cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS PERFORMANSI VIDEO ON DEMAND (VOD) PADA JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) MENGGUNAAN MEDIA SERAT OPTIK Keynan Haqie; Sholeh Hadi Pramono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jaringan Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan suatu broadcast domain yang dibuat pada sebuah manageable switch dan memakai sebuah subset dari port fisik pada switch. Layanan Video On demand (VOD) adalah kegiatan streaming. Sistem kerja dari VoD adalah file video disimpan dalam server dan pengguna dapat mengakses file tersebut. Kebutuhan bandwidth untuk melakukan streaming video cukup besar yaitu rata-rata 3 Mbps. Serat optik yang merupakan media transmisi yang memiliki bandwidth yang besar dan dapat memenuhi kebutuhan layanan VOD. Penelitian ini dilakukan dengan parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) layanan VOD pada jaringan VLAN menggunakan serat optik adalah delay, packet loss, dan throughput. Kualitas performansi layanan VOD pada jaringan VLAN dengan menggunakan serat optik sesuai dengan standar ITU-T G.1010, dengan menggunakan resolusi video 360p, 720p dan 1080p. Penelitian dilakukan dengan melakukan perancangan jaringan VLAN. Port pada switch akan dikonfigurasikan dengan menggunakan port VLAN. Segmen VLAN akan dijadikan dua, yaitu VLAN 1 dan VLAN 2. Hasil pengujian menunjukkan adanya perubahan ketika menggunakan jaringan VLAN dibandingkan dengan jaringan LAN walaupun tidak begitu besar pengaruhnya. Pengaruh besarnya resolusi terhadap QoS sangat berpengaruh, nilai throughput pada resolusi 360p, 720p, dan 1080p adalah 0,4124 Mbit/s, 1,34055 Mbit/s, dan 2,0596 Mbit/s. Nilai delay pada resolusi 360p, 720p, dan 1080p adalah 19,572 ms, 7,3275 ms, dan 4,96 ms. Nilai packet loss untuk semua resolusi berkisar 0 – 3% Berdasarkan rekomendasi standar packet loss ITU-T G.1010 untuk aplikasi streaming layanan VoD ini telah memenuhi standar.Kata Kunci – VLAN, VOD, QoS, ITU.
THERMAL NOISE AS ELECTROMAGNETIC POLUTAN IN WIRELESS COMMUNICATION SYSTEM Rochman Ananda Arif S.; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

In wireless communication system thermal noise is one of the noise that detected at the receiver. Thermal noise(Johnson Noise) exists in all resistors and results from the thermal agitation of free electrons therein by thetemperature.This paper starts with an introduction onhow temperature appears on the receiver and thermal noise onthereceiver. The major contribution factor to thermal noise power and RMS voltage is also discussed analytically. TheCDMA modem is used as a subject to study thermal noise in wireless communication system.
Perancangan Kontrol Gerak Leadscrew untuk Programmable Logic Controller berbasis Mikrokontroler Naufal Awanda Putra; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penggerak-penggerak dalam proses manufaktur lebih banyak menggunakan perangkat yang dikendalikan oleh sebuah sistem mikroprosesor. Mikroprosesor dengan pesat menggantikan perangkat kontrol operasi mekanikal dan secara umum digunakan sebagai fungsi kontrol. Jenis mikroprosesor yang lebih banyak diadaptasi adalah Programmable Logic Controller atau disebut PLC. Aktuator linier berupa gabungan motor stepper dan leadscrew banyak digunakan dalam proses industri. Dengan kombinasi ini, posisi dan pergerakan repetisi dari shaft leadscrew dapat ditentukan secara presisi.PLC dapat mengendalikan motor stepper dengan bantuan sebuah driver. Pada penelitian ini, mikrokontroler digunakan sebagai sebuah rangkaian pengatur driver motor stepper yang menyimpan parameter posisi dan kecepatan dari gerakan leadscrew. Dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur driver, maka agar pemrograman pada sistem PLC akan lebih mudah. Data setter digunakan sebagai perangkat eksternal untuk menyimpan parameter. Data setter dapat menyimpan dan mengirimkan parameter posisi dan kecepatan untuk mempermudah sistem PLC dalam menggerakan leadscrew pada banyak jalur manufaktur. Dengan begitu, perintah yang dikirimkan PLC hanya berupa sinyal kontrol dan register posisi.Hasil pengujian menunjukkan leadscrew dapat bergerak sesuai dengan perintah dari PLC. Dari keseluruhan range frekuensi yang diuji, dapat disimpulkan semakin jauh perpindahan shaft leadscrew maka semakin besar error yang dihasilkan. Rata-rata error terkecil berada pada range frekuensi antara 125 - 250 Hz. Error maksimum atau ketelitian adalah 2,2 mm pada perpindahan shaft leadscrew sejauh 6 inci (152,4 mm) dan resolusi dari alat adalah 87 pulsa.Kata Kunci— aktuator linier, mikrokontroler, motor stepper, PLC.
