cover
Contact Name
Dessy Wardiah
Contact Email
jurnalwahanadidaktika@gmail.com
Phone
+6285380755167
Journal Mail Official
wahanadidaktika@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend. A. Yani Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Telp. (0711) 510043 Faks (0711) 514782
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wahana Didaktika
ISSN : 18295614     EISSN : 26214075     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/wahanadidaktika
Core Subject : Education,
Jurnal wahana didaktika terbit setiap Januari, mei dan september Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Wahana didaktika termasuk hasil dari bidang penelitian kualitatif; konseptual; dan tinjauan literatur. Serangkaian penelitian yang meliputi Ilmu Pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 441 Documents
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA MENGERJAKAN SKRIPSI Erfan Ramadhani; Kurnia Sari
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 2 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i2.2043

Abstract

AbstrakProkrastinasi akademik merupakan suatu tindakan penunda-nundaan dalam mengerjakan sesuatu tugas, baik tugas perkuliahan maupun tugas dalam mengerjakan skripsi. Prokrastinasi juga merupakan perilaku yang negatif dengan beberapa komponen dianaranya; perilaku lalai, keragu-raguan, kurangnya ketepatan waktu, serta kurangnya perencanaan dalam melakukan sesuatu. Berdasarkan temuan peneliti dilapangan, terungkap bahawa terdapat mahasiswa yang melakukan tindakan prokrastinasi akademik, prokrastinasi yang dilakukan dalam bentuk penundaan mengerjakan skripsi yang berdanpak pada penyelesaian studi. Temuan peneliti ini menjadi indikasi bahwa mahasiswa memiliki masalah prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi. Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara pemberian layanan bimbingan kelompok menggunakan pendekatan discovery learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one grob pretest-posttest desin. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi bimbingan dan konseling yang di atas semester delapan.  Instrumen penelitian ini menggunakan model skala likert, selanjutnya akan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan bantuan SPSS versi 20.00. Temuan penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok menggunakan pendekatan discovery learning efektif dalam mengurangi prokrastinasi akademik mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada pihak terkait agar dapat kerjasama dalam membantu mengatasi prokrastinasi akademik mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Kata Kunci : Prokrastinasi Akademik, Layanan Bimbingan Kelompok, Discovery Learning   EFFECTIVENESS OF GROUP MENTORING SERVICES USING DISCOVERY LEARNING APPROACH TO REDUCE ACADEMIC PROCRASTINATION OF STUDENTS DOING THE SCRIPTURE  AbstractAcademic procrastination is an act of procrastination in carrying out a task, both lecture assignments and assignments in doing thesis. Procrastination is also a negative behavior with several components in the area; negligent behavior, doubt, lack of punctuality, and lack of planning in doing things. Based on the findings of the researchers in the field, it was revealed that there were students who carried out academic procrastination, procrastination which was carried out in the form of delays in working on theses that were completed at the completion of the study. This research finding is an indication that students have problems with academic procrastination in working on their thesis. One effort to overcome this problem is by giving group guidance services using the discovery learning approach. This study uses quantitative methods. This type of research is an experiment with the design of one gob pretest-posttest desin. The subjects of this study were students of guidance and counseling study programs that were above the eighth semester. This research instrument uses a Likert scale model, then it will be analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test with the help of SPSS version 20.00. The findings of this study generally indicate that group guidance services use discovery learning approach effective in reducing the academic procrastination of students in doing thesis. Furthermore, based on the results of this study can be suggested to the parties concerned in order to get cooperation in helping to overcome the academic procrastination of students in working on the thesis. Keywords: Academic Procrastination, Group Guidance Services, Discovery Learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA DAN AKTIVITAS SISWA KELAS VII4 MELALUI STRATEGI INKUIRI DI SMP NEGERI 1 RANTAU BAYUR BANYUASIN Lefudin Lefudin
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v13i1.282

Abstract

Abstrak         Penelitian ini berangkat dari latar belakang  belajar bersifat ekslusif (book-oriented), artinya belajar hanya untuk menjawab soal-soal ulangan formatif dan sumatif, belajar bersifat pasif karena belajar tidak disertai proses internalisasi individualistik pada siswa, artinya pembelajaran berpusat pada guru (teacher centre oriented) yang mengacu pada ketuntasan materi, dan  kurang inovatifnya guru dalam memperdayakan siswa dalam belajar. Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini: (1) apakah melalui strategi inkuiri dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran fisika. (2) apakah melalui strategi inkuiri dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa peningkatan hasil belajar siswa melalui strategi inkuiri pada pembelajaran fisika. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) nilai rata-rata yang yang telah dicapai oleh siswa pada siklus pertama yaitu 63,5, kemudian pada siklus kedua nilai rata-rata yang telah dicapai oleh siswa meningkat menjadi 69,2, selanjutnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa meningkat dengan nilai 72 pada siklus ketiga. (2) partisipasi siswa dalam proses pembelajaran juga tergolong baik, hal ini diketahui dari masing-masing siklus, pada siklus pertama  rata-rata aktivitas siswa 3,48 selanjutnya pada siklus kedua rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu 3,52, kemudian pada siklus ketiga rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi 3,58.  Kata Kunci: Hasil Belajar, Aktivitas Siswa, dan Strategi Inkuiri
KONSEP PENARI DAN DESAIN RUANG PADA TARI MERENUNGKU ADALAH GERAK Rully Rochayati
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i1.2421

Abstract

Abstract— The writing is titled Concept of Dancers and Spatial Design on Dancing My Dream Is Motion. A writing that contains about the study of a work of dance that is discussed from the perspective of the study of the concept of dancers and spatial design. the whole work of dance is discussed in the concept of dancers by dividing the subject among other aspects of the number of dancers, sex and posture aspects, aspects of the unity of the composition of the group again termed the facet of the direction of the dancer, the "distance-between" key dancer ". In the design space can be understood from the symmetry of asymmetry, line design, floor design, top design, three-dimensional design and stage space. The results of the study of the concept of dancers and spatial design in dance Reflect on me Is Movement as a whole the form of this work can be studied through the theory and can be fully explained. In understanding the two concepts can be separated to then assembled intact in understanding it. This means that when reviewing the concept of dancers and spatial designs can be separated according to the sub-focus then in order to be fully understood then the parts of the study are put together so that they can easily understand the dance work Keywords— The concept of dancer, Space Design, My Reflection Is Motion Abstrak— Penulisan ini berjudul Konsep Penari dan Desain Ruang pada Tari Merenungku Adalah Gerak. Sebuah penulisan yang berisi tentang kajian sebuah karya tari yang dibahas dari sudut pandang kajian konsep penari dan desain ruang.  secara utuh karya tari ini dibahas dalam konsep penari dengan membagi pokok bahasan antara lain aspek jumlah penari, aspek jenis kelamin dan postur tubuh, aspek wujud kesatuan komposisi kelompok yang dipilahkan lagi menjadi aspek arah hadap penari, aspek “jarak-antara”, dan aspek “penari kunci”. Pada desain ruang dapat dipahami dari simetri asimetri, desain garis, desain lantai, desain atas, desain tiga dimensi dan ruang pentas. Hasil kajian dari konsep penari dan desain ruang pada tari Merenungku Adalah Gerak  secara keseluruhan bentuk karya ini dapat dikaji melalui teori tersebut dan dapat terjelaskan secara utuh. Dalam memahami kedua konsep tersebut dapat secara terpisah untuk kemudian dirangkai secara utuh dalam memahaminya.  Artinya bahwa pada saat mengkaji konsep penari  dan desain ruang dapat secara terpisah-pisah sesuai dengan sub fokusnya kemudian supaya dapat terpahami secara utuh maka bagian-bagian kajian tersebut disatukan sehingga dapat dengan mudah memahami karya tari tersebut.Kata Kunci— Konsep penari, Desain Ruang, Merenungku Adalah Gerak 
PROSES BELAJAR SASTRA DI KELAS PROSA (SEBUAH STUDI KUALITATIF DI SEMESTER KEEMPAT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG) Herlina Herlina
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i2.647

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran karya sastra di kelas prosa.  Dan penelitian ini terjadi di dua kelas prosa jurusan Bahasa Inggris tepatnya, pada semester empat jurusan bahasa inggris-Universitas PGRI Palembang.  Peneliti meneliti bagaimana respon siswa di dua kelas prosa dan bagaimana sudut pandang mereka terhadap pembelajaran sastra di kelas prosa.  Peneliti menggunakan metode kualitatif sebagai alat untuk mengumpulkan data. Dua kelas prosa diobservasi dan direkam ketika proses belajar berlangsung.  Siswa dan guru diwawancara dan peneliti juga mengumpulkan dokumen-dokumen penting sebagai bahan dalam pengolahan data.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sepuluh kuesioner dan dari data kuesioner tersebut dilampirkan sehingga dapat menjelaskan bagaimana siswa menerima materi perkuliahan selama berada di kelas.  Hasil observasi yang direkam dan interview, kemudian semua data tersebut disusun, dikategorikan dan terakhir peneliti menginterpretasikannya.Kata kunci: pembelajaran sastra, strategi respon pembaca, proses pembelajaran, respon siswa, karya sastra.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Anik Suryaningsih
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 3 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i3.3752

Abstract

Media Sosial merupakan alat komunikasi atau informasi yang memungkinkan penggunanya dapat melakukan percakapan, bertukar informasi atau menuangkan ide. Namun media sosial ini malah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi beberapa peserta didik, apalagi mereka yang menyalahgunakan media sosial bukan untuk kepentingan belajar. Media sosial sangat berpengaruh sekali bagi peserta didik umtuk menunjang prestasi belajar. Prestasi belajar adalah sebuah hasil belajar dari yang dicapai setelah mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Prestasi belajar pun dapat ditunjukkan dalam bentuk angka atau nilai, untuk memperoleh tercapainya prestasi belajar diperlukannya sebuah usaha yang maksimal. Apalagi di dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Peran orang tua dan para guru di sekolah sangat diharapkan untuk membantu peserta didik dalam membatasi diri dalam media sosial. Tujuan penulis menuliskan ini adalah untuk mengetahui pengaruh : (1) prestasi belajar; (2) media sosial; (3) dampak negatif dan dampak positif; (4) peran guru di sekolah terhadap dampak penggunaan media sosial.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL SCIENTIFIC DALAM PENDEKATAN TEMATIK INTEGRATIF DI KELAS IV SD (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa kelas IV di SD Labschool UPI Bandung) Pranita Yuliana
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1240

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena kurang maksimalnya kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis siswa terhadap pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran scientific dalam pendekatan tematik integratif dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional serta mendeskripsikan apakah terdapat korelasi antara kemampuan pemahaman konsep dengan peningkatan sikap matematis siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas IV SD Labschool UPI, sekaligus sebagai sampel dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep dan skala sikap matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mendapatkan model pembelajaran scientific dalam pembelajaran tematik integratif mengalami peningkatan yang lebih baik pada kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis dibanding siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, serta terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep dengan sikap matematis siswa.                AbstractThis research is motivated by less than the maximum of conceptual understanding ability and mathematical attitudes of student toward of math. The aims of this research is to identify and describe the average difference of increase in the conceptual understanding ability and mathematical attitude that students had been touch under scientific model in integrated thematic approach and  the conceptual understanding mathematics ability of students who had been touch under conventional approach and describe correlation between  conceptual understanding mathematics ability and mathematical attitude of student had been touch scientific aproach in integrated thematic learning. The method of the research was using quasi ekperiment design. The population was all of in foxrth grade students in Elementary  School at Labschool UPI Bandung, and the sample is two group student learning in fourth grade. The instrument used by the  test of the conceptual understanding mathematics ability and mathematical attitude scale. Based on the analysis of data obtained it can be concluded that, The conceptual understanding ability and mathematical attitude of students who had been touch using scientific aproach in thematic integrative learning  higher than those of student and There was relationship between the anhaunsment of conceptual understanding and mathematical attitude.
MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Destiniar Destiniar
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 1 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i1.1925

Abstract

AbstrakPergeseran nilai moral yang terjadi saat ini merupakan salah satu dampak negative dari arus globalisasi. Berbagai alternative penyelesaian diajukan seperti Peraturan, Undang-Undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. yang menjadi permasalahan adalah “Bagaimana Membangun Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Karakter.” Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membangun generasi berkualitas melalui pendidikan Karakter. Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan ini adalah studi literature. Untuk membangun generasi berkualitas melalui pendidikan berkarakter diperlukan guru yang berkarakter, dengan guru yang berkarakter baik diharapkan akan menghasilkan siswa atau generasi yang juga berkarakter baik. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Generasi berkualitas. BUILD A QUALITY GENERATION THROUGH CHARACTER EDUCATION AbstractThe current shift in moral values is one of the negative effects of globalization. Various alternative settlements are proposed such as Regulations, Laws, enhanced efforts to implement and stronger application of laws. Education is considered as a preventive alternative because education builds a new generation of a better nation. the problem is "How to Build a Qualified Generation Through Character Education." The purpose of this study is to know how to build a quality generation through Character education. The method used to answer this problem is the literature study. To build a quality generation through character education required a character teacher, with a teacher of good character is expected to produce students or generations who are also characterized well. Keywords: Character Education, Quality Generation   
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Achmad Wahidy
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.138

Abstract

AbstrakBerbicara mengenai problematika pendidikan khususnya di Indonesia tentu tidak dapat dilepaskan dari berbagai persoalan yang rumit. Kerumitan ini tidak saja menyangkut persoalan konsep, berbagai peraturan, anggaran, tetapi juga persoalan pelaksanaan dari berbagai sistem dan aturan yang menyangkut dengan dunia pendidikan itu sendiri. Hal inilah yang membuat keprihatinan bagi sebagian kalangan yang sempat mencurahkan perhatiannya dalam dunia pendidikan, mereka melihat bahwa telah ada yang salah dalam pendidikan di Indonesia.Perbaikan secara menyeluruh terhadap masalah pendidikan adalah sangat penting. Dari sekian banyak persoalan pendidikan tersebut, salah satunya adalah peran orang tua dan guru dalam menumbuhan motivasi belajar siswa. Keberadaan orang tua yang sepenuhnya menyerahkan proses pendidikan kepada lembaga formal seperti sekolah-sekolah dan guru menjadikan proses pendidikan seperti jalan ditempat. Disisi lain peranan guru yang menjadi tokoh sentral dalam dunia pendidikan terkadang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Disinilah pentingnya letak pengawasan orang tua dan guru dalam dunia pendidikan. Konsep dasar ini terkadang tidak diperdulikan oleh orang tua dan guru dalam menjalankan proses pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang akan bermuara pada peningkatan mutu dan hasil pendidikan tidak dapat terwujud. Kata kunci: Peran orang tua dan guru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN Erni Emilia DS BA
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i1.2380

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui peningkatan hasil belajar siswa  kelas  X IPA 5 SMA Negeri 19 Palembang tahun pelajaran 2015/2016 setelah diterapkannya Model Pembelajaran Group Investigation sehingga pembelajaran PKn menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreatifitas siswa. Rumuskan permasalahnnya yaitu sebagai berikut: Apakah dengan diterapkannya Model Pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 19 Palembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 19 Palembang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 39 siswa. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari Pra siklus (51,28%) siklus I (66,67%), siklus II (87,18%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Group Investigation dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa Kelas X IPA 5 SMA Negeri 19 Palembang, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn. Kata Kunci: PKn, Group Investigation APPLICATION OF TYPE GROUP INVESTIGATION (GI) COOPERATIVE LEARNING MODEL TO IMPROVE PKN LEARNING OUTCOMES ABSTRACTThis study aims to determine the improvement in learning outcomes of Class X IPA 5 Palembang State Senior High School 19 academic year 2015/2016 after the implementation of the Group Investigation Learning Model so that Civics Learning becomes more enjoyable and raises student creativity. Formulate the problem as follows: Is the implementation of the Group Investigation Learning Model can improve the learning outcomes of Civics Class X IPA 5 SMA Negeri 19 Palembang 2015/2016 Academic Year ?. This study uses two research actions (action research). Each round consists of four stages, namely: design, activities and observation, reflection, and refinement. The target of this study was the tenth grade students of IPA 5 in SMA Negeri 19 Palembang in the 2015/2016 academic year totaling 39 students. From the results of the analysis found that student learning outcomes have increased from Pre cycle (51.28%) cycle I (66.67%), cycle II (87.18%). The conclusions of this study is that the Group Investigation learning model can have a positive effect on the learning outcomes of Class X IPA 5 students of SMA Negeri 19 Palembang, and this learning model can be used as an alternative learning for Civics.  Keywords: Civics, Group Investigation
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA MELALUI PENDEKATAN MAKNA DI KELAS X MIA SMA IGNATIUS GLOBAL SCHOOL (IGS) PALEMBANG Aswadi Jaya
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i2.634

Abstract

AbstrakAdapun tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas X SMA IGS Palembang  sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Pendekatan makna. Kedua, untuk mengetahui kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas X SMA IGS Palembang setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Pendekatan makna. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pretes dan lembar postes. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terhadap meningkatkan keefektifitasan siswa dalam menulis naskah drama. Terbukti dari hasil pembelajaran dengan diberikannya pretes dan postes dalam menulis naskah drama nilai yang diperoleh siswa semakin meningkat. Nilai yang diperoleh dari pretes adalah minimal 43,25 dan maksimal 81,25 dengan nilai rata-rata adalah 60,7. Nilai yang diperoleh dari hasil postes adalah minimal 62,5 dan maksimal 93,75 dengan nilai rata-rata adalah 80,68. Kata Kunci: Naskah Drama dan Pendekatan Makna

Page 11 of 45 | Total Record : 441


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 23 No. 1 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 3 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 2 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 1 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 3 (2023): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 2 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 1 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 3 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 1 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 3 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 2 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 1 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 18 No. 3 (2020): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 18 No. 2 (2020): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 18 No. 1 (2020): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 3 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 2 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 3 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 2 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 1 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 3 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 3 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 3 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan More Issue