cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,261 Documents
Analisis Setting Relay Diferensial Sebagai Proteksi Transformator Daya Pada PT PLN (Persero) UPT Surabaya Alvaro , Kevin Farras; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan utama dalam sistem tenaga listrik yang memerlukan sistem proteksi andal untuk mendeteksi gangguan internal secara cepat dan selektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Setting Relay diferensial sebagai proteksi transformator daya di PT PLN (Persero) UPT Surabaya melalui perhitungan matematis dan simulasi menggunakan ETAP 19.0.1. Analisis meliputi perhitungan arus hubung singkat, evaluasi kondisi saturasi Current Transformer (CT), penentuan parameter Setting Relay diferensial, serta perbandingan hasil perhitungan dengan simulasi dan Setting yang diterapkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CT pada sisi primer dan sekunder tidak mengalami saturasi dengan persentase pemanfaatan kemampuan CT masing-masing sebesar 21,99% dan 2,09%. Nilai Setting Relay diferensial hasil perhitungan diperoleh sebesar Iset 0,0175 A, Slope 1 2,25%, dan Slope 2 4,5%. Hasil simulasi ETAP menunjukkan kesesuaian yang baik terhadap perhitungan matematis dengan rata-rata perbedaan arus hubung singkat sebesar 0,87% pada sisi primer dan 1,55% pada sisi sekunder. Analisis kurva karakteristik menunjukkan bahwa Setting Relay diferensial hasil perhitungan mampu mendeteksi gangguan internal secara selektif, sedangkan Setting Relay yang diterapkan di PT PLN (Persero) UPT Surabaya menggunakan nilai slope yang lebih besar untuk meningkatkan kestabilan Relay terhadap kondisi transien, seperti arus inrush transformator. Kata Kunci— Relay diferensial, transformator daya, Current Transformer (CT), ETAP 19.0.1, arus hubung singkat. 
ANALISIS PREDIKTIF MASA PAKAI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI BERBASIS GM(1,1) STANDAR IEC DAN IEEE DI ULP BENJENG Aditya, Irfan; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator distribusi merupakan aset vital yang mengalami penuaan isolasi akibat tekanan termal dari pembebanan. Penelitian ini bertujuan memprediksikan tren pembebanan serta mengestimasi sisa masa pakai (Remaining Useful Life) transformator distribusi di PT PLN (Persero) ULP Benjeng UP3 Gresik. Peramalan beban dilakukan menggunakan Grey Model GM(1,1) terhadap data historis delapan semester (2022–2025) pada tiga unit transformator 100 kVA yang mewakili kategori pembebanan tinggi (NC0024, 98,34%), sedang (NC0035, 67,79%), dan ringan (NC0223, 29,29%). Hasil prediksi periode 2026–2029 digunakan untuk menghitung suhu titik panas dan susut masa pakai berdasarkan standar IEC 60076-7 (hukum Montsinger) dan IEEE C57.91 (persamaan Arrhenius) pada tiga skenario operasional: baseline, kenaikan beban natural (+5%), dan ekstrem (+15%). GM(1,1) menghasilkan akurasi “Sangat Baik” dengan seluruh nilai MAPE (WBP dan LWBP) di bawah 10% dan MAE maksimum 4,80 kVA. Transformator berbeban tinggi NC0024 diprediksikan mencapai akhir masa pakai (End of Life) pada 2027 di seluruh skenario; transformator beban menengah NC0035 menurun drastis dari kondisi aman menjadi 12,67 tahun (IEC) pada skenario ekstrem, sedangkan NC0223 yang berbeban ringan relatif tidak sensitif terhadap seluruh skenario. Standar IEC 60076-7 terbukti lebih konservatif sehingga lebih sesuai sebagai sistem peringatan dini (early warning system), sementara IEEE C57.91 lebih sensitif dalam mendeteksi percepatan degradasi pada kondisi beban lebih (overload). Hasil ini merekomendasikan uprating kapasitas NC0024 sebelum 2027, pemeliharaan preventif rutin NC0035, dan pemanfaatan NC0223 sebagai gardu penampung pelimpahan beban. Kata Kunci—Transformator Distribusi, Masa Pakai, GM(1,1), IEC 60076-7, IEEE C57.91. 
Perancangan dan Optimasi Sistem Energi Terbarukan Hibrida SuryaAngin–Diesel–Baterai untuk Pulau Terisolasi: Studi Kasus Pulau Gili Ketapang Menggunakan HOMER Pro Gumay, Alif Arrasyid; Wibawa, Unggul; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrogrid pulau terisolasi di Indonesia masih sangat bergantung pada pembangkitan diesel, yang menimbulkan biaya bahan bakar tinggi dan emisi CO₂ besar. Penelitian ini merancang dan mengoptimasi sistem energi terbarukan hibrida (HRES) surya–angin–diesel–baterai untuk Pulau Gili Ketapang, sebuah pulau off-grid di Probolinggo, Jawa Timur, menggunakan HOMER Pro. Profil beban per jam (3,25 GWh/tahun; puncak 544 kW) dan data sumber daya NASA POWER (surya 5,30 kWh/m²/hari; angin 3,76 m/s) digunakan untuk mengevaluasi empat skenario: baseline diesel saja (S1), PLTS+diesel (S2), PLTS+angin+diesel (S3), dan hibrida penuh dengan baterai (S4). Konfigurasi optimal—S4: PLTS 800 kWp, tiga turbin angin 100 kW, baterai LiFePO₄ 1.900 kWh, dan konverter 576 kW berdampingan dengan PLTD eksisting 700 kW —secara serempak meminimalkan biaya dan emisi: Net Present Cost turun 58,5% (dari Rp 794,24 menjadi 329,48 miliar), Levelized Cost of Energy turun 58,4% (Rp 18.868 menjadi 7.844/kWh), fraksi terbarukan mencapai 36,6%, serta emisi CO₂ dan konsumsi BBM tahunan masing-masing turun 36,6%. Baterai menjadi enabler kunci, menurunkan jam operasi diesel dari 8.760 menjadi 2.957 jam/tahun (−66%) dengan menggeser surplus surya siang ke beban puncak malam. Analisis sensitivitas terhadap harga BBM (±20%) dan sumber daya surya/angin (±10%) menegaskan S4 tetap optimal secara robust.Kata Kunci—sistem energi terbarukan hibrida, mikrogrid terisolasi, HOMER Pro, penyimpanan energi baterai, optimasi tekno-ekonomi, Gili Ketapang
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI SISTEM HIBRID PLTS DAN PLTA TIPE PUMPED HYDRO ENERGY STORAGE DI WADUK SELOREJO Irhas, Abiyanu; Hasanah, Rini Nur; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sistem energi baru terbarukan berbasis fotovoltaik (PLTS) yang terintegrasi dengan teknologi penyimpanan ramah lingkungan seperti Pumped Hydro Energy Storage (PHES) menjadi strategi potensial untuk menyediakan listrik yang bersih dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomis, dan lingkungan dari sistem hibrida PLTS + PHES. Simulasi keluaran energi PLTS dilakukan menggunakan PVsyst, sedangkan simulasi output PHES berdasarkan volume air yang dipompa dianalisis melalui HOMER Pro. Kelayakan investasi selanjutnya dianalisis dengan menghitung indikator finansial dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Hasil studi menunjukkan bahwa lokasi studi memiliki potensi iradiasi tahunan sebesar 1.932 kWh/m² dan suhu rata-rata 24,92°C, dengan proyeksi produksi energi PLTS sebesar 98,86 GWh per tahun dan performance ratio 0,843. Dari tiga alternatif lokasi PHES, Site 1 dipilih karena menghasilkan volume air dipompa tertinggi sebesar 9.817.795 m³/tahun, output energi sebesar 18.679 MWh, efisiensi sistem 64,5%, dan Performance Ratio 56,7%. Namun, hasil analisis finansial sistem PLTS + PHES menunjukkan nilai Net Present Value sebesar USD 17.869.641, Internal Rate of Return -1,97%, Payback Period >80 tahun, Cost of Electricity USD 0,319/kWh, Benefit to Cost Ratio 0,69, dan Return on Investment -1,43%, mengindikasikan proyek ini tidak layak secara ekonomi. Walaupun demikian, sistem ini tetap mampu mengurangi emisi CO₂ sebesar 17 juta kg/tahun. Sebaliknya, sistem PLTS Grid-Connected menunjukkan performa superior dengan Net Present Value USD 166.842.381, Internal Rate of Return 40%, Payback Period 3 tahun, Cost of Electricity USD 0,015/kWh, Benefit to Cost Ratio 16,92, Return on Investment 75,73%, dan pengurangan emisi CO₂ sebesar 145 juta kg/tahun. Oleh karena itu, sistem PLTS Grid-Connected direkomendasikan sebagai opsi paling efisien dan berkelanjutan untuk diimplementasikan. Kata Kunci: PLTS, PHES, kelayakan investasi, energi terbarukan, PVsyst, HOMER Pro 
Analisis Pengaruh Urutan Concentric Vertical Soil Layering terhadap Resistansi Pentanahan pada Elektroda Batang melalui Pendekatan Teoritis dan Eksperimental Kusumo, Faris Aldi; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan yang andal ditandai dengan nilai resistansi pentanahan yang rendah, namun pada tanah berkerikil dengan resistivitas tinggi nilai tersebut sulit dicapai. Penelitian ini menganalisis pengaruh urutan lapisan material (concentric vertical soil layering) terhadap resistansi pentanahan elektroda batang melalui pendekatan teoritis dan eksperimental. Lima material treatment, yaitu bentonit, biochar, zeolit, garam, dan fly ash, disusun secara radial mengelilingi elektroda batang tembaga (panjang 1 m, diameter 12 mm) dalam dua variasi urutan. Variasi 1 menempatkan material beresistivitas terendah paling dekat dengan elektroda, sedangkan Variasi 2 sebaliknya. Resistansi dihitung secara teoritis menggunakan model lapisan konsentris dan diukur di lapangan dengan metode tiga titik. Hasil menunjukkan bahwa urutan lapisan berpengaruh signifikan terhadap resistansi pentanahan. Secara teoritis, Variasi 1 menghasilkan 8,29 Ω (turun 96,91% dari kondisi tanah murni) dan Variasi 2 sebesar 11,51 Ω (turun 95,71%). Hasil pengujian lapangan menunjukkan penurunan dari 256,4 Ω menjadi 92,9 Ω (turun 63,77%) untuk Variasi 1 dan 147,1 Ω (turun 42,63%) untuk Variasi 2. Kedua pendekatan menunjukkan kecenderungan yang konsisten bahwa penempatan material beresistivitas rendah terdekat dengan elektroda lebih efektif menurunkan resistansi pentanahan. Kata Kunci — pentanahan, resistansi pentanahan, concentric soil layering, elektroda batang, soil treatment.
Analisis Dampak Penempatan Ulang Recloser Dan SSO Dengan Metode VEGA Terhadap Keandalan Sistem Distribusi Panjaitan, Ardika; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik merupakan bagian sistem tenaga listrik yang paling dekat dengan pelanggan sehingga keandalannya perlu dijaga untuk meminimalkan gangguan penyaluran tenaga listrik. Pada penelitian ini dilakukan analisis penempatan ulang recloser dan SSO pada Penyulang Raflesia PT PLN (Persero) UP3 Bekasi untuk meningkatkan indeks keandalan sistem distribusi 20 kV. Metode Virus Evolutionary Genetic Algorithm (VEGA) digunakan untuk menentukan lokasi penempatan ulang peralatan proteksi berdasarkan minimisasi nilai SAIDI dan SAIFI. Hasil optimasi selanjutnya dianalisis menggunakan simulasi reliability assessment pada ETAP 19.0.1. Berdasarkan hasil simulasi ETAP, kondisi eksisting sistem memiliki nilai SAIDI sebesar 8,9206 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI sebesar 3,3860 kali/pelanggan/tahun. Setelah dilakukan simulasi penempatan ulang recloser dan SSO pada ETAP berdasarkan lokasi hasil metode VEGA, nilai SAIDI menurun menjadi 7,9983 jam/pelanggan/tahun dan nilai SAIFI menurun menjadi 3,1287 kali/pelanggan/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan ulang recloser dan SSO menggunakan metode VEGA mampu meningkatkan keandalan sistem distribusi 20 kV. Kata kunci: Keandalan Sistem Distribusi, Recloser, SSO, VEGA, SAIDI, SAIFI. 
