cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
KARAKTERISTIK ABON IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DENGAN JENIS MINYAK GORENG BERBEDA Didi Surya Permana; Slamet Riyadi; Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.335

Abstract

Ikan Patin merupakan ikan air tawar yang sudah banyak dibudidayakan dan produksinya melimpah. Sebagian besar ikan Patin dipasarkan dalam bentuk segar dan pengolahannya hanya dalam bentuk pengasapan dan pindang Patin. Sementara konsumen membutuhkan olahan baru. Oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi produk perikanan menjadi abon ikan Patin. Untuk mendapatkan abon yang memiliki warna dan rasa yang memenuhi mutu yang baik perlu diketahui jenis minyak goreng yang digunakan dalam penggorengan abon ikan Patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minyak goreng berbeda, terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik abon ikan Patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2013, yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian (LKHP) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Inderalaya dengan menggunakan Rancanga Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali ulangan dengan perlakuan tunggal jenis minyak goreng berbeda (Curah, Bimoli, Tropical dan Filma). Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan jenis minyak goreng berbeda (Curah, Bimoli, Tropical dan Filma) berpengaruh nyata terhadap lightness, chroma, hue, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, warna dan rasa. Perlakuan MB (abon ikan Patin dengan minyak goreng Bimoli) merupakan perlakuan terbaik dengan parameter fisik (lightness 52,33, chroma 26,17 dan hue 66,53), kimia (kadar air 9,25 %, kadar abu 4,55 %, kadar protein 27,72 %, kadar lemak 28,74 % dan kadar karbohidrat 34,45 %) dan sensoris (penampakan 3,84, warna 3,98, aroma 3,88, tekstur 3,60 dan rasa 3,80)
KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS PADA LOKASI BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI SUNGAI KOMERING Hoyauna Hoyauna; Hilda Hilda; Husnah Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1650

Abstract

Study on macrozoobenthos community lived under fish cage culture had been carried out at Komering river in October 2001 and January 2002. The objective of this study was to know macrozoobenthos community lived under fish cage culture area and compared it with non fish cage culture area. Two sampling point in each station. The result of this study revealed that macrozoobenthos found in station I and II was 18 and 21 species, respectively. The abundance of macrozoobenthos in October 2001 in station I was 3064 ind/m2 and in station II was 200 ind/m2, while the abundance on both stations in January 2002 was relatively similar which was 1370 ind/m2 in station I and 1415 ind/m2 in station II. Diversity index was lower in station I (1,61-1,73) than that in station II (1,80-1,96). Similarity index in both stations were lower in October 2001 (13,55%) than January 2002 (44,95%). The organic matter content of sediment in station I (C=0,39%, N=10,86%, P2O5 = 159,50 mg P2O5/100 g soil) was higher than in station II which relate to the presence of species of Tubificidae (Brancura sp, Nais sp, and Tubifex sp), Diptera (Subfamili Chironominae and Chironomus sp) and Mesogastropoda (Melanoides tuberculata). The study indicated that the presence of cage culture affected macrozoobenthos composition, abundance, diversity and homegenity indexes.Keywords : macrozoobenthos, community, fish cage, Komering river.
ANALISIS PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK PUNDANG SELUANG Helmi Harris; Aan Agustiawan
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i2.2437

Abstract

his study aims to determine the effect of drying temperature using electric ovens and sunlight on organoleptic quality of Pundang Seluang. This study used a Randomized Block Design (RBD) with 4 (four) levels of treatment, each treatment performed 3 (three) replications. The treatment in this study is the use of 4 (four) temperature variations, namely: T0 (Sun drying as a Control, T1 (Drying using an electric oven temperature of 40 0C), T2 (Drying using an electric oven at 45 0C), T3 (Drying using an oven electric temperature 50 0C) The parameters observed included organoleptic quality analysis The results showed that drying using sunlight with an average temperature of 42 0C requires a drying time of 14 hours, with yield 22.00 %, organoleptic value 7.88 Electric oven drying, the best treatment is drying with a temperature of 45 0C (T2) Quality characteristics of the treatment T2 Drying using an electric oven temperature of 45 0C with organoleptic value 7.90, yield 22.33 %, drying time 14.09 hours. Drying uses sunlight to produce a lawn with a brighter and less brittle appearance Keywords: Organoleptic Quality, Drying, Pundang Seluang, and Temperature Variation
INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) YANG DIBERI PAKAN DAY OLD CHICK DI SUNGAI KELEKAR DESA SEGAYAM Hidayatul Islami; Sugeng Prayogo; Triyanto Triyanto
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1474

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, intensitas dan dominasi ektoparasit pada Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) yang diberi pakan DOC di Sungai Kelekar Desa Segayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2014. Sampel Ikan Patin diambil dari tiga lokasi budidaya Ikan Patin yaitu dibagian hulu, tengah dan hilir Desa Segayam.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil sampel secara acak maupun gejala klinis sebanyak 60 ekor.  Analisis data jenis parasit, prevalensi, intensitas dan dominasi parasit pada Ikan Patin di analisis secara deskriptif. Parasit yang teridentifikasi selama penelitian ini yaitu Dactylogyrus sp dengan nilai prevalensi 20%, intensitas 1,38 ind/ekor, dominasi 37,4%; Ichtyophthirius multifiliis dengan nilai prevalensi 15% intensitas 1,19 ind/ekor, dominasi 23,3% dan Trichodina sp dengan nilai prevalensi 16,7% intensitas 1,75 ind/ekor, dominasi 38,9%. Frekuensi kejadian parasit tergolong often (sedang).  Kualitas air selama penelitian yaitu suhu 27-29 0C, pH 6-6,5, DO 3,89-4,10 mg/l dan amoniak 0,14-0,27 mg/l. kisaran tersebut masih dalam batas toleransi untuk kehidupan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus). Kata Kunci : Ektoparasit, Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus), DOC
POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN MAKANAN TRADISIONAL KHAS PALEMBANG BERBASIS IKAN Helmi Harriss; Dandy Efreza; Ikromatun Nafsiyah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.67

Abstract

AbstrakPalembang terkenal dengan makanan tradisional yang berasal dari ikan, misalnya pempek, kemplang, tekwan, bakso, model, siomay, otak-otak dan makanan tradisional lainnya. Bahan baku utama pembuatan makanan tradisional tersebut adalah dari daging ikan, sedangkan sisanya (hati, tulang, kepala, sirip, dan jeroan) dianggap sebagai bagian yang tidak memiliki nilai ekonomis lagi dan dianggap sebagai limbah. Limbah ikan tersebut masih mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, yang bila diolah dapat menghasilkan produk tepung ikan yang  bernilai ekonomis tinggi dan sangat dibutuhkan dalam pembuatan pakan ternak dan pellet ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah hasil  pengolahan makanan tradisional berbasis ikan, menjadi produk tepung ikan yang memenuhi standar mutu sesuai sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta untuk menentukan rekomendasi apakah layak atau tidak didirikannya pabrik pengolahan tepung ikan dari  limbah hasil pengolahan makanan tradisional skala rumah tangga. Penelitian ini merupakan percobaan skala laboratorium dengan menggunakan teknologi pembuatan tepung ikan yang telah mengalami beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembuatan tepung ikan yang telah di modifikasi ini mampu menghasilkan tepung ikan dengan Mutu III sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Ditinjau dari analisa kelayakan usaha, yang meliputi pemilihan lokasi, ketersediaan bahan baku, proses produksi, pemasaran, analisis dampak lingkungan, serta analisis usaha (B/C Ratio=1,33, BEP=20.079 kg, ROI=7,87%, dan PBP=12,71 bulan), maka pendirian pabrik tepung ikan skala rumah tangga layak untuk dilaksanakan.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN LAHAN, TOTAL PRODUKSI, DAN PRODUKTIVITAS IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal 1775) DI KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Rangga Bayu Kusuma Haris; Syaeful Anwar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1408

Abstract

Abstrak Potensi budidaya bandeng di Kota Semarang seluas 139,40 Ha, permintaan pasar sekitar 600 ton/tahun, dan produksi 345,02 ton/tahun pada tahun 2011. Kegiatan usaha budidaya ikan bandeng tersebar di 4 desa di wilayah Kecamatan Tugu. Budidaya bandeng di Kota Semarang belum berjalan secara optimal dan produktivitas rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan lahan, total produksi, dan produktivitas. Penelitian telah dilakukan di Desa Mangkang Kulon, Desa Mangunharjo, Desa Mangkang Wetan, dan Desa Randugarut. Metode analisis data meliputi: analisis tingkat pemanfaatan lahan, produksi, dan produktivitas. Kecamatan Tugu memiliki total potensi dan tingkat pemanfaatan lahan bandeng 139,40 Ha serta produktivitas total 119,65 Ha/tahun. Program pengembangan usaha pembesaran ikan bandeng dari tingkat pemanfaatan lahan  melalui: optimalisasi pemanfaatan lahan kelas madya. Kata Kunci  : tingkat pemanfaatan lahan, total produksi, dan produktivitas
KEBIASAAN MAKAN IKAN LAMPAM (Barbodes schwanenfeldii. Blkr) DI SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU Ashfi Rayhanu; Endri Junaidi; Husnah Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1666

Abstract

Study in order to know feeding behavior of Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr) in Kampar river, Riau Province, was carried out in July and October 2003. Study was conducted by using field survey and Laboratory Analysis. Two sampling sites in Kampar River. Desa Pulau located at the upper part of Kampar river and Desa Danau Bingkuang located at the middle part of Kampar river were chosen based on stratification method. The research showed us, that the sequence of the feeding habit of the Asian Barb in Kampar river, in July and October 2013. Concist of fitoplankton the main food with the preponderance index value of 41,57%-48,37% The complementary food which consisf plants with prefonderance index value of 31,75%-37,99%, unidentified food with prefonderance index value of 2,09%-3,17%: the zooplankton with prefonderance index value of 0,49%-1,23% and nematode with prefonderance index value of 0,14%-0,65%. Based on the sequence of the feeding habit of the Asian Barb and tha correlation between the length of the body with ratio the length of the intestine and the length of the body Asian Barb, Asian Barb in Kampar river categorized as herbivorous fish. The environmental condition in the upper and the middle of Kampar river this can still support the growth of Asian Barb.  Keywords: Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr), Kampar river, Indeks of Profenderance Value
ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG Sumantriyadi Sumantriyadi; Elisa Wildayana; Mochamad Syaifudin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.3427

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan : Menganalisis kualitas air diperairan  sekitar budidaya ikan patin siam dalam keramba sebagai upaya pengelolaan perairan Sungai Komering di Sirah Pulau Padang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan yang banyak budidaya ikan dalam keramba bulan Mei 2017. Lokasi pengambilan sampel ditentukan sebanyak  3 stasiun pengambilan sampel yang dianggap mewakili lokasi penelitian yaitu stasiun 1 (Ulak Jermun) berjarak 100 m sebelum lokasi budidaya, stasiun 2 (Desa Mangun Jaya) pada lokasi budidaya dan stasiun 3 (Desa Terusan Menang) berjarak 100 m setelah lokasi budidaya ikan dalam keramba. Sampling dilakukan 3 hari sekali. Titik pengambilan sampel pada setiap stasiun sebanyak 3 kali pengambilan dengan stasiun pengambilan sampel.Berdasarkan hasil pengukuran nilai  kualitas air, suhu berkisar 27,3-28,0 oC, kecerahan 40-42,44 cm, oksigen terlarut berkisar 3,31-4,18 mg/l, pH berkisar 6,5-6,6, karbondioksida 3,83-3,85 mg/l, amonia berkisar 0,178-0,244 mg/l, fosfat berkisar 0,21-0,22 mg/l dan nitrat sebesar 0,112-0,158 mg/l , maka kualitas air perairan sungai Komering Kecamatan Sirah Pulau Padang masih baik untuk peruntukan perikanan. Kata Kunci : Ikan Patin, Kualitas Air, Sungai Komering
PROSES TERJADINYA EUTROFIKASI DI SUATU PERAIRAN Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.343

Abstract

Air sebagai sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak perlu ditingkatkandan dipertahankan kualitasnya sehingga pemakaiannya tidak merugikan kepentingan orang umum. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas sumberdaya air perlu dilakukan dengan cara pengedalian pencemaran air yang meliputi kualitas air, penggolongan air, perlindungan air, dan izin pembuangan limbah.  Meningkatkan dan mempertahankan kualitas air, ada dua tindakan yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan, yaitu tindakan pengolahan dan tindakan pemurnian kembali air ynag sudah tercemar.Air merupakan kebutuhan yang paling penting bagi semua organisme yang ada di dunia dan tidak terkecuali juga manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan meningkatnya jumlah penduduk di dunia ditambah lagi pengaruh perubahan iklim (climate change).  Air dikatakan tercemar apabila ada pengaruh atau kontaminasi zat organik maupun anorganik ke dalam air. Perkembangan organisme perairan secara berlebihan merupakan gangguan dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran, yang merugikan organisme akuatik lainnya maupun manusia secara tidak langsung. Pencemaran yang berupa penyuburan organisme tertentu disebut eutrofikasi. Kata Kunci : Perairan, Pencemaran, Eutrofikasi
ANALISIS KARAKTERISTIK LINGKUNGAN AIR DAN KOLAM DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA IKAN Neny Rochyani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2856

Abstract

Faktor –faktor yang dapat menentukan  kualitas air untuk kolam budidaya ikan antara lain:  Keasaman atau kebasaan air, kekeruhan yang dapat menimbulkan warna dalam air, suhu air, Kandungan oksigen, dan  Kandungan garam. Di lingkungan air juga tersedia pakan alami untuk pertumbuhan dan hidup ikan yaitu cacing sutra, Daphnia sp dan jentik nyamuk. Kombinasi kedua faktor tersebut akan mendukung pembudidayaan ikan di kolam agar dapat berlangsung dengan baik. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis karakteristik kualitas air dan keberadaan pakan alami di lingkungan kolam dalam mendukung budidaya ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air telah cukup baik dalam mendukung budidaya ikan disamping itu juga keberadaan pakan alami dan perkembangan hidupnya di kolam telah cukup baik sesuai dengan kondisi kualitas air yang ada. Pakan alami meskipun tidak berpengaruh signifikan dalam menunjang perkembangan pada berat dan panjang ikan akan tetapi menjadi stimulus untuk meningkatkan nafsu makan ikan sehingga dapat berkembang dengan normal.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue