cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Kelapa Babasal (Cocos nucifera) Di Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Hidayat Arismunandar Katili
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5171

Abstract

Evaluation of Land Suitability for the Development of Babasal Coconut (Cocos nucifera) in Batui District, Banggai Regency. This study aims to determine land suitability and limiting factors as well as processing efforts in the development of Babasal Coconut (Coconus nucifera) in Batui District. This study lasted for 3 months (July-September 2020) using the parametric approach method of Khiddir's (1986) square root land index. The results showed that the actual land suitability class in Batui District SPL 1, SPL 2, SPL 3, SPL 4, SPL 5, SPL 6, SPL 7, SPL 8, SPL 9 were S3 (marginal) while the limiting factors were texture, slope, flood hazard and N-total. Furthermore, for improvement efforts are moderate to high level management by fertilizing, making terraces, planting parallel to contours, planting ground covers, constructing embankments and constructing drainage channels. The allocation direction for Babasal coconut (Coconus nucifera) development in Batui District with potential suitability class SPL 3 is classified as S1 criteria (very suitable) with an area (3731.16 ha). Furthermore, at SPL 1, SPL 2, SPL 4, SPL 5, SPL 6, SPL 7, SPL 8 and SPL 9 with S3 criteria (marginal) with an area (21288.21 ha) while the limiting factor for potential land suitability in Batui District is the texture content criteria are rather rough and cannot be repaired
PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI MENGENDALIKAN HAMA-HAMA PADI MERAH (Oryza nivara L.) DI DUSUN SOPORARU, TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA Ameilia Zuliyanti Siregar; Tulus Tulus; Kemala Sari Lubis
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4940

Abstract

Locally specific Natabo brown rice was identified in Pangaribuan Subdistrict, North Tapanuli, where the attack of stem borer, brown planthoppers, leafhoppers and stink bugs affects rice productivity. The alternative step to control pests in a biological used by biology pesticides to increase productivity and food security. This research was conducted for eight months during March to October 2020, with a survey stage, inventory of pests in the fields using the purposive random sampling method in Soporaru backwoods, Sigotom Julu Village, Pangaribuan District, North Tapanuli. The application of biology pesticides consists of 5 treatments, namely: B0 (Control, without application); BP1 (neem leaves, galangal, lemongrass, detergent, water); BP2 (soursop leaves, galangal rhizome, garlic, detergent, water); BP3 (soursop leaves, detergent, water) and BP4 (kenikir leaves, marigold flowers, Zinnia flowers). The composition of insects consist of 8 order, 26 familes, totalpopulation were 1.080 individuals.The calculation of the Margallef species richness index (Rp=7.25; Rc=7.15), the Evenness evenness index (Ep= 0.62; Ec=0.57) and the Shannon Wiener diversity index (Hp'= 2.38; Hc’=2.12). The parameters of temperature, humidity, rainfall) are calculated. The use of biology pesticides has strategic potential in controlling the dominant pests of rice in the future.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA KOMPOSISI PUPUK MAJEMUK PADA LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA Syamad Ramayana; Suria Darma Idris; Rusdiansyah Rusdiansyah; Krisna Fajar Madjid
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4877

Abstract

Penelitian ini   bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) terhadap pemberian beberapa jenis kandungan pupuk majemuk pada lahan pasca tambang batubara dan mengetahui jenis kandungan pupuk majemuk terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada lahan pasca tambang batubara. Penelitian dilaksanakan di lahan pasca tambang batubara Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian beberapa pupuk majemuk (P), terdiri dari 5taraf dan 5 ulangan yaitu p0= Tanpa Pupuk; p1= 500 kg.ha-1NPK 20:10:10 setara 4,2 kg.petak-1;p2= 500 kg.ha-1 NPK 17:9:11 setara 4,2 kg.petak-1; p3= 500 kg.ha-116:16:16 setara 4,2 kg.petak-1 dan p4 = 500 kg.ha-1 setara 4,2 kg.petak-115:20:13 setara 4,2 kg.petak-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa komposisi pupuk majemuk berbeda tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji dalam baris, berat biji per tongkol, berat biji per 100 butir, dan potensi hasil.
APLIKASI AIR KELAPA PADA PERKECAMBAHAN BENIH KALANGKALA (Listea garciae Vidal) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DAN PEMERAMAN Marjenah Marjenah; Paulus Matius; Agustina Hura
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5091

Abstract

Kalangkala (L. garciae Vidal) merupakan salah satu buah lokal Kalimantan yang belum tersentuh teknologi. Buah kalangkala merupakan buah musiman yang  hanya ditemui setahun sekali pada waktu tertentu, bersama-sama dengan buah musiman lainnya. Selama ini petani mengambil buahnya dari tumbuhan yang hidup liar tanpa membudidayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman dan pemeraman terhadap persentase perkecambahan benih, daya kecambah, tipe perkecambahan, kelompok biji (rekalsitran atau ortodoks) laju perkecambahan, dan tinggi kecambah kalanglala (L. garciaeVidal). Penelitian ini dilaksanakan di persemaian Laboratorium Silvikultur, Universitas Mulawarman. Penelitian ini dirancang dengan mengikuti pola Rancangan Acak Lengkap faktorial  dengan perlakuan terdiri dari faktor perendaman (A), terdiri dari tiga tingkatan A1 (1 hari), A2(2 hari), dan A3(3 hari) dan faktor pemeraman (B), tiga tingkatan B1 (1 hari), B2 (2 hari) dan B3 (3 hari). Dua faktor tersebut dikombinasikan dan terdapat sembilan kombinasi dengan 3 ulangan beserta kontrol (tanpa perlakuan) dengan 3 ulangan. Keseluruhan biji yang disemai adalah 450 biji. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik dalam persentase hidup, dengan rata-rata mencapai 97%, rataan daya kecambah terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan perendaman air kelapa (A2) selama 12  jam dengan pemeraman selama 1, 2, dan 3 hari (B1, B2, B3) yaitu 98,67%. Kemudian untuk laju perkecambahan terbaik pada A1B1 dengan laju 11\hari, dan untuk tinggi perkecambahan terbaik terdapat pada A1B2. Serta berdasarkan hasil pengukuran kadar air, benih L. garciae Vidal termasuk dalam kategori rekalsitran dan tipe perkecambahannya adalah hypogeal.
ANALISIS TITIK IMPAS PEMBUATAN SIRUP PEDADA (Sonneratia caseolaris L) POJOK SADAR WISATA TIRAM TAMBUN DI KELURAHAN MENTAWIR Rochadi Kristiningrum; Abubakar M Lahjie; Yosep Ruslim; Wulan I R Sari
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4927

Abstract

Pemanfaatan hasil hutan mangrove di Kelurahan Mentawir masih sangat terbatas. Salah satu jenis mangrove yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan adalah jenis Sonneratia caseolaris L) atau pedada. Jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sirup, dodol/jenang mangrove, roti atau bedak dingin agar memiliki nilai tambah secara ekonomis bagi masyarakat sekitar ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan sirup mangrove, mengetahui besarnya biaya  dan titik impas usahanya bagi Pojok Sadar Wisata Tiram Tambun di Kelurahan Mentawir. Pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling yaitu kepada pojok sadar wisata tiram Tambun. Metode penelitianya secara dekriptif kualitatif, analisis biaya,  pendapatan dan Break even point dengan jumlah produksi 100 botol dan 300 botol. Proses pembuatan sirup pedada (S. caseolaris L) meliputi persiapan alat dan bahan, pencucian buah pedada, penghancuran/penumbukan, pengambilan sari buah pedada, pemasakan/perebusan, pendinginan dan pengemasan sirup dalam botol. Biaya tetap pembuatan sirup  sebesar Rp.750.00 per periode baik untuk produksi 100 dan 300 botol. Sedangkan biaya variabel untuk 100 dan 300 botol berturut-turut sebesar Rp.942.000 dan Rp.2.272.800 selama satu periode. Titik impas quantity dan harga pada produksi sirup 100 botol berturut-turut sebesar 71 botol dan Rp.14.178. Sedangkan titik impas quantity dan harga pada produksi sirup 300 botol berturut-turut sebesar 89 botol dan Rp.4.748. Hal ini berarti produksi sirup 300 botol lebih menguntungkan daripada memproduksi 100 botol.
PENGENDALIAN HAMA PENTING TANAMAN PADI MENGGUNAKAN JAMUR Beauveria bassiana Bals Sopialena Sopialena; Abdul Sahid; Nike Stella Trifena Rugian
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4875

Abstract

Jamur entomopatogen Beauveria bassiana Bals sangat potensial mengendalikan berbagai serangga hama, penelitian ini dilakukan untuk pengendalian  hama penting  tanaman  padi dengan menggunakan jamur Beauveria bassiana Bals di Desa Sebuntal Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun tujuan penelitian adalah mengidentifikasi  hama serangga penting yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan untuk mengetahui konsentrasi  Beauveria bassiana Bals.yang efektif dalam mengendalikan intensitas serangan hama penting pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari lima perlakuan yaitu dengan konsentrasi B0 = (kontrol), B1 = 5 ml/liter, B2 = 10 ml/liter, B3 = 15 ml/liter, dan B4 = 20 ml/liter. masing-masing perlakuan diulang 4 kali, Perlakuan Beauveria bassiana diaplikasikan pada umur 2 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam,  5 minggu setelah tanam, 6 minggu setelah tanam, 7 minggu setelah tanam, 8 minggu setelah tanam, 9 minggu setelah tanam, 10 minggu setelah tanam, 11 minggu setelah tanam dan 12  minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada  3 (tiga) hama serangga penting yang teridentifikasi yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, yaitu: hama Putih Palsu (Chanaphalocrosis medinalis) pada fase vegetatif, penggerek batang (tryporiza sp.) pada fase generatif (beluk) dan hama walang sangit (Leptocorixa acuta) pada fase generatif  dan konsentrasi yang efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah 15 ml/L.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DATARAN TINGGI SUMATERA UTARA Elvin Desi Martauli; sarah Gracia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5055

Abstract

The agricultural sector in the highlands of North Sumatra is the main sector of economic support for the people in the area. Although some sub-sectors have not shown significant improvement in the economy. For this reason, researchers are interested in analyzing each basic or superior sub-sector, so that policies can be taken to solve existing problems. The purpose of this study was to analyze the superior commodities of the upland agricultural sector in North Sumatra. The data used in the secondary data is obtained from the Central Statistics Agency (BPS) in 2019 covering the food crop sub-sector, the vegetable and fruit horticulture sub-sector, the livestock sub-sector, the plantation sub-sector. To answer the research questions, LQ analysis is used to determine superior commodities. The results showed that the food crop sub-sector in the highlands was a superior commodity with LQ = 1.62. The vegetable and fruit horticultural sub-sector is included in the basic or superior category with each value (1.13), (1.80). The plantation sub-sector has the greatest LQ value with an LQ value of 2.90. So it can be concluded that upland agricultural commodities in North Sumatra are generally the base agricultural sector. 
POTENSI KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) DAN GAMAL (Gliricidia sp.) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA UNTUK PENGEMBANGAN PELET KAYU Ahdiar Fikri Maulana; Singgih Utomo; Puji Lestari; Ridla Arifriana; Norma Aji Candra Dewi; Adi Nugroho; Eko Prasetyo; Rachmadhila F Pramono; Wahyu C Saputro; Dewi Sulistyowati; Denni Susanto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4924

Abstract

Negara-negara di dunia, khususnya Eropa, Jepang, Korea Selatan dan China, mulai beralih ke penggunaan energi terbarukan yaitu pelet kayu. Indonesia dengan iklim tropis, keanekaragaman jenis tanaman dan ketersediaan lahan untuk pengembangan sumber energi ini, berpeluang menjadi salah satu produsen utama pelet kayu, baik untuk memenuhi permintaan nasional atau internasional. Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki hutan rakyat dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai produsen pelet kayu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi awal tentang jenis tanaman kayu potensial di DI Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan studi pustaka dan survey kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Bantul (22 KTH), Gunungkidul (15 KTH), Kulonprogo (15 KTH) dan Sleman (19 KTH). Cabang dan ranting kering merupakan sumber bahan bakar kayu utama bagi KTH di DI Yogyakarta, tanpa melihat jenis tanamannya. Jenis kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan gamal (Gliricidia sp.) sebagai jenis potensial untuk pelet kayu ditanam sebagai sumber hijauan makanan ternak, sumber nektar untuk peternakan lebah madu dan untuk konservasi tanah. Kedua jenis ini ditanam sebagai tanaman tepi di pinggir lahan, diantara tanaman pertanian dan atau tanaman berkayu, bukan sebagai tanaman utama. Jumlah yang ditanam sangat variatif berkisar antara 0 - 2000 pohon kaliandra/ha dan 0 - 3000 pohon gamal/ha. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa jenis potensial untuk produksi pelet kayu, kaliandra dan gamal sudah ditanam di 4 kabupaten tersebut. Namun penanaman kedua jenis tersebut perlu dikembangkan agar dapat mendukung produksi pelet kayu.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN PUPUK MONO KALIM PHOSPHATE PADA TANAH SUB OBTIMAL Akhmad Sopian
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5169

Abstract

Analisis Pertumbuhan dan Produksi Tanaman  Bawang Merah dengan Pemberian Pupuk Mono Kalium Phosphate pada Tanah Sub Obtimal .Potensi tanah di Kalimantan Timur cukup baik untuk pengembangan tanaman bawang merah. Target pengembangan bawang merah, di Kabupaten Paser seluas 20 hektare, Kabupaten Berau 30 hektare, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara masing-masing seluas 20 hektare. Penyiapan lahan yang baik dan pemberian hara yang cukup pada lahan sub obtimal akan menciptakan media tanaman yang baik dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian bertujuan untuk: merakit teknologi pengelolaan lahan suboptimal melalui penerapan pengelolaan lahan dan hara secara terpadu mengetahui potensi produksi bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan jumlah 6 ulangan. Perlakuan pupuk cair mono kalium phosphate (MPK)  terdiri atas 4 taraf konsentrasi yaitu : P0 = Kontrol (10 g NPK Mutiara), P2 = 2 g MPK//liter air, P3 = 3 g MPK/liter air, P4 = 4 g MPK/liter air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian pupuk cair mpk berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi dan berat umbi. Bawang merah varietas Bima Brebes potensial untuk dikembangakan pada tanah ultisol dengan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Pemupukan NPK mutiara yang ditabur pada tanah menunjukkan hasil yang efektif dibandingkan menggunakan pupuk cair MPK yang diberikan dengan cara disiram. Hasil rata-rata jumlah umbi yang diberikan pupuk NPK mutiara yakni 11 umbi dengan berat rata-rata umbi 6,5 g.  
PENGARUH SISTEM TANAM TERHADAP BERAT 1000 BUTIR PADI SAWAH VARIETAS CIGEULIS DAN CIHERANG Salawati Salawati; Sjarifuddin Ende; Suprianto Suprianto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam terhadap berat 1000 butir gabah, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.) varietas cigeulis dan varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan di lahan persawahan rakyat Dusun Konsasi, Desa Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Terletak pada ketinggian ±11 meter di atas permukaan laut, dilaksankan pada bulan Desember 2019 s.d Maret 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu perlakuan 3 sistem tanam (tanam pindah, tanam benih langsung, dan hambur benih langsung) dan faktor kedua yaitu perlakuan 2 varietas (cigeulis dan ciherang) yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan sistem tanam benih langsung memperlihatkan komponen hasil yang paling baik diantaranya jumlah anakan (6,2% lebih banyak), jumlah anakan produktif (4,78% lebih banyak), berat gabah kering panen (0,51% lebih berat), dan berat gabah kering giling (1,8% lebih berat) daripada sistem tanam pindah. Sedangkan perlakuan varietas menunjukkan perbedaan tidak nyata pada penerapan setiap sistem tanam. System tanam pindah dapat meningkatkan berat butir gabah bilah dibandingkan dengan system tanam tabela dan hambela.