cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2013)" : 25 Documents clear
Sistem Pengendalian Suhu Pada Tungku Bakar Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy Achmad Rochman Putra; Erni Yudaningtyas; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.882 KB)

Abstract

Pengontrolan suhu pada tungku bakar menggunakan valve yang diputar secara manual dengan melihat warna api. Hal tersebut memiliki tingkat kesalahan yang besar.Digunakan Kontrol logika Fuzzy untuk mmengurangi kesalahan, sehingga suhu dapat mengikuti suhu yang diinginkan.Hasil pengujian menggunakan kontroler logika fuzzy dengan metode fuzzifikasi adalah metode min-max sedangkan pada defuzzifikasi menggunakan metode center of gravity (COG). Respon yang dihasilkan adalah presentase error pada detik 0-4500 = 1.652408%, error pada detik 4500-5400 = -0.01049%, error pada detik 5400-8640 = 1.051091%, error pada detik 8640-9000 = -0.11519%, sedangkan error secara keseluran sistem = 1.201615 % .Kata kunci : Kontrol Logika Fuzzy, Tungku Bakar, Sistem Pengontrolan Suhu.
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA TUNGKU BAKAR MENGGUNAKAN KONTROLER PID Raditya Wiradhana; Muhammad Aziz Muslim; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.122 KB)

Abstract

Pada saat ini masih banyak tungku bakar berbahan bakar gas yang dikendalikan secara manual. Misalnya pada valve tungku bakar yang masih diputar secara manual dengan melihat warna api pada burner. Hal ini memiliki resiko yang cukup tinggi, karena tungku bakar yang dikendalikan secara manual memiliki tingkat kesalahan yang besar dibandingkan dengan tungku bakar yang dikendalikan secara otomatis.Salah satu solusi dari hal tersebut yaitu menggunakan tungku bakar yang dapat dikendalikan secara otomatis dengan menggunakan metode kontrol PID. Salah satu keuntungan kontrol PID adalah memiliki respons yang halus dan cepat. Pada skripsi ini digunakan metode hand tunning. Dalam pembuatannya digunakan Arduino Uno Rev3, sensor suhu PT100, motor servo.Dari hasil pengujian terhadap aplikasi kontroler PID dengan menggunakan metode hand tunning ini didapatkan nilai Kp = 1, Ki = 0,15, dan Kd = 0 yang menunjukkan bahwa respons sistem untuk pengendalian suhu sesuai trayek pembakaran mempunyai error steady state sebesar 0,6% - 3,6%. Sedangkan error waktu sebesar 0,26% - 3,95%. Dari pengujian juga didapatkan toleransi kesalahan sebesar 2% - 5%.Kata kunci: Sensor PT100, Arduino Uno Rev3, motor servo, PID.
PERANCANGAN HYBRID SISTEM PHOTOVOLTAIC DI GARDU INDUK BLIMBING-MALANG Yulistiono, Irwan; Utomo, Teguh; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.018 KB)

Abstract

Saat ini pembangkit energi listrikyang terdapat di Indonesia mayoritasmenggunakan sumber energi tak terbarukan(unrenewable), sedangkan sumber energiterbarukan (renewable) masih sangat minim.Sehingga perlu ditingkatkan pemanfaatan sumberenergi terbarukan. Satu-satunya perusahaan diIndonesia yang bergerak dalam bidang listrikadalah PT.PLN (persero). PLN berupaya untukmeningkatkan kualitas dari listrik yangdihasilkannya. Salah satu upaya PLN untukmeningkatkan keandalan dan stabilitas yang tinggiadalah merancang sistem photovoltaic sebagaihybrid di Gardu Induk (GI). Makalah inimembahas tentang perancangan hybrid sistemphotovoltaic secara teknis yang sesuai dengankondisi yang ada di GI Blimbing. Komponensistem photovoltaic terdiri dari: modul PV, batterycontrol regulator, baterai, inverter, dan switchcontroller. Pada hasil perancangan sistemphotovoltaic modul yang terpasang sebanyak 20buah dengan kapasitas modul 175 Wp. Sistemphotovoltaic akan bekerja apabila tegangan bateraimencapai batas bawah rekoneksi 101 V dan tidakbekerja apabila tegangan baterai mencapai batasbawah 99 V. Baterai akan terisi penuh sampaipada tegangan batas atas 126 V. Sistemphotovoltaic bekerja selama 16 jam pada cuacacerah yaitu pada pukul 05.00-21.00, pada cuacamendung bekerja selama 14 jam yaitu pada pukul07.00-21.00, dan pada cuaca ekstrim bekerjaselama 15 jam yaitu pada pukul 05.00-20.00.Kata kunci: grid connection, hybrid, sistemphotovoltaic, gardu induk.
RANCANG BANGUN VOLTMETER ELEKTROSTATIK UNTUK PENGUKURAN NILAI EFEKTIF TEGANGAN TINGGI AC 100 KV Bobby Hertanto; Mochammad Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.457 KB)

Abstract

Pengukuran tegangan tinggi berbedadengan pengukuran tegangan rendah karenavoltmeter konvensional tidak bisa dihubungkansecara langsung keterminal tegangan tinggi yangakan diukur karena selain merusak alat ukur jugasangat membahayakan bagi pengguna voltmeternya.Pengukuran nilai efektif tegangan tinggi dapatmenggunakan voltmeter elektrostatik tegangan tinggi.Voltmeter elektrostatik tegangan tinggi 100 kV dapatberupa susunan elektroda sela udara yang sederhana danmudah dalam rekayasanya.Dari hasil perhitungan secara teori didapatkan denganmenggunakan elektroda piring-piring berdiameter 20(dengan diameter elektroda yang bergerak sebesar 10 cm),jarak sela 4 cm dan tegangan masukan sebesar 100 kVdidapatkan pergeseran sebesar 0,5 cm secara translasi yangkemudian ditransformasikan secara rotasi sehinggadidapatkan sudut sebesar ????????, ????????°. Dengan panjang lengansebesar 33 cm didapatkan panjang skala busur sebesar26,42 cm. Pada saat pengujian untuk tegangan masukanmaksimum 100 kV didapatkan panjang skala busur sebesar23,39 cm. Terdapat selisih panjang garis indeks antara teoridengan pengujian karena pada saat pengujian terdapatgaya gesek pada sistem elektro-mekanik yangmempengaruhi panjang garis indeks skala bar. Persentaseselisih jarak garis indeks (dengan jarak sela 4 cm) secarateori dengan pengujian (Δ????) rata-ratanya adalah 15,3% danjarak sela 1,5 cm rata-ratanya adalah 19,3%.Kata Kunci— elektroda, gaya Coulomb, medan homogen,FEMM 4.2, voltmeter elektrostatik.
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA KABEL TANAH SINGLE CORE DENGAN KABEL LAUT THREE CORE 150 KV JAWA – MADURA Nurlita Chandra Mukti; Mahfudz Shidiq; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.443 KB)

Abstract

Transmisi daya listrik daripembangkit ke beban atau ke konsumen menjadihal yang sangat penting. Ini perlu menghitungrugi daya, jatuh tegangan, kuat hantar arus. Rugidaya dipengaruhi oleh panas yang terdapat padakabel (konduktor, selubung, armour) dan padaisolasi kabel. Dalam kabel bawah tanah ataukabel bawah laut, arus sirkulasi pada selubunglogam dapat terinduksi. Arus ini membuat rugidaya di selubung dan menurunkan kuat hantararus dari kabel. Makalah ini membahas tentangperhitungan parameter-parameter yang terdapatpada saluran transmisi kabel (resistansi arussearah, resistansi arus bolak-balik, resistansiefektif reaktansi induktif, kapasitansi), rugi – rugiyang terdapat pada saluran (rugi-rugipenghantar, rugi-rugi arus pemuat dan rugi-rugidielektrik), kuat hantar arus, jatuh tegangan danefisiensi yang terdapat pada kabel three core dansingle core. Kedua kabel ini memeiliki luaspenampang konduktor yang sama (300 mm2) yangterbuat dari tembaga. Dari hasil perhitungandidapat kuat hantar arus sebesar 498,229 A untukkabel tipe single core dan sebesar 484,39 A untukkabel tipe three core. Dan efisiensi saluran untuksaluran transmisi menggunakan kabel bawahtanah single core sebesar 95,909 % dan salurantransmisi yang menggunakan kabel three coresebesar 93,44 %.Kata kunci: Kabel Single core, Kabel Three core,Rugi Daya, Transmisi.
Perancangan Alat Pengering Jamur Tiram sebagai Alternatif Penjemuran Matahari Arief Prakoso; n/a Nurussa'adah; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.933 KB)

Abstract

Jamur tiram memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh kita diantaranya adalah protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Melihat pentingnya jamur tiram untuk kesehatan tubuh manusia maka banyak olahan jamur yang kini telah tersedia dimana semua olahan tersebut ditujukan untuk mengenalkan jamur tiram kepada masyarakat. Untuk mengkonsumsi jamur tiram ini pun beragam ada yang mengolah jamur tiram ini seusai panen (masih basah) ataupun mengolah setelah jamur tiram dalam kondisi kering. Untuk mengolah jamur pada kondisi kering, jelas jamur harus dikeringkan terlebih dahulu biasanya hal ini dilakukan selain unuk olahan kripik jamur juga bertujuan untuk penyimpanan jamur yang lebih lama. Namun untuk mengeringkan jamur menggunakan matahari memakan waktu yang sangat lama dan menunggu kondisi cuaca yang terik dalam prosesnya. Penelitian ini mengacu permasalahan diatas. Dimana cuaca dan lamanya proses dapat memperlambat proses pengeringan. Penelitian ini menggunakan sensor Load Cell sebagai sensor utama untuk parameter jamur sudah kering dan Sensor suhu LM35 digunakan untuk mengontrol suhu dalam ruang proses pengeringan. Untunk memanaskan jamur digunakan heater sebagai elemen pemanas. Pengujian akhir pada sensor suhu LM35 menunjukkan kerja yang baik dengan prosentase kesalahan 0.48% dan Load Cell setelah dikuatkan sebesar 5.19%   Kata Kunci— pengeringan, jamur tiram, load cell, lm35, sensor berat.
RANCANG BANGUN SISTEM OTOMATISASI PENERANGAN DAN MOTION DETECTOR SEBAGAI PROTEKSI KERAMBA PADA SENTRA BUDIDAYA IKAN M. Saddam Rizky D.; Mochammad Rif'an; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.484 KB)

Abstract

Keramba merupakan salah satu metode budidaya ikan yang banyak dijumpai di Jawa Timur, salah satunya terdapat  di Desa  Jatiguwi Sumberpucung kab. Malang yang berdekatan dengan bendungan Karangkates. Kondisi existing yang dialami masyarakat di Desa Jatiguwi yaitu sering terjadinya pencurian ikan dan perusakan jala keramba dikarenakan tidak adanya penerangan pada malam hari. Solusi yang dibuat masyarakat setempat selama ini yaitu membuat penerangan dengan cara menarik kabel konduktor dari rumah ketengah danau sejauh 500 meter dan dijaga setiap malam. Hal tersebut jelas berbahaya apabila kabel konduktor terkelupas atau terjadi hubung singkat, sehingga dibutuhkan sistem penerangan dan proteksi keramba yang aman dan efisien. Hasil pengujian sistem terhadap blok rangkaian charging menunjukkan bahwa untuk mengisi accu dari 10,2V – 12,03V dibutuhkan waktu selama 3,5 jam dengan arus rata-rata 1,3Ah. Hasil pengujian sistem terhadap blok cuk converter menunjukkan bahwa rangkaian cuk converter mampu menaikkan dan menurunkan tegangan dengan selisih rata-rata sebesar 5,66%. Hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa sistem telah bekerja dengan baik dengan mensuplai tegangan konstan rata-rata sebesar 9,8V sebagai masukan lampu LED dengan selisih rata-rata 1,95% terhadap tegangan acuan. Energi total yang dibutuhkan sistem dalam satu hari sebesar 4,9Ah. Kata kunci : Keramba, Penerangan, Sistem Proteksi, Cuk Converter.
Analisis Pengaruh Penambahan Unit Pembangkit Baru terhadap Arus Gangguan ke Tanah pada Gardu Induk Grati Galuh Indra Permadi; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.247 KB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang arus gangguan pada sistem Gardu Induk Grati. Penambahan Unit Pembangkit baru pada PLTGU yang dekat dengan Gardu Induk Grati membuat arus gangguan pada sistem tersebut berubah, khususnya ketika gangguan terjadi di sisi Pembangkit dan di sisi Gardu Induk. Permasalahan yang muncul inilah yang dianalisis, apakah arus gangguan ke tanah pada Gardu Induk Grati menurun atau justru semakin meningkat. Analisis ini dilakukan dengan menghitung nilai arus gangguan satu fasa ke tanah, dua fasa ke tanah dan tiga fasa ke tanah sebelum dan sesudah penambahan Unit Pembangkit baru dengan metode perhitungan impedansi urutan ekivalen sistem sesuai dengan titik dimana gangguan terjadi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penambahan Unit Pembangkit baru membuat nilai arus gangguan ke tanah meningkat, khususnya arus gangguan maksimum yaitu dari 32343.521 A menjadi 36565.117 A. Analisis ini juga dilakukan untuk kondisi titik netral sub-sistem baru yang ditanahkan melalui tahanan 500 Ω. Hasilnya adalah pada gangguan satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah, arus gangguan maksimum menurun dengan selisih mencapai 2.3 %.Kata Kunci—Gardu Induk Grati, impedansi urutan, arus gangguan ke tanah.
KONVERSI CITRA LABIRIN KE DALAM EDGE DAN VERTEX Angga Septi Suyanto; Muhammad Aswin; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.255 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengolah suatu bentuk citra labirin dua dimensi kedalam edge dan vertex. Pada suatu citra labirin yang terdiri dari dinding dan jalan, sistem ini akan dapat merepresentasikannya kedalam bentuk edge dan vertex yang nantinya digunakan oleh algoritma pencari jalur terbaik.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil suatu citra labirin dari file. Dari citra tersebut, kemudian dilakukan perbaikan citra dengan mengubah citra ke dalam citra abu – abu (grayscale) dan selanjutnya mengubahnya ke dalam bentuk citra biner atau hitam – putih. Operasi selanjutnya adalah dengan mencari titik tengah dari masing – masing dinding dan jalan yang nantinya akan diseleksi untuk mendapatkan vertexnya. Pencarian edge dilakukan melalui pengecekan dua vertex yang saling berdekatan untuk mengetahui vertex tersebut saling berhubungan atau tidak dan dilanjutkan dengan mengurangkan koordinat vertex tersebut untuk memperoleh weight dari edge tersebut. Hasil akhir berupa graph yang nantinya disimpan dalam bentuk plaintext. Pengujian sistem dilakukan dengan membandingkan hasil edge dan vertex dari perhitungan manual dengan hasil dari sistem yang dibuat. Serta melakukan pengujian hasil output dengan melakukan load data output ke dalam aplikasi yang telah dibuat.Kata Kunci— Digital Image Processing, Grayscalling, Threshold, Graph.
Implementasi Kamera OV7670 Sebagai Pendeteksi Garis Pada Robot Line Follower Muhammad Rizal; Mochammad Rif'an; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.851 KB)

Abstract

Navigasi line following merupakan salahsatu sistem navigasi autonomous mobile robot , dimana robottipe line follower ini bergerak mengikuti lintasan dalambentuk garis tebal. Tugas akhir ini merancang danmengimplementasikan kamera OV7670 pada robot linefollower beroda tipe differential drive untuk mendapatgambar dari lintasan. Dari gambar yang diperoleh dapatdideteksi jarak antara robot dengan tengah lintasan (l) danjuga sudut hadap robot dengan lintasan (α). DigunakanKontroler logika fuzzy untuk mengendalikan robot denganmasukan α dan l. Dengan bantuan kontroler Logika fuzzyrobot line follower mampu bernavigasi dengan baik. Denganmenggunakan kamera OV7670 robot line follower dapatmendeteksi jarak robot (l) dan sudut simpangan robot (α)dengan kesalahan rata rata pembacaan (l) 0.598 mm dankesalahan rata rata pembacaan (α) 0.69°.Kata Kunci : robot line follower, kontroler logika fuzzy,kamera OV7670, jarak robot dengan lintasan (l), sudut robotdengan lintasan (α)

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue