cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
INDEKS PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA IKAN BOTIA (Chromobotia macracanthus ) DI SUMATERA SELATAN Erik Ariyanto; Syaeful Anwar; sofian sofian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3370

Abstract

Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) merupakan salah satu ikan hias air tawar asli dari provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan yang paling banyak di ekspor keluar negeri. Serangan penyakit ikan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan usaha sebagai ekspotir ikan hias Botia.Salah satu jenis penyakit yang menyerang yaitu parasit. Parasit dapat didefinisikan sebagai organisme yang hidup pada organisme lain yang disebut inang dan mendapat keuntungan dari inang yang ditempatinya hidup, sedangkan inang menderita kerugian. Penelitian tentang indeks prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan Botia di Sumatera Selatan, telah dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Bertempat di penampungan ikan hias eksportir di provinsi Sumatera Selatan, sedangkan untuk pengamatan ektoparasit dilakukan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang. Tujuan penelitian mengidentifikasijenis ektoparasit, menentukan nilai prevalensi dan nilai intensitas  yang menyerang ikan Botia siap ekspor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Untuk penentuan pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling.sebanyak 3 stasiun yaituKelurahan 18 Ilir, Kelurahan Sukabangun dan Kelurahan Sukajadi  Banyuasin. Hasil pengamatan selama penelitian mengenai indeks prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan Botia di Sumatera Selatan yang siap untuk di ekspor hanya ditemukan satu jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp.Nilai prevalensi parasit pada ikan Botia di Stasiun I  18 Ilir adalah 100 %, staSiun II Sukabangun adalah 100 % dan Stasiun III Sukajadi adalah 100 %.  Sedangkan nilai intensitas serangan parasit pada masing-masing lokasi adalah stasiun I 18 Ilir 152,13 ind/ekor, stasiun I Sukabangun 33,1 ind/ekor dan stasiun III Sukajadi112 ind/ekor.Kata Kunci: Ektoparasit, Ikan Botia, Intensitas, Prevalensi.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PADA PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forks) DI KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.341

Abstract

Pemberdayaan Kelompok Pada Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos – chanos Foks) Di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Ikan bandeng masih sedikit dibudidayakan oleh pembudiya ikan khususnya pembudidaya di Kecamatan Kayen. Tujuan yang ingin dicapai dalam Pemberdayaan Kelompok Pada Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos – chanos Foks) Di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah adalah : 1. Meningkatkan produksi dari 120 ton/tahun menjadi 150 ton/tahun untuk memenuhi peluang pasar dengan pengembangan teknologi.            2. Meningkatkan peran anggota kelompok pembudidaya pembesaran ikan bandeng melalui pemberdayaan kelompok terhadap kelompok pembudidaya ikan bandeng.Kondisi usaha pembesaran ikan bandeng di Kecamatan Kayen terdapat 18 RTP. Sebagai gambaran analisa usaha pembesaran ikan bandeng di Kecamatan Kayen pada umumnya menghabiskan biaya sebesar Rp. 2.637.000,00. Penerimaan sebesar Rp. 9.603.000,00.  Keuntungan sebesar Rp. 6.966.000,00. Dengan R/C Ratio 3,6. BEP Rp. 2.471,00 dan BEP Unit Rp. 293,00 kg. Analisa ini disesuaikan dengan beberapa dengan beberapa asumsi sebagai berikut : a). Luas Tambak, b). SR, c). Konversi Pakan, d). Padat Tebar, e). Berat rata – rata panen,       g). Periode siklus produksi. Analisa yang digunakan dalam identifikasi permasalahan adalah anilisis LUI. Rumusan masalah yang dihasilkan adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kerjasama dalam berkelompok disebabkan karena adanya kecemburuan sosial dan belum berjalannya fungsi dan peran kelompok. 2. Poduksi yang dicapai masih rendah yaitu 120 ton/tahun sedangkan permintaan pasar 150 ton/tahun hal ini disebabkan pemanfaatan lahan yang belum optimal dan penggunaan saprodi belum secara terkendali. Berdasarkan rumusan tersebut diperoleh program pengembangan usaha pembesaran ikan bandeng adalah : Optimalisasi pemanfaatan lahan dan Intensifikasi penggunaan saprodi secara terkendali. Kata kunci: Pengembangan, Pembesaran, Ikan Bandeng
KARAKTERISTIK BISKUIT (CRACKERS) YANG DIFORTIFIKASI DENGAN KONSENTRASI PENAMBAHAN TEPUNG IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) BERBEDA Widya Ernisti; Slamet Riyadi; Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i2.2855

Abstract

Biskuit merupakan jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan rendahnya kandungan protein dan kalsium biskuit (crackers) diduga dapat diatasi dengan penambahan atau substitusi bahan dasar tepung terigu dengan bahan tepung lain yang kaya protein dan kalsium. Diduga ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang kaya protein dan kalsium dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada pengolahan produk biskuit (crackers). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik biskuit (crackers), mengetahui nilai mutu kimia biskuit (crackers) dan mengetahui nilai mutu organoleptik pada biskuit (crackers). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 1 (satu) perlakuan, 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) pada pengolahan biskuit (crackers) dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, (dari berat tepung terigu). Hasil penelitian karakteristik biskuit (crackers) yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang berbeda. Dapat diperoleh bahwa C2 (10% Tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus)) lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypothalamus) yang lain.
FAKTOR PENCETUS DAN CARA PENANGGULANGAN WABAH HERVES PADA IKAN MAS M. Nasyiruddin Arsyad
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1657

Abstract

The epidemic of Koi Herves Virus (KHV) infected most of carps culture in Musi Rawas Regency of South Sumatra, in February 2003. The disease was supposedly came from West Java, the earlier KHV infected area: by the cross-province fish trader. The disease caused approximately 7,5 billion rupiah loss derving from 813,726 kg of fish and 1,3 million seeds. Eventhough a seminar on all aspects to overcome the disease was held on site in February 25th 2003, it was inadequate. A synergized work among the stakeholders (government, fishfarmers, public) on increasing seed and feed controlling quality should be strengthened. The objective of this article is to contribute technical advise on prevention KHV disease in the future.Keywords : epidemic, Koi Herves Virus, problem solutions
TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP, PADA PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man 1879) STRAIN SIRATU DAN STRAIN GIMACRO II Albert Parulian Manurung; Indah Anggraini Yusanti; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2060

Abstract

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man 1879) merupakan udang yang paling populer dari keseluruhan udang air tawar dikarenakan ukuran tubuhnya yang besar dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi baik di pasar domestik maupun luar negeri. Pada Tahun 2014 dan 2015 KKP Merilis hasil Pemulian Strain Baru yaitu GIMacro II dan Siratu. Kedua strain ini memiliki silsilah yang berbeda dan perlu melihat tingkat pertumbuhan, dan kelangsungan hidup dari kedua strain tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 90 hari pada Bulan September-November 2017 bertempat di Instalasi Pembenihan Udang Galah (IPUG) Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jalan Raya Cisolok KM.12 Desa Karangpapak Pelabuanratu, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) taraf perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan, yaitu P1 (Strain Siratu 100%), P2 (Strain GIMacro II 100%), dan P3 (Strain Siratu 50% dan Strain GIMacro II 50%). Wadah yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk bak persegi panjang berukuran 3x5 m. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa P1 (Strain Siratu 100%) memberikan hasil terbaik yaitu pertumbuhan panjang sepanjang 10,14 cm serta pertambahan bobot sebesar 19,75 gram dan kelangsungan Hidup sebesar 72,89%. Kata Kunci  :   Udang Galah, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup.
KAJIAN MUTU HEDONIK PEMPEK CERIA DENGAN PEWARNA NABATI Tri Widayatsih; Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1422

Abstract

Abstrak Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan dan telah menjadi salah satu makanan kesukaan di semua lapisan masyarakat Indonesia. Kandungan gizi yang dimiliki pempek pun sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Pempek mengandung protein hewani yang sangat baik karena berbahan dasar ikan. Sedangkan karbohidrat sebagai sumber tenaga yang dimiliki oleh pempek berasal dari sagu (tepung tapioka). Namun, kandungan gizi pada pempek hanya terdapat protein dan karbohidrat. Pempek ceria, adalah inovasi baru dengan khas Palembang yang mengandung empat sehat lima sempurna yakni dari sayur-sayuran sehingga dapat menambah daya tarik terhadap  penampilan dengan warna ceria dan cita rasa  yang agak berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kampus C, Fakultas Perikanan, Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016-Januari 2017. Pembuatan pempek dengan bahan dasar ikan gabus dan tepung tapioka, dengan penambahan, masing-masing:  daun singkong, wortel, tomat, dan kunyit   Data uji sensoris dengan uji hedonik dianalisa dengan menggunakan uji model Friedman-Conover. Hasil uji kesukaan terhadap pempek ceria menunjukkan bahwa nilai rata-rata kesukaan terhadap warna pempek ceria adalah PHj 3,5, POr  3,8, PMr 3,75, dan PKn 3,65, aroma  adalah, PHj 3,2, POr 3,35, PMr 3,70, dan PKn 3,58, tekstur pempek dengan perlakuan yang berbeda berkisar antara 3,23 sampai 3,40, rasa pempek dengan perlakuan yang berbeda berkisar antara 3,55 sampai 3,90. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P.Kn (pempek ceria dari kunyit) dan nilai terendah terdapat pada perlakuan P.Mr (pempek ceria dari tomat).  Kata Kunci : Ikan Gabus, Penambahan Daun Singkong, Wortel, Tomat, Kunyit
PENGARUH PENCEMARAN DAS WAY SEPUTIH DI LAMPUNG TENGAH TERHADAP SUMBER DAYA PERIKANAN (SUATU KASUS PENTINGNYA PENGELOLAAN SECARA TERPADU) Kunto Purnomo; Endi Setiadi Kartamihardja; Mas Tri Djoko Sunarno
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1671

Abstract

Seputih river basin located at Center of Lampung is not only utilized by fisheries sector, but also by other sectors such as industry and water irrigation, Industrial pollution has significantly affected on the degradation of the fisheries resources and a mass mortality of cultured fish in floating cages. To cope the ecological damage caused by the pollution need am in integrated management of the river basin. Causes and effects of the pollution on the fisheries resources and their ecologies, and the importance of an integrated management of the river basin based on the community management were discussed.Keywords: river basin, pollution, fisheries, cage culture, integrated management
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) PADA SUHU MEDIA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA Goriang Putra Wangni; Sugeng Prayogo; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3487

Abstract

Ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) berpotensi untuk dibudidayakan namun dalam proses budidayanya terdapat beberapa kendala yaitu ketersediaan benih yang akan ditebar. Ini disebabkan oleh tingginya kematian pada saat stadia larva ke fase calon benih akibat perubahan suhu lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu yang baik bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Ikan Lokal Tanjung Putus Ogan Ilir. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan Patin Siam yang berumur 6 hari dengan panjang rata-rata sebesar 1,30 cm dan berat rata-rata sebesar 0,02 gram. Benih ikan dipelihara di akuarium berukuran 50 x 40 x 50 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C (suhu media pemeliharaan 30 ± 0,80C) menghasilkan SR terbaik dari perlakuan lain yaitu sebesar 86,5 % dengan pertumbuhan panjang rata-rata sebesar 4,13 cm dan berat rata-rata sebesar 1,39 gram. Perlakuan D (suhu media pemeliharaan 32 ± 0,80C) menghasilkan SR sebesar 83,3 %, dengan pertumbuhan panjang rata-rata sebesar 3,65 cm dan berat rata-rata sebesar 1,05 gram. Perlakuan B (suhu media pemeliharaan 28 ± 0,80C) menghasilkan SR sebesar 75,7 %, dengan pertumbuhan panjang rata-rata sebesar 3,39 cm dan berat rata-rata sebesar 0,87 gram. Sedangkan perlakuan A (suhu media pemeliharaan 26 ± 0,80C) menghasilkan nilai yang paling rendah diantara perlakuan lain. Perlakuan A menghasilkan SR sebesar 65,7 %, pertumbuhan panjang rata-rata sebesar 3,00 dan berat rata-rata sebesar 0,62 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C mempunyai kualitas air yaitu suhu berkisar antara 29,5-30,8, 0C pH 6,07-6,10, DO 2,05-3,06 mg/l. Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian masih dalam batas toleransi untuk benih ikan Patin Siam. Kata Kunci: Ikan Patin Siam, Suhu, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elleptica) PADA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) Donny Prariska; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; M. Hanif Azhar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1413

Abstract

AbstrakPermintaan komoditi perikanan di pasar internasional maupun domestik terus mengalami perubahan mulai dari produk dalam bentuk baku ke bentuk segar dan dalam bentuk hidup. Beberapa komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak diperdagangkan dalam keadaan hidup antara lain ikan nila, udang, lobster dan beberapa jenis ikan laut. Salah satu alasan permintaan konsumen terhadap komoditi hidup perikanan adalah keinginan konsumen untuk memperoleh kepuasan cita rasa dan tekstur daging yang lebih baik. Salah satu metode yang dapat dilakukan dalam upaya menurunkan aktifitas metabolisme ikan selama pengiriman adalah dengan pembiusan.tujuan dari penelitian ini adalah menguji toksisitas konsentrasi ekstrak akar tuba pada ikan nila merah.Mengetahui nilai LC50 96 jam pada ekstrak akar tuba pada ikan nila merah (Oreocromis sp). Memberikan informasi konsentrasi yang aman untuk penggunaan ekstrak akar tuba dalam menurunkan aktifitas metabolisme pada ikan nila merah (Oreocromis sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 6 hari pada bulan Januari 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 6 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak akar tuba semakin banyak ikan uji yang mati dengan kematian hingga (77,1%) sudah dapat dicapai pada konsentrasi perlakuan P5 0,0036 ml/L dan kematian terendah (6,27%) terjadi pada perlakuan P1 (0,0013 ml/L) sedangkan pada konsentrasi (0 ml/L) tidak terjadi kematian. Sedangkan untuk kelangsungan hidup benih Ikan Nila Merah (Oreochromis sp) yang tertinggi yaitu pada perlakuan P0dengan tingkat SR sebesar 100% serta terendah pada perlakuan P5 dengan tingkat SR sebesar 22,9%. Sedangkan Nilai tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan P1 sebesar 93,73 %, diikuti perlakuan P2 (86,3 %) , perlakuan P3  (85,8 %) serta  perlakuan P4  (62,9%). Nilai kualitas air tiap perlakuan yaitu suhu berkisar antara 25-260C, dan pH 6,0-7,0. Kata Kunci : Ikan Nila Merah, Ekstrak Akar Tuba, Nilai LC50 96 Jam, Kelangsungan Hidup, Mortalitas.
UJI ORGANOLEPTIK SAGU LEMPENG DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN PENYEDAP RASA Asy’ari Asy’ari; Jana Sidin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3366

Abstract

Diversifikasi produk perikanan dimaksudkan agar ikan dimanfaatkan dalam bentuk yang lain seperti mie instan, biskuit, dan produk tradisional seperti pembuatan sagu lempeng yang dicampurkan dengan daging ikan. Sagu lempeng yang diproduksi oleh para pembuat sagu di Kabupaten Pulau Morotai kebanyakan hanya menggunakan sagu lempeng tanpa campuran bahan tambahan. Sagu lempeng yang diproduksi memiliki kandungan protein yang sangat rendah karena tidak ada penambahan bahan lain untuk meningkatkan kandungan protein yang ada dalam produk sagu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.  Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penambahan daging ikan cakalang dan adanya bahan tambahan seperti lada dan penyedap rasa untuk dapat menambah cita rasa serta kandungan protein pada produk tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menentukan tingkat penambahan ikan cakalang yang optimal dengan menggunakan lada dan penyedap rasa dalam pembuatan sagu lempeng, dan untuk mengevaluasi uji organoleptik produk sagu lempeng setelah penambahan daging ikan cakalang dengan penambahan lada dan penyedap rasa. Penelitian ini dilakukan di Desa Dehegila Kabupaten Pulau Morotai. Hasil uji organoleptik dapat disimpulkan bahwa tingkat penambahan daging ikan cakalang (Katsuwonus Pelamis) yang optimal dengan mengunakan lada dan penyedap rasa dalam pembuatan sagu lempeng dari perlakuan Ao, A1, A2, dan A3 yang diterima oleh panelis adalah perlakuan A2 dengan konsentrasi ikan 35 g pati ikan + pati ubi kayu + 2 bungkus royco + 1 bungkus lada. Uji organoleptik produk sagu lempeng setelah penambahan daging ikan cakalang dengan penambahan lada dan penyedap rasa dapat berpengaruh nyata terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur pada masing- masing perlakuan dengan konsentrasi ikan yang berbeda. Kata Kunci: Uji organoleptik, sagu lempeng, Katsuwonus pelamis, penyedap rasa.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue