cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
DAMPAK BUDIDAYA PERIKANAN DI SUNGAI KELEKAR TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Eko Censi Valta; Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1406

Abstract

Abstrak Kegiatan budidaya dan pemukiman penduduk disekitar Sungai Kelekar ini dapat menyebabkan perubahan struktur komunitas makrozoobentos yang menandakan adanya pencemaran bahan organik pada sungai tersebut, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian diperairan Sungai Kelekar yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, tekstur dan komposisi sedimen di Sungai kelekar sebagai indikator pencemaran bahan organik.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari, Februari dan Maret 2014 di 6 stasiun pengamatan. Pada 6 stasiun pengamatan diperoleh 11 jenis makrozoobentos yang tergolong kedalam 5 kelas. Kelas Gastropoda yaitu Melanoides tuberculata, bellamya sumatrensis, Thiara sp, kelas Polychaeta yaitu Nereis sp, kelas Pelecypoda yaitu Corbicula javanica, kelas Oligochaeta yaitu Tubifex sp, Limnodrillus sp, Lumbricullus sp, Branchiura sp, dan kelas Insecta yaitu  Larva Chironomous sp, Ephemerella sp. Kelimpahan individu tertinggi pada penelitian ini dari jenis Tubifex sp sebesar 34,5 ind/m2 yaitu dari stasiun 4 pengambilan bulan Februari, kelimpahan relatif tertinggi dari jenis Tubifex sp sebesar 77,6% yaitu dari stasiun 5 pengambilan bulan Februari, indeks keanekaragaman berkisar antara 0,76 – 1,66 (tercemar sedang – tercemar berat), indeks keseragaman berkisar antara 0,76 – 1,69 (keseragaman rendah) dan indeks dominasi berkisar antara 0,22 – 0,63.  Tekstur sedimen di Sungai Kelekar ada 2 tipe, yaitu lempung liat berlumpur dan liat berlumpur. Sedangkan kandungan bahan organik sedimen berkisar antara 0,13% - 0,69%. Tingginya jenis makrozoobentos yang toleran terhadap pencemaran perairan seperti jenis Tubifex sp pada stasiun 3 dan stasiun 4 menggambarkan bahwa perairan di sekitar stasiun pengamatan tersebut tergolong kedalam perairan yang tercemar. Hal ini disebabkan karena adanya aktifitas budidaya perikanan dan limbah kegiatan rumah tangga yang ada disekitar stasiun tersebut. Kata Kunci : Makrozoobentos, Sedimen, Struktur Komunitas, Sungai Kelekar.
KOMBINASI UJI AKTIVITAS ANTIFOULINNG (Rhizophora apiculata) DI KABUPATEN PULAU MOROTAI Rinto M. Nur; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3365

Abstract

Penggunaan cat yang mengandung TBT sebagai pelapis dan antifouling sering dilakukan untuk mengurangi dampak penempelan biota pada permukaan bangunan maupun benda yang selalu terendam air. Hal ini menjadi salah satu penyebab pencemaran kimia di perairan yang lambat laun akan terakumulasi dan membahayakan biota maupun lingkungan. Namun, penggunaan bahan alami dari suatu organisme sebagai bioantifouling dapat mengurangi pencemaran kimia di perairan. Beberapa jenis mangrove mengandung senyawa bioaktif yang memiliki daya antifouling. Rhizophora apiculata merupakan salah satu jenis mangrove yang dilaporkan memiliki aktivitas anti-microfouling. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi R. apiculata dan senyawa bioaktifnya sebagai bahan antifouling. Sampel R. apiculata diambil dari Perairan Pulau Morotai. Ekstraksi dan identifikasi golongan senyawa bioaktif R. apiculata dilakukan di Laboratorium FPIK, Unipas Morotai. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi berulang selama 48—72 jam menggunakan pelarut metanol. Pengujian antifouling dilakukan dengan mengecat ekstrak R. apiculata di permukaan papan (10×10×2 cm3) kemudian direndam dalam laut selama 12 minggu. Sebagai pembanding, juga digunakan cat yang umumnya digunakan untuk mengecat perahu dan bangunan lainnya. Masing-masing pengujian dibuat dalam 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu dengan melihat jumlah biota yang melekat pada papan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan rendemen ekstrak metanol daun R. apiculata (EDRA) sebesar 8,2%. Hasil uji antifouling menunjukkan EDRA memiliki aktivitas antifouling. Identifikasi senyawa bioaktif menunjukkan bahwa daun R. apiculata mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin, steroid, dan quinon. Kata Kunci  : antifouling, rhizophora apiculata, senyawa bioaktif, makrofouling
EMPEK-EMPEK KERING BERBAHAN IKAN PATIN Riya Liuhartana
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.85

Abstract

AbstrakPenelitian kepustakaan ini bertujuan untuk pengembangan sumber bahan empek-empek agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Strategi yang dipilih untuk pengembangan empek-empek berdasarkan analisa SWOT adalah penggunaan bahan baku ikan hasil budidaya sehingga ketersediaannya lebih terjamin, pengembangan teknik pengolahan dan pengemasan untuk memperpanjang  umur simpan empek-empek di suhu ruang. Pengembangan empek-empek ikan guna memperpanjang umur simpannya di suhu ruang dengan penampilan  yang tetap menarik dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi empek-empek kering. Untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku dan meningkatkan daya saing produk dari segi harga maka digunakan daging ikan patin budi daya dari jenis ikan patin jambal (Pangasius djambal Bleeker). Tahapan yang perlu ditambahkan pada proses pengolahan secara tradisional yang telah diketahui selama ini, adalah pengolahan ikan patin menjadi surimi, pengeringan dan pengemasan empek-empek kering. Empek-empek kering dari ikan patin memiliki prospek untuk tetap bertahan di masa mendatang karena menarik, enak praktis dengan harga yang bersaing dan dapat bertahan relative lebih lama.
JENIS-JENIS IKAN DI PERAIRAN ESTUARIA TAMAN NASIONAL SEMBILANG Suryanto Adi Wardoyo; Muhammad Iqbal
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1652

Abstract

Sembilang National Park is a mangrove forest functioned as habitat of important fishes for fisherman. Study on fishes species lived in Sembilang National Park was done in March and June 2001, by survey method and identification of fish caught by fisherman using tugik, belat kelong, jarring sondong, jarring kantong, jarring cawing and pancing rawai. Fish catch was consisted of 75 species deriving from 14 ordo and 54 familiy and mostyly dominated by marine species. Freshwater species found was only 14 species. Water quality parameters varied from the upper to the down stream with salinity, temperature and pH ranged from 0-26%, 25-30°C and 2,0-7,7, respectively. High tide and rainfall also affected the distribution of the fish and water quality. In addition to high tide, fish distribution influenced by types and capacity of fishing gear, adjusted according to environment condition in mangrove zone, used by the fisherman.Keywords : fish, National Park Sembilang, Mangrove
ANALISIS PENAWARAN IKAN PATIN (Pangasius sp) DI KOTA PALEMBANG Lia Perwita Sari; Yulia Puspita sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i2.2435

Abstract

Peningkatan konsumsi terhadap ikan Patin diharapkan dapat membuka peluang baik bagi petani dan pedagang agar memacu produksi ikan Patin untuk memenuhi permintaan pasar baik lokal maupun standar ekspor. Peningkatan konsumsi ikan Patin akan mendorong peningkatan penawaran di tingkat petani maupun pedagang. Tingkat penawaran berhubungan dengan jumlah produksi yang mampu disediakan produsen untuk memenuhi permintaan pasar.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penawaran ikan Patin di Kota Palembang.Metode  penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kota Palembang, yaitu di Pasar Alang-alang Lebar, Pasar KM 5, Pasar Cinde, Pasar Kuto, Pasar Soak Bato, Pasar Jakabaring, Pasar Kertapati dan Pasar Satelit Multi Wahana. Penarikan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling  (kebetulan). Pengambilan responden melalui metode ini adalah konsumen yang sedang menjual ikan Patin yang dijumpai di pasar tradisional untuk meminta pendapat mereka mengenai hal yang dibutuhkan untuk kelancaran penelitian ini sebanyak 40 orang.Hasil penelitian menyatakan bahwa penawaran ikan patin secara serempak dipengaruhi oleh harga beli pedagang,  biaya penjualan, dan keuntungan. Secara parsial, hanya variabel biaya penjualan yang berpengaruh nyata terhadap penawaran ikan Patin. Kata Kunci: Penawaran, ikan patin, biaya penjualan, keuntungan
TINGKAT SERANGAN EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) YANG DIBUDIDAYAKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI SUNGAI MUSI PALEMBANG Saefudin Yuli; Helmi Harris; Indah Anggraini yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1473

Abstract

Abstrak Penyakit ikan merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pengembangan usaha budidaya perikanan. Salah satu jenis penyakit yang menyerang yaitu parasit. Parasit dapat didefinisikan sebagai organisme yang hidup pada organisme lain yang disebut inang dan mendapat keuntungan dari inang yang ditempatinya hidup, sedangkan inang menderita kerugian. Penelitian tentang tingkat serangan ektoparasit pada pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung di Sungai Musi Palembang, telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 - September 2017. Bertempat di keramba jaring apung Sungai Musi Palembang, sedangkan untuk pengamatan ektoparasit dilakukan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM)  Kelas II Palembang. Tujuan penelitian mengidentifikasi jenis ektoparasit, menentukan nilai prevalensi dan nilai intensitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersifat survei lapangan dan penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling sebanyak 3 stasiun yaitu Kelurahan Pulokerto, Kelurahan Karang Anyar dan Kelurahan Bagus Sekuning. Hasil pengamatan selama penelitian mengenai tingkat serangan ektoparasit pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan pada setiap stasiun keramba jaring apung (KJA) Sungai Musi Palembang hanya ditemukan satu jenis ektoparasit yaitu Dactylogyrus sp. Nilai prevalensi parasit pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan di stasiun I  Pulokerto adalah 90 % , stasiun II Karang Anyar adalah 90 % dan stasiun III Bagus Sekuning adalah 100 %.  Sedangkan nilai intensitas serangan parasit pada masing-masing lokasi adalah stasiun I Pulokerto 11,3 ind/ekor, stasiun I Karang Anyar 11,77 ind/ekor dan stasiun I Bagus Sekuning 16,8 ind/ekor. Kata kunci : Ektoparasit, Ikan Patin Siam, Keramba Jaring Apung, Sungai Musi
DISAIN KEMASAN UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI DAN TAMPILAN KEMASAN SELUANG KERING (PUNDANG) Helmi Harris; Riya Liyuhartana
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.65

Abstract

AbstrakSumatera Selatan terkenal dengan makanan tradisional berbasis hasil perikanan, salah satunya adalah pundang. Walaupun secara keseluruhan produk hasil perikanan Sumatera selatan lebih bervariatif, baik jenis maupun bentuknya, tetapi untuk bersaing di tingkat nasional produk kita masih jauh tertinggal dalam teknik pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain kemasan pundang, sehingga menghasilkan kemasan pundang dengan penampilan yang lebih menarik, praktis, higienis dan informative. Penelitian ini dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, yang berlangsung selama tiga bulan dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2011. Disain kemasan Pundang ini dilakukan dengan metoda Try and Error, sampai didapatkan kemasan Pundang yang lebih baik. Setelah didapatkan kemasan Pundang , diuji tingkat kesukaan Panelis (Uji Hedonik).  Faktor Perlakuan dalam penelitian ini adalah disain kemasan (K) yang terdiri atas 6 taraf perlakuan. Rancangan dasar yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah Tingkat Kesukaan Panelis Uji Hedonik) terhadap hasil disain Kemasan, dan pengamatan parameter mutu dominan Pundang (Kadar Air). Analisa Statistik yang digunakan untuk membedakan taraf perlakuan adalah Analisis Varians (Anova) dan Uji lanjutnya menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Sedangkan untuk parameter Mutu Dominan Pundang (kadar air) dianalisa dengan analisa Regresi. Hasil penelitian telah menghasilkan disain kemasan Pundang dengan tampilan yang lebih menarik, praktis dalam penggunaannya, higeinis dan informative. Untuk uji Hedonik (kesukaan) terhadap disain kemasan, perlakuan yang terbaik secara berturut-turut adalah perlakuan K5, K4, K3, K2, K1 dan K0. Pundang yang dikemas dengan gabungan pengemas primer ( Plastik PP) dan sekunder (kotak karton berlabel) memberikan perlindungan dengan penampilan yang lebih baik dibandingkan yang hanya menggunakan kemasan primer saja. Laju peningkatan Kadar Air dapat digunakan sebagai parameter dominan untuk menentukan titik kritis, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan Umur Simpan (Shelf lilfe) Pundang.
PENAMBAHAN MINYAK MENTAH DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP FISIOLOGI IKAN CLOWNFISH (Amphiprion percula) Kade Devilarashati; Rangga Bayu Kusuma Haris; Tyas Dita Pramesthy; Syaeful Anwar; Yuli Yulianti; Arumwati Arumwati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menganalisis penambahan minyak mentah dengan konsentrasi yang berbeda terhadap fisiologi meliputi tingkah laku, bentuk badan, kulit dan insang pada ikan Clownfish (Amphiprion percula). Kegiatan penelitian dilaksanakan bulan Desember 2017 - Januari 2018 di Laboratorium Basah Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dan 3 taraf ulangan.Perlakuan penambahan minyak mentah adalah sebagai berikut, P0 (tanpa penambahan), P1 (konsentrasi 0,013 mg/l), P2 (konsentrasi 0,130 mg/l) dan P3 (konsentrasi 1,295 mg/l). Hasil penelitian diperoleh meliputi tingkah laku, bentuk badan, kulit dan insang pada ikan Clownfish (Amphiprion percula) menunjukan bahwa ikan Clownfish (Amphiprion percula) masing-masing perlakuan mengalami stress karena adanya kandungan senyawa hidrokarbon mengakibatkan tingkah laku ikan tidak menentu. Selain itu hal ini juga berpengaruh pada senyawa kimia pada minyak mentah dapat merusak bentuk badan dan insang karena adanya tumpuk minyak mentah pada lampiran filament yang menghalangi proses respirasi, pada kulit dalam penelitian ini dalam kondisi normal tidak ada luka.
PENGGUNAAN MEDIA KULTUR HASIL FERMENTASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI CACING SUTERA (limnodrilus sp) Nella Anggaraini
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1410

Abstract

Cacing Sutera merupakan cacing berwarna merah darah yang termasuk dalam kelas Oligochatea air tawar yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Namun ketersediaan Cacing Sutera didapatkan dari hasil penangkapan alam. Ketersediaan Cacing Sutera tergantung pada musiman bila musim hujan ketersedian Cacing Sutera akan berkurang. Oleh karena itu perlu dilakukan pembudidayaan Cacing Sutera untuk memenuhi permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan populasi Cacing Sutera (Limnodrilus sp) dengan menggunkan media kultur hasil fermentasi yang berbeda serta untuk mengetahui media kultur hasil fermentasi yang terbaik dalam menghasilkan pertambahan populasi Cacing Sutera (Limnodrilus sp). Penelitian ini telah dilaksanakan selama 40 hari pada tanggal 10 Juni sampai 20 Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) taraf perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan, yaitu MK0  (debu batu bata 9 kg + fermentasi 4,5 kg kotoran kambing), MK1 (debu batu bata 9 kg + fermentasi 4,5 kg kotoran kambing + fermentasi 4,5 kg  keong mas) MK2 (Debu batu bata 9 kg + fermentasi 4,5 kg kotoran kambing + fermentasi 2,25 kg  Azolla pinnata), MK3 (debu datu bata 9 kg + fermentasi 4,5 kg kotoran kambing + fermentasi 4,5 kg pellet ikan).  Wadah yang digunakan berupa kotak kayu berbentuk melingkar berukuran (60x60x20) cm3 yang dilapisi plastik hitam.  Media Pupuk yang digunakan difermentasi menggunakan MA11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media  debu batu bata 9 kg + fermentasi 4,5 kg kotoran kambing + fermentasi 2,25 kg  Azolla pinnata, memberikan pengaruh (p<0,05) terhadap pertambahan populasi Cacing Sutera sebesar 1.176.221 individu/m2 dan merupakan media kultur hasil fermentasi yang terbaik selama 40 hari masa pemeliharaan. Kata Kunci  : Media Kultur, Pertumbuhan Populasi, Cacing Sutera
PENGARUH BENTUK HAMPANG DAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KONVERSI PAKAN IKAN PATIN (Pangasius djambal) Rupawan Rupawan; Asyari Asyari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1665

Abstract

Effect of cage construction and stocking densites on the growth, production and feed conversion was evaluated for catfish (Pangasius djambal) for 6 months experimental period. Fingerlings with initial mean weight of 31,53 gram were reared in rectangular and circle pen at density of 50, 75 And 100 fish/pen/m3. The fingerlings were fed on commercial feed containing 27% protein at 3% of body weight a day. The result showed that interaction effect of pen shape and stocking density on fish growth, production, survival rate and feed conversion was not significant difference (P>0,05). Stocking densities difference were significant effect on growth and production. Low stocking density resulted fast growth, edlow production and high stocking density result slow growth and hight production. Growth ranging from 369,99-430,64 g, production 58.970-91.050 g, survival rate 75-88% and feed conversion 2,71-2,85.Keywords: Pangasius djambal, pen culture, density

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue