Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 7 (2016)"
:
25 Documents
clear
APLIKASI TEKNIK AUTOMATIC NUMBER PLATE RECOGNITION BERBASIS FPGA UNTUK MENDETEKSI PLAT NOMOR KENDARAAN
Diannata Rahman Y.;
Nanang Sulistiyanto;
n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknik Automatic Number Plate Recognition (ANPR) adalah salah satu metode yang diandalkan untuk identifikasi kendaraan di era modern saat ini. Sistem ANPR yang ada saat ini kebanyakan menggunakan perangkat lunak pada komputer. Desain perangkat keras khusus yang dapat bekerja sebagai pemroses sistem ANPR diperlukan karena lebih unggul dari segi dimensi, konsumsi daya dan harga. Untuk perancangan sistem yang low-cost dan efisien, maka FPGA (Field Programmable Gate Arrays) adalah pilihan yang tepat untuk mengimplementasikan sistem. Sistem dirancang dengan menggunakan modul sensor kamera OV7670 dan board FPGA Nexys3 Spartan-6. Citra diproses pada sistem melalui tiga tahap, yaitu tahap lokalisasi plat nomor menggunakan metode deteksi tepi vertikal dan analisis proyeksi, tahap segmentasi karakter menggunakan metode pengambangan dan analisis proyeksi, dan tahap pengenalan karakter optis menggunakan metode KNN (K-Nearest Neighbor) dengan nilai K=1. Hasil perancangan dan pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengenali 82% dari total karakter yang diuji dengan waktu eksekusi terlama hingga 2,3 ms dan kesalahan maksimum 3 karakter per plat nomor, akan tetapi tingkat keberhasilan identifikasi plat nomor hanya 19%. Hal ini menunjukkan bahwa perancangan sistem dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga ke depannya dapat diaplikasikan untuk sistem identifikasi kendaraan otomatis. Kata kunci: Kendaraan, ANPR, FPGA
PENGENDALIAN SUHHU PADA OVEN UNTUK PROSES PENGERINGAN TEMBAKAU DENGAN METODE PID
Ahmad Iman Fathulloh;
Bambang Siswojo;
n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin berkembangnya teknologi saat ini memberikan dampak positif pada perkembangan dunia elektronik khususnya di bidang sistem kontrol. Pada saat ini banyak teknoogi yang telah menggunakan alat otomatisasi kontrol. Hal tersebut disebabkan oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan fasilitas kemudahan dalam berbagai macam hal. Tembakau merupakan hasil komoditas perkebunan di Indonesia yang mempunyainilai ekonomis cukup tinggi. Komoditas tembakau terhadap pendapatan petani tembakau relatif cukup besar dibanding komoditas yang lain. Saat ini para petani mengelola tembakau dengan cara tradisonal yang menyebabkan waktu relative lama. Desebabkan pada proses pengeringan terhambat oleh cuaca yang tidak menentu di daerah Indonesia karena memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Ketika musim hujan tiba proses pengerikan akan terhambat dan hal tersebut mengakibatkan penurunan kuantitas produksi tembakau. Sehubungan dengan lama waktu proses pengeringan pada saat musim hujan, maka dengan ini penulis merancang sebuah alat pengering tembakau yang dapat dikontrol untuk memepertahakan suhu pengeringan secara otomatis sehingga mempercepat proses waktu. Penelitian ini menerapkan sistem pengendalian suhu pada alat pengering tembakau menggunakan kontroler PID (Proposional Integral Diferensial) yang diharapkan bisa menghasilkan suatu sistem sesuai dengan setpoint yang ditentukan. Untuk menghasilkan tembakau yang siap dimasak diperlukan suhu pengeringan antara 60oC - 80oC dengan rentan waktu kurang lebih selama 3 sampai 5 jam.
RANCANG BANGUN INSULATION TESTER BERBASIS FUZZY LOGIC
Firmansyah Adhitya G. B.;
Ponco Siwindarto;
Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Setiap peralatan yang menggunakan energi listrik memiliki bahan isolasi sebagai pengaman. Bahan isolasi adalah bahan yang memberikan tahanan tinggi terhadap aliran arus listrik. Operasi dari peralatan listrik seperti transformator, motor, generator, dan kabel-kabel tergantung pada pemeliharaan tahanan isolasi. Tahanan isolasi tiap peralatan listrik memiliki batas minimal yang berbeda-beda. Perbedaan ini menyebabkan kesalahan dalam menentukan batas minimal tahanan isolasi. Oleh karena itu, diterapkan logika fuzzy dalam pengukuran tahanan isolasi. Kondisi peralatan listrik seperti motor dapat ditentukan berdasarkan nilai tahanan isolasi yang terukur. Pengujian sensor didapat tegangan pada megger mulai stabil pada tahanan 24,2 MΩ. Pengujian rangkaian pengondisi sinyal didapat rata-rata error sebesar 1,77%. Kata kunci: Tahanan Isolasi, Logika fuzzy
Rancang Bangun Control Unit Magnetic Powder Brake pada Laboratorium Mesin Elektrik
Devis Maulidy Zoechriba;
n/a Soeprapto;
Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Magnetic powder brake adalah salah satu beban motor listrik yang berfungsi sebagai alat pengukur torsi motor. Magnetic powder brake bekerja sesuai dengan nilai tegangan brake yang dicatukan ke dalam magnetic powder brake. Tegangan brake hampir linear terhadap besarnya torsi beban. Untuk mencatu magnetic powder brake dan menghitung besarnya torsi maka dibutuhkan control unit yang bekerja bersama dengan magnetic powder brake. Control unit ini nsntinys akan menghitung besar torsi dan daya mekanik. Pada penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara tegangan brake terhadap torsi maka control unit akan dikalibrasi dengan control unit lama yang masih berfungsi dengan baik. Arduino membaca tegangan yang dicatukan ke dalam magnetic powder brake melalui sensor tegangan. Sedangkan untuk membaca kecepatan sistem, arduino membaca tegangan keluaran tachogenerator kemudian dikonversi menjadi kecepatan dalam satuan rpm. Pengujian secara keseluruhan alat ini yaitu mengambil data torsi dan daya mekanik kemudian dibandingkan dengan teori. Kesalahan rata-rata dari data torsi yang diambil sebesar 5,18%. Kesalahan rata-rata dari data daya mekanik sebesar 2,25%. Kata kunci— magnetic powder brake, control unit, torsi beban, tegangan brake.
APROKSIMASI HISTOGRAM PADA CITRA DIGITAL GRAYSCALE
Andy Nur Pradana;
Waru Djuriatno;
Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan aplikasi aproksimasi histogram pada citra digital grayscale. Informasi penting mengenai isi citra digital dapat diketahui dengan membuat histogram citra. Histogram citra adalah grafik yang menggambarkan penyebaran nilai-nilai intensitas piksel dari suatu citra atau bagian tertentu di dalam citra . Saat ini cara yang digunakan untuk membuat histogram citra adalah dengan pencarian setiap nilai pada baris dan kolom pada sebuah citra. Dengan cara tersebut waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan histogram berbanding lurus dengan rentan nilai sebuah citra itu sendiri, semakin besar ukuran citra, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan histogram citra. Perancangan ini didasarkan pada masalah yang bersifat aplikatif, yaitu perencanaan dan perealisasian aplikasi agar dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan dengan mengacu pada rumusan masalah. Masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana cara membuat histogram pada citra digital grayscale dengan metode pendekatan (aproksimasi), serta bagaimana cara mengambil sampel data pada citra digital grayscale untuk pembuatan histogram.