AKSELERATOR 1D CNN BERBASIS FPGA UNTUK KLASIFIKASI ARITMIA JANTUNG Arifin, Gabriel Alexander; Abidin, Zainul; Muttaqin, Adharul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan dalam instrumentasi biomedis mendorong sistem deteksi penyakit yang lebih cepat dan otomatis, salah satunya deteksi aritmia berbasis sinyal EKG untuk pemantauan jantung real-time. Namun, banyak model dan implementasi AI yang masih kurang efisien untuk perangkat edge karena konsumsi daya dan kebutuhan komputasi yang tinggi. Penelitian ini mengusulkan akselerator klasifikasi aritmia berbasis 1D-CNN pada FPGA menggunakan MIT-BIH Arrhythmia Database dengan tiga variasi arsitektur. Arsitektur Derivative Hybrid Matched Filter memberikan performa terbaik, dengan akurasi 92,69%, macro F1-score 79,63%,  S sensitivity 94,55%, dan V sensitivity 91,59% Setelah diimplementasikan dalam fixed-point 8-bit Q(3,5). Implementasi FPGA menggunakan 2.402 LUT dan 2.410 register pada frekuensi 100 MHz, dengan konsumsi daya total 0,084 W dan latency 75 µs. Hasil ini menunjukkan bahwa akselerator FPGA mampu memberikan klasifikasi aritmia yang cepat dan hemat daya, sehingga lebih efisien untuk perangkat edge dibandingkan SBC.  Kata Kunci—Aritmia, EKG, 1D-CNN, FPGA, Fixed-point, Quantization-Aware Testing, Matched Filter  
Analisis Karakteristik OCR Standard Inverse, Very Inverse, Extremely Inverse Terhadap Mitigasi Arc Flash Pada Switchgear 11 kV Taufiqurrohman, Raden Muhammad Naufal Andi; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arc flash merupakan salah satu bahaya utama pada sistem tenaga listrik tegangan menengah yang dapat mengakibatkan kerusakan peralatan dan membahayakan keselamatan personel. Besarnya energi arc flash dipengaruhi oleh waktu pemutusan gangguan, sehingga karakteristik Overcurrent Relay (OCR) berperan penting dalam proses mitigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik OCR Standard Inverse, Very Inverse, dan Extremely Inverse terhadap mitigasi arc flash pada switchgear 11 kV PLTU Cirebon Unit 1 menggunakan perangkat lunak ETAP. Analisis dilakukan melalui simulasi hubung singkat tiga fasa, koordinasi relai, dan simulasi arc flash berdasarkan standar IEEE 1584 dan NFPA 70E. Parameter yang dianalisis meliputi Fault Clearing Time (FCT), Incident Energy (IE), Arc Flash Boundary (AFB), dan kategori Personal Protective Equipment (PPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik OCR memengaruhi tingkat bahaya arc flash secara signifikan. Karakteristik Extremely Inverse menghasilkan nilai FCT, IE, dan AFB terendah, serta mampu menurunkan IE hingga 87,04% dibandingkan Standard Inverse, sekaligus menurunkan kategori PPE dari Level 4 menjadi Level 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa karakteristik Extremely Inverse merupakan pilihan yang paling efektif untuk meningkatkan keselamatan kerja dan memitigasi bahaya arc flash pada switchgear 11 kV. Kata Kunci— arc flash, Overcurrent Relay (OCR), Fault Clearing Time (FCT), Incident Energy (IE), Extremely Inverse. 
Analisis Stabilitas Transien dan Hubung Singkat Sistem Pemakaian Sendiri PLTU Pacitan Konfigurasi UAT-SST Menggunakan Simulasi ETAP Darmoko , Chernando Wahyu Eko; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemakaian sendiri PLTU Pacitan 6,3 kV disuplai melalui Unit Auxiliary Transformer (UAT) dan Station Service Transformer (SST) yang memiliki karakteristik sumber berbeda sehingga memengaruhi arus hubung singkat dan kestabilan transien sistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis arus hubung singkat berdasarkan IEC 60909, menentukan Critical Clearing Time (CCT), serta mengevaluasi respons dinamis motor induksi pada kedua konfigurasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Analisis dilakukan pada gangguan tiga fasa (LLL), dua fasa ke tanah (LLG), dan satu fasa ke tanah (LG) dengan kondisi pembebanan penuh. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi SST menghasilkan arus hubung singkat tertinggi, yaitu I″k sebesar 65,094 kA dan ip sebesar 155,299 kA pada Bus Station Section 01A saat gangguan LLL, sehingga melampaui breaking capacity Circuit Breaker (CB) eksisting sebesar 40 kA. Sebaliknya, arus gangguan LG dibatasi hingga 0,220 kA oleh Neutral Grounding Resistor (NGR). Nilai CCT mengikuti pola LLL < LLG < LG, dengan nilai minimum 488 ms pada konfigurasi SST. Meskipun konfigurasi SST menghasilkan kondisi paling kritis, seluruh nilai CCT masih lebih besar daripada waktu operasi CB eksisting sebesar 125 ms, sehingga sistem tetap stabil setelah gangguan dihilangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pemutusan CB diperlukan untuk menjamin keandalan sistem pemakaian sendiri, khususnya pada konfigurasi SST. Kata Kunci—Auxiliary system, critical clearing time, ETAP, hubung singkat, stabilitas transien. 
Optimasi Pembangkit Hibrida FPV-PLTA-HESS pada Sistem Grid-Connected di Waduk Sutami, Malang Maulanna, Muhammad Iqbal; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Floating Photovoltaic (FPV) pada waduk eksisting terkendala ketidaksesuaian waktu antara puncak produksi surya pada siang hari dan puncak permintaan jaringan pada malam hari, sementara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami mengalami defisit produksi musiman pada Oktober hingga November akibat penurunan debit. Integrasi penuh FPV, PLTA, dan Hydrogen Energy Storage System (HESS) pada karakteristik hidrologi waduk tropis Indonesia belum banyak dievaluasi secara teknis, ekonomi, dan lingkungan sekaligus. Penelitian ini mengoptimasi dan mengevaluasi kinerja pembangkit hibrida FPV-PLTA-HESS pada sistem grid-connected di Waduk Sutami, Malang. Optimasi menggunakan perangkat lunak HOMER Pro pada tiga skenario bertingkat, yaitu PLTA-Grid, FPV-PLTA-Grid, dan FPV-PLTA-HESS-Grid, dengan beban 496,14 GWh per tahun, data meteorologi NASA POWER, dan data debit Automatic Water Level Recorder Waduk Sutami, kemudian dilanjutkan dengan analisis sensitivitas terhadap tinggi jatuh efektif, debit aliran, biaya komponen HESS, dan pertumbuhan beban. Konfigurasi optimal yang diperoleh terdiri atas PLTA 103,697 MW, FPV 108 MWp, konverter 72 MW, electrolyzer 85 MW, tangki hidrogen 1.600.000 kg, dan fuel cell 45 MW. Skenario FPV-PLTA-HESS-Grid menghasilkan kinerja teknis dan lingkungan terbaik dengan Annual Energy Production 669,5 GWh per tahun, Renewable Fraction 99,0%, excess energy 2,82 GWh, emisi 4.313 ton CO₂ per tahun, dan penghematan air 450.000 m³ per tahun, tetapi belum layak secara ekonomi dengan Net Present Cost Rp18.128,7 miliar, Levelized Cost of Energy Rp2.938 per kWh, dan Internal Rate of Return −4,0% akibat dominasi biaya tangki hidrogen sebesar 75% dari biaya modal. Kelayakan ekonomi tercapai ketika biaya komponen HESS turun 75%, menghasilkan LCOE Rp972 per kWh dan IRR 9,4%. Kata Kunci — FPV, PLTA, HESS, HOMER Pro, optimasi, tekno-ekonomi, Waduk Sutami, grid-connected. 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 7 (2026) Vol. 14 No. 6 (2026) Vol. 14 No. 5 (2026) Vol. 14 No. 4 (2026) Vol. 14 No. 3 (2026) Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue