cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
APLIKASI KONTROLER PID DALAM PENGENDALIAN SUHU INKUBATOR BAYI PREMATUR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA2560 Jefry Sugihatmoko; n/a Purwanto; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.044 KB)

Abstract

Inkubator bayi prematur merupakansuatu alat untuk memberikan kehangatan pada suhubayi prematur. Inkubator ini sangat dikhususkanuntuk bayi prematur, karena bayi tersebut tidakmemiliki daya tahan tubuh yang cukup dan belummampu untuk mempertahankan suhu tubuhnya daripengaruh suhu lingkungan luar. Sekarang iniinkubator menggunakan kontrol on/off dan beberapakasus menggunakan metode pengaturan secara manualyang memerlukan pengamatan secara terus menerus.Hal tersebut cukup tidak efisien. Pada penelitian initelah dirancang sistem pengendalian suhu inkubatorsecara otomatis dengan menggunakan kontrol PID,sehingga suhu ruang inkubator dapat menyesuaikansecara otomatis berdasarkan setpoint yang diinginkan.Sistem pemanasan ruangan inkubator inimenggunakan lampu yang dikontrol oleh dimmer yangdiputar dengan motor DC servo agar dapatmenghasilkan suhu panas sesuai setpoint. Saat suhumendekati setpoint, suhu akan diratakan keseluruhruang inkubator dengan bantuan kipas DC. Setpointsuhu yang digunakan sebesar 37°C. Dari hasilpengujian alat yang telah dilakukan, didapatkanparameter PID dengan metode satu Ziegler-Nicholsyaitu Kp = 12,05 , Ki = 0,13 , Kd = 271,2.Kata kunci- inkubator, bayi prematur, PID, dimmer,Ziegler-Nichols.
RANCANG BANGUN RECTIFIER ANTENNA MIKROSTRIP UFO PADA FREKUENSI ULTRA WIDEBAND (UWB) SEBAGAI PEMANEN ENERGI ELEKTROMAGNETIK Irfan Mujahidin; Rudy Yuwono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Antena penyearah (rectifier antenna) adalahsuatu antena yang diintegrasikan dengan sebuahrangkaian rectifier yang memiliki kemampuan untukmengkonversi gelombang RF menjadi tegangan DC.Antena mikrostrip pada rectenna dapat berfungsi sebagaimenangkap gelombang elektromagnetik kemudian diubahmenjadi gelombang AC yang nantinya oleh rectifier akandidaur ulang lagi menjadi gelombang DC. Konsep daurulang gelombang elektromagnetik ini dapat diaplikasikanpada frekuensi 1650 – 2700 MHz, yang kemudianfrekuensi tersebut nantinya akan diubah untukmenghasilkan gelombang DC yang dapat diukur menjadisebuah tegangan. Untuk membuat sebuah rectenna yangmampu bekerja pada frekuensi 1650 – 2700 MHz, makaperlu dirancang sebuah antena mikrostrip dan rangkaianrectifier yang mampu bekerja pada frekuensi tersebut.Perancangan dimensi antena mikrostrip diperoleh melaluiperhitungan dan optimasi serta dilakukan simulasi, danperancangan komponen rangkaian rectifier diperolehmelalui simulasi rangkaian. Fabrikasi antena mikrostripini menggunakan bahan Phenolic White Paper – FR4dengan konstanta dielektrik (εr) = 3,9.Kata Kunci: Rectenna, Antena, Rectifier, Ultra Wideband
PENGONTROLAN PERPANJANGAN ROD CYLINDER PNEUMATIC MENGGUNAKAN SOLENOID VALVE 5/3 Mch. Ainun Azhar; n/a Nurussa'adah; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Kontes Robot Abu Indonesia merupakan salah satu divisi yang diperlombakan dalam Kontes Robot Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun oleh DIKTI. Dalam perlombaan ini robot dituntut dapat melakukan tugas dengan cepat dan efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan keceptan dan keefektifan pergerakan robot dengan menggunakan aktuator pneumatic. Supaya dapat mengatur posisi dari rod cylinder pneumatic oleh karenanya digunakan solenoid valve 5/3 sebagai katup pengontrol tekan udara dan rotary encooder sebagai pemantau posisi rod cylinder pneumatic. Pada penelitian ini nilai set point diperoleh dari push button yang telah ditentukan sebelumnya. Nilai set point ini akan menjadi faktor penentu lama pengaktifan solenoid valve. Setelah diperoleh reaksi dari sistem pneumatic yaitu perubahan posisi rod cylinder pneumatic akan dilakukan pembacaan jarak oleh rotary encoder terhadap titik nol. Sistem pneumatic yang menggunakan solenoid valve 5/3 dapat mengatur posisi dari rod cylinder pneumatic secara linier dengan error maksimal sebesar 3 mm pada tekanan udara 5-6 bar.Kata kunci – pneumatic, valve, slider
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN CUACA TERHADAP PERFORMANSI PADA JARINGAN LOCAL MULTIPOINT DISTRIBUTION SYSTEM (LMDS) DI MALANG Muhammad Syauqil Amin; Sigit Kusmaryanto; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Perubahan cuaca pada jaringan Local Multipoint Distribution System (LMDS) akan mempengaruhi kinerja performansi pada pengiriman sinyal informasi. Perubahan peformansi terjadi karena adanya perubahan besar kualitas transmisi, daya pancar, RSL, dan EIRP yang disebabkan oleh perubahan cuaca yaitu hujan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis besar pengaruh hujan terhadap performansi LMDS. Penelitian dilakukan dengan 3 kondisi yaitu kondisi curah hujan tahunan sebesar 124,75 mm/jam, kondisi curah hujan maksimum sebesar 338 mm/jam dan kondisi curah hujan minimum sebesar 9 mm/jam. Pengaruh jarak radius sel yang dikaji yaitu antara 1 sampai 5 km dengan frekuensi kerja sebesar 27 GHz untuk uplink dan 29 GHz untuk downlink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar curah hujan berpengaruh besar terhadap sistem, dan terjadi peningkatan antara besar frekuensi kerja terhadap jarak radius sel saat kondisi cerah maupun hujan. Hal ini ditunjukkan pada saat kondisi cerah/tidak hujan memiliki nilai daya pancar 16,29 dBm, nilai RSl -66,4 dBm, nilai EIRP sebesar 34,29 dBm sedangkan saat kondisi hujan terjadi peningkatan menjadi nilai daya pancar 37,75 dBm untuk frekuensi kerja uplink, nilai RSL -66,4 dBm, dan nilai EIRP 55,75 dBm untuk frekuensi kerja uplink.Kata Kunci– Redaman Hujan, LMDS
STUDI PENGARUH ARUS HARMONISA WAKTU TERHADAP TORSI DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA RECLAIMER TRAVELLING SYSTEM DI LPTU PAITON UNIT 5 Faisal, Riza Agus; Purnomo, Hery; Soemarwanto, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang digunakan secara luas di dunia industri karena relatif murah, tangguh dan memiliki berbagai macam karakteristik yang dapat di sesuaikan dengan karakteristik beban. Untuk jenis beban yang memerlukan pengaturan kecepatan secara intensif seperti travelling system, motor induksi 3 fasa memerlukan piranti tambahan yang disebut VSD(Variable Speed Drive). Penggunaan VSD(Variable Speed Drive) akan mengakibatkan munculnya arus-arus harmonisa yang dikenal dengan istilah AHW(Arus Harmonisa Waktu). Arus harmonisa waktu merupakan istilah khusus yang dipakai untuk menganalisis pengaruh arus harmonisa pada catu daya terhadap motor induksi 3 fasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa arus harmonisa waktu dapat mempengaruhi kinerja motor induksi 3 fasa. Terjadi penurunan torsi dan efisiensi pada motor induksi 3 fasa rotor sangkar ganda akibat pengaruh arus harmonisa waktu yang dihasilkan oleh VSD(Variable Speed Drive).Kata Kunci— Motor Induksi 3 Fasa, Arus Harmonisa Waktu, Torsi, Efisiensi, VSD(Variable Speed Drive).
STUDI PENGARUH ARUS HARMONISA TERHADAP KINERJA RELE ARUS LEBIH PADA PENYULANG ELECTROSTATIC PRECIPITATOR DI PLTU UNIT 6 PAITON n/a Suhendra D.; Hery Purnomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kinerja rele arus lebih yang berada dipenyulang electrostatic precipitator akibat arusharmonisa yang ditimbulkan oleh electrostaticprecipitator. Rele arus lebih pada penyulangelectrostatic precipitator merupakan salah satukomponen penting sistem proteksi yang berfungsimemberikan perintah bagi circuit breaker yangberada di pangkal penyulang electrostaticprecipitator membuka ketika terjadi gangguanhubung singkat di sepanjang penyulang electrostaticprecipitator sampai busbar untuk switchgearelectrostatic precipitator sehingga gangguan bisadiamankan. Arus harmonisa adalah salah satudisturbance yang ditimbulkan oleh electrostaticprecipitator karena penggunaan SCR (siliconecontrol rectifier). Arus harmonisa mempengaruhipembacaan arus oleh rele arus lebih. Pembacaanarus oleh rele arus lebih nilainya lebih besar jikadibandingkan dengan pembacaan arus oleh rele aruslebih tanpa adanya arus harmonisa sehingga seolaholaharus harmonisa menyebabkan kurvakarakteristik rele arus lebih bergeser. Jika setingrele arus lebih pada penyulang electrostaticprecipitator tidak cukup tinggi maka arus harmonisabisa menyebabkan rele arus lebih pada penyulangelectrostatic precipitator trip walaupun tidak adagangguan hubung singkat. Maka dari itu diperlukanpenelitian bagaimana pengaruh arus harmonisaterhadap kinerja rele arus lebih pada penyulangelectrostatic precipitator agar tidak terjadi kesalahandalam penyetelan rele arus lebih pada penyulangelectrstatic precipitator.Kata Kunci— Rele Arus Lebih, Arus Harmonisa,Pembacaan Arus Oleh Rele Arus Lebih, PergeseranKurva Karakteristik Rele Arus Lebih, Trip,Kesalahan Seting Rele Arus Lebih
Ekstraksi Garis-Garis Lurus pada Citra Tanda Tangan Menggunakan Metode Transformasi Hough Yudhistira Nugrahadi Widayat; Adharul Muttaqin; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Transformasi Hough adalah suatu metode yang digunakan untuk mengekstraksi garis. Penelitian tentang ekstraksi garis lurus pada citra tanda tangan diperlukan untuk penelitian selanjutnya, misal penelitian tentang identifikasi tanda tangan.Setelah proses pengujian dilakukan, dapat ditarik suatu kesimpulan, yaitu besarnya nilai ambang berbanding terbalik terhadap jumlah garis lurus yang diekstraksi. Semakin besar nilai ambang yang diberikan, maka semakin sedikit garis lurus yang diekstraksi. Sebaliknya, semakin kecil nilai ambang yang diberikan, maka semakin banyak garis lurus yang diekstraksi.Besarnya nilai ambang yang diberikan juga berpengaruh terhadap akurasi proses ekstraksi. Jika nilai ambang yang diberikan terlalu kecil, maka ada kemungkinan elemen-elemen citra yang tampaknya tidak membentuk garis lurus menjadi ikut diekstraksi. Begitu juga jika nilai ambang yang diberikan terlalu besar, maka ada kemungkinan elemen-elemen citra yang membentuk garis lurus menjadi tidak diekstraksi.Kata kunci: ekstraksi garis, transformasi Hough.
RANCANG BANGUN BUSBAR TERISOLASI GAS SF6 PADA GARDU INDUK SENGKALING 150 kV Indri Rahmawati; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia secara tidak langsung berdampak pada peningkatan penyuplai energi listrik yang mampu untuk mencukupi konsumsi energi tersebut. Proses penambahan penyuplai energi listrik akan membutuhkan pembangkit listrik atau gardu induk yang baru. Pembangunan gardu induk baru membutuhkan area yang luas, sedangkan penyediaan lahan yang luas sulit untuk didapatkan pada daerah yang padat penduduknya. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakuakan studi analisis pengaruh gas SF6 terhadap perancangan busbar. Pada makalah ini dilakukan analisis pengaruhkekuatan medan dielektrik gas SF6 sebesar ???????? ????????/???????? terhadap perancangan dimensi busbar ???????????? ???????? yang terisolasi oleh gas SF6. Perancangan busbar yang diutamakan adalah ketahanan busbar yang diisolasi oleh gas SF6 dalam menahan arus hubung singkat sebesar ???????? ???????? dan kekuatan busbar tersebut dalam menahan tegangan ketahanan frekuensi jala – jala ???????? ???????? sebesar ???????????? ????????. Ketahanan busbar tersebut selain mempengaruhi dimensi busbar juga mempengaruhi tekanan gas yang berada didalam tabung penutup busbar yang dapat ditentukan berdasarkan kuat medan dielektrik gas SF6. Keberadaan gas SF6 mampu merubah dimensi busbar menjadi kecil dan memiliki kekuatan untuk menahan tegangan tembus yang besar.Kata Kunci— Busbar, Gas SF6, Medan Listrik
Rancang Bangun Sistem Pengendalian Putaran Dua Kuadran Motor Arus Searah Magnet Permanen Menggunakan DC Chopper Harfin Pratama; Rini Nur Hasanah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Tujuan dari operasi multi kuadran pada pengendalian motor listrik adalah untuk meningkatkan efisiensi energi listrik. Salah satu operasi multi kuadran tersebut adalah operasi dua kuadran. Operasi dua kuadran adalah mode operasi motor listrik pada saat motoring dan braking yang diaplikasikan menggunakan komponen listrik. Hasil yang diinginkan dari penelitian ini adalah terciptanya suatu alat dalam pengendalian dua kuadran untuk motor dc magnet permanen dengan menggunakan dc chopper. DC chopper yang digunakan pada penelitian ini adalah buck converter dan boost converter. Pada saat motor mode motoring, dc chopper yang digunakan adalah buck converter. Pada saat motor mode braking, dc chopper yang digunakan adalah boost converter. Dengan meningkatnya duty cycle pada saat mode motoring, maka putaran pun akan meningkat. Pada mode braking, digunakan pengereman regeneratif dengan prinsip pengecasan baterai yang digunakan adalah constant voltage dan sensor yang digunakan adalah sensor tegangan berupa pembagi tegangan. Pada penelitian ini akan dicari karakteristik pengaruh perubahan duty cycle pada putaran motor ketika mode motoring dan juga daya yang dihasilkan pada pengereman regeneratif. Daya regeneratif tidak dapat konstan dengan menggunakan skema ini, sebaliknya daya regeratif meningkat dengan meningkatnya putaran tepat sebelum pengereman. Buck converter ini memiliki efisiensi tertinggi pada duty cycle 60% sebesar 99,89% dan efisiensi terendah pada duty cycle 15% sebesar 89,93%, sedangkan boost converter memiliki efisiensi tertinggi sebesar 89,09% pada duty cycle sebesar 60% dan efisiensi terendah sebesar 69,96% pada duty cycle sebesar 90%.Kata kunci— motor arus searah magnet permanen, operasi dua kuadran, buck converter, boost converter, pengereman regeneratif
Perancangan Sensor pH Berbahan Nikelin Adrian Rangga Dewata; M. Julius St; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Kadar pH suatu larutan dapat diketahui dalam seketika dengan alat yaitu sensor pH. Namun sensor pH yang dibuat secara masal masih belum akurat, dikarenakan bahan logam yang digunakan pada ujung sensor pH tidak sepenuhnya sensitif terhadap kadar pH. pH sendiri didefinisikan sebagai logaritma negatif dari konsentrasi ion hydrogen. Skala pH mengukur seberapa asam atau basa suatu larutan. Untuk mengukur kadar tersebut digunakan nikelin atau Nickel Alloy yang biasa digunakan juga dalam berbagai aplikasi termasuk pada baterai Ni-Cd.Pada penelitian ini sensor yang dirancang akan dicelupkan bagian nikelinnya ke dalam larutan buffer pH 1-14. Linieritas sensor ini dianalisa bagaimana keluarannya barupa tegangan terhadap pH. Karakteristiknya diperoleh dari percobaan 3 set sensor dengan dimensi dan jarak nikelin yang berbeda-beda. Pada penelitian ini diperoleh sensor pH berbahan nikelin bekerja pada kadar pH 1-7. Pada rentang pH tersebut sensor yang paling sensitif ditunjukkan oleh set sensor ke -3 dengan sensitifitas sebesar -1.1 volt setiap perubahan 1 nilai pH, sensor ini mempunyai jarak antar elektroda 1.5 cm.Kata kunci— sensor pH, nikelin, tegangan

Page 35 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue