabkan oleh rendahnya bobot badan ayam broiler selama penelitian. Income Over Feed Cost selama penelitian yang tertinggi terdapat pada kelompok P3 (3.568), dan terendah terdapat pada perlakuan P1 (979) P0 (1.964), P2 (1.937) karena biaya pakan lebih tinggi dari pada penerimaan.Ini berarti bahwa penggunaan ramuan herbal dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap Income Over Feed Cost. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ramuan herbal sebagai feed additive memberikan pengaruh sangat nyata terhadap IOFC ayam broiler. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of using herbal ingredients on income over feed costs of broiler chickens. The material used in this study was: broiler DOC. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and each treatment consisted of 4 replications. The treatment used in this study is the use of herbal ingredients in drinking water with the use level as follows: P0: without the addition of herbal ingredients, P1: water + 10% herbal ingredients, P2: water + 15% herbal ingredients, P3: water + 20% herbal concoctions. The variables observed in this study were feed consumption, feed costs, and income over feed costs for broiler chickens. The data obtained (income over feed cost) is analyzed using a variety of analysis with a completely randomized design (CRD). The results showed that the highest feed costs were found in the P3 treatment group followed by P1, P2, P0 and the lowest was P0. Whereas at P0 the cost of feed is lowest because there is no use of herbal ingredients. Based on acceptance data, the highest revenue was in the P1 control group of Rp. 31,430.6 while the lowest acceptance was in the P0 group of Rp. 24,814.8,100. The low acceptance in this study was caused by the low body weight of broiler chickens during the study. Income Over Feed Cost during the highest research was found in the P3 group (3,568), and the lowest was found in the treatment of P1 (979) P0 (1,964), P2 (1,937) because the cost of feed was higher than acceptance. drinking water has a very significant effect (P <0.01) on Income Over Feed Cost. Based on the results of the study it can be concluded that the use of herbal ingredients as additive feeds has a very significant effect on IOFC broiler chickens.
Managerial skill assessment pada pengelola koperasi susu segar di wilayah jawa timur Dimas Pratidina Puri Astuti; Enike Dwi Kusumawati
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3161

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan proses managemen keterampilan pada Koperasi skala besar, skala menengah dan skala kecil dan juga untuk mengetahui penerapan proses managemen keterampilan pada Koperasi skala besar, skala menengah dan skala kecil. Penelitian dilakukan pada Koperasi Susu Pujon, KUD DAU, dan KUD Karangploso dimana Koperasi tersebut tergabung dalam anggota GKSI Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi kasus diskriptif yaitu mencoba menganalisis ‘’Managerial Skill Assessment Pada Pengelola Koperasi Susu Segar Di Jawa Timur. Metode pengumpulan data dan cara mendapatkan informasi penelitan dilakukan melalui observasi partisipasi aktif dan wawancara dengan menggunakan alat bantu kuisoner. Data pada penelitian ini adalah data kualitatif , sehingga analisis data yang dihasilkan yaitu analisis deskriptif. Analis deskriptif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting atau apa yang dipelajari dan memusatkan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain dan menggunakan balance scor maupun statistika. Metode pengumpulan data dan cara mendapatkan informasi penelitan dilakukan melalui observasi partisipasi aktif dan wawancara dengan menggunakan alat bantu kuisoner, sehingga dapat diketahui pengaruh penerapan ketrampilan tehnis, ketrampilan interpersonal, ketrampilan konseptual, dan ketrampilan politik terhadap 90 responden sebagai kinerja pengelola koperasi yang berasal dari 3 koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Koperasi telah melaksanakan managemen yang baik melalui lima pilar yaitu pilar organisasi yang membudidayakan sistem bottom up, kepemimpinan yang partisipatif, komitmen yang berorientasi pada kebutuhan customer, terlepas dari tingkat organisasi, semua manajer harus memiliki beberapa keterampilan yang penting: keterampilan teknis, keterampilan interpersonal, keterampilan konseptual, keterampilan diagnostik, dan keterampilan politik. Abtract This study aims to design the management process of Large Scale Cooperation, Large Scale and Small Scale and also to study management process on the scale of Large Scale Cooperation, Large Scale and Small Scale. The research was conducted on Pujon Milk Cooperative, KUD DAU, and KUD Karangploso where the cooperative was incorporated in GKSI member of East Java. The research method used is descriptive case study research method, which can be analyzed. 'Managerial Skill Assessment On The Manager of Fresh Milk Cooperatives In East Java. Methods of data collection and how to obtain information research conducted through interaction and interviews using the quisioner aids. The data in this research is qualitative data, so that the data analysis is descriptive analysis. Descriptive analysts are an effort done by working with data, organizing data, sorting into manageable units, synthesizing them, finding and finding patterns, finding what is important or what is learned and focusing what can be told to others and using balance score and statistics. Methods of data collection and how to obtain research information is done through observation of active participation and interview using quisoner aids, so that can know the influence of applying of technical skill, interpersonal skill, conceptual skill, and political skill to 90 responden as performance of cooperative manager from 3 cooperative . The results showed that the manager of the Cooperative has performed good management through the five pillars of the organization that oversees the bottom up system, participative leadership, commitment focused on customer needs, technical skills, interpersonal skills, conceptual skills, skills, and political skills.
Pengaruh lama perendaman biji jagung pada larutan urin kelinci terhadap produktivitas fodder jagung (zea mays) dengan sistem hidroponik Lesmin Yigibalom; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3162

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman biji jagung pada larutan urin kelinci terhadap produktivitas fodder jagung(zea mays) dengan sistem hidroponik.Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan penelitian yaitu P0 (tanpa perendaman), P1 perendaman pada air 24 jam, perendaman pada larutan urin P2 (8 jam), P3 (16 jam), dan P4 (24 jam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini lama perendaman biji jagung yang berbeda dan larutan urin kelinci, variabel tersebut berkaitan dengan persentase perkecambahan, persentase kecambah normal, produksi segar, produksi bahan kering, produksi bahan organik, produksi protein kasar, produksi serat kasar. Analisis yang digunakan adalah analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjuk kan bahwa perlakuan perendaman biji jagung dalam larutan urin kelinci memberi pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Persentase kecambah normal produksi hijauan segar, produksi bahan kering, produksi bahan organik,produksi serat kasar , produksi protein kasar, sedangkan pada hasil pengamatan pada persentase kecambah memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05), persentase kecambah normal tertinggi pada perlakuan P2 (99,3%) dan P1 (98,1%), produksi segar tertinggi pada P2 (384,2 gram) produksi bahan kering tertinggi pada P2 (113,92 gram), produksi protein kasar tertinggi pada P2 (61,2 gram) produksi bahan organik P2 (36,0 gram) dan produksi serat kasar P2 (55,58 gram). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa perlakuan perendaman biji jagung selama 8 jam dengan larutan urin kelinci dapat membrikan pengaruh yang lebih baik terhadap produktivitas fodder jagung dengan sistem hidroponik. Abstract This study aimed to determine the effect of soaking time of corn kernels on rabbit urine solution on the productivity of corn fodder (zea mays) with hydroponic systems. The research method used was a field experiment using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. Maintenance treatment is P0 (without immersion), P1 (immersion on water 24 hours), immersion on urine solution P2 (8 hours), P3 (16 hours), P4 (24 hours). Variables observed in this study were different lengths of corn seed immersion and rabbit urine solution, these variables were related to germination percentage, percentage of normal sprouts, fresh production, dry matter production, organic matter production, crude protein production, crude fiber production. The analysis used was variance analysis (ANOVA). These results indicate that the treatment of soaking corn kernels in the urine solution of rabbits had a very significant effect (P <0.01). ) to the percentage of normal germination of fresh forage production, dry matter production, production of organic matter, crude fiber production, crude protein production, while the results of observations on the percentage of sprouts had no significant effect (P> 0.05) P2 (99.3%) and P1 (98.1%), highest fresh production in P2 (384.2 grams) highest dry matter production in P2 (113.92 grams), highest crude protein production in P2 (61.2 gram) production of organic matter P2 (36.0 grams) and production of crude fiber P2 (55.58 grams). The conclusions from the results of this study that the treatment of corn seed immersion for 8 hours with rabbit urine solution can provide a better influence on the productivity of corn fodder with a hydroponic system.
Pengaruh frekuensi penyiraman benih terhadap produktivitas fodder jagung ( zea mays) dengan sistem hidroponik Tri Ida Wahyu Kustyorini; Permata Ika Hidayati
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3163

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi penyiraman benih terhadap produktivitas jagung fooder (Zea mays) dengan sistem hidroponik. Metode dari penelitian ini adalah jagung dan air. Metode yang digunakan adalah eksperimental lapang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (1 kali penyiraman / hari), P2 (2 kali penyiraman / hari) dan P3 (3 kali penyiraman / hari). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Persentase Perkecambahan, Persentase Kecambahan Normal, Produksi Hijauan Segar, Produksi Bahan Kering, Produksi Bahan Organik, Produksi Protein Kasar dan Produksi Serat Mentah. Analisis data ini dikerjakan dengan menggunakan alat bantu yaitu program SPSS for Windows 16.0. Apabila setiap perlakuan terdapat pengaruh makan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pakan jagung dengan berbagai perlakuan penyiraman memberikan efek yang sangat nyata (P <0,01) pada persentase perkecambahan, perkecambahan normal, produksi hijauan segar, produksi bahan kering, produksi bahan organik, produksi protein kasar dan produksi serat kasar. Persentase perkecambahan tertinggi pada perlakuan P3 (95,80%), persentase kecambah normal tertinggi pada P2 (94,63%), produksi hijauan segar tanaman tertinggi pada P3 (420,80 gram), produksi bahan kering tertinggi pada P3 (364,82 gram), produksi bahan organik tertinggi pada P3 (357,68 gram), produksi protein kasar pada P3 (66,51 gram) dan produksi serat kasar pada P3 (82,74 gram). Kesimpulan dari penelitian ini adalah benih penyiraman sebanyak 3 kali / hari memberikan produktivitas pakan jagung tertinggi (Zea mays) dengan sistem hidropinik. Abstract The aim of this research were to know of seed watering frequeney to productivity of corn fooder (Zea mies) by hidropinic system. The material of this research were corn and water. The method used was experimental field using Completely Randomized Design (CDR) with 3 treatments and 5 replications. The treatment used is P1 (1 time watering / day), P2 (2 times watering / day) and P3 (3 times watering / day). The variables observed in this study were. Percentage of germination, percentage of normal germination, flant production, dry material production, organic matter production, crude protein production and gude fiber production. Based on the results of the research shown that the productivity of corn feed with various watering treatments gives a very real effect (P <0.01) on the percentage of germination, normal germination, plant production, DM production, OM production, CD production and CF production. The highest percentage of germination on treatment P3 (95.80%), highest percentage of normal germination on P2 (94.63%), highest plant fresh production on P3 (420.80 gram), highest dry matler production on P3 (364.82 gram), highest OM production on P3 (357.68 gram), CD production on P3 (66,51 gram) and CF production on P3 (82,74 gram). The conduded of this research were seed watering frequeney 3 times/day gave highest productivity of corn fodder (Zea mies) by hidropinic system.
Motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam kampung pada suhu 5°c menggunakan pengencer dan lama simpan yang berbeda Selvinus Lawu Woli; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3164

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam kampung pada sushu 5oc menggunakan pengencer dan lama simpan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Jenis pengencer ringer lactat solution dan air kelapa dan Lama simpan 0. 3, 6, 9, 12, 15 ,18, 21, 24, 27, 30 dan 1-10 ulangan. Hasil analisis data yang diperoleh tiddak ditemukan pengaruh nyata yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengencer ( kontrol ) tanpa pengencer, ringer lactat solution dan air kelapa dan lama simpan ( 0 , 3 , 6 , 9 , 12 , 15 , 18 , 21 , 24 , 27 , 30 ) yang berbeda tidak ditemukan pengaruh motilitas dan viabilitas yang nyata terhadap kualitas spermatozoa ayam kampung pada suhu 50C dan dapat disimpulkan juga bahwa kualitas spermatozoa tanpa pengencer lebih baik daripada pengencer ringer lactat solution dan air kelapa .Sehingga dalam studi ini kualitas spermatozoa tidak dapat pengaruh yang nyata ( P>0.05 ) . Abstract This study was conducted to know sperm motility and viability of kampung chicken at 5oC uses different of diluent and strorage time. Methods used in this study was experimental laboratories using completely random design of factorials. Variable of this study was sperm motility and viability. Treatment dilvent used was (control), ringer lactat solution and coconut water.Which was conducted from 0 , 3 , 6 , 9 , 12 , 15 , 18 , 21 , 24 , 27 , 30 hours .Treatment was repeated 10 times .The results of the analysis were the data collected from the study found not signifikan different.Based on the research done it can be concluded that the use of diluent (control) without diluent, ringer lactat solution and coconut water and long save (0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30) is not found the influence of viaabilitas motility and a clear on the quality of spermatozoa cement chicken at a temperature of 50C and it can be concluded also that the quality of spermatozoa without diluent better than diluent ringer lactat solution and coconut water. So that in this study the quality of spermatozoa could not real impact (P> 0.05).
Penelitian Persepsi Peternak Tentang Pemanfaatan Pakan Fermentasi Gedebog Pisang Untuk Sapi Potong Di Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan: indonesia Rezki amalyadi; Ismulhadi Ismulhadi; Wahyu Windari
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.3378

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak tentang pemanfaatan pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong di Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan dan faktor-faktor yang mempengaruhi variabel pengamatan meliputi faktor internal dan faktor eksternal serta karakteristik individu meliputi umur, pendidikan dan pengalaman/lama beternak. Penelitian diawali dengan mengamati dan melibatkan diri pada komunitas peternak dalam konteks yang alami (natural setting), diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam serta pengisian angket kepada 60 peternak sapi potong yang tergabung dalam kelompoktani Ampelsari Makmur Jaya dan Ampelsari Makmur Jaya II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 35 orang menolak dan 25 orang menerima tentang inovasi pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong. Dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = 6,486 + 0,128 X1 + 0,272 X2 + (-0,006) X3 + (-0,337) X4 + 0,115 X5 dengan r sebesar 0,547 dan r2 sebesar 0,299 dengan signiifikasi α 0,001. Hal ini berarti faktor yang digunakan sangat berpengaruh terhadap persepsi dimana model dapat digunakan memperkirakan persepsi yang dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan karakteristik individu (usia, pendidikan, dan pengalaman/lama beternak). Belum semua masyarakat berpersepsi positif terhadap pemanfaatan pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong yang dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal dan karakteristik individu meliputi umur, pendidikan, dan pengalaman/lama beternak. Secara simultan terdapat pegaruh yang signifikan antara faktor internal, faktor eksternal, dan karakteristik individu (usia, pendidikan, dan pengalaman/lama beternak) terhadap persepsi. Sedangkan secara parsial terdapat pegaruh yang signifikan antara faktor eksternal terhadap persepsi.
Strategic Strategy Sonok Culture in Efforts to Purify Madura Cattle: (case study in Waru Barat village, Pamekasan district) MOH ZALI
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.3566

Abstract

Sonok cow culture is a female Madura cow (mother) that is specially raised and raised for the purpose of pleasure through beauty, skill contests and has high economic value. Sonok cattle contest is a type of culture that has long existed and developed on Madura Island. The existence of this type of culture has given rise to a commitment and determination for the Madurese community, especially for fans of sonok cows and the local government to continuously purify Madurese cows as well as efforts to preserve tourism assets on Madura Island. The results of the study indicate that the strategy that can be used for the development of sonok cattle in the Sonok Cow Tourism Village of West Waru Village is in the first quadrant, namely, strength-opportunity (supporting aggressive strategies) with a coordinate point P (1.62; 2.47) which combines the strengths possessed by take advantage of opportunities in Waru Barat Village, Pamekasan Regency. The strategies that can be used are as follows (1) Making souvenirs or souvenirs from Madura and Sonok cattle education to become part of the tourism village of Sonok cattle. Supporting power such as the road to the village and the behavior of the village tourism sonok cattle that need to be fostered by related parties. (2) The existence of a display cattle gathering (taccek column) to attract tourists both local-regional and can improve the welfare of sonok cattle breeders through transactions that occur in the taccek column. (3) Madura specialty food sellers, especially Pamekasan, such as rujak cingur etc., are needed to spoil the visitor's tongue and become one of the good destinations.
Pengaruh Penggunaan Tepung Onggok Terfermentasi Dengan Trichoderma viride Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Konsumsi Pakan dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Kampung Super anang widigdyo; Agustina Widyaworo
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.3956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penggunaan tepung onggok terfermentasi sebagai pakan alternative pengganti Bekatul dalam meningkatkan penampilan produksi ayam kampung super yang meliputi konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dalam usaha peternakan ayam kampung super. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik observasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini P0 merupakan perlakuan tanpa penambahan Tepung Onggok Terfermentasi (TOT), P1 penambahan tepung onggok sebagai subtitusi bekatul 25 % Tepung Onggok Terfermentasi (TOT) dan 75 % Bekatul dalam ransum untuk mengganti penggunaan Bekatul, P2,penambahan TOT 50 % + 50 % Bekatul dalam ransum, P3, penambahan TOT 75% + 25% Bekatul dalam ransum. Dalam penelitian ini menggunakan ternak ayam kampung super umur 28 hari sebanyak 120 ekor dan terbagi 5 ekor di setiap ulangan. Kandang yang digunakan adalah kandang koloni dengan ukuran 100 x 70 x 80 cm di setiap perlakuan dan ulangan. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TOT sebagai pengganti bekatul dalam ransum pakan ayam kampung super memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap nilai konsumsi pakan ayam kampung super. Hasil data penelitian penggunaan TOT sebagai pengganti bekatul dalam ransum pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap Pertambahan Bobot Badan (PBB) ayam kampung super .