cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Perbandingan pertambahan bobot badan ayam pedaging di CV Arjuna Grup berdasarkan tiga ketinggian tempat yang berbeda Farida Kusuma Astuti; Elisabet Jaiman
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.3990

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pertambahan bobot badan ayam pedaging di CV Arjuna Grup berdasarkan tiga ketinggian tempat yang berbeda di kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga ketinggian yaitu dataran tinggi Peniwen, dataran sedang Buring, dan dataran rendah Turen pada tanggal 20 Agustus – 20 November 2019. Materi yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut ternak broiler dari DOC - umur panen, dengan populasi yang berbeda dari 30 peternak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel responden dilakukan secara purposive sampling, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, quisioner. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis pertambahan bobot badan dari 30 peternak yang bermitra di CV. Arjuna Grup, rataan nilai bobot badan yang tertinggi terdapat pada dataran tinggi sebesar bobot badan 1,79. Saran yang dapat diberikan adalah untuk memperoleh pertambahan bobot badan ayam pedaging yang baik oleh peternak yang berada pada tiga ketinggian tempat yang bermitra di CV Arjuna Grup, maka dalam hal ini prusahaan inti tetap harus mengontrol dan bersinergi dengan baik, salah satunya pada hal cara menganalisis pertambahan bobot badan ayam pedaging di CV Arjuna Grup berdasarkan tiga ketinggian tempat yang berbeda di kabupaten Malang
Karakteristik Ukuran Tubuh Kambing Peranakan Ettawa Pada Periode Dara dan Laktasi 1 Di Kelompok P4S Agribisnis Assalam Indihiang Kabupaten Tasikmalaya Raden Febrianto Christi
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.3993

Abstract

Kambing perah peranakan ettawa merupakan jenis tipe ternak dwiguna dimana menghasilkan produk utama susu kemudian daging. Sifat karakteristik kuantitatif pada ternak perah menentukan produktivitas dari suatu ternak. Penelitian dilaksanakan di Kelompok P4S Agribisnis Assalam Kecamatan Indihiang, Kabupaten Tasikmalaya pada bulan November 2019. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik kuantitaif pada kambing perah peranakan ettawa berbagai umur yang meliputi panjang badan, lingkar dada, dan tinggi badan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor betina kambing yang terdiri atas periode dara 7 ekor, laktasi 1 sebanyak 8 ekor. Hasil menunjukkan bahwa pada periode dara didapatkan rata-rata panjang badan 64,14 cm koefisien variasi 0,14%, lingkar dada 73,21 cm koefisien variasi 0,12%, dan tinggi badan 54,42 cm koefisien variasi 0,008%, pada laktasi 1 rata-rata panjang badan 71,75 cm koefisien variasi 0,077%, lingkar dada 84,06 cm koefisien variasi 0,085%, tinggi badan 55,53 cm koefisien variasi 0,010%. Kesimpulan menyatakan bahwa karakteristik ukuran tubuh kambing perah pada periode dara dan laktasi 1 sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ada. Kata kunci: ukuran tubuh, kambing peranakan ettawa, dara, laktasi 1, tasikmalaya
Pengaruh konsentrasi larutan urin kambing sebagai media penyiraman dan pupuk organik terhadap presentase perkecambahan, persentase kecambah normal dan produksi hijauan segar pada fodder jagung (zae mays) dengan sistem hidroponik Tri Ida Wahyu Kustyorini; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Wempilianus Bai Ria
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.4009

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of goat urine concentration. as watering media and organic fertilizer on the percentage of germination, percentage of normal germination and fresh forage production. The material used in this study was 250 corn seeds per unit. The research method used was a field experiment using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments performed were P0 Watering 100% water, P1 watering 5% goat urine solution, P2 watering 10% goat urine solution, P3 watering 15% goat urine solution, and P4 watering 20% ​​goat urine. Based on the results of the study showed that the concentration of goat urine solution as a watering medium and organic fertilizer had a very significant effect (P<0.01) on the percentage of germination, percentage of normal germination, fresh forage production. The highest percentage of germination in P1 treatment with a value of 64.88%, the highest percentage of normal germination in P1 treatment with a value of 96.87%, and the highest fresh forage production in P1 treatment with a value of 138.8 grams. The conclution of the research were the frequency of seeding twice a day giving the highest productivity of corn (Zae mays) with hydroponic systems.
Kualitas spermatozoa ayam kampung pada suhu 50C dengan lama simpan yang berbeda Enike Dwi Kusumawati; Basrilius Herbi Naga; waluyo edi susanto
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.4010

