cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA PADA AREA TEMPAT PENIMBUNAN KAYU(TPK) KPH MALANG Tatag Mutaqin; Galit Gatut Prakosa; Darianto Darianto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4910

Abstract

 Beban kerja merupakan suatu tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh seorang pegawai dalam waktu tertentu, setiap pegawai memiliki beban kerja masing masing tergantung penempatan dan juga posisi pekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui beban kerja di areal TPK saat pemanenan dan tidak ada pemanenan kemudian menganaisis beban kerja.Penelitian ini dilakukan di TPK Rejosari kecamatan Pagak, TPKH Dengkol kecamatan Jabung dan TPK karangan kecamatan Karangploso kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 kali saat pemanenan untuk mengetahui rata-rata beban kerja dan 1 kali saat tidak ada kegiatan pemanenan. Pengambilan data dilakuakan mengguanakn metode perhitungan beban kerja menurut kementrian ketenagakerjaan tahun 2016. Rata-rata pemanenan di TPK Rejosari sebesar 23714,2 detik. Rata-rata beban kerja saat pemanenan di TPKH Dengkol yaitu sebesar 82963,2 detik. Perbedaan beban kerja saat pemanenan sangat tinggi antara TPK Rejosari dan TPKH Dengkol dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor external seperti, faktor internal yang mempengaruhi yaitu penempatan pegawai yang tidak sesuai di TPKH Dengkol sehingga membuat penyelesaian pekerjaan lama. Faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain kecepatan internet yang kurang memadai di TPKH Dengkol sehingga membuat pekerjaan upload data kayu lambat, serta jumlah pekerja lepas yang berbeda membuat kegiatan penaikan kayu dan pengkaplingan kayu lama. Beban kerja saat tidak ada pemanena disetiap TPK memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 100800 detik. Persamaan beban kerja tersebut terjadi karena kegiatan yang dilakukan pekerja sama dan waktu kerja yang sama.                                                              
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) Junaidi Pangeran Saputra
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5601

Abstract

ABSTRAKAir cucian beras sering dibuang dan dianggap limbah rumah tangga padahal air cucian beras dapat dimanfaatkan dan memiliki potensi sebagai pupuk organik cair pada tanaman untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan efektivitas pemberian air cucian beras dan gula yang diperbanyak dengan air bersih terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri. Metode menggunakan RAL satu faktor; 4 perlakuan dan 4 ulangan, tiap ulangan terdapat 4 polybag sampel tanaman. Perlakuan A; 1 liter air cucian beras + 1 liter air bersih, B; 1 liter air cucian beras + 1 liter air bersih, C; 1 liter air cucian beras beras + 1 liter air bersih + 2 gr gula pasir, D; 1 liter air cucian beras + 2 liter air bersih + 2 gr gula pasir. Pengambilan data umur 6 MST dan parameter diamati: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah batang (helai), bobot segar brangkasan tanaman (gr) dan bobot segar tanaman (gr). Data hasil pengamatan dianalisis one-way MANOVA dan dilanjutkan Tukey. Hasil penelitian efektivitas pemberian air cucian beras dan gula berbeda nyata pada perlakuan A, B, C dan D terhadap jumlah batang tanaman tetapi tidak berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar brangkasan dan bobot segar tanaman. Perlakuan A lebih efektif pada tinggi tanaman (23 cm), bobot segar brangkasan (7,31 gr) dan bobot segar tanaman (6,38 gr). Perlakuan C lebih efektif pada jumlah daun (31,63 helai) dan jumlah batang (7,31 helai).
PENGOMPOSAN ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes SOLMS) DENGAN METODE SEMI ANAEROB DAN PENAMBAHAN AKTIVATOR EM4 Marjenah Marjenah; Justina Simbolon
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5692

Abstract

Eceng gondok (Eichornia Crassipes) adalah tumbuhan yang tumbuh di perairan seperti danau, sungai dan rawa-rawa. Eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang terlebih dahulu harus dikomposkan. Kompos eceng gondok tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, tetapi dapat membantu memperbaiki sifat fisik tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara di dalam kompos eceng gondok dan memanfaatkan tanaman eceng gondok sebagai alternatif pembuatan kompos untuk media tumbuh tanaman di persemaian serta mengetahui efisiensi penggunaan aktivator EM4 pada proses pengomposan eceng gondok. Pembuatan kompos eceng gondok dengan metode semi anaerob menggunakan aktivator EM4 dilakukan dengan tujuan mempercepat penguraian bahan organik menjadi kompos. Proses pengomposan dilakukan selama 21 hari dan menghasilkan kompos jadi sebanyak 25,4 kg (17,15%) dengan parameter yang diamati meliputi warna, bau, suhu, kelembaban, pH, kadar unsur hara N, P, K ,Ca, Mg dan kadar C-Organik serta C/N bahan. Hasil analisis kualitas kimia kompos yang dihasilkan dari kompos eceng gondok dengan metode semi anaerob menggunakan aktivator EM4, untuk suhu rata-rata = 42,1 °C, Kadar unsur hara N = 2,00%, P = 0,582%, K = 1,87%, CaO = 2,358%, MgO = 0,390%, Kadar C - Organik = 19,29% memenuhi Standar SNI 19-7030-2004 kecuali pH = 7,82 melebihi standar.
PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA Elvin Desi Martauli; Rufti Puji Astuti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5202

Abstract

The role of the agricultural sector in the regional development of Simalungun Regency, North Sumatra Province. The purpose of this study was to analyze the role of the agricultural sector in regional development in Simalungun Regency, North Sumatra Province. The data in this study were obtained from the Central Statistics Agency of Simalungun Regency and the Central Statistics Agency of North Sumatra Province from 2015-2019. The results showed that based on the value of the Gross Regional Domestic Product (PDRB), it can be seen from the economic growth in the region. When viewed from the PDRB of Simalungun Regency in the agriculture, forestry and fisheries sectors, it has the potential to be developed. The GDP contribution of the fisheries sector was 48.67 percent with a growth rate of 7.32. Based on the results of the LQ analysis, the agricultural sector in Simalungun Regency is a basic or superior sector with a contribution of 3.44 followed by Water Supply, Waste Management, Waste and Recycling of 1.12 and Wholesale and Retail Trade, and Car and Motorcycle Repair 1.09. As for the crop and vegetable horticulture agricultural sector commodity that contributed, namely cabbage with a harvest area of 2,406 hectares (21.50%). Of the food crops, namely lowland rice and oil palm, are plantation commodities with the highest production reaching 555,551 tons (97.76%).
ANALISIS POTENSI EKONOMI LOKAL DAN MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU Karmini Karmini; Karyati Karyati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5606

Abstract

Kabupaten Mahakam Ulu memiliki sumberdaya yang sebagian telah dikelola oleh masyarakat menjadi kegiatan ekonomi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melakukan assessment serta melukiskan model pengembangan pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu. Statistika deskriptif digunakan untuk menganalisis data penelitian. Kabupaten Mahakam Ulu memiliki potensi ekonomi yang terdapat pada berbagai lapangan usaha. Terdapat peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal di wilayah tersebut. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya fisik mendukung pengembangan kegiatan ekonomi pada tingkat lokal di Kabupaten Mahakam Ulu. Peengembangan pertanian dapat dilakukan dengan program/kegiatan yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal. Model pengembangan pertanian menunjukkan pembangunan pertanian dipengaruhi dan didukung oleh pembangunan pada lapangan usaha lainnya.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN PADA AGROWISATA SAPI PERAH DI BERASTAGI Dian Retno Intan; Wildani Lubis; Wahyuni Umami Harahap
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5720

Abstract

Agrowisata merupakan usaha diversifikasi dan peningkatan kualitas dari usaha tani, dimana pada usaha ini menekankan pada penjualan jasa kepada konsumen. Hal ini berarti dalam praktiknya pemilik akan memberikan fokus lebih banyak pada penyediaan layanan. Dalam memasarkan jasa khususnya, kualitas layanan merupakan hal yang sangat penting, baik yang terlihat (tangible) maupun yang tidak (intangible). Agrowisata yang menjadi objek penelitian merupakan satu-satunya peternakan sapi perah di Sumatera Utara. Banyaknya pengalaman dan hal-hal lain yang ditawarkan oleh perusahaan ini membuat perusahaan dan pengelola harus secara ekstra menampilkan dan menyediakan layanan dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, perusahaan ini harus membuat strategi yang fokus pada kepuasaan konsumen, mempertahankan, dan menciptakan loyalitas konsumen melalui layanan yang diberikan. Populasi penelitian ini adalah wisatawan atau pengunjung Agrowisata Sapi Perah yang bertempat di Berastagi. Sampel ditentukan dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik accidental dan didapat sampel sebanyak 75 orang wisatawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner atau angket yang diberikan kepada pengunjung/ wisatawan yang berkunjung pada saat penelitian dilakukan (accidental sampling). Data yang didapat akan dianalisis menggunakan SEM (structural equation model) dengan menggunakan software PLS (partial least square). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruk kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan agrowisata sapi perah terutama pada variable empati. Penelitian ini diharapkan mampu membantu pihak agrowisata meningkatkan kualitas layanan yang akan menciptakan kepuasan pengunjung.
SUHU DAN KELEMBAPAN TANAH PADA POSISI TOPOGRAFI DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA DI TAMAN SEJATI KOTA SAMARINDA Suci Rahmatika Cahyaningprastiwi; Karyati Karyati; Sri Sarminah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5231

Abstract

Keberadaan taman kota mempunyai fungsi yang sangat penting bagi suatu kota, baik fungsi ekologis, estetika, dan ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik suhu dan kelembapan tanah pada posisi topografi berbeda (puncak, lereng, dan lembah) dan kedalaman tanah berbeda (5 cm, 10 cm, dan 20 cm) di Taman Sejati, Kota Samarinda. Pengukuran suhu dan kelembapan tanah dilakukan pada tiga waktu (pagi hari pukul 07.00-08.00 WITA, siang hari pukul 12.00-13.00 WITA, dan sore hari pukul 17.00-18.00 WITA) selama 30 hari dengan menggunakan alat Environment meter merk Krisbow KW06-291. Suhu tanah rataan pada kedalaman 5 cm, 10 cm, dan 20 cm yang terukur di posisi puncak berkisar 27,8-30,0°C, di posisi lereng berkisar 27,6-30,4°C, dan di posisi lembah berkisar 28,6-31,4°C. Sedangkan kelembapan tanah rataan pada kedalaman 5 cm, 10 cm, dan 20 cm di puncak, lereng, dan lembah masing-masing berkisar 72,8-90,0%, 64,9-89,7%, dan 67,0-88,7%. Perbedaan karakteristik suhu dan kelembapan tanah dipengaruhi oleh posisi topografi dan kedalaman tanah. Informasi karakteristik suhu dan kelembapan tanah bermanfaat untuk pengelolaan vegetasi dan tanah, terutama dalam pemilihan jenis-jenis tanaman yang sesuai pada topografi berbeda di taman kota.
TEKNOLOGI BIOMASSA BERBASIS LIMBAH PERKEBUNAN SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI PUPUK KOMPOS DI DESA SUMBER KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Mazidatul Faizah; Ahmad Fauzan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5607

Abstract

Teknologi Biomasssa Berbasis Limbah Perkebunan Salak (Salacca Zalacca) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Untuk Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa. L). Penelitian Ini Dilakukan Bertujuan Untuk Mengetahui Manfaat Limbah Perkebunan Salak ( Salacca Zalacca ) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang hasil Pengomposan akan di aplikasikan pada Tanaman Padi (Oryza sativa.L).Berdasarkan kandungan tersebut menandakan bahwa pelepah daun salak memiliki potensi untuk dijadikan pupuk organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh aplikasi pupuk Kompos Pelepah Salak terhadap pertumbuhan Benih Padi, (2) dosis pupuk Kompos agar bibit Benih Padi dapat tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak Kelompok (RAK) dengan tiga Perlakuan, Perlakuan pertama menggunakan 0,5 kg/10 kg tanah, perlakuan kedua menggunakan 1 kg/10 kg tanah, perlakuan ke tiga 1,5 kg/10 kg tanah dan Perlakuan Kontrol tanpa pemberian Dosis Pupuk kompos, pada masing-masih perlakuan mendapatkan lima kali pengulangan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan benih Padi, (2) Penggunaan dosis pupuk organik 1,5 kg/10 kg tanah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
PARTISIFASI MASYARAKAT DESA LAHAM DALAM PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA LAHAM KECAMATAN LAHAM KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ismail Bakrie; Frederikus Paskalis Dani Purnama Luhat
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5721

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara langsung sangat bermanfaat bagi pengembangan dan pelestarian hutan secara umum, khususnya Hutan Desa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Masyarakat Desa dalam pengelolan Hutan Desa di Desa/Kampung  Laham, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan Pemerintah atau para pemerhati kelestarian hutan.Penelitian dilaksanakan di kawasan Hutan Desa Laham/Kampung Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu pada bulan Juni 2020 dan selesai bulan Agustus 2020,  pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan dan lembaga-lembaga terkait yang mengurus Hutan Desa.Hasil penelitian menunjukan bahwa  masyarakat mempunyai peran sangat besar dalam pengelolaan Hutan Desa,  keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Hutan Desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan penanaman berbagai jenis tanaman sebagai bentuk pengayaan jenis-jenis tanaman di Hutan Desa sampai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perlindungan dan pemeliharaan. 
INVESTASI JAMUR ENDOFIT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA PADI (Oryza sativa) Sopialena Sopialena; Sofian Sofian; Devi Tantiani; Suyadi Suyadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5505

Abstract

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang mampu menimbulkan kerugian besar bagi para petani sehingga petani mengendalikan penyakit ini dengan menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan dan menimbulkan dampak negatif lain. Melihat pentingnya pengendalian penyakit ini maka dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan agens pengendali hayati. Percobaan dilakukan di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, dari Desember 2020 hingga April 2021. Hasil percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari tiga varietas, dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Ciherang merupakan varietas yang paling rentan dibandingkan varietas Kambang dan Pandan Ungu. Cendawan endofit yang diaplikasikan terhadap tanaman memberikan pengaruh yang baik untuk pengendalian penyakit Blas dan juga meningkatkan ketahanan tanaman, dalam hal ini cendawan yang memberikan efektivitas terbaik yaitu cendawan Trichoderma sp. yang mampu menekan intensitas serangan penyakit blas lebih dari 85% sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan.