cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2016)" : 25 Documents clear
ANALISIS PEMILIHAN SEL (CELL SELECTION) PADA LONG TERM EVOLUTION (LTE) BERDASARKAN REFERENCE SIGNAL RECEIVE POWER (RSRP) DAN REFERENCE SIGNAL RECEIVE QUALITY (RSRQ) Muhammad Fauzan Aneldi; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE atau juga bisa disebut dengan 4G, adalah standar komunikasi seluler generasi ke-empat, yang merupakan perkembangan dari teknologi sebelumnya yaitu HSDPA (3,5G). Untuk mengakses jaringan 4G LTE, dibutuhkan sebuah perangkat yang mendukung kinerja LTE atau biasa disebut dengan UE (User Equipment). UE harus terhubung dengan eNodeB, yang berfungsi sebagai pengirim data dan bertugas mengontrol dan  mengawasi pengiriman sinyal, serta menguji kelayakan data. eNodeB mempunyai daya cakupan yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan UE, dan digunakan UE untuk melakukan proses pemilihan sel. Akan tetapi, ada permasalahan yang dihadapi UE ketika berada di ujung sel. Atau ketika UE berada di dalam cakupan sel, namun tidak memiliki sinyal yang cukup kuat karena jaraknya yang jauh dari eNodeB. Pada kondisi seperti ini, perlu dilakukan pengambilan keputusan oleh UE untuk pindah ke sel lain yang dapat menampung UE atau tetap di sel tersebut. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menganalisis proses pemilihan sel (cell selection) pada teknologi Long Term Evolution (LTE) sisi downlink E-UTRAN dengan melakukan perhitungan Reference Signal Receive Power (RSRP) dan Reference Signal Receive Quality (RSRQ) yang diukur oleh UE (User Equipment). Untuk mengetahui proses pemilihan sel diperlukan perhitungan parameter yang meliputi pathloss, RSRP, dan RSRQ dengan jarak eNodeB ke UE (User Equipment) yang bervariasi, kemudian dilakukan analisis mengenai kelayakan suatu sel untuk ditempati UE berdasarkan kriteria pemilihan sel. Jarak antara eNodeB dengan UE berpengaruh terhadap kuat sinyal yang diterima dalam suatu sel. Nilai pathloss mempengaruhi perhitungan pada parameter RSRP. RSRQ hanya dipengaruhi oleh muatan dalam suatu sel. Berdasarkan perhitungan analisis, radius yang disarankan untuk melakukan proses pemilihan sel adalah <0,5km untuk b=50m, dan <0,7km untuk b=350m. Kata Kunci : LTE, RSRP, RSRQ, Cell Selection.
Pengaruh Gelombang Wi-Fi Terhadap Kandungan Air, Lemak, Protein Telur Ayam Berdasarkan Material Penghalang Gelombang Elektromagnetik Isnainoora Trenggamayunahla; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya yang murah, namun bergizi tinggi. Pada penelitian ini, diletakkan telur ayam dengan jarak 0,25 meter dari router wi-fi dan diberi material penghalang gelombang elektromagnetik berupa kayu dan seng. Penelitian ini dilakukan di ruang bebas sehingga, router wi-fi berfungsi sebagai tambahan peradiasi berupa gelombang wi-fi frekuensi 2,4 GHz. Dari hasil penelitian, dengan hasil pengukuran kuat medan elektromagnetik sebesar 18,24⨯  W/m, penurunan kandungan air, lemak dan protein tertinggi terdapat pada sampel telur ayam yang diletakkan 0,25 meter dari router wi-fi tanpa diberi material penghalang. Penurunan yang dihasilkan yaitu 5,629 gram; 2,815 gram; 2,9 gram atau 11,7%; 38,38%; 35,14%. Sedangkan, pada sampel telur ayam yang diletakkan 0,25 meter dari router wi-fi dan diberi material penghalang gelombang elektromagnetik berupa kayu dan seng, penurunan kandungan air, lemak dan protein tertinggi dihasilkan oleh sampel telur ayam dengan material penghalang berupa kayu yaitu sebesar 3,0745 gram; 1,811 gram; 2,218 gram atau 6,391%; 24,69% 26,87%.Kata kunci: Air, Frekuensi, Gelombang Elektromagnetik, Kayu, Lemak, Protein, Seng, Telur Ayam, Wi-Fi.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP UNTUK KOMUNIKASI DATA SERIAL PADA FREKUENSI 2,4 GHz Desriyar Hafidh Pratama; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penitian ini, akan dibahas tentang perancangan antena mikrostrip untuk komunikasi data serial pada frekuensi 2,4 GHz. Untuk melakukan komunikasi ini, dilakukan perancangan sistem komunikasi yang melibatkan pengirim dan penerima. Alat yang dipakai adalah dua buah laptop yang masing-masing tersambung dengan perangkat mikrokontroler dan  NRF24L01 sebagai transmitter. Mikrokontroler yang dipakai adalah Arduino Mega 2560. Lalu antena receiver yang dipakai  adalah antena single patch dengan polarisasi circular dan antena array. Desain antena dirancang dan disimulasikan dengan menggunakan software CST (Computer Simulation Technology).  Untuk mengetahui kemampuan antena receiver dalam menerima data atau pesan, dilakukan pengujian komunikasi dua arah dan dihitung besar delay yang terjadi dengan stopwatch. Kata Kunci : Antena mikrostrip, komunikasi serial, Arduino Mega 2560
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN BIDIRECTIONAL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) Victor Andrean; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan catu daya yang digunakan oleh kendaraan listrik. Efisiensi penggunaan energi baterai yang rendah akan mengakibatkan semakin pendeknya jarak tempuh sebuah kendaraan listrik. Salah satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan baterai adalah memanfaatkan regenerasi energi selama proses pengereman elektrik. Penelitian ini menggabungkan dua macam teknik pengereman, yaitu regeneratif, dan gabungan regeneratif-plugging untuk mengatasi kekurangan-kekurangan pada metode pengereman elektris yang sudah ada sebelumnya. Hanya dengan memainkan urutan pensaklaran pada Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), maka proses regenerasi energi dapat dilakukan secara efektif, serta dapat mewujudkan torsi pengereman sesuai dengan keinginan pengendara sampai kendaraan berhenti. Tentu saja metode ini akan menjamin kenyamanan pengendara, disamping akan menghemat biaya produksi karena tidak diperlukannya konverter tambahan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan beban inersia mesin dan roda, didapatkan energi rata-rata yang dapat dikembalikan ke baterai adalah sebesar 0,01 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0186 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam. Apabila dibandingkan dengan besar energi kinetik yang dimiliki roda saat berputar, maka didapatkan prosentase energi kinetik yang dapat dikembalikan ke baterai sebesar 41,82% untuk kecepatan awal 30km/jam, dan sebesar 43,74% untuk kecepatan awal 40km/jam. Kata kunci : Plug in Electric Vehicle (PEV), Brushless DC Motor, Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), metode six-step, Regenerative Braking System (RBS).
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) di TPA SUPIT URANG KOTA MALANG Dedy Alfilianto; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya volume sampah di kota Malang merupakan sebuah potensi baru untuk menciptakan peluang pemanfaatan sumber energy terbarukan di bidang energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kelayakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Supit Urang Kota Malang. Kajian yang pertama meliputi estimasi potensi produksi gas metana dengan software LandGEM dan potensi produksi energi listrik dari sampah yang ada di TPA Supit Urang. Kajian yang kedua adalah kajian penilaian kelayakan investasi proyek pembangunan PLTSa di TPA Supit Urang meliputi analisis NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), dan PP (Payback Period).  Dari hasil perhitungan diperoleh potensi produksi gas metan yang ada di TPA Supit Urang Kota Malang mencapai 14.070.000 m3/tahun dengan daya listrik yang bisa dibangkitkan sebesar 3.614 kWe dan energi listrik yang bisa dihasilkan sebesar 31.658.640 kWh dengan potensi energi listrik yang dapat dijual ke PLN sebesar 26.909.844 kWh. Dalam kajian penilaian kelayakan investasi proyek didapatkan nilai NPV sebesar Rp 33.612.209.114, BCR sebesar 1,27, IRR sebesar 19,24%, dan nilai PP adalah 10 tahun 8,7 bulan. Berdasarkan hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa dari potensi sampah yang ada proyek pembangunan PLTSa di TPA Supit Urang memenuhi kriteria kelayakan untuk dilaksanakan.  Kata Kunci: Sampah, PLTSa, Gas Metana, Energi Listrik, Penilaian Kelayakan Investasi
Sistem Pengaturan Intensitas Cahaya pada Rancang Bangun Budidaya Bunga Krisan Berbasis Arduino Aditya Galih Fathurochman; n/a Retnowati; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang dibutuhkan untuk mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena cahaya menyebabkan fotosíntesis. Kekurangan cahaya matahari menyebabkan proses pertumbuhan pada tanaman tidak normal dan mati. Intensitas cahaya yang optimal selama periode tumbuh penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Krisan merupakan tanaman hari pendek dimana jenis tanaman ini akan berbunga jika terkena cahaya matahari kurang dari 12 jam. Untuk menunda fase pembungaan (fase generatif) dari tanaman krisan maka perlu dilakukan penambahan cahaya di malam hari yaitu sebesar 400-500 lux dengan demikian akan diperoleh bunga krisan dengan kualitas yang diharapkan yaitu tinggi lebih dari 76cm. Metode yang digunakan adalah metode rancang bangun. Dimana rumah plastik yang dibangun akan menjaga penambahan cahaya lampu konstan 400 lux (set point) selama 16 jam dengan perhitungan waktu dari RTCDS1307. Disaat intensitas cahaya yang dideteksi sensor cahaya BH1750  kurang dari setpoint maka Relay akan mengaktifkan lampu secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan respon sistem yang baik dengan didapatkan ts (settling time) berdasarkan pengujian adalah 3,47 s. Settling time didapat ketika hari mulai menjelang malam hari.Dari pengujian system juga dapat diketahui bahwa error steady state rata-rata sebesar 0,25%. Dikarenakan error steady state-nya di bawah 5% maka termasuk dalam toleransi error steady state (ess). Hasil penelitian ini dapat memudahkan petani budidaya tanaman bunga krisan dalam mengontrol pencahayaan buatan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.   Kata kunci: Cahaya, BH1750 ,RTC DS1307, Relay
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KLOROFIL ALGA HIJAU TERHADAP PERFORMANSI SENSOR OPTIK BERBAHAN DYE DAN TiO2 Wuri Roro Indraswari; Panca Mudjirahardjo; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, fabrikasi dari perancangan sensor optik dilakukan dengan menggunakan metode deposisi spin coating untuk pelapisan pasta TiO2. Bahan organik yang digunakan yaitu zat warna klorofil daun alga hijau. Substrat yang digunakan merupakan kaca TCO (Transparent Conductive Oxide) yang bersifat konduktif. Kaca TCO yang dilapisi pasta TiO2 dan telah direndam dalam zat warna klorofil berfungsi sebagai anoda, larutan elektrolit sebagai katalis, dan karbon hasil jelaga api lilin sebagai katoda, disusun dan dikombinasi dengan struktur berlapis. Larutan klorofil yang digunakan memiliki variasi konsentrasi berturut-turut 3:5; 4:5; dan 6:5 (massa terlarut : volume pelarut). Pengujian absorbansi menggunakan spektrofotometer dilakukan pada panjang gelombang 300 nm sampai 800 nm. Pada panjang gelombang 300 nm sampai 480 nm memiliki absorbansi atau penyerapan cahaya sebesar 4(a.u) untuk semua jenis dye dengan variasi konsentrasi yang berbeda. Namun, pada panjang gelombang 500nm sampai 680nm terlihat bahwa variasi konsentrasi terbesar memiliki tingkat absorbansi paling tinggi dibanding larutan lainnya. Pengujian performansi sensor optik berdimensi 2x2 cm2 dengan diberi cahaya lampu merkuri dihasilkan bahwa sensor optik yang telah direndam dalam dye 6:5 memiliki tegangan dan arus paling tinggi sebesar 626,4 mV dan 78,7(µA) pada iluminasi 30.000 lux. Selain itu, sensor tersebut memiliki sensitivitas 1,0875mV/10lux dan 0,0024 µA/lux, serta eror ketidakpastian 0,367% (pengujian tegangan) dan 0,481% (pengujian arus). Sensor optik optimal digunakan pada rentang suhu 32°C sampai 38°C.   Kata Kunci: Sensor Optik, Teknologi organik, Spin coating, Alga HIjau
PENGENDALIAN POSISI LENGAN PADA ALAT UJI KESETIMBANGAN MENGGUNAKAN KONTROLER LOGIKA FUZZY Muchammad Najiulloh A. R.; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan UAV (unmanned aerial vehicle) atau pesawat tanpa awak sering digunakan untuk mengobservasi tempat yang sulit untuk dijangkau oleh manusia. Salah satu pesawat  tanpa awak dan merupakan  konsertasi dalam penelitian ini adalah bicopter. Bicopter merupakan pesawat tanpa awak yang hanya memiliki dua buah baling-baling sebagai penggerak utamanya, beberapa kekurangannya antara lain adalah sulitnya mengontrol kesetimbangan untuk bermanuver dari bicopter tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan motor BLDC dengan propeller sebagai penggerak yang dikendalikan secara elektrik guna mengatur kecepatan putarnya agar memudahkan dalam bermanuver. Salah satu solusi dari hal tersebut adalah dengan membuat sebuah alat uji berupa  lengan yang sisi-sisinya diberikan motor BLDC dengan propeller dan beban sebagai pemodelan cara kerja bicopter. Sistem yang dirancang ditujukan untuk mengendalikan kecepatan propeller melalui aktuator motor BLDC secara otomatis agar mencapai posisi lengan setimbang menggunakan metode Kontroler Logika Fuzzy. Kontroler Logika fuzzy diwujudkan menggunakan mikrokontroler ATmega 328 yang terintegrasi dalam modul Arduino Uno sebagai pusat pengendali sistem. Proses perancangan KLF pada penelitian ini menggunakan 5 Membership Function (MF) dengan metode inferensi Max-Min dan metode Defuzzifikasi Weight Average (WA) pada setpoint 0° menghasilkan respon sistem dengan nilai error steady state sebesar 0,4727%. Sedangkan pengujian dengan gangguan diperoleh error terbesar pada gangguan ke-1 yaitu sebesar 8,4% dan gangguan ke-2 sebesar 6,8%. Nilai error steady state setelah gangguan ke-1 sebesar 1% dan sebelum gangguan ke-2 sebesar 0,64%. Secara keseluruhan sistem dapat kembali pada keadaan steady dan mampu memberikan respon sistem yang baik ketika terjadinya gangguan. Kata kunci: Kecepatan Putaran; Kesetimbangan Lengan; KLF; bicopter
SISTEM PENGONTROLAN KECEPATAN PROPELLER PADA WIND TUNNEL MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY Dany Octodoputra; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wind tunnel atau terowongan angin adalah peralatan yang digunakan untuk menghasilkan aliran udara pada kecepatan tertentu. Untuk menghasilkan aliran udara pada wind tunnel yaitu dengan cara mengatur kecepatan putaran baling-baling (propeller) yang digerakkan menggunakan motor penggerak. Oleh karena itu perlu adanya pengontrolan kestabilan kecepatan propeller agar aliran udara dapat  mengalir pada kecepatan tertentu.  Kecepatan putaran propeller bergantung pada spesifikasi propeller, yaitu diameter, luas, pitch, dan jumlah propeller. Namun pada akhirnya jika spesifikasi propeller tersebut sudah ditentukan dan tetap, kecepatan aliran udara akan sepenuhnya bergantung pada kecepatan propeller. Untuk memantau kecepatan putaran propeller digunakan sensor hall effect. Proses perancangan Kontrol Logika Fuzzy (KLF) pada penelitian ini menggunakan metode mamdani dengan tahapan fuzzifikasi, inferensi,dan defuzzifikasi. Proses KLF pada setpoint 8000 rpm menghasilkan respon sistem yang baik dengan settling time 5,2 detik, nilai error steady state sebesar 0,25% dan mampu kembali pada keadaan steady ketika mendapatkan gangguan perubahan aliran angin melalui pengujian windtunnel/ terowongan angin dengan recovery time sebesar1400ms. Kata kunci- wind tunnel, KLF, propeller, hall effect, kecepatan putaran.  
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBUKA PAGAR OTOMATIS MENGGUNAKAN MODUL BLUETOOTH HC-05 SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI Stefanus Christian; Ponco Siwindarto; Mochammad Rif&#039;an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pagar adalah salah satu benda yang paling sering kita lihat dan benda yang selalu  ada di  sebagian  besar bangunan.    Hal  ini  dikarenakan  pagar berfungsi sebagai pengaman rumah, pembatas kepemilikan tanah, memperindah tampilan eksterior, dll.  Meskipun sebagian besar fungsi pagar digunakan untuk pengaman rumah, tetapi masih belum bisa dikatakan aman dari berbagai kejahatan di sekitar bangunan.     Oleh  karena  itu  dilakukan  penelitian  untuk  mengatasi  masalah tersebut.   Penelitian ini menggunakan modul  Bluetooth HC-05 sebagai media komunikasi antara pagar dan remote controller. Modul Bluetooth HC-05 serta LCD  karakter  digunakan  sebagai  media  informasi  visual.     Mikrokontroler ATMega 328 digunakan sebagai alat pemroses utama. Penelitian ini merupakan pengembangan dari skripsi sebelumnya yang berjudul ―Sistem Keamanan Pintu Pagar Otomatis Menggunakan Voice Recognition‖ dimana pada penelitian sebelumnya menggunakan gelombang radio yang dipasang pada klakson kendaraan.   Penelitian tersebut bekerja pada saat tombol klakson ditekan dan sensor merespon output dari tombol tersebut yang selanjutnya pagar akan bergerak sesuai dengan indikator yang telah diberikan. Pada penelitian ini digunakan modul Bluetooth HC-05 sebagai  pemancar dan penerima sinyal.   Untuk pengujian penelitian sendiri dilakukan pengulangan pengambilan data dengan berbagai kondisi.   Dari pengambilan data tersebut diperoleh bahwa Bluetooth dapat melalukan pairing pada jarak 0 – 1029 cm dan tidak terpengaruh dengan sudut. Kata kunci— Pagar, Bluetooth, Mikrokontroler

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue