cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ANALISIS PELUANG USAHA BAGI HASIL HUTAN TANAMAN JENIS Eucalyptus pellita F. Muell DAN Acacia mangium Willd DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Noor, Rusni; Lahjie, Abubakar M.; Simarangkir, B.D.A.S.; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riap pertumbuhan, tingkat pengembalian nominal dan kelayakan keuntungan profit sharing pengelolaan hutan tanaman Jenis Eucalyptus pellita F. Muell dan Acacia mangium Willd di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Analisis pertumbuhan riap dan produksi menggunakan metode riap MAI dan CAI pada perhitungan total volume, diameter dan tinggi pohon, serta untuk profit sharing menggunakan analisis kelayakan i (tingkat pengembalian nominal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi/pertumbuhan Eucalyptus pellita F. Muell mencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 156,53 m3/ha, riap MAI mencapai 31,31 m3/ha/thn dan CAI 31,35 m3/ha/thn sedangkan jenis Acacia mangium Willdmencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 150,22 m3/ha, riap MAI mencapai 30,04 m3/ha/thn dan CAI 30,50 m3/ha/thn. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional Eucalyptus pellita F. Muelldengan sistem bagi hasil masing-masing mendapatkan 50% baik untuk investor maupun pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 49,49%. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional jenis Acacia mangium Willddengan sistem bagi hasil masing-masing 50% untuk investor dan pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 48,26%.Tanaman jenis Eucalyptus pellita F. Muelldan Acacia mangium Willdsama-sama layak untuk diusahakan karena nilai tingkat pengembalian nominalnya lebih besar daripada tingkat bunga minimal yang diterima oleh investor (MAR).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN ASAL BAHAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STROBERI (Fragaria sp) Marisi Napitupulu, Maryani, Puji Astuti,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.349

Abstract

The purposes of the research was to know about: (1) the effect of giving organic fertilizer nasa and the origin of planting material on the growth and crop of strawberry plant; (2) the best result of origin planting material on the growth of strawberry plant; and (3) the best interaction of giving fertilizer with origin planting material to the growth and crop of strawberry plant.The research was conducted in Faperta garden of 17 August 1945 University, Samarinda City, East Borneo Province. It took about 6 months from March to August 2012. The completely randomized design was employed for this research with factorial analysis 3 x 4 and 3 replications. The fist factor is the origin of planting material which consists of 3 levels, namely the fist stolon (s1), second stolon (s2), and third stolon (s3). The second factor  is the concentration of liquid organic fertilizer nasa, which consists of 4 levels : without poc nasa (n0), poc nasa 2,5 ml/liter of water (n1), poc nasa 5 ml/liter of water, and 7,5 ml/liter of water.The treatment of giving liquid organic fertilizer nasa is different and not visible to the growth of plant height (4, 8, and 12 weeks after planting), the number of stolon tillers, and the number of fruits. It is different and visible on the age of plant as it is growing first stolon, and fresh fruits weight per fruit. While at the age when the plant is flowering shows the result, different and very visible. The treatment of origin of planting material is different and not visible to the increase of plant height 8 weeks after planting, the fruits weight per fruit, and the number of fruits. The parameter of plant height 4 weeks after planting, the number of stolon tillers, and the age of plant when it is flowering, the treatment of origin planting material show the different and very visible. The interaction of giving liquid organic nasa and the origin of planting materials, from all parameter is showed the different and not visible.
SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU IPIL (Endertia spectabilis Steenis & de Wit Sidiyasa) BERDASARKAN LETAK KETINGGIAN DALAM BATANG Widiati, Kusno Yuli; Dayadi, Irvin; Taruli, Magdalena M
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1786

Abstract

Sifat Fisika Dan Mekanika Kayu Ipil (Endertia spectabilis Steenis & de Wit Sidiyasa) Berdasarkan Letak Ketinggian Dalam Batang. Kalimantan mempunyai banyak jenis pohon yang belum dikenal secara luas pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan mekanika kayu ipil (Endertia spectabilis Steenis & de Wit Sidiyasa) berdasarkan letak ketinggian dalam batang agar kayu ipil dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan letak ketinggian dalam batang, sifat fisika dan mekanika kayu ipil meningkat mulai dari ujung batang hingga ke bagian pangkal batang. Berdasarkan Klasifikasi Kayu Indonesia, kekuatan mekanika kayu ipil termasuk kategori kelas kuat 1.
STUDI TENTANG PENILAIAN KINERJA GANISPHPL DAN WASGANISPHPL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA PERIODE TAHUN 2008 SAMPAI DENGAN TAHUN 2014 Taufan Tirkaamiana, dan Zuhdi Yahya, Eka Dian Suryani,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja Ganis-PHPL dan Wasganis-PHPL di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2014, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan serta penurunan kinerja GANISPHPL dan WASGANISPHPL secara kuantitas dan kualitas.Penelitian  dilaksanakan di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XIII Samarinda selama ±4 (empat) bulan yaitu dari bulan Februari 2015 sampai dengan minggu keempat bulan Mei 2015.  Pelaksanaan kegiatan penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.58/Menhut-II/2008 jo. P.20/Menhut-II/2010 Tentang Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode penilaian selama 7 (tujuh) tahun dapat disimpulkan perolehan Nilai Kinerja Ganis-WasganisPHPL mempunyai kecenderungan meningkat, hal ini dapat dilihat pada perolehan Nilai Kinerja A dan perolehan Kinerja C dari Tahun 2008 hingga Tahun 2014.  Kecenderungan menurun yang sangat menonjol terjadi pada Tahun 2010 dimana perolehan Nilai Kinerja A hanya mencapai 6,93% dan perolehan Nilai Kinerja C mencapai 3,81%. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan kinerja Ganis-PHPL yang sangat dominan adalah pola kebiasaan karena Penilaian Kinerja selalu dilakukan setiap tahun, pembobotan nilai kumulatif sebelum diberlakukannya Peraturan Permenhut P.20/Menhut-II/2010 antara Ganis-WasganisPHPL yang aktif dan tidak aktif  adalah sama sehingga untuk Ganis-WasganisPHPL yang tidak aktif mempunyai bobot nilai yang rendah dari sisi nilai pelaporan, kurang mengetahui perkembangan peraturan-peraturan terbaru terkait bidang tugasnya.
KAJIAN PERTUMBUHAN RESTORASI MANGROVE PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI KALIMANTAN TIMUR Asnaenie, Asnaenie; Lahjie, Abubakar M.; Simarangkir, B.D.A.S.; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4341

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui laju tingkat pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui hubungan kualitas lahan restorasi dengan laju pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui faktor tempat tumbuh yang berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan. Lokasi penelitian terdiri atas 4 (empat) Stasiun Pengamatan yakni Stasiun Pengamatan I dan II berada di Kota Bontang dan Stasiun Pengamatan III dan IV berada di Desa Sangkima Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian menerangkan (explanatori research) dan penelitian deskriptif (deskriptif research). Penelitian yang bersifat menerangkan adalah penelitian yang menyangkut pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemilihan lahan restorasi sebaiknya di sesuaikan dengan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuh. Laju bertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh pemilihan tempat tumbuh dan terlindung dari kuat arus. Dari hasil penelitian di beberapa stasiun, kegiatan restorasi yang di lakukan di TNK sebagian tidak sesui dengan jenis tempat tumbuh tanaman
PENGARUH PUPUK GANDASIL B DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) The Effect of Gandasil B Fertilizer and Chicken Manure on The Growth and Yield of Long Bean (Vigna sinensis L). Bulan, Anita; Napitupulu, Marisi; Sutejo, Hery
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1775

Abstract

Pengaruh Pupuk Gandasil B dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Gandasil B dan dosis pupuk kandang ayam serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, dan juga untuk mengetahui konsentrasi pupuk Gandasil B  dan dosis pupuk kandang ayam yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman kacang panjang.Tempat penelitian di Kampung Tering, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan timur.   Penelitian dilaksanakan  awal  bulan Februari sampai dengan  bulan Mei 2014. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan anailsis faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali.  Faktor Perlakuan I adalah Pupuk Gandasil B (B), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Gandasil B atau kontrol (b0), konsentrasi pupuk daun Gandasil B  2 g/ l.air (b1),  konsentrasi pupuk daun Gandasil B 4 g/l.air (b2), dan konsentrasi pupuk daun Gandasil B 6 g/l.air (b3).  Faktor Perlakuan II adalah Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang ayam atau kontrol (k0), dosis pupuk 5 ton/ha atau 25 g/polibag (k1), dosis pupuk 10 ton/ha atau 50 g/polibag (k2), dan dosis pupuk 15 ton/ha atau 75  g/polibag (k3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk Gandasil B (B) berbeda nyata pada jumlah buah per 3  tanaman dan berbeda sangat nyata pada berat buah per 3 tanaman, dan berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga dan umur saat panen.  Produksi polong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (konsentrasi pupuk Gandasil B 6 g/l.air) dengan berat 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (b0), yaitu 312,50 g/3 tanaman.Perlakuan pupuk kandang ayam (K) berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.  Produksi polong tertingi terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha atau 75 g/polibag (k3), yaitu 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (k0), yaitu 316,67 g/3 tanaman.Interaksi perlakuan (BxK) berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan, yaitu : panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Pada Pemotongan Bibit Anakan Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur dan Puji Astuti, Mariatul Qibtiah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2080

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu : (1) untuk mengetahui pengaruh pemotongan bibit anakan dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur; dan (2) untuk mengetahui ukuran pemotongan bibit anakan bawang daun dan dosis pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur.Penelitian  dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak awal bulan Maret sampai bulan Juni 2014.  Penelitian dilaksanakan di Rawa Sari III,Jalan M.T Haryono  Kota  Samarinda.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 × 3, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (K) yang terdiri atas 4 taraf yaitu: tanpa pupuk kandang sapi (k0), 50  g polibag-1 setara dengan 20 Mg ha-1 (k1), 100  g polibag-1 setara dengan 40 Mg ha-1 (k2, dan   150  g polibag-1 setara dengan  60 Mg ha-1 (k3).  Faktor kedua adalah pemotongan pada bibit anakan (P) yang terdiri atas 3taraf  yaitu:  tanpa pemotongan pada bibit anakan (p0), dipotong  1/3  bagian dari ujung tanaman (p1); dan dipotong  2/3  bagian dari ujung tanaman (p2).Hasil penelitian menunjukan bahwa :Perlakuan pemotongan bibit anakan berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakanpada umur 15, 30, 45, 60 dan 75 hari.setelah tanam, serta berat segar tanaman pada umur 75 hari setelah tanam. Berat segar per tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p2), yaitu 62,98 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pemotongan pada bibit (p0), yaitu 49,54 g.Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 60 dan 75 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 75 hari setelah tanam, jumlah anakan pada umur 30, 45, 60, dan 75 hari setelah tanam serta pada berat segar tanaman, tetapiberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 15, 30, 45, dan 60 hari setelah tannam, dan jumlah anakan pada umur 15 hari setelah tanam. Berat segar tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 100 g polibag-1 (k2), yaitu 71,06 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (k0), yaitu 46,53 g.Interaksi antara perlakuan pemotongan bibit anakan dengan perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Effect of Compost Fertilizer and NPK Rainbow Compound Fertilizer on Growth and Yield of Beans (Phaseolus vulgaris L). Ipentiana, Nani; Syahfari, Helda
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3617

Abstract

The study aimed to determine the effect of compost and NPK Pelangi compound fertilizer and their interaction on the growth and yield of beans.The study was conducted in February-May 2016. The location of the study was in Linggang Amer Village, Linggang Bigung District, West Kutai Regency. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) in a 4x4 factorial experiment with 3 replications. Factor I: dosage of compost (B), consists of 4 levels, namely: without fertilizer or control (b0), fertilizer dose of 10 tons / ha or 100 g / polybag (b1), fertilizer dose of 20 tons / ha or 200 g / polybag (b2), fertilizer dose of 30 tons / ha or 300 g / polybag (b3). The second factor: the dose of NPK Pelangi (P) compound fertilizer, consists of 4 levels, namely: without fertilizer or control (p0), 1 g / polybag (p1) fertilizer dose, 3 g / polybag (p2) fertilizer dose, 5 fertilizer dose g / polybag (p3).The results showed that compost treatment (B) had no significant effect on the height of plants aged 10 and 30 days after planting, the number of fruit per plant and the weight of fruit per plant. The effect is very significant on plant height aged 20 days after planting and fruit length. The treatment of NPK Pelangi compound fertilizer (P) had no significant effect on plant height aged 20 and 30 days after planting, fruit length, number of fruit per plant and weight of fruit per plant. Significant effect on plant height at 10 days after planting.
KORELASI TBS INTI DAN TBS MASYARAKAT TERHADAP RENDEMEN MINYAK KELAPA SAWIT DI KOTAWARINGIN LAMA, KALIMANTAN TENGAH Siregar, Ahdiat Leksi; Siregar, Ameilia Zuliyanti; Saputra, Hendra; Rantawi, Azhar Basyir; Raharja, Istianto Budhi; Fernandes, Bintang Andala; Enzely, Widya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7626

Abstract

Pada proses pengolahan minyak kelapa sawit, faktor kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen yang dihasilkan. Kajian yang dilakukan pada pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Kotawaringin lama, TBS disuplai oleh kebun inti Perusahaan dan kebun Masyarakat selama bulan Mei 2023. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara TBS kebun inti dengan TBS kebun masyarakat terhadap rendemen yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada kajian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan analisa regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata nilai NSP kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 44,68%, sedangkan nilai IPB kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 4,49% dengan nilai NSP dan IPB rendemen dihasilkan rata-rata sebesar 18,65%. Hasil Koefesien Determinasi menunjukkan nilai NSP dan nilai IPB secara simultan memiliki pengaruh sebesar 55,6% terhadap rendemen yang dihasilkan. Untuk mendapatkan Randemen CPO yang maksimal, maka TBS matang yang diterima dari internal Perusahaan dan kebun Masyarakat harus >80%. Manfaat dari penelitian ini sebagai evaluasi pabrik untuk dapat meningkatkan kualitas mutu buah yang diterima baik dari kebun perusahaan dan kebun masyarakat.
UJI MUTU FISIK DAN FISIOLOGIS BENIH POHON PENGHASIL GAHARU (Aquilaria microcarpa Baill.) BERDASARKAN FENOTIPE POHON INDUK DI KHDTK SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Ningsih, Mira Kumala; Biantary, Maya Preva; Jumani, Jumani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1430

Abstract

Physical and physiological quality test of eaglewood tree (Aquilaria microcarpa Baill.) seeds based on mother tree phenotype from KHDTK Samboja, Kutai Kartanegara Regency.The objective of this research was to find out mother tree phenotype of Aquilaria microcarpa Baill. species in KHDTK Samboja, to find out seed physical quality (moisture content, 1000 seeds weight and range of seeds purity), seed physiological quality (seeds viability and vigor),  and to find out the relationship between both quality with the mother tree phenotype in KHDTK Samboja.  There were four mother tree from Aquilaria microcarpa Baill. species in KHDTK Samboja that bear fruit.  Each mother tree numbered with SBJ 01, SBJ 02, SBJ 03 and SBJ 04.  The results of observation to mother tree/stands phenotype was tree number SBJ 02 had the highest score and SBJ 03 had the lowest score.  The highest score tend to have more eaglewood content and lowest score had little eaglewood content.  But overall the trees grow well and did not show disturbance in growth.Physical quality test was conducted in laboratory of BPTKSDA Samboja, whereas physiological quality test was conducted in green house of BPTKSDA Samboja.  This research was conducted during nine weeks from March until May 2014.  The test procedure was adapted from Thomsen dan Diklev (2004) and refer to International Seed Testing Association (ISTA).  The data of each viability and vigor was analyzed by analysis of variance (anova). The result shows that seeds of A. microcarpa that collected from 4 (four) mother tree in KHDTK Samboja included in recalcitrant seed with moisture content between 33,45% until 52,48%. Recalcitrant seed was seeds that could not stored in longer time.  According to the result of data analyze ascertainable that percentage of seed purity between 64,3 % until 90,5 % with average of 1000 seeds weight was 37,0102 with renge between 32,3984 hingga 44,1686 grams.The result of multiple range test LSD shows that seeds from mother tree 4 had the best physiological quality with seeds viability as 64% and seeds vigor as 75,5% at confidence level 95%. Seeds physical and physiological quality was closely related to genetics factor, growth and environment.  Seeds physical and physiological quality that resulted was inversely proportional with eaglewood potential, in other words seeds mother tree that had the highest score will result small vigor.