cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
REDESIGN LAYOUT GUDANG MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC), SHARED STORAGE (SS) DAN 5S Aziz, Muhammad Abdul; Simanjuntak, Risma Adelina; Oesman, Titin Isna
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Yushin Indonesia merupakan perusahaan supplier bahan baku untuk pengecoran. Bahan baku tersebut dijual ke semua perusahaan manufaktur di Indonesia. Bahan baku antara lain 95% merupakan hasil kerja sama dengan beberapa negara seperti Cina, Jepang, Korea, India, Thailand. Bahan baku tersebut ditampung oleh perusahaan sehingga memerlukan pergudangan yang sesuai dengan kebutuhan. Tata letak gudang PT. Yushin berdasarkan hasil survei secara kualitatif tidak dapat berjalan dengan baik karena penempatan barang tidak tertata dengan baik dan masih terjadi back tracking. Hal ini mengakibatkan peningkatan jarak material handling saat proses masuk/keluar (in/out) bahan baku di gudang. Dalam usaha meningkatkan efisiensi material handling maka dilakukan penelitian dengan merancang ulang tata letak area penyimpanan gudang. Selain itu, peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja tidak terlepas dari kegiatan yang dilakukan dalam perancangan gudang yang baik, rapi, bersih dan teratur. Pemecahan masalah dapat diselesaikan dengan tetap mempertahankan luas gudang yang sebenarnya. Penyelesaian masalah dengan menganalisis luas gudang, jumlah bahan baku yang disimpan, derajat kedekatan antar bahan baku, menghitung panjang aliran material, dan menentukan tata letak usulan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC), Shared Storage (SS) serta perlu dilakukan penataan area gudang yang baik, rapi, bersih dan teratur menggunakan metode 5S. Hasil penelitian menghasilkan usulan tata letak alternatif dengan panjang total jarak material handling awal mencapai 627,8 m, sedangkan pada tata letak alternatif jarak material handling mencapai 290,8 m. Dengan hasil kedua tata letak, maka tata letak yang memiliki jarak material handling yang terpendek adalah tata letak usulan. Penelitian ini juga menghasilkan usulan penataan area gudang, yaitu perancangan seiri (ringkas), perancangan seiton (rapi), perancangan seiso (bersih), perancangan seiketsu (rawat) dan perancangan shitsuke (rajin).
PENJADWALAN PEKERJAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMASI KETERLAMBATAN PADA PT MANDIRI JOGJA INTERNASIONAL Mohamad Sholeh; Endang Widuri Asih; Imam Sodikin
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Mandiri Jogja Internasional merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai produk berbahan dasar kulit. Perusahaan ini memlakukan proses produksi Make to Order (MTO) yang berarti hanya memiliki persediaan dalam bentuk desain produk dan beberapa bahan baku standar, serta memiliki due date (batas waktu penyelesaian sejumlah permintaan) yang sudah disepakati antara perusahaan dengan konsumen. PT Mandiri Jogja Internasional selama ini sudah menjadwalkan pekerjaan dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS), namun waktu penyelesaian (makespan) masih tinggi sehingga melebihi due date yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penjadwalan pekerjaan yang optimal untuk meminimalisir keterlambatan yang terjadi. Penjadwalan yang dilakukan menggunakan metode Campbell Dudek Smith (CDS). Metode ini dapat merencanakan pekerjaan pada aliran produksi flow shop dengan n job m mesin, yang mana sesuai dengan perusahaan ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan penjadwalan pekerjaan dengan metode CDS dengan hasil nilai makespan sebesar 467,2 jam, nilai mean flow time sebesar 385 jam, nilai utilitas sebesar 30,33% dan keterlambatan rata-rata sebesar 0,75 hari. Sedangkan metode FCFS yang digunakan oleh perusahaan menghasilkan nilai makespan sebesar 469,2 jam, nilai mean flow time sebesar 391,275 jam, nilai utilitas sebesar 29,97% dan keterlambatan rata-rata sebesar 1,75 hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode CDS lebih optimal dibandingkan dengan metode FCFS yang telah diterapkan oleh perusahaan.
USULAN PERBAIKAN ALAT BANTU PADA PROSES PENGIKIRAN UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA WL ALUMINIUM (STUDI KASUS: WL ALUMINIUM) Sumule, Agung; Oesman, Titin Isna; Sodikin , Imam
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WL Alumunium merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan alumunium dan logam diDaerah Istimewa Yogyakarta. WL Alumunium menghasilkan berbagai jenis produk antara lain panci, ketel, wajan,panci tutup kaca. Pada proses produksi, terdapat beberapa stasiun kerja antara lain stasiun peleburan, pembubutan,pengikiran, dan perakitan. Permasalahan pada proses pengikiran yaitu posisi bekerja yang kurang baik serta alat bantuseperti media pengikiran dan tempat duduk yang kurang mendukung tingkat kenyamanan dalam bekerja sehinggamenimbulkan kelelahan dan keluhan bagian-bagian otot atau musculosceletal disorders pada pekerja. Penelitian inimenggunakan metode Job Strain Index (JSI) untuk mengidentifikasi resiko muskuloskeletal disorders bagian DistalUpper Extremity (DUE). Hasil analisis JSI digunakan untuk perbaikan alat bantu pengikiran yang mengurangi resikomuskuloskeletal disorders. Hasil Penelitian diperoleh, keluhan muskuloskeletal disorder pada tingkat resiko tinggi (SI >7), maka perlu dilakukan desain ulang atau redesign. Desain perbaikan berdasarkan usulan peneliti dan hasil databrainstorming kepala divisi machining serta pekerja, kemudian dilakukan pengukuran antropometri untuk alat bantumedia pengikiran dan penambahan alas duduk. Spesifikasi ukuran alat bantu yaitu tinggi alat bantu 30 cm, panjang alatbantu 50 cm, lebar alat bantu 40 cm, lebar alas atas, tengah dan bawah 37 cm. spesifikasi alas duduk yaitu diameter alasduduk 32 cm, tinggi alas duduk 48 cm dan jarak antara alas duduk dan alas alat bantu 10 cm.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PT. PAPERTECH INDONESIA UNIT II MAGELANG Setiawan, Arief Yuliandri; Susetyo, Joko; Simanjuntak , Risma Adelina
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang adalah sebuah perusahaan yang memproduksi daur ulang kertasdengan bahan baku mix (kertas serat pendek seperti majalah, koran, buku), occ (kertas serat panjang seperti dos,karton) dan bahan tambahan lainya seperti tepung tapioka. Produk utama adalah chip board yang di produksisetiap hari dan selalu ditemukan cacat setiap bulan, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas yang di alamiperusahaan yaitu downgrade. Metode Six Sigma merupakan metode yang digunakan untuk mengukur SigmaQuality Level (SQL) bedasarkan nilai dari Defect per Million Opportunity (DPMO) terhadap proses produksikertas chip board. Metode (FMEA) digunakan untuk usulan perbaikan diprioritaskan berdasarkan nilai RiskPriority Number (RPN) terbesar. Berdasarkan hasil analisis penelitian terdapat 7 kecacatan yang timbul diperusahaan yaitu: Oil Drops 73.431 Kg, Torn 86.528 Kg, Dirty 102.109 Kg, Creasing 94.814 Kg, Size Veriation211.992 Kg, Foreign Contamination 189.863 Kg, dan Wet Paper 70.718 Kg dengan total cacat 829.455 Kg.Dari hasil perhitungan, rata-rata nilai Defect per Million Opportunity (DPMO) sebesar 8.879, sehingga rata-rataSigma Quality Level (SQL) PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang adalah, 3,87. (FMEA) menunjukkan 13mode kegagalan, tetapi terdapat 9 mode kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan nilai RiskPriority Number (RPN) yaitu: suhu ruangan (294), kelelahan (280), konsentrasi menurun (210), kurang teliti(210), dryer kotor (210), trim masuk ke cutter (210), kebisingan (180), kurang inspeksi (180), kertas lembab(168).
PERANCANGAN ULANG MEJA DAN KURSI DI BAGIAN HEAT TRANSFER DI PT. PROSPECTA GARMINDO Faozi Ridwan; Muhammad Yusuf; Andrean Emaputra
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Prospecta Garmindo merupakan perusahaan garmen yang terletak di Klaten. Dalam proses produksi masih mengutamakan tenaga manusia dalam penanganan mulai dari gudang hingga finishing. Namun dengan waktu yang lama tersebut tidak diiringi dengan penggunaan meja dan kursi yang baik dan memperhatikan kenyamanan kerja. Terbukti dengan analisa nordic body map didapatkan total skor persegmen keluhan mosculoskeletal yang paling tinggi yaitu punggung skor 12, paha kiri skor 11, pinggang, pergelangan tangan kiri, pergelangan tangan kanan, paha kanan skor 10. Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) digunakan untuk mendapatkan desain produk yang baik dan memiliki ukuran yang nyaman digunakan bagi karyawan heat transfer. Untuk perancangan stasiun kerja heat transfer yang ergonomis menggunakan data anthropometri untuk tinggi meja 75 cm, panjang meja 120 cm, lebar meja 63,12 cm dan tinggi kursi 59 cm, panjang kursi 40,18 cm, lebar kursi 34,82 cm. Hasil implementasi perbandingan sebelum dan sesudah menggunakan meja dan kursi heat transfer dengan menggunakan nordic body map diperoleh penurunan keluhan karyawan heat transfer yang berarti kenyamanan yang dirasakan oleh karyawan meningkat. Hasil ini menunjukkan ukuran dan desain meja dan kursi heat transfer yang nyaman utuk karyawan.
BIAYA PERAWATAN YANG OPTIMAL PADA KOMPONEN ELEKTRIKAL DAN MEKANIKAL PADA MESIN BUS HINO FB130 DAN IZUZU NQR71 DENGAN METODE PREVENTIVE MAINTENANCE POLICY DAN REPAIR POLICY DI PT. ANINDYA MITRA INTERNASIONAL (AMI) POOL TRANS JOGJA PUROSANI Ferianto, Riski; Sodikin, Imam; Wisnubroto , Petrus
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Anindya Mitra Internasional (AMI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor transportasi umum diDaerah Yogyakarta. Unit pelayanan di berbagai wilayah Yogyakarta dengan 11 route jalur dengan jumlah 68 armadabus Trans Jogja, dua jenis merk Hino FB130 dan Izuzu NQR71. Kajian ini membahas alternatif tentang membandingkanantara komponen elektrikal dan mekanikal untuk perhitungan biaya yang optimal dari kebijakan perawatanmenggunakan metode Preventive Maintenance Policy dan Repair Policy. Objek pada artikel ini membahas dua armadabus Trans Jogja merk Hino FB130 nomer lambung 107 dan Izuzu NQR71 nomer lambung 48 dengan jalur yang sama,jalur 10. Pada kajian ini data kerusakan untuk masing-masing komponen yang digunakan periode September 2019 –Agustus 2020. Hasil kajian meliputi perhitungan Total Maintenance Cost (TMC) biaya yang optimal untuk klasifikasikomponen elektrikal adalah Bus Trans Jogja merek Izuzu NQR71 no 48 yaitu Rp 505.745 per bulan. Perawatandilakukan setiap 6 bulan. Klasifikasi komponen mekanikal adalah Bus Izuzu NQR71 no 48 yaitu Rp 1.752.140 per bulan. Perawatan dilakukan setiap 12 bulan. Berdasarkan perhitungan dan pengolahan data dapat disimpulkan dalam kebijakan perawatan menerapkan metode repair policy untuk Bus Hino FB130 no107 dan Bus Izuzu NQR71 no 48 menerapkan preventive maintenance policy.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DAN TOPSIS (TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION) PADA ROCKMANTIC STORE KONVEKSI Rama Bangkit Ramadhon; Petrus Wisnubroto; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rockmantic Store merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konveksi. Perusahaan selama ini sudah mempunyai beberapa supplier bahan baku. Pemilihan bahan baku yang dilakukan oleh Perusahaan selama ini masih menggunakan cara pemesanan yang belum terukur dan secara acak .dalam pemilihan supplier, Perusahaan hanya mengacu pada ketersediaan dari bahan baku untuk memenuhi pesanan yang datang dari konsumen.Pemilihan supplier merupakan aktivitas yang penting bagi perusahaan dalam mendapatkan bahan baku. Bahan baku yang baik juga akan menghasilkan produk yang baik. Pemilihan supplier yang tepat akan menguntungkan bagi perusahaan. Penelitian ini akan menyeleksi supplier berdasarkan kriteria dan sub-kriteria yang sesuai untuk perusahaan. Penelitian dilakukan dengan metode AHP dan TOPSIS. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot dari kriteria dan Metode topsis menentukan ranking alternative, sehinga dapat diketahui ranking terbaik dari setiap alternative berdasarkan kriteria yang sesuai dengan perusahaan. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan metode AHP diperoleh urutan Kriteria yaitu : Delivery Quality, Responsiveness, Flexibility, dan Cost. Dan sebagai alternatif terbaik yaitu supplier River Ink dengan jarak solusi ideal sebasar 0,910 dengan presentase 68% menunujukan bahwa alternative mempunyai nilai yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kain sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan
SIMULASI ANTRIAN PADA ANTRIAN FARMASI DI RUMAH SAKIT X DENGAN SOFTWARE PROMODEL Rifda Ilahy Rosihan; Wihda Yuniawati
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori antrian merupakan cabang dari ilmu Operation Research karena hasil dari teori antrian tersebut menggunakan metode optimasi untuk mendapatkan hasil yang optimum. Rumah sakit adalah salah satu contoh bentuk penerapan teori antrian pada kehidupan. Sebagai penyelengara pelayanan kesehatan dapat dipastikan rumah sakit memiliki sistem antrian masing-masing yang digunakan untuk memberikan pelayan yang optimal pada pasien. Pada loket farmasi di rumah sakit X hanya terdapat satu server yang melakukan pelayanan pasien dalam proses penerimaan resep sampai dengan pengambilan obat sehingga jumlah antrian pada loket meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan dan mensimulasikan sistem antrian yang terjadi pada loket farmasi Rumah sakit X untuk mengetahui nilai utilisasi dan presentase idle pada loket farmasi di rumah sakit X. Tingkat utilisasi pada masing-masing server 11,392% pada loket penyerahan berkas, 2,92% pada server penyerahan nomor antrian, 28% pada server pengambilan obat paket dan 2,3% pada pengambilan obat kronis
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA BIRO WISATA KOTA KLASIK Pambudi, Satrio Aji; Yusuf, Muhammad; Wisnubroto , Petrus
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota klasik merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang biro jasa tour & travel. Jenis layanan jasa yangdiberikan berupa paket wisata, rafting, tubing, lava tour, keliling desa wisata borobudur, outbound, dan lainlain,karenapersaingandalambisniswisatasangatkompetitifolehkarenaituperusahaanperlumeningkatkan pelayanan agar dapat meningkatkan kepuasan bagi pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Dimana kualitas pelayanan merupakan variableindependent (X) yang meliputi tangible(X1), reliability(X2), responsiveness(X3), assurance(X4), danemphaty(X5), yang mempengaruhi variable dependent kepuasan pelanggan(Y). Dalam menganalisis pengaruhtersebut penyebaran kuesioner dilakukan pada pelanggan Kota Klasik berjumlah 100 responden yang diberikankepada pelanggan di hari terakhir kunjungan, dan didominasi responden perempuan yang berjumlah 65responden, sedangkan laki-laki berjumlah 35 responden, yang keseluruhan berasal dari seluruh kalangan baikumur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain. Analisis ini dilakukan dengan uji regresi linier berganda ,uji parsial , uji simultan dan uji koefisien determinasi. Hasil yang diperoleh secara simultan pengaruh kualitaspelayanan terhadap kepuasan pelanggan adalah 50,3 yang dapat diartikan baik.
RELAYOUT MESIN PENYAMAKAN KULIT SAPI UPT INDUSTRI KULIT DAN PRODUK KULIT MAGETAN Arghawaty, Emylia; Tommy Hendrawan, Aloysius; Isnaini, Wildanul
Jurnal Rekavasi Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan menyediakan pelayanan jasa mesin penyamakan kulit sapi yang berlokasikan di Kabupaten Magetan. Dari studi lapangan diketahui bahwa salah satu permasalahan yang ada di instansi adalah layout mesin yang kurang optimal. Hal ini disebabkan proses mendapatkan mesin tersebut adalah secara bertahap. Dari permasalahan ini menyebabkan jarak material handling yang cukup jauh. Sehingga diperlukan layout mesin alternatif untuk perbaikan. Metode yang digunakan dalam perancangan tata letak ini adalah Systematic Layout Planning. Dan metode pengukuran jarak menggunakan metode rectilinear. Dari penelitian ini didapatkan 2 alternatif layout perbaikan. Dimana layout alternatif ke-1 menghasilkan jarak material handling sejauh 271,8252m dan diperoleh efisiensi sebesar 47,2704%. Sedangkan pada layout alternatif ke-2 menghasilkan jarak material handling sejauh 320,0815m dengan efisiensi sebesar 37,9094%. Dari usulan layout diketahui biaya dan waktu yang diperlukan dalam perubahan tata letak.