ALAT PENGONTROL SUHU PADA PROSES PEMATANGAN KEJU MENGGUNAKAN ARDUINO BERBASIS LOGIKA FUZZY
Ramadhan, Valdy Fajri;
Muslim, M. Aziz;
Rusli, Mochammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu faktor utama pada proses pematangan keju adalah suhu dan kelembaban. Keju Gouda industri rumahan hanya mengandalkan AC sebagai alat pengatur suhu dan kelembabannya, hal ini dirasa kurang efektif untuk membuat keju yang sesuai kualitasnya berdasarkan kadar air . Pada tugas akhir ini pembahasan hanya berfokus pada pengendalian suhu serta bagaimana cara mengimplementasikan kontrol logika fuzzy (KLF) untuk mengendalikan suhu tersebut sehingga sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada proses pematangan keju. Proses perancangan KLF pada penelitian ini menggunakan 5 Membership Function (MF) dengan metode Inferensi MIN-MAX Composition dan metode Defuzzifikasi Center of Gravity (COG). Pada proses pengendalian, didapatkan time steady (ts) sebesar 28 menit dengan nilai steady state 12OC. Error steady state yang dihasilkan sebesar 1%. Proses pengujian pada sistem dilakukan selama satu minggu. Kata kunci: Keju Gouda, Alat pematangan, kontrol logika fuzzy, LM35, Arduino uno.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN DISTRIBUTED GENERATION TERHADAP KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN PENUTUP BALIK OTOMATIS (RECLOSER)
Erwin Hery Setiyawan;
Hadi Suyono;
Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Distributed Generation saat ini merupakan solusi untuk energi terbarukan. Namun Penempatan distributed generation pada sebuah jaringan distribusi, akan sangat berpengaruh pada nilai arus gangguan yang muncul saat terjadi gangguan hubung singkat. Hal ini akan berimbas pada evaluasi setting rele proteksi di area penempatan distributed generation tersebut. Distributed generation yang digunakan adalah wind turbine dan Micro Hydro. Penyambungan Distributed Generation pada penyulang Pujon dapat menyebabkan kenaikan arus hubung singkat, yaitu arus hubung singkat tiga fasa penyulang Pujon sebelum tersambung Distributed Generation terbesar adalah 5932,6 A dan yang terkecil adalah 576,899 A. dan untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa terbesar adalah 4194,98 A dan yang terkecil adalah 407,929 A. Sedangkan arus hubung singkat tiga fasa penyulang Pujon setelah tersambung Distributed Generation (Micro Hydro dan Wind Turbine) terbesar adalah 5977,68 A dan yang terkecil adalah 621,823 A. dan untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa terbesar adalah 4239,189 A dan yang terkecil adalah 452, 215A. Penyetelan recloser dan rele arus lebih pada sisi penyulang dan masukan 20 kV mengalami perubahan seting waktu koordinasi karena adanya kenaikan arus gangguan hubung singkat yang diakibatkan adanya penambahan Distributed Generation (Micro Hydro dan Wind Turbine). Semakin besar arus gangguan hubung singkat, maka waktu kerja rele semakin cepat. Hal ini dikarenakan rele akan cepat bereaksi terhadap arus gangguan yang besar untuk mengirim sinyal ke PMT untuk trip Kata kunci: Distributed Generation, Arus gangguan hubung singkat, rele arus lebih, recloser..
PENGENDALIAN KESEIMBANGAN PADA MINIATUR FLYBOARD DENGAN METODE PID
Anak Agung Surya Pradhana;
n/a Purwanto;
n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin berkembangya teknologi saat ini memberikan dampak positif pada perkembangan dunia elektronik khususnya di bidang sistem kontrol.Pada saat ini banyak teknologi yang telah menggunakan alat otomatisasi kontrol. Hal tersebut disebabkan oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan fasilitas kemudahan dan efisiensi dalam berbagai macam hal. Flyboard merupakan olahraga baru di Indonesia yang dengan cepat menarik perhatian masyarakat. Flyboard sendiri adalah sebuah jenis jet pack air yang melekat pada personal watercraft (PWC) atau wahana yang melekat pada kaki pengguna yang selanjutnya dipasok air bertekanan tinggi sehingga pengguna dapat terbang di udara akibat dorongan air tersebut, olahraga ini dikenal sebagai Flyboarding. Seorang pengendara Flyboard berdiri di atas papan yang dihubungkan dengan selang panjang yang terhubung ke mesin jetski. Air bertekanan tinggi untuk sepasang sepatu bot dengan nozel jet bawah yang memberikan dorongan bagi pengendara untuk terbang hingga mampu naik mencapai 15 meter di udara. Penelitian ini menerapkan sistem pengendalian tekanan air pada miniatur flyboard menggunakan kontroler PID yang diharapkan bisa menghasilkan suatu sistem sesuai dengan setpoint yang ditentukan. Hasil penentuan nilai parameter PID didapatkan nilai Kp=1.44, Ki=0.235 dan Kd=0.058. Kata Kunci— Flyboard, Keseimbangan, PID.
PENGENDALIAN SUHU PADA ALAT PENGERING BIJI KOPI MENGGUNAKAN METODE KONTROLERON-OFF
Nandana Wiragotra;
Erni Yudaningtyas;
Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin berkembangnya teknologi saat ini memberikan dampak positif pada perkembangan dunia elektronik khususnya di bidang sistem kontrol. Pada saat ini banyak teknologi yang telah menggunakan alat otomatisasi kontrol. Hal tersebut disebabkan oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan fasilitas kemudahan dan efisiensi dalam berbagai macam hal. Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi tidak hanya berperan penting sebagai sumber devisa melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia [1]. Berdasarkan permasalahan cuaca yang seringkali timbul pada proses pengeringan biji kopi di indonesia, maka penulis merancang sebuah alat pengering biji kopi yang dapat dikontrol untuk mempertahakan suhu pengeringan secara otomatis, sehingga proses pengeringan tidak terkendala oleh kondisi cuaca yang terjadi. Sistem pengendalian suhu pada alat pengering biji kopi menggunakan metode kontrol On-Off dapat melakukan proses pengeringan selama 10 jam dengan set point suhu sebesar 550C dan mempunyai respon plan Time Delay (Td) = 6 menit, Time Rise (Tr) = 9 menit, Time Peak (Tp) = 12 menit dan Max Overshoot (Mp) = 59,190C. Terjadi penyusutan berat biji kopi sebesar 335 Gram pada saat sebelum dilakukan proses pengeringan dibandingkan dengan setelah proses pengeringan. Kata Kunci— Kopi, Pengeringan, Kontrol On-Off.
PERANCANGAN DRIVER PADA SISTEM PENGENDALI MOTOR DC MENGGUNAKAN H-BRIDGE
Okky Mahmudi;
Eka Maulana;
n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan sistem driver untuk mengendalikan motor dc menggunakan sistem driver h-brdige. Beberapa komponen yaitu MOSFET disusun menjadi h-bridge sehingga dapat mengendalikan motor DC. Input yang digunakan adalah potensiometer. Input dari potensiometer diproses oleh mikrokontroler. Mikrokontroler memberi ouput ke driver sehingga driver dapet mengendalikan putaran motor DC. Dari hasil pengujian driver mampu mengendalikan motor untuk putar kanan, putar kiri dan bervariasi kecepatannya. Untuk mengetahui kecepatan motor DC diukur dengan tachometer. Untuk perancangan perangkat keras meliputi: perancangan rangkaian catu daya, perancangan rangkaian LCD, perancangan rangkaian sensor perancangan rangkaian mikrokontroler ATMEGA16, dan perancangan rangkaian driver motor. Perancangan sistem perangkat lunak merancang program yang dapat mengndalikan motor DC. Dari hasil pengujian motor DC dapat berputar kanan, kiri dan kecepatannya dapat dipercepat dan diperlambat sesuai dengan PWM yang diatur dalam program yang dimasukan ke dalam mikrokontroler. Kata Kunci- Motor DC, Driver, Perancangan