cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN SALAK PONDOH, SALAK MADU, SALAK GULA PASIR DI DESA SUMBER KECAMATAN WONOSALAM JOMBANG Iska - Zuliatin; Mazidatul Faizah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5610

Abstract

Indonesia mempunyai jenis buah-buahan yang sangat banyak, salah satunya yaitu buah salak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfologi maupun  kekerabatan antar tanaman salak pondoh, salak madu serta salak gula pasir di desa sumber kecamatan wonosalam kabupaten jombang. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari-juni 2021 dengan memilih 5 sampel pada setiap jenis tanaman salak dengan parameter penelitian tinggi tanaman, panjang daun, panjang pelepah daun, kerapatan duri, tekstur duri, bentuk duri, warna permukaan atas daun dan warna permukaan bawah daun. Penelitian dilaksanakan  secara langsung dan disusun menggunakan metode deskriptif dan dianalisis menggunakan analisis cluster berupa dendogram kemiripan. Berdasarkan pengamatan morfologi vegetatif ciri morfologi antara tiga jenis salak tersebut mempunyai beberapa ciri morfologi yang mirip, Diantara tiga jenis tanaman salak tersebut secara besar dikelompokkan mempunyai hubungan kekerabatan yang jauh dengan menunjukkan nilai kemiripan sebesar 54%-74%.
POTENSI BEBERAPA LARUTAN ORGANIK DALAM MENDUKUNG PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Milawati Lalla; Suwandi Said
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5567

Abstract

Red unions are one type of plant that is widely used as a  spice ini cooking and cannot be replaced with other types of plants so it is needed every time.   The research objective was to obtain one type of organic solution that produced the highest production of shallots and to calculate the potential production of each given organic  solution.  The research was carried out at the Kebun Percontohan Balai Penyuluhan Pertanian Bulango Timur in January-April 2020.  The research was conducted in the form of Randomized Bloc design consisting of 8 treatments including control namely without the use of organic solutions, POC, MOL Rice, MOL Banana, ZPT red union, ZPT Tauge, PGPR Root Bamboo and PGPR Elephan Grass Root.  Repeat 3 times with a plot size 1 m x 1 m.  The parameters observed were fresh weight and dry weight of red union bulbs.  The results showed that the highest fresh weight was obtained from the treatment of ZPT red union  14,22 ton haˉ¹) and MOL banana (14,06 ton haˉ¹).  The highest dry weight of bulbs resulted from the MOL treatment of banana (9,93 ton haˉ¹) and ZPT red union (9,87 ton haˉ¹).
PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS TANAMAN DENGAN METODE FITOREMEDIASI Bambang Sigit Aris; Rudi Rudi; Lasarido Lasarido
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5621

Abstract

Limbah  produksi tahu mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan berbagai jenis tanaman yang terdiri dari: fermentasi, kangkung, bayam merah, dan selada mampu menyerap polutan limbah cair tahu dengan metode fitoremediasi dan berapa persentasenya. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan mampu menyerap dan memberikan persentase penurunan pencemar limbah cair tahu pada masing-masing parameter. Untuk nilai TSS tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 72,67%, untuk parameter penurunan BOD tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 66,28%, untuk parameter COD tertinggi terdapat pada tanaman kangkung sebesar 46,43%, untuk peningkatan pH tertinggi pada fermentasi 3,75 dan penurunan suhu tertinggi pada fermentasi sebesar 48,275%.
PENGARUH VARIASI Electrical Conductivity (EC) LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK RAKIT APUNG PADA FASE VEGETATIF CEPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica Rapa L.) Evita Eda Efendi; Djoko Murdono
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5760

Abstract

Sawi pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah dibudidayakan, pakcoy juga banyak dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak. HIdroponik rakit apung merupakan salah satu teknik budidaya tanaman tanpa media melainkan dengan media udara. Keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik dipengaruhi oleh pengontrolan Konduktivitas Listrik(EC) didalam udara. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan pengaruh dan nilai variasi EC yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman sawi pakcoy yang ditanam secara hidroponik rakit apung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan. Masing-masing pengobatan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi EC dalam larutan hidroponik terhadap pertumbuhan dan tanaman sawi pakcoy pada beberapa parameter pengamatan. Pengaruh perlakuan yang signifikan terdapat pada parameter tinggi tananam, jumlah daun, luas daun, dan berat tanaman segar. Sedangkan total klorofil dan berat kering tanaman tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata antar perlakuan. Perlakaun D ((EC 1,6 mS/cm (7-14HSS) dan 2, 4 mS/cm (15-41HSS)) mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman sawi pakcoy. Perlakuan D memberikan hasil yang berpengaruh nyata pada pengamatan parameter seperti tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DAN PUPUK MAJEMUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Budi Prasetyo Yudo dan Abdul Fatah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i2.856

Abstract

Objective of the research was to study the effect of Bokashi and Phonska NPK compound fertilizer on the growth of cocoa seedling and to find out the best interaction between them on the cocoa seedling.  The research was carried out in Tutung Village, Linggang Bigung Sub District of West Kutai Regency, East Kalimantan Province.  It lasted for about four months (February 2013 to May 2013).   The Completely Randomised Design was employed for this research with factorial 4 x 4 and 4 replications.  The first factor was Bokashi (B), consisted of 4 sub factors: No Bokashi application (b0), 10 ton Bokashi/ha or equal to 5 gram/polybag (b1), 20 ton Bokashi/ha or equal to 10 gram/polybag (b2,), and 30 ton Bokashi/ha or equal to 15 gram/polybag (b3).  And the second factor was application of Phonska NPK compound fertilizer on the cocoa seedling (P) that consisted of 4 sub-factors: no Phonska npk  compound fertilizer aapplication (P0), 1 g Phonska NPK compound fertilizer/polybag (p1), 2 g Phonska NPK compound fertilizer/polybag (p2), 3 g Phonska NPK compound fertilizer/polybag (p3).Results of the research indicated that the application of Bokashi and Phonska NPK compound fertilizer, as well as their interaction did not effect significantly at all on all parameters observed, namely seedling height, leave number, and stem diameter at 1-,2-, and 3-month old.
Effect of Yara Mila Pearl NPK Fertilizer and Nasa Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Beans (Phaseolus vulgaris L.) Abdul Muthalib; Noor Jannah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3610

Abstract

The objective the research was to study the effect of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizeras well as their interaction on the growth and yield of stringbean, and to find proper dosage of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and concentration of Nasa foliar fertilizer for optimal yield of stringbean.The research was conducted in the village of Rantau Panjang, sub district of Telen of East Kutai Regency.  It carried out from March until June 2016.   It applied Completely Randomized Block Design with factorial experiment 4 x 4 and three replications.  The first factor was the dose of NPK Mutiara YaraMilafertilizer (P) consists of 4 levels, namely: no NPK Mutiara YaraMilafertilizer (p0), 100 kg ha⁻¹ equals to 25,6 g plot-1 (p1), 200 kg ha⁻¹ equals to 51,20 g plot-1(p2), and 300 kg ha⁻¹ equals to 76,80 g plot-1 (p3).  The second factor was the concentration of Nasa foliar fertilizer (B) consists of 4 levels, namely: no Nasa foliar fertilizer (b0), 2 ml l-1 water (b1), 4  ml l-1 water (b2), and ), 6 ml l-1 water (b3).Result of the research revealed that : (1) the NPK Mutiara YaraMila fertilizer treatment affected very significantly on the plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (2) the Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on thethe plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (3) interaction between NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on the plant lenght at 10 and 20 days after planting, days of plant flowered, but no significantly on the plant lenght at 30 days after planting, days of plant harvest,  number of pods, weight of pods, and production of pods; (4) the highest pods production is attained by the 300 kg ha-1 NPK Mutiara YaraMila fertilizer (p3), namely 38,38 Mg ha-1 or by the 6 ml l-1 water Nasa foliar fertilizer (b3), namely 38,55 Mg ha ̵ ¹.
PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA MENGENDALIKAN HAMA PADI (Oryza nivara L) DI SOPORARU TAPANULI UTARA Ameilia Zuliyanti Siregar; Sampe Lesnida
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5744

Abstract

The refugia plant is one of the flowers that can be used as a shelter for natural enemies and as a feed sources for insects.  The purpose of this study was to compare the use of refugia and without refugia plants in controlling environmentally friendly red rice pests in Soporaru Hamlet, Sigotom JuluVilalge, Pangaribuan District, North of Tapanuli Regency, North of Sumatra Province. This study uses a purposive sampling method with 3 types of traps, namely: yellow traps, fall traps and net traps. The samples was identified in the Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra in July 2020  until February 2021.  The results showed that 8 orders of refugia were caught on land using refugia, 23 families, and 1,952 individuals, while on land without refugia there were 8 orders, 22 families and 1,807 individuals.  On land using refugia (r) compared to land without refugia (k) it is known that the Species Richness Index (R) (Rr=2.9 and Rk=2.8), Diversity Index (H) (Hr=2.67 and Hk=  2.19), and Evenness Index (E) (Er=0.85 and Ek=0.71).  Function status identified on land using refugia and without refugia as many as 5 species, namely herbivores, pollinators, predators, parasitoids and scavengers.  
PENGARUH DURASI DAN JEDA SISTEM IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY (Brassica rapa L. ssp. chinensis) Desy Enjellina D
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5757

Abstract

Ketersediaan sumber air yang semakin berkurang dan tidak menentu akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global, mengakibatkan perlunya suatu teknologi yang memungkinkan untuk mengatur jumlah air yang sesuai kebutuhan tanaman dan interval penyiraman tanaman yang tepat, sehingga ketersediaan air dapat terjaga pada musim kemarau dan pertumbuhan serta produktivitas tanaman juga menjadi optimal. Pengaturan jumlah air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan interval penyiraman dikarenakan bidang pertanian merupakan faktor yang sangat membutuhkan air dan sangat boros untuk penggunaan air. Durasi ialah lamanya penyiraman yang diberikan per hari dan jeda ialah lamanya penyiraman pada pagi, siang dan sore. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh durasi dan jeda sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dan untuk mengetahui durasi dan jeda sistem irigasi tetes yang efisien dalam penggunaan air pada tanaman sawi pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan. Setiap diulang perlakuan sebanyak 4 kali. Perlakuan 3 dengan durasi 90 menit dan jeda pemberian air pagi dari 06:00-06:40, siang 13:00-13:10 dan sore 17:00-17:40 memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy dengan rata-rata tinggi tanaman tertinggi yaitu 30,21 cm dan jumlah dengan daun rata-rata 14,75 helai dan durasi dan jeda sistem irigasi tetes yang efisien dalam penggunaan air pada tanaman sawi pakcoy ialah perlakuan 3 dengan durasi 90 menit dan jeda pemberian air pagi dari 06:00-06:40, siang 13:00-13:10 dan sakit 17:00-17:40.
Sustainable Organic Agriculture Yudi Anto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 11, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v11i2.5932

Abstract

Pertanian organik adalah teknik budidaya, pemeliharaan, atau pengolahan makanan tanpa menggunakan sebagian besar pestisida dan pupuk sintetis, serta bioengineering, radiasi pengion, dan lumpur limbah.Petani organik berbeda dari petani konvensional karena mereka menolak menggunakan bahan kimia di lahan mereka. Artinya, mereka tidak pernah menggunakan pestisida atau pupuk kimia di ladang mereka. Ini juga menyiratkan bahwa mereka tidak pernah memberi makan hewan mereka pakan non-organik atau memberikan obat-obatan kepada mereka setelah usia tertentu.Di Jakarta, produk petani harus bebas bahan kimia setidaknya selama empat tahun sebelum ia dapat memasarkannya sebagai organik bersertifikat. Namun, itu berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Sementara di Indonesia, tanah bebas bahan kimia diperlukan hanya untuk satu tahun, di negara bagian tertentu, diperlukan untuk sepuluh tahun!
DAMPAK PEMANENAN HUTAN TERHADAP SIFAT DAN KANDUNGAN BIOLOGIS TANAH (STUDI BKPH SENGGURUH, KPH MALANG). Galit Gatut Prakosa; Mochamad Chanan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5735

Abstract

Kegiatan pemanenan kayu umumnya menggunakan alat-alat berat yang berdampak pada aspek ekologi dimana terjadi kerusakan pada tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak pemanenan hutan terhadap sifat biologi tanah dan kandungan karbon di BKPH Sengguruh KPH Malang. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak, pengambilan contoh cacing secara acak dengan metode hand sorting dan untuk isolasi jamur dan bakteri dengan menggunakan agar cawan. Dari penelitian yang dilakukan diketahui terjadi penurunan kandungan bahan organik tanah pada lahan setalah pemanenan dari kelas agak tinggi menjadi rendah, ditemukan tiga jenis cacing yaitu Pheretima, Pontoscolex, dan Microscolex yang mengalami penurunan kepadatan individu pada pasca pemanenan dari 39,54 individu/m² menjadi 16,87 individu/m2. Jumlah koloni jamur dan bakteri pasca pemanenan mengalami penurunan pada koloni jamur dari 2,54 x 104 CFU/ml menjadi 0,88 x 104 CFU/ml dan pada koloni bakteri dari 22,58 x 105 CFU/ml menjadi 17,6 x 105  CFU/ml. Hasil perhitungan estimasi karbon ini diharapkan dapat berfungsi sebagai dasar untuk menghitung estimasi karbon dalam Vegetasi Hutan Jati dalam Skala Nasional.