cover
Contact Name
Fauziah Astrid
Contact Email
fauziah.astrid@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtabligh@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dakwah Tabligh
ISSN : 14127172     EISSN : 2549662X     DOI : -
Tabligh Journal is a scientific publication for research topics and studies on communication and da'wah. The form of publiation that we receive will be reviewed by reviewers who have a concentration in the field of Communication, specifically Da'wah and Communication.We publish this journal twice a year, in June and December. The Tabligh Journal first appeared in the printed version in 2011. This journal is managed by the Tabligh journal team under the Da'wah and Communication Faculty of Alauddin Islamic University in Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
INFORMATION TECHNOLOGY (IT) DAN URGENSINYA SEBAGAI MEDIA DAKWAH ERA KONTEMPORER Hj. Muliaty Amin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i2.326

Abstract

Abstract; Strategi dakwah di zaman Nabi saw dan zaman kontemporer, sekarang ini memang berbeda, terutama bila dilihat sarana dakwah yang digunakan. Untuk sekarang ini, Namun esensi dakwah di zaman Nabi saw dan sekarang tetap sama, yakni menyeru kepada al-ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Information Technology (IT) di samping dapat digunakan sebagai media dakwah melalui facebook dan twitter, juga dapat digunakan sebagai sarana internet yang dengannya seseorang dapat bertukar informasi dan berkomunikasi dalam menyampaikan dakwah. Kaitannya dengan inilah, maka sangat penting untuk dijadikan wacana pemikiran terhadap penggunaan Information Technology (IT) sebagai media dakwah di era kontemporer. Media dianggap sebagai sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan agama, dan bila dilihat dari bentuk penyampaiannya media di sini dapat pula disebut metode dakwah. Era kontemporer adalah masa kemajuan dunia dalam berbagai aspek kehidupan yang memukau, tetapi juga mengkhawatirkan. Aktualisasi dakwah melalui Information Technology (IT) di era kontemporer, haruslah sejalan dengan esensi dakwah itu sendiri. Pemanfaatan Information Technology (IT) melalui internet sebagai media berdakwah sangatlah efektif, karena didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bias disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat internet dapat menjangkau siapapun dan dimanapun asalkan yang bersangkutan mengakses internet. Kata Kunci: IT, Media Dakwah, Kontemporer Da’wa strategy at the time of the Prophet and the contemporary era, today is different, especially when viewed means of da’wa used. For now, however the essence of da’wa at the time of the Prophet, and now remains the same, which is called on al-ma'ruf and forbidding. Information Technology (IT) in addition can be used as a medium of da’wa through facebook and twitter, can also be used as a means of internet which one can exchange information and communicate in delivering da’wa. Relation to this, it is very important to be a discourse of ideas on the use of Information Technology (IT) as a medium of da’wa in the contemporary era. The media is considered as the means used to convey religious messages, and when viewed from the form of presentation media here can also be called the method of da’wa. Contemporary era was a time of world progress in various aspects of life are stunning, but also worrying. Actualization of da’wa through Information Technology (IT) in the contemporary era, must be in line with the essence of da’wa itself. Utilization of Information Technology (IT) over the Internet as a medium of preaching is very effective, because it is supported by the nature of the internet are not limited space and time. Islamic material and biased propaganda disseminated quickly and efficiently. In terms of cost becomes very low. The information disseminated via the Internet can reach anyone, anywhere as long as the relevant access the internet. Keywords: IT, Media Dakwah, Contemporary
PARTISIPASI DAN EFEK KOMUNIKASI PEMUKA PENDAPAT DALAM PEMBANGUNAN Haidir Fitra Siagian
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.314

Abstract

Abstract; Satu indikator penting untuk kemajuan suatu bangsa adalah dengan berjalannya roda pembangunan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Pembangunan tersebut merupakan bagian proses perubahan yang sengaja dilakukan secara terencana dan berkelanjutan menuju tataran kehidupan masyarakat yang lebih baik. Peningkatan kualitas hidup rakyat dalam suatu bangsa merupakan tujuan yang paling penting dalam pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Komunikasi pembangunan diarahkan untuk perubahan sosial yang terancang dengan baik. Komunikasi pembangunan bertujuan untuk secara sadar meningkatkan pembangunan manusiawi, yang berarti bahwa komunikasi dapat menghapus kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan. Komunikasi pembangunan yang diutamakan adalah kegiatan mendidik dan memotivasi masyarakat. Tujuan komunikasi adalah untuk menanamkan ide-ide, sikap mental, dan mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Partisipasi politik dihubungkan dengan demokrasi yang mengedepankan prinsip representasi dan partisipasi tidak langsung. Partisipasi politik diungkapkan dalam tindakan individu atau kelompok terorganisir untuk melakukan pemilu, kampanye, protes atau memengaruhi perwakilan pemerintah. Dalam penelitian komunikasi politik, elit politik informal ini lebih sering dikenal sebagai opinion leader atau pemuka pendapat. Pemuka pendapat adalah orang-orang yang berpengaruhi pendapat, sikap, keyakinan, motivasi, dan perilaku orang lain. Peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan para pemuka pendapat ini adalah untuk mendorong setiap warga negara agar secara ikhlas dan serius mendukung pengembangan serta untuk memberikan arahan agar pembangunan ke untuk masyarakat. Kata Kunci: Partisipasi, Komunikasi, Pemuka Pendapat, Pembangunan, Demokrasi One important indicator for the progress of a nation is the wheel passes the construction carried out on an ongoing basis. The development is part of the process of change that is intentionally done in a planned and sustained towards the level of people's lives better. Improved quality of life of the people in a nation is the most important goal in the construction carried out by the government. Communication development is directed toward social change well designed. Communication development consciously aims to improve human development, which means that communication can remove poverty, unemployment, and injustice. Communication is the preferred development activities to educate and motivate people. The purpose of communication is to instill ideas, mental attitude, and teach the skills needed by society. Political participation is associated with the principle of democracy and participation of indirect representation. Political participation is expressed in the actions of individuals or organized groups to conduct the election, campaign, protest or influence government representatives. In the study of political communication, political elite is more commonly known informally as opinion leaders or opinion leaders. Opinion leaders are the ones who berpengaruhi opinions, attitudes, beliefs, motivations, and behaviors of others. Important role that can not be separated from the involvement of opinion leaders is to encourage every citizen in order to be sincere and serious in sustainable development and to provide guidance in order for the development to the community. Keywords: Partisipation, Communication, Opinion Leader, Development, Democrazy
PENDEKATAN DAKWAH KULTURAL DALAM MASYARAKAT PLURAL Sakareeya Bungo
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v15i2.349

Abstract

Abstract; Dakwah kultural di satu sisi mempunyai prinsip dengan lebih menekankan pendekatan Islam kultural, yakni salah satu pendekatan yang berusaha meninjau kembali kaitan doktrinal formal antara Islam dan politik atau Islam dan negara. Dakwah kultural mempertanyakan validitas; apakah benar bahwa dakwah umat Islam yang berada di luar kekuasaan adalah dakwah yang tidak lengkap dan sempuma. Hakekat dakwah pada dasamya adalah upaya mengajak dan mengembalikan manusia pada eksistensi secara integral, serta merupakan upaya penjabaran nilai-nilai Ilahi menjadi amal saleh dalam kehidupan nyata. Antara pemikiran tentang dakwah yang berkembang sekarang dengan realitas, ada suatu kesenjangan yang perlu dijembatani. Pertama, kesenjangan yang berasal dari cara memberikan pengertian dakwah yang mempengaruhi tradisi dakwah selama ini. Kedua, kesenjangan yang disebabkan tidak adanya kerangka keilmuan tentang dakwah yang mampu memberikan penjelasan tentang dakwah Islam, yang merupakan kesenjangan antara teori dan praktek. Dakwah kultural di satu sisi mempunyai prinsip dengan lebih menekankan pendekatan Islam kultural, yakni salah satu pendekatan yang berusaha meninjau kembali kaitan doktrinal formal antara Islam dan politik atau Islam dan negara. Tegasnya gerakan dakwah kultural itu cenderung mempertanyakankebenaran statemen yang mengatakan bahwa gerakan dakwah dipandang belum sungguh-sungguh memperjuangkan Islam Hubungan antara Islam dan politik atau Islam dan negara termasuk wilayah pemikiran ijtihadiyah, yang tidak menjadi persoalan bagi umat Islam ketika sistem kekhalifahan masih bertahan di dunia Islam. Kata Kunci: Dakwah, Kultural, Struktural, Plural Cultural Da'wa on one side with a greater emphasis has principles of Islam cultural approach, which is one approach that seeks to review the formal doctrinal connection between Islam and politics or Islam and the state. Da'wa cultural question the validity; is it true that proselytizing Muslims is beyond the power of propaganda that is incomplete and imperfect. The essence of da’wa essentially a bid to entice and restore integral human existence, as well as the values of the translation effort Divine become good works in real life. Between the idea of propaganda is developing now with reality, there is a gap that needs to be bridged. First, the gap is derived from understanding how to give da'wah affecting propaganda tradition over the years. Second, the gap caused by the absence of scientific framework of propaganda that is able to explain the propagation of Islam, which is the gap between theory and practice. Cultural Da'wa on one side with a greater emphasis has principles of Islam cultural approach, which is one approach that seeks to review the formal doctrinal connection between Islam and politics or Islam and the state. Strictly speaking cultural missionary movement that tends mempertanyakankebenaran statement saying that the missionary movement was seen not truly fight for Islam The relationship between Islam and politics or Islam and the country including the ijtihadiyah thinking, which is not a problem for Muslims when the system Caliphate remained in the Islamic world. Keywords: Da'wah, Cultural, Structural, Plural
TELEMATIKA DAKWAH DI DUNIA BROADCASTING Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i2.305

Abstract

Peran teknologi informasi dan teledakwah dalam aktifitas dakwah menjadi tren baru pada era teknologi informasi untuk memvisualisasikan dakwah dalam bentuk media cetak dan elektronik. Teknologi informasi dan teledakwah merupakan sarana penunjang dakwah yang mutakhir jika kita ingin menyebarkan dakwah keseluruh pelosok desa di Indonesia, yang dapat dijangkau oleh infrastruktur media Televisi lain sebagainya. Seorang Da'i perlu memahami penggunaaan serta pemilihan media teknologi informasi dan teledakwah sesuai dengan kekuatan daya jangkau dalam perencanaan serta pencapaian dakwah yang telah ditentukan. Karakteristik dakwah jarak jauh bahwa keterpisahan kegiatan dakwah dari kegiatan dakwah adalah ciri yang khas dari dakwah jarak jauh. Jarak sebagai pemisah seperti di ataslah yang hendak diatasi melalui dakwah jarak jauh dengan memanfaatan rancangan instruksional dan rancangan interaksi supaya kegiatan dakwah yang dirancang dengan sugguh-sungguh dapat tercapai. dakwah dengan komputer dalam jaringan, interaktivitas mad'u ajar menjadi lebih banyak alternatifnya. Pada dakwah dengan komputer dalam jaringan dikenal dua jenis fungsi komputer, yaitu komputer server dan komputer klien. Interaksi antara mad'u ajar dengan Da'i (penceramah) dilakukan melalui ke dua jenis komputer tersebut. Media Broadcasting dapat digunakan sebagai media telematika dakwah yang efektif karena mempunyai kelebihan visual, audio, dan para Da'i dan Mad'u bisa berkomunikasi secara interaktif dengan fasiltas telekomferens. Fasilitas telematika mempunyai daya jangkau yang luas. Jika memenuhi kriteria teknologi visualiser dalam arti harus di kemas oleh ahli pertelevisian berkerjasama dengan Da'i mengenai target pesan yang akan didesain untuk sampai pada mad'u . Kata Kunci: Telematika, Dakwah, Broadcasting The role of technology information and teledakwah in Dakwah activities becomes a new trend in the era of technology information to visualize Dakwah in the form of print and electronic media. Technology information and teledakwah are means of supporting the latest Dakwah if we want to spread Dakwah throughout the remote villages in Indonesia, which can be reached by television media. A Da’i (Preacher) needs to understand the use and selection of media technology information and teledakwah in accordance with the coverage powers of the planning and achievement of Dakwah predetermined. The characteristic of distance Dakwah is that the separation of Dakwah is a typical characteristic of remote Dakwah. The distance as a separator as mentioned above is to be addressed throughout remote Dakwah by the utilization of instructional design and interaction design in order to make Dakwah designs can be achieved. Dakwah by computers has two functions that are known as server computer and client computer. The interaction between mad'u and Da’i are done throughout those computers. teaching becomes more alternatives. In propaganda by computers on the network are two types of computer functions, namely computer servers and client computers. The interaction between the teaching mad'u Preachers (speaker) carried through to the two types of computers. Media broadcasting can be used as Dakwah telematics media which is so effective as it has more visual and audio that make Da’i and Mad’u can communicate interactively with teleconference facility. Telematics facility has a wide range of reach and if meets the criteria of the technology visualiser that means hams is packaged by television experts in collaboration with Da’i about the target message that will be designed to get on mad'u. Keywords: Telematics, Da’wa, Broadcasting
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Hasan Waeduloh
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v15i1.340

Abstract

Abtsract; Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan yang diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel karena kelebihan beban kerja. Konflik adalah merupakan hasil ciptaan para pemimpin politik dalam melakukan perubahan. Tujuan manajemen konflik adalah sebagai berikut; Mencegah gangguan kepada anggota organisasi untuk memfokuskan diri pada visi, misi dan tujuan organisasi. Memahami orang lain dengan menghormati keberagaman. Meningkatkan kreativitas. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan melalui peran serta, pemahaman bersama dan kerjasama. Menciptakan prosedur dan mekanisme penyelesaian konflik. Menimbulkan iklim organisasi konflik dan lingkungan kerja yang tidak menyenangkan, takut, moral rendah, sikap saling curiga. Konflik banyak jenisnya dan dapat dikelompokkan. Konflik dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah orang yang terlibat konflik yaitu konflik personal dan konflik interpersonal. Konflik personal. Konflik personal adalah konflik yang terjadi dalam diri seorang individu karena harus memilih dari sejumlah altematif pilihan yang ada atau karena mempunyai kepribadian ganda. Konflik interpersonal. Konflik interpersonal adalah,konflik pada suatu organisasi di antara pihak-pihak yang terlibat konflik dan saling tergantung dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam merealisasikan strategi konfliknya, pihak yang terlibat konflik menggunakan taktik konflik. Taktik konflik adalah teknik yang mempengaruhi lawan konflik untuk menghasilkan keluaran konflik yang diharapkan. Penyelesaian konflik menurut Islam (dalam perspektif dakwah) dengan menggunakan langkah-langkah berupa: pertama dengan mengumpulkan data-data informasi yang akurat sesuai penglihatan (pancaindra), sebelum memutuskan salah dan benamya, sesuai petunjuk alqur'an dan hadis Rasulullah Saw. Kedua dengan melakukan islah (perdamaian atau penyelesaian konflik dengan musyawarah) sebagai yang dicontokan oleh Nabi. Kata Kunci: Manajemen, Konflik, Perspektif Conflict is closely associated with human feelings, including feeling neglected, ignored, unappreciated, abandoned, and also feeling irritated because of excess workload. Conflict is the creation of political leaders in making a change. Conflict management purposes are as follows; Prevent disruption to members of the organization to focus on the vision, mission and goals of the organization. Understanding other people with respect for diversity. Improve creativity. Facilitate the implementation of activities through participation, mutual understanding and cooperation. Creating procedures and mechanisms to resolve conflicts. Give rise to a conflict of organizational climate and work environment that is not fun, fear, low morale, mutual suspicion. Conflict of many kinds and can be grouped. Conflict can be grouped based on the number of people involved in the conflict is the conflict of personal and interpersonal conflict. Personal conflicts. Personal conflicts are conflicts that occur in an individual because they have to choose from a number of alternative options that exist or because it has a split personality. Interpersonal conflict. Interpersonal conflict, conflict in an organization among the parties to the conflict and interdependent in carrying out the work to achieve organizational goals. In realizing the strategy of conflict, the parties involved in the conflict using conflict tactics. Conflict tactics are techniques that affect conflict opponent to produce the expected output conflict. Conflict resolution in Islam (in the perspective of da’wa) by using measures such as: first by collecting data accurate information in accordance with vision (sensory), before deciding on one and benamya, as directed by the Koran and the Hadith of the Prophet. Both the conduct of reconciliation (peace or conflict resolution by consensus) as the dicontokan by the Prophet. Keywords: Management, Conflict, Perspectives
MAJELIS TAKLIM DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN DAKWAH Nur Setiawati
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.296

Abstract

Abstract;  Dakwah secara umum dapat dipahami sebagai upaya sadar, sistematik, dan berkesinambungan yang dilakukan orang-orang beriman untuk mewujudkan sistem Islam dan membangun komunitas atau masyarakat Islam (lqamat al-mujtama' al-islam) sehingga manusia benar-benar menjadi Islam dalam arti tunduk dan patuh kepada Allah SWT dan menyembah kepadanya. Majelis taklim sebagai salah satu bentuk organisasi dakwah tersebut juga sering disebut sebagai pusat pembelajaran Islam (Islamic learning institution). Sebagai pusat pembelajaran Islam, majelis taklim diakui telah menyumbangkan peran yang amat besar dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa, khususnya dalam pengajaran agama dan penguatan moral bangsa. Keberadaan majelis taklim dalam masyarakat telah membawa manfaat dan kemaslahatan bagi umat, khususnya bagi kaum perempuan, apalagi bagi mereka yang menjadi anggota dan jamaahnya. Pengembangan dakwah merupakan salah satu perilaku manajerial yang itu merupakan meliputi pelatihan yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan seseorang dan memudahkan penyesuaian terhadap pekerjaannya dan kemajuan keriernya. majelis taklim dalam meningkatkan manajemen pengelolaan organisasi termasuk didalamnya pengembangan dan peningkatan dalam misi dakwah di masyarakat. Untuk dapat melakukan pengembangan dan peningkatan dakwah, majelis taklim harus dapat melakukan pembaruan dan inovasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya anggota dan melakukan desain strategi dan pendekatan dakwah yang tepat dan efektif dengan media komunikasi yang bervariasi dan partisipatif. Kata Kunci:Majelis Taklim, Pengembangan Dakwah Da'wah can generally be understood as an attempt conscious, systematic, and continuous committed by believers to realize the Islamic system and build a community or the Islamic community (lqamat al-mujtama 'al-Islam), so that people actually become Islamic in the sense of subject and obedient and pray to God. Majelis Taklim as a form of Dakwah organization is also often referred toas a center of Islamic learning (Islamic learning institution). As a center of Islamic learning, it is recognized has donated a very large role in the intellectual life, especially in the teaching of religious and moral strengthening of the nation. Its existence in society has brought benefits and welfare for the people, especially for women who become members and congregation. Development of Dakwah is one of managerial behaviors that is included training used as a means to improve somene’s skills and facilitate an adjustment to the work and his carierr. Majelis Taklim in improving the management of the organization includs of the development and improvement in the Dakwah mission in community. To be able to do the development and improvement of Dakwah, it must be able to reform and innovation to strengthen the resources of members and conduct design strategies and approache appropriate and effective Dakwah with variative and participative media communication. Keywords:Majelis Taklim, Development of da’wah
ORGANISASI DALAM MANAJEMEN DAKWAH Hamriani HM
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i2.331

Abstract

Abstract; Organisasi dakwah dapat dirumuskan sebagai rangkaian aktivitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah bagi segenap kegiatan usaha dakwah dengan jalan membagi dan mengelompokkan pekerjaan yang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja diatara satuan-satuan organisasi atau petugasnya. Pengorganisasian yang mengandung koordinasi, akan mendatangkan keuntungan pula berupa terpadunya berbagai kemampuan dan keahlian dari para pelaksana dakwah dalam satu kerangka kerjasama dakwah, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditentukan. organisasi adalah hubungan kerjasama sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan. Dalam organisasi terdapat sejumlah orang, adanya tujuan bersama, interaksi setiap orang dalam organisasi mempunyai tujuan pribadi dan interaksi itu selalu diarahkan untuk tujuan bersama. manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pencapaian tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Pengorganisasian dalam proses dakwah sangatlah penting sebab pada proses pengorganisasian ini akan menghasilkan sebuah rumusan struktur organisasi dakwah dan pendelegasian wewenang serta tanggung jawab. Dengan empat langkah yang telah dikemukakan sebelumnya dalam rangka pengorganisasian tersebut, maka tersusunlah suatu pola atau bentuk kerjasama dakwah, dimana masing-masing orang yang mendukung usaha kerjasama itu mengetahui pekerjaan apa yang harus dilaksanakan, sampai sejauh mana wewenang masing-masing serta jalinan hubungan antara satu dengan yang lain dalam rangka usaha kerjasama itu. Kata Kunci: Organisasi, Manajemen, Penyiaran Da'wah organization can be formulated as a series of activities to compile a framework which became a platform for all business activities of preaching the divide and classify the work to be carried out and establish and develop working relationships between interwoven organizational entities or officers. Organizing containing coordination, will be profitable also be the coherence of various abilities and skills of the executive within the framework of cooperation da’wa , all of which are directed at specific targets. organization is a cooperative relationship a number of people to achieve a goal. In an organization there are a number of people, the existence of a common goal, the interaction of everyone in the organization has a personal goal and the interaction was always directed towards a common goal. management is a series of activities undertaken to streamline and streamline the achievement of organizational goals through the use of human resources and other resources needed. Organizing the propaganda process is very important because in the process of organizing this will produce a formulation of propaganda and organizational structure and responsibilities delegated authority. With four steps that have been raised previously in the context of the organization, then composed a pattern or form of cooperation da’wa, in which each person who supports the cooperative effort to know what work is to be carried out, the extent to which authorities of each as well as the association between the with others in order to attempt cooperation. Keywords: Organization, Management, Propagation
KOMUNIKASI POLITIK PEMERINTAHAN JOKOWI-JK DALAM PERSPEKTIF MEDIA Firdaus Muhammad; Andi Fikra Pratiwi
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v16i2.6117

Abstract

Maneuver President Jokowi invite the opposing faction in Golkar, Bakrie (ARB) and Agung Laksono to the Palace. The same thing, Jokowi invited PPP also hostile camps. Jokowi capabilities reflect the political communication is effective as published in various media. This paper demonstrates how Metro TV and TV One doing the framing of the news. Metro TV tends to support the government, it appears on the selection of a resource that is not balanced, Metro TV tends to continue airing excerpts of an interview of Pranowo Hanung who does not believe will be 100 daily. On television station Metro TV broadcast factual programs exclusive interview with President Joko Widodo. Where the factual program was aired on prime time (primetime) so as to attract the attention of the audience. At one factual programs Metro TV news texts government performance tends to have a duration of more than text news about criticism of the government. Based on this construction Metro TV news does not meet the values of the Islamic concept of journalism. TV One tends to criticize the government, it appears in the narrative reports by news Ancore TV One contains prejudice or find fault with other people or groups exclusive interview along with Vice President Yusuf Kalla, news Ancore questioned the performance of Yusuf Kalla, who is considered likely to be less active when compared to the performance of Yusuf Kalla and Susilo bambang Yudhoyono.
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN (PENGARUH TEMUAN SAINS TERHADAP PERUBAHAN ISLAM) Baso Hasyim
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.319

Abstract

Abstract; Ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada zaman modern ini, mengalami banyak perubahan dan sangat cepat, sedang agama bergerak dengan lamban sekali, karena itu terjadi ketidak harmonisan antara agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Dalam ensiklopedi Agama dan filsafat dijelaskan bahwa Islam adalah agama Allah yang diperintahkan-Nya untuk mengajarkan tentang pokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad saw. dan menugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh manusia dengan mengajak mereka untuk memeluknya. Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap ilmu (sains). Al-Qur’an dan Al-Sunnah mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengatahuan pada derajat yang tinggi. Apabila kita memperhatikan ayat al-Qur’an mengenai perintah menuntut ilmu kita akan temukan bahwa perintah itu bersifat umum, tidak terkecuali pada ilmu-ilmu yang disebut ilmu agama, yang ditekankan dalam al-Qur’an adalah apakah ilmu itu bermanfaat atau tidak. Adapun kriteria ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada sang khalik sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya. Pertemuan kaum muslimin dengan dunia modern, melahirkan berbagai aliran pemikiran, seperti aliran salaf dengan semboyan “Kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah”, dan aliran Tajdid dengan semboyan “maju ke depan bersama al-Qur’an”. Pembaruan dalam Islam memang sangat dianjurkan selama pembaruan itu tidak mengebiri ajaran-ajaran Islam yang otentik, akan tetapi justru memperkuat, mempertinggi dan mengangkat martabat ummat Islam dihadapan bangsa-bangsa lain di dunia. Kata Kunci: Ilmu Pengetahuan, Perubahan, Islam Science and technology, especially in modern times, experiencing a lot of changes and very fast, being religious moving very slow, because it happened disharmony between religion and science and technology. In the Encyclopaedia of Religion and philosophy explained that Islam is the religion of Allah commanded him to teach about subjects as well as its rules to the Prophet Muhammad. and assigned him to convey the religion to all mankind by inviting them to embrace him. One characteristic that distinguishes Islam with others is its emphasis on science (science). Al-Quran and Al-Sunnah urge Muslims to seek and acquire knowledge and wisdom, as well as placing people berpengatahuan at a high degree. If we look at the verses of the Koran on orders study we will find that the order was general in nature, is no exception in the sciences called theology, which is emphasized in the Qur'an is whether science is beneficial or not. The criteria useful science is the science devoted to draw closer to the creator of universe as a form of devotion to Him. Meeting of the Muslims with the modern world, gave birth to various schools of thought, such as the flow of the Salaf with the slogan "Back to the Qur'an and Sunnah", and the flow Tajdid with the slogan "forward along the Koran". Updates in Islam is highly recommended during the update was not emasculate the teachings of Islam are authentic, but actually strengthen, enhance and elevate the dignity of Muslims in front of the other nations in the world. Keywords: Science, Change, Islam
PENGARUH KREDIBILITAS KOMUNIKATOR POLITIK UNTUK MENDAPATKAN DUKUNGAN KHALAYAK DALAM PEMILIHAN UMUM Haidir Fitra Siagian
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i2.310

Abstract

Abstract; Mendapatkan jumlah maksimum pemilih dalam pemilihan umum adalah syarat mutlak untuk mengamankan posisi di lembaga legislatif, Kecamatan dan Kepala Provinsi, dan Presiden. Proses demokrasi di Indonesia menggunakan kampanye politik untuk menyampaikan pesan-pesan politik kepada publik, dimana pesan terdiri dari undangan, bergoyang, godaan untuk membuat publik memberikan suara mereka ke sisi kampanye. Kampanye politik bisa dalam bentuk pesan lisan sebelum massa, iklan media, poster, spanduk, dan kunjungan persahabatan ke massa dasar. Semua upaya yang dimaksudkan untuk mendapatkan pemilih maksimal dukungan dari masyarakat. Kenyataan itu menunjukkan bahwa komunikator politik yang bisa menjadi kandidat itu sendiri, relawan politik, atau aktivis politik lain adalah salah satu faktor penting. Peran komunikator politik yang memiliki kredibilitas tinggi dalam mentransfer ide dan saran untuk penonton sangat signifikan. Kampanye harus mampu menyampaikan pesan-pesan politik yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dan pesan harus mudah diingat oleh penonton. Selain itu fungsi komunikator juga memerlukan perhatian khusus, karena orang-orang adalah partai politik saluran utama dalam menyampaikan pesan-pesan politik mereka. Masyarakat memutuskan orang pada partai politik atau kandidat dengan memfokuskan kenangan mereka pada komunikator politik mereka ingat selama masa kampanye. Siapa komunikator, program atau isi / pesan nya, bagaimana dia / dia menyampaikan pesan, misalnya dan kinerja yang baik disajikan oleh juru kampanye. Cara kampanye yang merancang strategi kampanye adalah memiliki korelasi positif dengan memori publik dan kesan. Pada akhirnya, itu mengarah ke indikasi dalam menentukan keputusan pemilih. Kata Kunci: Kredibilitas, Komunikator, Pesan Gaining maximum number of voters in general election is the absolute condition to secure position in legislative institute, District and Provincial Head, and President. Democratic process in Indonesia using political campaign to convey political messages to public, of which the messages are consisted of invitation, sways, allurement to make public give their votes to the side of campaigner. Political campaign can be in the form of oral messages before the mass, media advertisement, posters, banners, and friendship visits to base masses. All that efforts are intended to gain maximum voters support from communities. That fact showed that political communicator which can be the candidate itself, political volunteer, or other political activist was one of the important factor. The role of political communicator who possesses high credibility in transferring the idea and suggestion to the audience is very significant. The campaigner should be able to convey the political messages that needed most by public and the messages should be easily memorized by the audiences. Moreover the communicator function also requires specific attention, as the persons are the political parties main channel in conveying their political messages. Public deciding its votes on political parties or candidates are by focusing their memories on the political communicator they remember during the campaign period. Who’s the communicator, the program or content of his/her messages, how he/she convey the messages, example and performance that good presented by campaigner. The way the campaigner designing its campaign strategy is having a positive correlation with the public’s memory and impression. At the end, it leads to the indication in deciding the voter’s decision. Key words: Credibility, Communicator, Messages