Perancangan Sistem Gerakan Otomatis Robot Berdasarkan Musik Pengiring pada Kontes Robot Seni Indonesia Bustanul Arifin; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pada Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dengan persaingan yang ketat dan kemampuan robot yang hampir sama, perolehan nilai yang kecilpun sangat diperlukan bagi masing-masing tim untuk bisa menjadi yang terbaik. Untuk saat ini, gerakan tari robot Tim KRSI Teknik Elektro Universitas Brawijaya dan tim lain pada KRSI masih belum bisa sinkron dengan alunan musik pengiring. Padahal, hal ini dapat menghasilkan poin yang signifikan (10 dari 100). Oleh karena itu, pada skripsi ini dirancang sistem yang bisa mendeteksi alunan/ritme musik sebagai parameter dari ritme gerakan tari robot.Untuk bisa mendeteksi alunan/ritme musik, digunakan salah satu suara dari beberapa suara alat musik pada musik pengiring, yaitu suara alat musik jenis gambang. Artinya, jika suara musik gambang terdengar maka robot akan menari dengan ritme gerakan cepat sedangkan jika tidak terdengar suara musik gambang maka robot menari dengan ritme gerakan lambat. Berdasarkan hasil pengujian, bandpass filter dapat meredam suara musik selain suara musik gambang pada frekuensi antara 4263Hz dan 5249Hz. Lowpass filter dapat menentukan keadaan ada atau tidak ada suara musik pada frekuensi dibawah 5760 Hz. Perbedaan waktu rata-rata antara simulasi dan keluaran sistem maksimum adalah kurang lebih 2 detik, serta dapat membedakan keadaan ada atau tidak ada suara musik, sebagai parameter robot harus diam atau mulai melakukan gerakan tari.Kata Kunci— KRSI, Ritme Musik, Suara Musik Gambang, Bandpass Filter, Lowpass Filter.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU KONDISI SUNGAI DENGAN FASILITAS SMS SEBAGAI PERINGATAN DINI BAHAYA BANJIR Agung Handoko; Ponco Siwindarto; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Banjir adalah salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia yang sangat merugikan. Salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Hingga saat ini masih sedikit alat yang digunkan untuk dapat melakukan pemantauan kondisi sungai secra otomatis demi mengurangi kerugian akibat bencana banjir. Oleh karena itu diperlukan alat yang dapat memantau kondisi sungai secara otomatis dan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat bila terjadi kondisi bahaya banjir. Alat ini akan mengetahui ketinggian permukaan sungai dengan memanfaatkan sensor ultrasonik dan mengetahui curah hujan dengan menggunakan alat ukur curah hujan tipe Tipping Bucket. Ketika terjadi kondisi bahaya banjir, maka alat ini akan mengeluarkan peringatan secara otomatis melalui buzzer dan mengirim SMS peringatan melalui modem GSM. Berdasarkan pengujian yang dilakukan diketahui sensor ultrasonik dapat mengukur jarak permukaan air sungai hingga 200 cm dengan ketelitian 1 cm. Sedangkan alat ukur curah hujan Tipping Bucket dapat menguur curah hujan per menit dan curah hujan per jam dengan ketelitian 0,5 mm. Sebagai peringatan dini bahaya banjir alat ini mampu mengirimkan SMS secara otomatis melalui modem GSM ketika kondisi bahaya banjir terjadi.Kata Kunci— banjir, ketinggian air sungai, curah hujan, sensor ultrasonik, tipping bucket, SMS.
Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Peringatan Kebocoran Gas Karbon Monoksida pada Kabin Mobil dengan Fasilitas SMS Swaraka Maulana Pramono; Nanang Sulistiyanto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu jenis gas beracun yang sulit dideteksi oleh alat indera manusia, gas ini sangat berbahaya apabila dihirup oleh manusia dalam waktu yang lama. Pada kendaraan roda empat atau mobil sering terjadi peristiwa kebocoran gas karbon monoksida yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi dan memantau kebocoran gas karbon monoksida pada kabin mobil, sistem ini juga dapat memberikan peringatan apabila terjadi kebocoran gas karbon monoksida. Pada penelitian ini digunakan sensor gas CO dengan tipe MQ-7 sebagai komponen pendeteksi gas karbon monoksida, kemudian sebagai pengontrolnya digunakan mikrokontroler yang berfungsi mengolah data dari sensor untuk ditampilkan pada LCD, sistem mikrokontroler diatur dalam mode tidur (sleep mode) untuk menggunakan arus seminimal mungkin ketika sistem bekerja pada keadaan mobil mati. Untuk sistem peringatan digunakan modem GSM yang berfungsi mengirimkan peringatan pada pengguna diluar kabin mobil melalui fasilitas SMS dan buzzer sebagai indikator bahaya. Dari hasil pengujian keseluruhan didapatkan sistem memiliki kesalahan rata – rata (error) pengukuran sebesar 1,6 ppm atau sebesar 3% untuk pembacaan konsentrasi jika dibandingkan dengan alat ukur berupa gas analyzer. Kemudian rata – rata arus yang digunakan sistem ketika dalam kondisi mobil mati sebesar 28 mA, hal ini menunjukkan arus yang digunakan sistem masih berada dibawah arus maksimal yang diizinkan yaitu 32 mA.Kata kunci – Gas karbon monoksida, sensor gas CO, sleep mode mikrokontroler, fasilitas SMS.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN SUHU DAN PH KOLAM BENIH IKAN MAS Ahmad Nurdin Islam; Ponco Siwindarto; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Ikan mas merupakan komoditas yang besar untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun dalam tahap pengembangannya banyak jumlah benih ikan mas yang gagal tumbuh dewasa. Penyebabnya dapat mulai dari penyakit yang disebabkan mikroorganisme, suhu yang berubah drastis, nilai pH air yang berubah seiring waktu, kurangnya oksigen dalam air, hingga kejernihan air. Sebagai contoh berdasarkan tata cara pembiakan benih ikan mas, untuk suhu yang tepat adalah berkisar 25 °C-30 °C, sedangkan untuk nilai pH antara 6-8. Suhu dan pH merupakan hal yang signifikan dalam pemeliharaan benih ikan mas, hal tersebut dikarenakan dari suhu dan pH dapat memberikan pengaruh pada perubahan nilai-nilai yang terkait.Pada penelitian ini dilakukan proses pemantauan suhu dan pH kolam menggunakan sensor suhu dan pH guna mengetahui nilai perubahan suhu dan pH kolam. Hasil pemantauan selanjutnya ditampilkan menggunakan penampil dengan tampilan nilai suhu dan pH kolam, dari nilai yang ada jika nilai suhu didapatkan di bawah nilai 20 °C dan di atas 25 °C maka sistem memberikan peringatan berupa alarm kepada pemilik agar segera dilakukan tindakan penyesuaian suhu, sedangkan untuk nilai pH jika didapatkan nilai di bawah 6 dan di atas 8 maka dilakukan proses peringatan yang sama dengan tujuan agar segera dilakukan penyesuaian pH. Sensor pH yang digunakan diberikan perlakuan dengan memberi pembilas sensor dikarenakan sensor pH yang digunakan dimungkinkan untuk tidak bekerja secara terus menerus saat dicelupkan ke dalam air sehingga dilakukan pembilasan untuk menetralkan sensor dengan hal tersebut diharapkan pembacaan yang dilakukan tidak terjadi penyimpangan nilai.Hasil pemantauan suhu dan pH menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja untuk memantau suhu 15 °C hingga 30 °C sedangkan untuk nilai pH sistem bekerja untuk memantau pH 5-9. Selain hal tersebut pembilasan dilakukan dalam selang 60 menit guna menunjang pembacaan sensor pH, serta pembacaan kedua sensor diberikan penarikan contoh sebanyak 100 kali dalam selang 2 detik dikarenakan sensor pH memiliki akurasi pembacaan selama 2 detik, hal tersebut dimaksudkan dalam 2 detik pertama sensor melakukan pembacaan dimana nilai yang masuk merupakan nilai-nilai dalam selang waktu tertentu yang diseleksi guna mengetahui nilai yang mendekati pada kondisi saat dilakukan pembacaan nilai pH. Sistem peringatan bekerja saat nilai suhu di bawah 20 °C dan di atas 30 °C dan nilai pH di bawah 6 dan di atas 8. Dari hal tersebut di atas dimungkinkan untuk melakukan tindakan pencegahan dan peningkatan dalam pemeliharaan ikan mas.Kata Kunci— Benih ikan mas, suhu, pH, Sistem Pemantauan Suhu dan pH.
