cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
Speed of Action of Trichlopic Herbicide with Mixture of Solar Oil and Water Mixture for Controlling Rubber Trees at Arboretum Samarinda Training Center for LHK Sugeng Jinarto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3623

Abstract

In the Samarinda BDLHK Arboretum there is an increasing number of competing rubber species that become competitors against collection plants. Triklopir herbicide is a systemic herbicide that is selective to control broadleaf herbs. The study was conducted on January 17, 2018 until February 21, 2018, while the location of the study was carried out at the Arboretum of the Samarinda LHK Training Center, using materials and equipment such as: Herbicides with trichloride butoxy active ethyl ester: 480 g / l (equivalent to trichloprate: 345 g / l), diesel fuel, water, brushes, buckets, machetes and masks. The trees targeted for poisoning are types of rubber (Hevea brasiliensis). The results showed that the mixture of trichlopir herbicide and diesel fuel fuel reacted faster and statistical tests using randomized block design obtained significant differences in the effect of treatment. For a short time and costs a little more expensive is recommended with a mixture of trichlopric herbicides and diesel fuel, whereas if without a fast and inexpensive time target in terms of cost, the recommended mixture is trichlopric herbicide and water.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL KUTAI Rahmah Rahmah; Yaya Rayatin; Marlon Ivanhoe Aipassa
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4298

Abstract

Kondisi masyarakat di sekitar TN Kutai perlu mendapat perhatian karena bisa berpengaruh terhadap kondisi TN Kutai baik langsung maupun tidak langsung.Data pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat sekitar kawasan bisa menjadi rujukan untuk pengelolaan TN Kutai yang lestari dan memperhatikan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat desa sekitar TN Kutai; (2) Mengetahui kontribusi pendapatan dari hasil hutan terhadap pendapatan totalmasyarakat desa sekitar TN Kutai. Lokasi penelitian merupakan desa yang penduduknya bermukim di sekitar Taman Nasional Kutai SPTN Wilayah II dan ada informasi awal tentang pemanfaatan sumber daya hutan oleh penduduk.Lokasi penelitian adalah 5 desa di sisi barat TN Kutai yaitu Desa Menamang Kanan dan Desa Menamang Kiri di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Desa Mawai Indah, Desa Beno Harapan dan Desa Himba Lestari di Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini adalah accidental sampling.Responden adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara acak tersebar di areal pemukimandengan intensitas sampel 10%.Pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat berupa pengambilan tumbuhan dan satwa liar (TSL) bernilai ekonomis tinggi antara lain ulin, meranti, payau, kijang dan kancil. Lokasi pengambilanTSL sangat dekat dengan kawasan TN Kutai. sehingga dikhawatirkan mengancam kelestarian kawasan TN Kutai. Pendapatan dari hasil hutandan kontribusi terhadap pendapatan total responden dari yang tertinggihingga paling rendah adalah : (1) Desa Himba Lestari sebesar Rp36.700.000,- (70,04%); (2) Desa Beno Harapan sebesar Rp26.550.000,- (26,81%); (3) Desa Mawai Indah sebesar Rp27.000.000,- (25,27%); (4) Desa Menamang Kanan sebesar Rp6.700.000,- (4,89%). Desa Menamang Kiri tidak ada pendapatan dari hasil hutan.
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN (Pongo pygmaeus morio) BERDASARKAN SARANG PADA RESORT MAWAI-MUARA BENGKAL SPTN WILAYAH II TAMAN NASIONAL KUTAI. Population Estimates based on nests Orangutans (Pongo pygmaeus morio) in Kutai National Park in Resort Mawai - Muar Alqaf, Legowo Kamarubayana, dan Taufan Tirkaamiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1774

Abstract

Estimasi Populasi Orangutan berdasarkan sarang (Pongo pygmaeus morio) di Taman Nasional Kutai di Resort Mawai-Muara Bengkal. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Kutai Resort Mawai-Muara Bengkal, Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan Maret hingga Mei 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kepadatan individu populasi Orangutan. Arti penting dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai keberadaan populasi Orangutan di Taman Nasional Kutai yang terkait langsung dengan keberadaanya sebagai habitat mereka sehingga dimasa depan informasi ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang secara langsung relevan dengan Pelestarian Orangutan di Taman Nasional Kutai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transek dengan koleksi data langsung, yaitu dengan menghitung sarang Orangutan di lapangan. Data juga dikumpulkan dengan menggunakan metode tidak langsung, yaitu dengan mendapatkan informasi yang diberikan oleh petugas teknis kehutanan, dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kerapatan sarang Orangutan di areal penelitian sebanyak 313 sarang Orangutan/km2, dan kerapatan individu populasi Orangutan sebanyak 0,39 Orangutan/km2.Keberadaan Orangutan tergantung dengan kondisi kawasan dan ketersediaan pohon pakan.Upaya untuk melestarikan spesies hewan ini adalah dengan menjaga habitat mereka dimana mereka tinggal, Taman Nasional Kutai menjadi habitat Orangutan.
Tinjauan Teoritis Hutan Kemasyarakatan dalam Perspektif Kebijakan Abdul Kholik Hidayah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v2i3.10

Abstract

Tinjauan Teoritis Hutan Kemasyarakatan dalam Perspektif Kebijakan
PENGARUH PUPUK KOMPOS LIMBAH SOLID SAWIT DAN GANDASIL D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS PARADE TAVI Jamaluddin Jamaluddin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4648

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan pupuk Daun Gandasil D serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Panjang, serta untuk mengetahui konsentrasi pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan pupuk Daun Gandasil D yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Panjang.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan faktorial 3 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah pupuk Kompos Solid Limbah Sawit (S), terdiri atas 3 taraf, yaitu : s0 =tanpa pupuk kompos solid limbah sawit (kontrol), s1 = dosis pupuk kompos solid limbah sawit  40 g /polibag, s2 =dosis pupuk kompos solid limbah sawit 60 g/polibag. Faktor II adalah pupuk Daun Gandasil D (D), terdiri atas 3 taraf, yaitu : d0 =tanpa pupuk daun gandasil d (kontrol), d1 = dosis pupuk daun gandasil d 10 g/10 liter air, d2 =dosis pupuk daun gandasil d 30 g/10  liter air.Pengaruh pemberian Pupuk Kompos Solid Limbah Sawit berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, umur sangat berbunga, umur panen dan panjang buah per tanaman. Panjang buah per tanaman terpanjang terdapat pada perlakuan s1 (40 g/tanaman) yaitu 81,15 cm.Pengaruh pemberian Pupuk Gandasil D berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, umur saat berbunga, umur panen dan panjang buah per tanaman. panjang buah per tanaman terpanjang terdapat pada perlakuan d1 (10 g/10 liter air) yaitu 81,15 cm.Pengaruh interaksi Pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan Pupuk Gandasil D berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, 45 HST, umur panen, jumlah buah per tanaman dan panjang buah per tanaman. Berpengaruh nyata pada umur saat berbunga. Jumlah buah per tanaman terbanyak pada interaksi s1d1 yaitu 8,69 (9 buah) dan panjang buah per tanaman terpanjang pada interaksi s1d1 yaitu 83,50 cm.
PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PERANCIS, SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Anshar Haryasakti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) pada tingkat kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Perancis Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pertambahan berat rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm yaitu sebesar 10.870 gr, kedalaman 150 cm yaitu sebesar 9.240 gr, dan terkecil diperoleh pada kedalaman 200 cm sebesar 7.724 gr.
Rapid Survei Keanekaragaman Hayati Status Konservasi Permen LHK (P.106/2018) dan IUCN di areal Nilai Konservasi Tinggi Perkebunan Kelapa Sawit Erwin Dafis Nasution; Hairul Fatah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5211

Abstract

Adanya kawasan nilai konservasi tinggi (NKT) di dalam areal perkebunan menjadi syarat wajib bagi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang memiliki sertifikat RSPO ataupun ISPO. Penelitian ini penting untuk di lakukan karena, sampai saat ini kajian mengenai keanekaragaman makhluk hidup di kawasan NKT perkebunan kelapa sawit masih sangat kurang.. Penelitian ini di lakukan pada bulan Oktober 2020 di PT. RHS, Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang di kumpulkan berupa keragaman tumbuhan (Flora) dan lima jenis hewan (Fauna)  yaitu hewan Mamalia, Reptil, Aves, Amfibi dan Pisces. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status konservasi keragaman makhluk hidup di kawasan Nilai Konservasi Tinggi di perkebunan Kelapa Sawit menurut status konservasi KemLHK No. 106 tahun 2018 dan IUCN (International Union for Conservation and Natural Resources). Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui pengamatan secara langsung untuk keragaman binatang dengan teknik Total Count, Tabel 10 Jenis dan tangkapan Kamera Trap sedangkan untuk keragaman tumbuhan di lakukan dengan teknik plot segi empat 20 x 100 meter. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 14 Jenis Mamalia, 1 Reptil, 24 Burung dan 11 Jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam status perlindungan menurut KemLHK No. 106 tahun 2018. Sedangkan menurut status konservasi IUCN terdapat 2 jenis mamalia dan 3 jenis tumbuhan yang termasuk kategori kritis (CR); 2 jenis Mamalia, 2 jenis Reptil dan 2 jenis tumbuhan yang termasuk kategori terancam punah (EN); 9 jenis mamalia, 2 jenis reptil dan 8 jenis tumbuhan yang termasuk kategori terancam punah (VU); 17 jenis burung dan 2 jenis ikan yang termasuk dalam kategori hampir terancam punah (NT).
STUDI TENTANG PEMANFAATAN LAHAN DENGAN POLA AGROFORESTRY PADA KEBUN BELIMBING DI DESA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBRANG Rahmat Andriansyah; Abdul Kholik Hidayah; Mohammad Taufan Tirkaamiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4840

Abstract

Manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kebun yang berbasis agroforestry adalah produksi hasil tanaman berjangka panjang bagi petani secara ekonomi dan menjaga tanah tetap subur serta produktif.Tujuan Penelitian adalah  bertujuan untuk mendeskripsikan pola agroforestry dari aspek ekologi dan ekonomi pada kebun belimbing di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2019 dan bertujuan untuk mengetahui pola agroforestry dalam pemanfaatan lahan yang diterapkan oleh pemilik lahan, baik itu dari aspek finansial maupun aspek ekologi.Metode pada penelitian ini menggunakan metode ekplorasi melalui observasi langsung dilapangan dengan menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data dan informasi dikumpulkan melalui pembuatan kuisioner wawancara, studi dokumentasi, pengamatan dilapangan, kemudian diklasifikasi segala jenis biaya yang diperlukan dalam usahatani ini sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya usaha ini dijalankan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya pola agroforestry yang diterapkan adalah dengan sistem agroforestry kebun campuran dengan pola tanam acak dan pola tanam teratur, untuk tanaman belimbing merupakan tanaman yang paling sering dijumpai bersama juga tanaman jambu air dan jambu kristal. Sedangkan hasil dari analisis finansial menunjukan Net Present Value > 0 yaitu Rp. 586.153.801 pada suku bunga 20%, Net Benefit Cos Ratio > 1 yaitu 5,35 pada suku bunga 10%, dan Internal Rate Of Return 19,4% pada tahun ke 7.
ANALISIS POTENSI KAYU BULAT Shorea leprosula DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mus Muliadi; Yosep Ruslim; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5021

Abstract

Analisis Potensi Kayu Bulat Shorea leprosula  di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Kerusakan hutan alam dan semakin menurunnya pasokan kayu untuk bahan industri olahan kayu perlu kiranya peningkatan produktivitas hutan diantaranya dengan melaksanakan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan jenis Shorea leprosula. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi kayu bulat dan (2) mengetahui hubungan antar variabel berdasarkan analisis bioekonomi Shorea leprosula  dengan jarak tanam 3m x 2m yang berlokasi di Kabupatn Kutai Kartanegara dengan luasan plot penelitian seluas 1 ha dengan metode pengambilan sampel tegakan secara systematic random sampling. Analisis data yang digunakan dengan mengukur diameter, tinggi dan volume tegakan setelah itu di analisis secara matematis menggunakan regresi liner sederhana untuk mengetahui hubungan berbagai variabel dengan melihat nilai koefisiensi determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume dan riap S. leprosula  jarak tanam 3m x 2m maksimal dicapai pada umur 47 tahun sebesar 470,09 m3/ha dan riap  MAI dan CAI berturut-turut sebesar 10,00 dan 10,31 m3/ha/thn. Terdapat hubungan keeratan yang tinggi antar variabel bioekonomi umur, diameter, tinggi dan riap dengan koefisien determinasi (R2) lebih besar dari 94%.
PEMANFAATAN PESAWAT TANPA AWAK UNTUK PEMETAAN DAN IDENTIFIKASI PENUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN PENDIDIKAN UNMUL Muhammad Azizul Hakim; Heni Emawati; Dwi Ery Mujahiddin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4900

Abstract

Pada era modern ini pemotretan udara tidak hanya menggunakan pesawat berawak, namun dapat juga menggunakan pesawat tanpa awak atau UAV (Unamanned Aerial Vechicle) pesawat tanpa awak ini lebih dikenal dengan istilah drone yang saat ini dengan harga terjangkau, mudah didapatkan serta memiliki kemapuan melakukan pemotretan seperti pesawat berawak. Kelebihan utama dari drone, dibandingkan dengan pesawat berawak adalah bahwa drone dapat digunakan pada situasi dengan resiko tinggi, tanpa perlu membahayakan nyawa manusia, dan pada area yang tidak dapat diakses. Drone umumnya terbang pada ketinggian rendah sehingga foto yang dihasilkan terbebas dari awan.Tujuan dari penelitian ini adalah Memetakan Kawasan Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul (HPFU) dengan menggunakan Pesawat Tanpa Awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Mengidentifikasi dan mengetahui luasan masing-masing penutupan lahan pada Kawasan Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul (HPFU) dengan menggunakan citra foto udara. Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan efektif.Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul menjadi objek dilakukan penelitan dengan menggunakan Drone DJi Phantom 4 Pro V.2 dan menggunakan software pengolahan foto udara yaitu Agisoft Photoscan.Hasil analisis data yaitu penggunaan lahan di HPFU didapatkan 12 jenis penggunaan lahan dan tutupan lahan. Hasil analisis spasial untuk luas dan masing-masing jenis penggunaan lahan terdiri dari Aren, Belukar rawa, Hutan sekunder, Kebun buah Naga, Kebun sawit, Lahan terbuka, Pemukiman, Pertanian Lahan Kering, Semak, Tambak ikan, Tambang dan Tubuh air.