cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
PERANCANGAN ULANG PROSES PENGADONAN KERUPUK GUNA MEMPERBAIKI POSTUR KERJA YANG ERGONOMIS DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS Studi Kasus : UKM Kerupuk Subur Wijaya, Aco Ardi; Oesman, Titin Isna; Parwati, Cyrilla Indri
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk Subur merupakan salah satu industri rumah tangga pembuatan kerupuk melalui prosesyang beragam. Setiap proses yang dimiliki mempunyai karakteristik masing-masing proses pembuatan,dimulai dari pengadonan, pencetakan, pengukusan, penjemuran, pengopenan dan penggorengan. Bagianadonan kerupuk merupakan proses pencampuran bahan baku yang dilakukan secara manual dan berulangulang,pada saat proses tersebut pekerja terlalu membungkuk. Studi pendahuluan pada pekerja didapatinformasi bahwa sakit pada anggota tubuh bagian punggung 60%, sakit pinggang 80%, sakit pada bokong60%, sakit pergelangan tangan kiri 90%, sakit pergelangan tangan kanan 80% dan sakit tangan kanan60%.Tujuan penelitian ini dilakukan perbaikan postur tubuh yang ergonomis pada proses pengadonan kerupukberdasarkan data antropometri untuk mengurangi keluhan musculoskeletal dan meningkatkan produktivitas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Nodric Body Map (NBM), antropometri, Rapid Entire BodyAssessment REBA dan beban kerja.Hasil penelitian menggunakan metode REBA sebelum perbaikan postur kerja menghasilkan skor akhir REBA dari2(dua) pekerja menghasilkan skor akhir sebesar 11 termasuk kategori tingkat risiko 4(empat) yang berarti kategorisangat tinggi, sedangkan hasil setelah perbaikan postur kerja menggunakan alat bantu drum menghasilkan skor akhirREBA dari 2(dua) pekerja memperoleh skor akhir sebesar 7(tujuh) termasuk kategori tingkat risiko 2(dua) yangberarti kategori sedang, dari perhitungan sebelum dan sesudah penelitian mengalami penurunan risiko dengankategori sedang, dan hasil koesioner setelah perbaikan menurun40%sakit punggung,40% sakit pinggang, 30% sakitbokong, 50% sakit pergelangan tangan kiri, 40% sakit pergelangan tangan kanan dan 40% sakit tangan kanan sertahasil sebelum dan sesudah perbaikan beban kerja (CVL) pvalue <0,05 sehingga dikatakan sangat berbeda signifikan.Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan disarankan untuk lebih memperhatikan tingkat keergonomisanpekerja pada saat bekerja dan dapat terhindar dari risiko cidera dan nyeri.
EVALUASI DAN ANALISIS PENERAPAN LEAN MANUFACTURING TOOLS AND ACTIVITY DI PT DIRGANTARA INDONESIA (PERSERO) Triani, Triani; Simanjuntak, Risma Adelina; Rif`ah, Mega Inayati
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Mandiri Jogja Internasional merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan dompet dan tas kulityang berkualitas tinggi, sehingga demand yang datang berjumlah besar sedangkan kapasitas belum terpenuhisehingga sering terjadi tambahan jam lembur. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan beban kerja antar operatorbelum merata. Tujuan penelitian ini menentukan kebutuhan jumlah tenaga kerja yang sesuai dengan beban kerjanyamenggunakan metode Work Load Analysis (WLA) dan Work Force Analysis (WFA). Berdasarkan pengolahan datadiketahui permintaan dalam 1 bulan adalah 2.500 unit, sehingga melalui perhitungan Work Load Analysis (WLA)menunjukan kebutuhan 13 orang tenaga kerja sedangkan melalui perhitungan Work Force Analysis (WFA)membutuhkan 18 orang tenaga kerja. Sesuai hasil usulan metode yang terpilih yaitu Work Load Analysis (WLA)dengan membutuhkan 13 orang tenaga kerja untuk memenuhi permintaan tersebut. Tenaga kerja aktual yang telahada yaitu 7 orang sehingga masih perlu penambahan 6 orang tenaga kerja lagi agar permintaan terpenuhi.Penambahan tenaga kerja ada pada stasiun pemotongan kulit 1 orang, stasiun jahit 4 orang, dan stasiun make up 1orang.
EVALUASI PENERAPAN ERGONOMI MIKRO PADA IMPLEMENTASI ERGONOMI MAKRO UNTUK KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI PT ADI SATRIA ABADI Tarigan, Jusen Pramana; Simanjuntak, Risma Adelina; Sodikin, Imam
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adi Satria Abadi merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang manufaktur sarungtangan golf, yang melakukan kegiatan ekspor impor, baik itu bahan baku maupun hasil produksi. Kualitas danpeningkatan mutu perusahaan harus dijaga, diperlukan faktor keefektifan para karyawan dalam bekerja, antara lainpenjagaan postur kerja dan stasiun kerja (ergonomi mikro) yang ergonomis untuk meningkatkan kepuasan kerjakaryawan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi postur kerja karyawan dari lima devisi, yaitu potong material awal,pemberian lubang, press, press logo, dan jahit, dan mengetahui pengaruh kesesuaian stasiun kerja terhadap kepuasankerja melalui 30 responden. Serta manafaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini yang dimana dapat digunakansebagai salah satu masukan atau rekomendasi terhadap perusahaan sehingga dapat ditinjak lanjuti sebagai tahapperbaikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment),dan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh stasiun kerja terhadap kepuasan kerja. Hasil yang diperoleh yaitu 3postur kerja memperoleh skor 6 dengan action level 3 (kategori tinggi/ diperlukan perbaikan segera), 2 postur denganskor 7 dan action level 4 (kategori tinggi/ diperlukan perbaikan sesegera mungkin), Hasil analisis regresi stasiun kerjaberpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dimana nilai signifikasi ≤ 0.05, dan menyatakan peningkatan satuunit satuan dari stasiun kerja akan menambah kepuasan kerja sebesar 0.326. Serta nilai R² ditemukan sebesar 15.6%yang dapat diartikan bahwa hubungan stasiun kerja terhadap kepuasan kerja masuk kedalam kategori rendah.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA PERMINTAAN DAN LEAD TIME PROBABILISTIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN ABC DAN SIMULASI MONTE CARLO Amin, Muhammad; Kusrini, Elisa; Parkhan, Ali
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventori merupakan hal penting bagi perusahaan. Ketersediaan inventori dapat mempengaruhi seluruh kegiatan yang ada di perusahaan. Manajemen persediaan atau inventori mempertimbangkan semua kegiatan yang terlibat dalam perencanaan dan pengendalian tingkat persediaan bahan baku, pekerjaan dalam barang proses dan barang jadi sehingga tersedia jumlah persediaan yang cukup. Ketika persediaan bahan baku melebihi kebutuhan perusahaan, akan menambah biaya pemeliharaan dan penyimpanan serta risiko yang akan ditanggung apabila bahan baku yang disimpan menjadi rusak atau tidak layak pakai. CV. Tiga Sahabat dalam melakukan proses pengendalian persediaan masih dilakukan secara manual tanpa mempertimbangkan data historis perusahaan yang ada. Adanya jumlah pembelian persediaan yang melebihi kebutuhan perusahaan dan tidak tepat waktu, sehingga menimbulkan adanya penumpukan persediaan produk di gudang. Data historis perusahaan menunjukkan bahwa selama kurun waktu bulan April 2017 hingga November 2019, perusahaan telah melakukan 36 kali pembelian untuk produk Kabel NYM dan 25 kali untuk produk MCB. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan titik ROP dan EOQ, serta mencari penghematan total biaya persediaan yang dapat dilakukan menggunakan simulasi Monte Carlo. Hasil dari penelitian ini berdasarkan perhitungan ABC menghasilkan 2 produk yang diprioritaskan dalam kelas A yaitu produk Kabel NYM dan MCB dengan nilai bobot nilai index kritis sebesar 12 dan nilai penjualan masing-masing produk yaitu Rp 501.127.650 dan Rp 276.141.670. Simulasi Monte Carlo mampu menghasilkan penghematan total biaya inventori hingga Rp 117.606.080 untuk Kabel NYM dengan nilai ROP sebesar 500 meter dan EOQ 500 meter, dan total biaya inventori Rp 42.908.400 untuk MCB dengan nilai ROP 66 pcs dan EOQ 120 pcs.
PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) MENGGUNAKAN METODE CUSTOMIZED BALANCE SCORECARD (BSC) DAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCES (SCOR) PADA SEKTOR INDUSTRI MINYAK DAN GAS Ria, Susi Kardina; Kusrini, Elisa
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk merancangan key performance indicator untuk perusahaan ekplorasi minyak dan gas dengan mengambil studi kasus pada perusahaan minyak yang berlokasi di Langgak Oil Field, Riau dan termasuk dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah terdaftar pada SKK Migas. Pada kondisi tingkat permintaan produk utama Sumatra Crude Oil yang tinggi, manajemen atau pengelolaan proses bisnis khusus nya kinerja rantai pasok yang dijalankan harus memiliki performansi yang baik. Sebelum dilakukan penelitian ini, kinerja perusahaan didasarkan pada Key Performance Indicator (KPI) arahan SKK Migas dan perusahaan belum memiliki atribut pengukuran kinerja performansi yang baku secara internal perusahaan khususnya departemen Supply Chain Management (SCM). Pada penelitian ini, identifikasi atribut pengukuran KPI dilakukan menggunakan metode Balanced Score Card (BSC) dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model 12.0. Perspektif BSC yang digunakan adalah financial, customer, learning and growth. Sedangkan perspektif internal business process dihitung menggunakan metode SCOR 12.0 berdasarkan atribut process (plan, source, deliver), dan performance (reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset management). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah nilai kinerja performansi yang dimiliki perusahaan XYZ adalah sebesar 56,83%. Terdapat perbedaan nilai kinerja antara KPI arahan SKK Migas dengan model yang diusulkan sebesar 83,04%. Perbedaan tersebut dijadikan saran penelitian selanjutnya, terkait batasan metrik pengukuran yang digunakan. Perbaikan juga dapat dilakukan berdasarkan nilai terendah yang dimiliki, yaitu pada cost savings sebesar 16,2%
ANALISIS PENYEBAB DEFECT DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) Edomura, Miko Pratama; Emaputra, Andrean; Parwati , Cyrilla Indri
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya industri dan inovasi teknologi di Indonesia yang menyebabkan tingginya persaingan antar industri terutama di industri manufaktur. Salah satu permasalahan yang perusahaan ialah mengurangi atau menghilangkan defect. PT. Aneka Adhilogam Karya adalah perusahaan manufaktur bergerak dibidang pengecoran logam, memiliki alat yang masih tergolong manual dan pemilihan operator dan tenga kerja yang dipilih tidak sesuai dengan kualitas standar menyebabkan banyaknya produk perusahaan yang defect. Pada masalah ini peneliti ingin mengidentifikasi penyebab defect pengecoran dan bagaimana caranya meminimasikannya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode Failure Mode and Effects Analisys (FMEA) untuk mengetahui potensi kegagalan yang harus diprioritaskan dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membobotkan kriteria FMEA sehingga muncul RPN baru yaitu RPN-AHP. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data defect pada divisi pengecoran selama 6 bulan (Juni – November 2019). Defect dominan yang terjadi pada produk Manhole adalah Manhole Cover TA dan Manhole Frame TA. Untuk produk Flange defect dominan adalah Flange Spigot dan Tee All Flange. Defect dominan yang terakhir terjadi pada produk Giboult Joint adalah Giboult Joint 110 dan Giboult Joint 90.
ELIMINASI WASTE DALAM PROSES BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SERVICE (STUDI KASUS PT. BORNEO ALAM SEMESTA) Cahyo, Winda Nur; Saputra, Yasir Masli
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan bisnisnya, PT. BAS mengalami beberapa kendala dalam menangani proses perbaikan, seperti overbudget dari biaya perbaikan dibandingkan dengan harga komponen baru dari dealer resmi, estimasi waktu penyelesaian perbaikan komponen yang melebihi ekspektasi dari yang sudah dijadwalkan, keterlambatan pengiriman komponen baik dari dan ke lokasi tambang, dan jumlah manpower yang tidak terprediksi kebutuhannya. Pada penelitian ini, dalam mengidentifikasi waste akan digunakan VALSAT dan Value Stream Mapping proses repair engine. Dalam mengurangi dan memperbaiki proses yang ada, akan dilakukan manajemen risiko, guna mengetahui probabilitas dan dampak yang terjadi. Hasil dilakukan analisis faktor penyebab waste yang terjadi, dari ketujuh waste dianalisis tiga waste yang sering terjadi yaitu unnecessary motion, waiting, dan inappopriate processing. Hasil dari VSM dan PAM, beberapa aktivitas NVA yaitu pencucian dan pembungkusan barang, proses approval onderdil ke team workshop, reminder orderan ke supplier atau vendor, dan pengecatan engine dieliminasi dan selanjutnya dengan usulan mitigasi, berdasar stakeholder terkait mampu mengurangi waktu proses, seperti dapat terlihat pada future VSM didapatkan cycle time sebesar 16390 menit, berkurang sebesar 42% dari current VSM.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DAN PETA TANGAN KANAN TANGAN KIRI PROSES PERAKITAN Kurniawan, Ilham Dwi; Susetyo, Joko; Simanjuntak , Risma Adelina
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

V. Astoetik Indonesia merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi produk inovasi kompor batik listrik hemat energi. Perusahaan yang berlokasi di Bantul ini ditemukan kelemahan mengenai tata letak yang tidak tertata dengan baik dikarenakan adanya langkah backtracking, area kerja yang tidak tetap dan tata cara kerja proses perakitan terjadi gerakan – gerakan tangan yang tidak diperlukan sehingga terjadi peningkatan jarak dan bertambahnya waktu produksi. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan alternatif tata letak fasilitas produksi dengan metode Systematic Layout Planning (SLP), dan tata letak kerja proses perakitan yang lebih efisien dengan Peta Tangan Tangan Kiri. Hasil perhitungan jarak perpindahan bahan pada layout sebelum perbaikan sebesar 35,02 m, pada usulan tata letak alternatif 1 memilki jarak sebesar 24,27 m, dan pada usulan tata letak alternatif 2 memiliki jarak 29,49 m. Hasil perhitungan waktu standar pada proses perakitan tungku sebelum perbaikan sebesar 428,22 detik setelah perbaikan menjadi 271,73 detik, proses perakitan/pemasangan PCB sebesar 184,05 detik setelah perbaikan menjadi 144,04 detik , dan proses perakitan tutup body sebesar 59 detik setelah perbaikan menjadi 41 detik. Hasil jumlah gerakan perakitan tungku sejumlah 105 gerakan menjadi 95 gerakan, perakitan/pemasangan PCB sejumlah 57 gerakan menjadi 50 gerakan, dan perakitan tutup body sejumlah 18 gerakan menjadi 14 gerakan.
APLIKASI PENGGUNAAN TOOLS MANAJEMEN KUALITAS DAN KAIZEN DALAM USAHA PENCARIAN AKAR PENYEBAB CACAT TANGKI BAHAN BAKAR PERUSAHAAN WWW Isnaini, Wildanul; Khoiri, Halwa Annisa; Fandidarma, Bayu; Azhari, Zahrul
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

R adalah bagian di perusahaan WWW yang memproduksi beberapa jenis tangki bahan bakar. Bagian ini memiliki masalah kualitas yang ditemukan yaitu banyaknya perbaikan produk di stasiun kerja ini dan pengembalian dari stasiun berikutnya (pengecatan). Penelitian ini akan difokuskan pada tangki bahan bakar K15 yang memiliki laju produksi paling tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan stasiun kerja penyebab cacat dan akar penyebab cacat tangki bahan bakar K15. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan Tools Manajemen Kualitas dan Kaizen untuk menemukan akar penyebab cacat tersebut. Kajian ini menjadi penting dilakukan karena kualitas yang terkendali dapat meminimalkan biaya dan waktu produksi Tangki Bahan Bakar. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa cacat ditemukan pada stasiun kerja general uniting serta akar penyebab cacat garis K15 adalah kesadaran operator yang salah saat peletakan dan pengambilan tangki bahan bakar, penggunaan jig, tidak adanya space pada handling, serta belum selesainya pengerjaan bottom plate dari Shift 2.
PENGELOMPOKAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN KLASIFIKASI ABC DAN OPTIMALISASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX STOCK Goldiantero, Zakaria; Rif’ah, Mega Inayati; Sodikin, Imam
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan adalah salah satu kekayaan yang terdapat dalam perusahaan. Persediaan memberikan peran penting bagi perusahaan, karena peran yang sangat penting, persediaan harus direncanakan dan dikendalikan dengan baik. Pengendalian persediaan mengupayakan ketersediaan bahan baku agar tidak kekurangan, dan tidak berlebih. Klasifikasi ABC adalah metode yang digunakan untuk mengklasifikasikan barang berdasarkan peringkat dari nilai persentase kumulatif penyerapan dana dan persentase kumulatif pemakaian bahan baku, yang kemudian diurutkan dari nilai yang tertinggi hingga nilai yang terendah, dan terbagi menjadi kelompok A, B, dan C. Untuk melakukan pengendalian persediaan dilakukan menggunakan Metode Min-Max Stock, agar ketersediaan bahan baku dapat optimal. Hasil dari klasifikasi ABC dengan persentase kumulatif serapan modal dan dengan persentase pemakaian bahan baku, pihak pabrik harus fokus dalam memperhatikan penanganan ketersediaan bahan baku agar tidak terjadi penumpukan yang dapat menimbulkan kerusakan dan tetap terjaga ketersediaannya. Penanganan yang tepat agar bahan baku tidak mengalami kerusakan akibat penumpukan dan agar tidak terjadi kehabisan bahan baku, pada metode Min-Max Stock memperhitungkan jumlah safety stock bahan baku yang harus ada dalam penyimpanan agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar apabila terjadi penambahan kebutuhan bahan baku atau terjadi keterlambatan kedatangan bahan baku. Selain itu agar tidak terjadi penumpukan bahan baku dalam penyimpanan.