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas spermatozoa ayam Kampung pada suhu 50C dengan lama simpan yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah semen ayam kampung berasal dari 2 ekor ayam Kampung. Penelitian terdiri atas perlakuan lama simpan 0,3,6,9 jam dan diulang 10 kali setiap perlakuan. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan analisis of variance. Metode penelitian yang dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa pada suhu 5 0C. Standar untuk IB pada motilitas, viabilitas dan abnormalitas (40:80:20). Penurunan setiap perlakuan 0,3,6 dan 9 jam pada motilitas (100±0d, 26,2±2,62c, 17,6±2,45b dan 5,9±0,99a) dan viabilitas (100±0d, 73,4 ± 5,81c, 63,9 ± 5,25b dan 45,9 ± 4,95a). Pada abnormalitas terjadi peningkatan setiap perlakuan dengan nilai 0 ± 0a, 0,3±0,48a ,0,6±0,69a dan 1,2±0,78b. Perlakuan lama simpan 0 jam lebih baik dari 3, 6 dan 9 jam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas semen ayam Kampung yang disimpan pada suhu 5 0C dengan lama simpan yang berbeda yang meliputi motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa yang digunakan untuk IB dan sesuai standar hanya mampu bertahan sampai lama simpan kurang dari 3 jam. Kelayakan untuk IB hanya bertahan pada lama simpan kurang dari 3 jam, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui tepatnya pada jam ke berapa semen layak untuk dilakukan (IB).
Pengaruh penambahan pati talas lokal (colocasia esculenta) sebagai stabilizer terhadap total padatan terlarut Dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Maria Meryana Fila
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.4013

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan, Universitas Kanjuruhan Malang dan Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang, pada tanggal 30 Oktober sampai tanggal 31 November 2016. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan pati talas (Colocasia esculenta) terhadap total padatan terlarut dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, susu skim 2%, starter bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus 2%, dan pati talas. Metode yang digunakan adalah percobaan Laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu penambahan pati talas P0=0%, P1=0,5%, P2=1%, P3=1,5%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati meliputi total padatan terlarut dan kadar air yogurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level pati talas (Colocasia esculenta) memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan terlarut dan kadar air yogurt. Nilai total padatan terlarut yogurttertinggi pada penambahan pati talas 1,5% sebesar 21,96% kemudian berturut-turut level pati 1%, 0,5%, 0% sebesar19,69%, 18,33% dan 17,35%. Nilai kadar air yogurt pada penambahan pati talas 1,5% menghasilkan nilai terendah sebesar 77,36% kemudian berturut-turut level pati1%=80,50%, 0,5%= 81,56% dan 0% = 83,35%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan pati talas sebagai stabilizer sebesar 1,5% menghasilkan kualitas yogurt yang optimal ditinjau dari total padatan terlarut dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C. Disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui kualitas yogurt dengan penambahan pati talas diatas 1,5%.
Penampilan Produksi Kelinci Fase Pertumbuhan Menggunakan Wafer Ransum Komplit Berbahan Tepung Inti Biji Karet Anwar Efendi Harahap Harahap; Ade Septika Rasmi; Hidayati Hidayati
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i01.4447

Abstract

Rubber seed is agricultural waste can used for alternatif feed. Rubber seed use not enough for make ends meet rabbit, additional feed is needed to complete it to mix the ingredient needed technology, technology that can be used, one of which is wafers. This study aims to determine the performance of the growth phase of rabbit production by using a complete wafer ration with the addition of 0%, 3%, 6% and 9% rubber seed core flour. Observations made in this study were body weight gain, ration consumtion, ration conversion, and feed costs. This study using completely randomized design (CRD), which consists of 4 treatments and 3 replications. Addition of rubber seed flour in ingredients not significantly up to the level of 9% the production performance of male local rabbits in the growth phase seen from ration consumtion, body weight gain, ration consumtion, and ration conversion. High feed cost is found in the addition of 3% of rubber seed core flour and the lowest feed cost is found in the addition of 9% of rubber seed core flour.
Penampilan Produksi Kelinci Fase Pertumbuhan Menggunakan Wafer Ransum Komplit Berbahan Tepung Inti Biji Karet Harahap, Anwar Efendi Harahap; Rasmi, Ade Septika; Hidayati, Hidayati
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i01.4447

Abstract

Rubber seed is agricultural waste can used for alternatif feed. Rubber seed use not enough for make ends meet rabbit, additional feed is needed to complete it to mix the ingredient needed technology, technology that can be used, one of which is wafers. This study aims to determine the performance of the growth phase of rabbit production by using a complete wafer ration with the addition of 0%, 3%, 6% and 9% rubber seed core flour. Observations made in this study were body weight gain, ration consumtion, ration conversion, and feed costs. This study using completely randomized design (CRD), which consists of 4 treatments and 3 replications. Addition of rubber seed flour in ingredients not significantly up to the level of 9% the production performance of male local rabbits in the growth phase seen from ration consumtion, body weight gain, ration consumtion, and ration conversion. High feed cost is found in the addition of 3% of rubber seed core flour and the lowest feed cost is found in the addition of 9% of rubber seed core flour.
Pengaruh Substitusi Sebagian Ransum Komersil dengan Tepung Daun Indigofera sp Terhadap Lemak Abdomen Ayam Broiler Bela Putra; mukhlis dwi putra; bopalyon Pedi Utama
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i01.4515

Abstract

Pakan substitusi sebagian ransum komersil dengan menggunakan indigofera sp adalah alternatif untuk memcahkan masalah mahalnya harga pakan broiler. indigofera sp memiliki keunggulan kandungan protein yang tinggi serta mudah untuk didapatkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil dengan menggunakan tepung Indigifera sp terhadap lemak abdomen ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, dengan rincian; perlakuan I0 (100% ransum komersil), I1 (92% komersil + 16% Indigofera sp, I3 (76% ransum komersil + 24% Indigofera sp), dan I4 (68% ransum komersil + 32% Indigofera sp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Indigofera sp sebagai substitusi sebagian pakan komersil berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap semua parameter yang diteliti, yakni lemak abdomen, persentase lemak abdomen terhadap bobot hidup, persentase lemak abdomen terhadap karkas, persentase lemak abdomen terhadap organ dalam ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan Indigofera sp hingga level 32% tidak mempengaruhi lemak abdomen ayam broiler.
Pengaruh Substitusi Sebagian Ransum Komersil dengan Tepung Daun Indigofera sp Terhadap Lemak Abdomen Ayam Broiler Putra, Bela; putra, mukhlis dwi; Pedi Utama, bopalyon
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i01.4515

Abstract

Pakan substitusi sebagian ransum komersil dengan menggunakan indigofera sp adalah alternatif untuk memcahkan masalah mahalnya harga pakan broiler. indigofera sp memiliki keunggulan kandungan protein yang tinggi serta mudah untuk didapatkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil dengan menggunakan tepung Indigifera sp terhadap lemak abdomen ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, dengan rincian; perlakuan I0 (100% ransum komersil), I1 (92% komersil + 16% Indigofera sp, I3 (76% ransum komersil + 24% Indigofera sp), dan I4 (68% ransum komersil + 32% Indigofera sp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Indigofera sp sebagai substitusi sebagian pakan komersil berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap semua parameter yang diteliti, yakni lemak abdomen, persentase lemak abdomen terhadap bobot hidup, persentase lemak abdomen terhadap karkas, persentase lemak abdomen terhadap organ dalam ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan Indigofera sp hingga level 32% tidak mempengaruhi lemak abdomen ayam broiler.
Hubungan Lama Masa Kering Terhadap Produksi Susu dan Puncak Laktasi pada Sapi Perah Yuli Arif Tribudi; Ali Mahmud; Rosyida Fajri Rinanti
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i01.4554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama masa kering dengan produksi susu dan puncak laktasi pada sapi FH. Materi yang digunakan adalah data sekunder dari pencatatan recording 189 ekor sapi FH pada PT. Greenfields Indonesia di Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Analisis pengaruh lama masa kering terhadap produksi susu dan puncak laktasi dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hubungan lama masa kering terhadap produksi susu berpengaruh signifikan (P<0,05) dengan persamaan regresi Y = 28,31 – 1,26 X sedangkan dengan puncak laktasi menunjukkan hubungan yang tidak berpengaruh (P>0,05). Lama masa kering menentukan produksi susu pada sapi perah dengan masa kering yang ideal 55- 60 hari dimana semakin lama masa kering maka produksi susu akan menurun. ABSTRACT The objective of this study was to evaluate the effect of dry period length on milk production and peak milk yield of the Friesian Holstein (FH) dairy cows. Data on milk production from 189 FH cows raised at PT. Greenfields Indonesia were collected and subjected to linier regression analysis. The results showed that dry period length significantly (P<0.05) on affected milk production with regression equation of Y = 28.31 – 1.26 X, but had no significant effect (P.0.05) on peak milk yield. The optimal length of dry period was observed between 55 and 60 days. Milk production decreased with the increasing length of dry period above 55-60 days.