IMPLEMENTASI FPGA SEBAGAI SISTEM PEMONITORAN PADA PENGONTROL KECEPATAN MOTOR DC Wahyudi, Rizal; Sulistiyanto, Nanang; Rif'an, Mochammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak—FPGA menawarkan keuntungan proses aritmatika dan logika lebih cepat daripada mikrokontroler. Implementasi FPGA sebagai sistem pemonitoran diperlukan untuk memudahkan pengguna dalam menentukan nilai parameter PID khususnya pada sistem kontrol berbasis FPGA. Dalam penelitian ini, sistem pemonitoran diwujudkan dalam implementasi FPGA Xilinx Spartan 3E Nexys2 kit board menggunakan VHDL. Desain dan sintesis dari sistem pemonitoran digunakan software ISE Design Suite 14.6. Masukan sistem berupa pin PS/2 Keyboard, pin PWM dan pin Rotary sedangkan keluaran sistem berupa tampilan pemonitoran dari sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID pada VGA monitor. Masukan sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID dijadikan ke dalam bentuk data bitmap. Data-data bitmap diserempakan dengan scan line VGA monitor sebagai tampilan pixel dari sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID. Warna tampilan pixel pemonitoran pada VGA monitor hanya terdiri satu warna saja karena jumlah sumber daya memori internal yang terbatas pada Nexys2 kit board. Pada hasil sintesis sistem pemonitoran, total sumber daya yang digunakan tidak melebihi kapasitas yang disediakan oleh Nexys2. Penggunaan sumber daya tersebut adalah slice register sebesar 1%, 4 input LUTs sebesar 4%, occupied slice sebesar 5%, bonded IOBs sebesar 10%, RAMB16s sebesar 40%, BUFGMUXs sebesar 8%, dan DCMs sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain sistem pemonitoran dapat diimplementasikan pada FPGA Xilinx Spartan 3E Nexys2 kit board dengan penggunaan sumber daya terbesar adalah 40% atau sejumlah 8 dari 20 RAMB16s. Penggunaan sumber daya dibuat sedikit mungkin terutama pada proses aritmatika dan bisa menggunakan paket modul aritmatika yang disediakan oleh Nexys2 seperti DSP ataupun Math Functions. Dan sistem dapat diimplementasikan pada FPGA yang menyediakan sumber daya yang lebih banyak daripada Nexys2.Kata Kunci—VGA, VRAM, FPGA, Nexys2, sistem pemonitoran.
Sistem Pengendalian Suhu Menggunakan Kontroler PID Pada Alat Pengering Jamur Tiram Sebagai Alternatif Penjemuran Matahari Shaufi Firdausi Luthfi; n/a Rahmadwati; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jamur tiram memiliki kandungan gizi yangsangat baik untuk tubuh kita diantaranya adalah protein,air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi,kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.Pengolahan makanan berbahan jamur tiram beragam,yaitu seusai panen maupun setelah dikeringkan. Penelitianini mengenai suatu alat pengeringan sehingga dapatmenghemat proses pengeringan tersebut dan dapatmenjadi alternatif proses pengeringan tanpa bergantungcuaca maupun panas matahari.Penelitian ini menggunakan sensor load cell sebagaipembatas parameter jamur sudah kering dan sensor suhuLM35 sebagai pembaca suhu dalam ruang pemanas. Datadari sensor diproses dan diakusisi oleh Arduino Uno yangkemudian mengirimkan sinyal kontrol ke rangkaiandimmer sebagai driver elemen pemanas setrika dan akandihasilkan suhu pengeringan yang terkontrol.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperolehparameter kontrol dengan nilai Kp=8,5; Ki=4; Kd=5.Dengan parameter kontrol tersebut sistem mampumelakukan proses pengeringan dengan baik sesuaiperancangan.Kata Kunci: Jamur Tiram, Alat Pengering Jamur, Plant Suhu,Sistem Pengendalian Suhu, LM35, Rangkaian Dimmer,Kontroler PID, Arduino Uno.
PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN PROSES FERMENTASI TEMPE BERBASIS ARDUINO MEGA Haris Setyawan; Muhammad Aziz Muslim; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pengaturan suhu dan kelembaban ruang fermentasi diharapkan dapat memberikan keuntungan pada pengrajin tempe. Keuntungannya yaitu untuk mengurangi durasi fermentasi dan mempermudah pengawasan saat fermentasi tempe berlangsung. Metode yang digunakan untuk pengaturan suhu dan kelembaban adalah Proporsional-Integral-Derivatif (PID) dan kontrol ON-OFF.Metode yang digunakan untuk tuning parameter PID adalah Zieger-Nichols 1. Dengan nilai Kp, Ki dan Kd sebesar Kp = 12,73, Ki = 0,122, dan Kd = 331,2 Hasil skripsi ini menunjukkan bahwa kontroler PID menghasilkan respon yang sesuai dengan yang diinginkan serta dengan ts= 850 detik.Kata kunci : Pengaturan suhu dan kelembaban, Kontroler PID, Kontroler ON-OFF, Zieger-Nichols 1

Page 37 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue