cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
PENSTABIL FREKUENSI OTOMATIS PADA GENSET Prasetyanto, Andi Wahyu; Hasanah, Rini Nur; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kebutuhan listrik sangat penting untuk mendukung berlangsungnya kehidupan di masyarakat maupun di perusahaan sehari-hari, Jika diamati di gedung-gedung perkantoran maupun di perusahaan semua mempunyai tenaga sumber listrik cadangan. yaitu menggunakan generator set untuk tenaga listrik cadangan ketika PLN mengalami gangguan. Misalnya Di dalam suatu perusahaan terdapat alat-alat elektronik seperti komputer, laptop, dan mesin-mesin mahal lainya yang sangat penting untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, Apabila tidak ada sumber tenaga listrik cadangan maka tidak bisa melangsungkan pekerjaan dan sehingga kerugian yang harus dipertimbangkan. Didalam peralatan elektronik di Indonesia terdapat standar frekuensi kerja yaitu 50-60Hz,Listrik mempunyai dua istilah yaitu tegangan atau voltase dan frekuensi. Frekuensi variasi adalah frekuensi listrik yang selalu berubah-ubah. Umumnya di Indonesia frekuensi listriknya 50 Hz. Apabila frekuensi tidak memenuhi standar diatas Hal ini dapat menyebabkan hilang data pada perangkat lunak, sistem menjadi crash dan rusaknya peralatan elektronik.Kata kunci: Inverter, Unipolar SPWM, DriverMOSFET, Frekuensi
Karakteristik Fisik dan Elektris Minyak Zaitun Sebagai Alternatif Minyak Isolasi Pada Transformator Bagus Mitra S.; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP RESISTANSI PENTANAHAN ELEKTRODA BERBENTUK SPIRAL PERSEGI PANJANG Muhamad Faishal Al Jauhary; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan hasilpenelitian tentang pengaruh penambahan arangtempurung kelapa dengan variasi kedalamanpenanaman elektroda dan ketebalanpenambahan arang tempurung kelapa terhadapnilai resistansi pentanahan elektroda berbentukspiral persegi panjang. Ukuran variasikedalaman penanaman dan ketebalanpenambahan adalah 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cmdan 100 cm. Ukuran variasi lebar persegipanjang elektroda pentanahan berbentuk spiralpersegi panjang adalah 20 cm dan 30 cm denganpanjang konduktor 5 meter yang besarnya sama.Pengukuran resistansi pentanahan denganmetode 3 titik. Dari hasil penelitian ini diperolehnilai resistansi pentanahan elektroda model 2menggunakan arang tempurung kelapa basahsebagai treatment dengan lebar persegi panjang30 cm dan panjang persegi panjang 60 cm padakedalaman penanaman 100 cm sebesar 13,5ohm.Kata kunci---variasi lebar persegi panjang,elektroda spiral persegi panjang, arangtempurung kelapa.
RANCANG BANGUN PENYESUAI IMPEDANSI ANTARA ANTENNA DAN RECTIFIER (RECTENNA) PADA FREKUENSI 470-806 MHz M. Sudiro; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jurnal ini akan dibahas tentangperancangan dan pembuatan Penyesuai Impedansijenis mikrostrip. Penyesuai Impedansi yangdirancang memiliki dua port, port input dan portoutput. Penyesuai Impedansi dirancang untukdiaplikasikan pada rectena, yaitu antara antennadan rectifier pada frekuensi 470 – 806 MHz denganmenggunakan bahan substrat FR4 (kosntantadielektrik εr = 3,9) dan bahan konduktor tembaga.Perancangan dan simulasi penyesuai impedansidilakukan menggunakan program CST MicrowaveStudio 2014. Hasil simulasi Penyesuai Impedansipada rentang frekuensi 479 – 799 MHzmenunjukkan nilai S11 dan S22 ≤ -13 dB dengannilai minimum -19,937 dB dan nilai maksimum -53,542 dB; untuk nilai S12 dan S21 ≤ -0,1 dBdengan nilai maksimum -0,18824 dB dan nilaiminimum -0,0071232 dB. Tegangan keluaran darirectenna meningkat antara 1,9 – 10 mV, setalahdipasang penyesuai impedansi ini.Kata Kunci: Penyesuai Impedansi, mikrostrip,antena televisi, rectenna.
SISTEM KONTROL SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN KONTROLER FUZZY BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM Nur Yusuf Bahtiar; Mochammad Rusli; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan bahanmakanan yang paling banyak dikonsumsi dandibudidayakan daripada jenis jamur lainya.Pada penelitian ini dikembangkan pengontrolansuhu dan kelembaban pada ruangan jamur(kumbung jamur). Suhu dan kelembaban sangatberperan penting dalam proses budidaya jamurtiram ini. Sehingga penelitian ini difokuskanpada pengendalian suhu dan kelembabanmenggunakan metode KLF. Metode ini melaluibeberapa tahap, yaitu penentuan MembershipFunction (MF) dan fuzzifikasi, rule base daninferensi, serta defuzzifikasi.Proses pengontrolan suhu dan kelembabanini dilakukan pada suhu 23°C dan kelembabankumbung 85 %RH. Pada penelitian ini, prosesperancangan KLF dilakukan menggunakan 5Membership Function (MF) dengan metodeInferensi MIN-MAX Composition dan metodeDefuzzifikasi Weighted Average (WA). Hasilpengujian menunjukkan bahwa KLF cukupberhasil digunakan untuk menjaga suhu padasetpoint yang diinginkan dengan nilai errorsteady state (ess) suhu sebesar ????, ????????????????% dan????, ????????????????% untuk error steady state kelembaban.A.Kata Kunci: Jamur Tiram, UnitCondensing, Sensor SHT11, Driver MotorL298N, Kontrol Logika Fuzzy
RESISTANSI PENTANAHAN SISTEM GRID DENGAN PENAMBAHAN PASIR HITAM Indra Nugraha; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil penelitian enelitian tentang tentang tentang penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman penanaman penanaman penanaman penanaman penanaman penanaman elektroda elektroda elektrodaelektrodaelektroda. Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 cm x 100 cm). V cm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Variasi ariasi ariasi ariasi ariasi ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahanketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahan pasirpasirpasirpasir hitam hitamhitam adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm. dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm. Variasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman elektrod elektrod elektrodelektroda adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil penelitian inipenelitian ini penelitian ini penelitian ini penelitian ini penelitian ini diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi pentanahanpentanahan pentanahan pentanahan pentanahan palinpalinpalin g rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan pada tanah lingkungan pada tanah lingkungan pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan dengan dengan dengan dengan ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x 100 cm padapadapadapada kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm sebesar sebesar sebesar sebesar sebesar 65 ,5 ohm.ohm.ohm.ohm.Kata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunci Kata kunci --- pasir pasir pasir pasir hitam hitam, gridgridgrid , luasan luasan luasan luasan luasan elektroda elektrodaelektrodaelektrodaelektroda .
Signal-to-Noise and Bit Error Rate Analysis of Indoor Visible Light Communication Link Using Non-Line-of-Sight Model Rifka Fahriza J.; Sholeh Hadi Pramono; Rahmat bin Talib
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan salah satu teknologi komunikasi nirkabel yang populer saat ini. Dengan keterbatasan frekuensi radio spectrum (bandwidth), Visible Light Communication (VLC) yang menggunakan LED (Light Emitting Diode) dengan panjang gelombang antara 380-700 nm untuk membawa informasi memiliki keuntungan lebih dibandingkan sistem komunikasi nirkabel menggunakan radio frekuensi. Pada thesis ini daya yang diterima oleh sistem VLC non-line-of-sight model dengan adanya pengaruh angle dari field of view dan pengaruh jarak akan ditampilkan. Untuk analisis kinerja, teknik modulasi yang digunakan pada proyek ini adalah OOK-NRZ. Simulasi analisis kinerja pada thesis ini menunjukkan pengaruh bit rate dan receive power terhadap nilai SNR dan BER pada sistem.Kata Kunci – Visible Light Communication, Field of View, Bit Error Rate, Received Power, Signal to Noise Ratio, Indoor VLC
DESIGN AND PERFORMANCE ANALYSIS OF MULTI DIAGONAL SPECTRAL AMPLITUDE CODEWORDS FOR OPTICAL CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS WITH VARIATION OF LINE CODINGS IN FSO COMMUNICATION SYSTEM Mahdin Rohmatillah; Sholeh Hadi Pramono; Nor Shahida Binti Mohd Shah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana komunikasi melalui FSO telah semakin berkembang dan mampu mendukung sistem komunikasi multi-user, maka teknik multiple-acces menjadi sangat penting didalam sistem tersebut.Diantara semua teknik multiple-access dalam lingkup optik, OCDMA menjadi teknik yang paling menarik perhatian karena bersifat fleksibel, mudah dalam pengimplementasiannya, sinkronisasi antar user tidak dibutuhkan, serta mampu menangani trafik dalam sistem. Terdapat banyak jenis kode yang ditawarkan dalam sistem OCDMA, salah satu kode yang mampu menangani Multiple Access Interference adalah kode Multi Diagonal (MD). Isu lain yang perlu dibahas adalah cahaya laser menjalar pada lapisan troposfer yang dikenal tidak stabil seperti halnya dielektrik kabel serat optik. Penelitian ini menganalisa Multi Diagonal Spectral Amplitude Codewords untuk OCDMA untuk sistem komunikasi FSO didalam lima jenis cuaca, yaitu cerah, berkabut, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan lebat dengan simulasi pada software OptiSystem 13. Jenis line coding yang digunakan adalah non chirped NRZ, chirped NRZ, RZ, dan Manchester. Dari hasil didapatkan jenis line coding terbaik adalah chirped NRZ dan yang terburuk adalah ManchesterKata Kunci – Multi Diagonal Spectral Amplitude Codewords, OCDMA, FSO, non chirped NRZ, chirped NRZ, RZ, Manchester
Development of The Star Patch Wearable antenna for ISM Band Application Faisal Ramadhan; Rudy Yuwono; Fauziahanim Binti Che Seman
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper proposes a prototype of wearableantenna by using a star patch design. The research objective ismainly to observe some of the characteristic of the wearableantenna that is bending on the curvy structure. During the initialstudy, an intensive literature has been conducted to investigate theeffects of the substrate material, and some of the design ofwearable antenna. The designs and simulations in this study aredone using the Computer Simulation Technology (CST)Microwave Studio software. Time domain solver in CST is used tosimulate the designs of the wearable antenna. This antenna is usingthe polyimide film as the substrate with dielectric permittivity(???????? = ????. ????). The polyimide film has a better performance in termsof flexibility, low loss tangent, dielectric constant, and highstability for the wearable application. The antenna performancehas been measured such as (????????????), impedance bandwidth, radiationpattern, and gain. This antenna provides a minimum resonantfrequency at 2.45 GHz which is the (????????????) is -27.67 dB in the flatcondition. The impedance bandwidth of the star patch antenna isrelatively large, which is 610 MHz it could overcome the shiftedresonant frequency caused by the bending effect. From the study,it is found that the star patch antenna offers the best performancein terms of return loss, bandwidth, radiation pattern, and gain.Star patch antenna is also less affected by the effects caused bybending the antenna. Comparisons between the simulated andmeasured results for proposed antenna will be discussed in thispaper.Keywords— Wearable Antenna, Star Patch design, ISM Band,WBAN
INDOOR PROPAGATION OF VISIBLE LIGHT COMMUNICATION Ambrosius Donny Kurniawan; Sholeh Hadi Pramono; Noran Azizan bin Cholan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan yang tinggi terhadap data rate tinggi dan bandwidth pada komunikasi nirkabel membuat teknologi RF tidak mampu lagi untuk menampung perkembangan dari teknologi baru. Visible light communicaion merupakan salah satu solusinya dikarenakan spektrum dari cahaya tampak yang sangat lebar, yang merentang dari 385 – 789 THz. Selain itu, keuntungan dari VLC adalah konsumsi daya yang relatif rendah, menghindari interferensi dari gelombang elektromagnetik lain, dan tidak membahayakan seperti teknologi RF. Dalam skripsi ini, performa dari sistem VLC disimulasikan dengan menggunakan LEDs array dalam sebuah ruangan dengan dimensi 5m x 5m x 3m. LEDs array digunakan karena efisiensi yang tinggi jika dibandingkan material penerangan lainnya. Parameter performa dalam simulasi ini adalah daya yang diterima, delay, maksimum data rate, dan BER. Skripsi ini menggunakan software simulasi MATLAB untuk mensimulasikan sistem VLC dalam ruangan. Modulasi OOK digunakan dalam simulasi ini dikarenakan memiliki skema yang simpel jika dibandingkan dengan modulasi lain. Performa dari sistem tanpa mempertimbangkan noise dan sistem dengan mempertimbangkan noise telah dibandingkan dan dianalisa. Saat noise dipertimbangkan, performa terbaik dari sistem VLC dalam ruangan adalah pada suhu 295 K dan performa paling buruk pada sistem ini yaitu pada suhu 325 K.Kata Kunci – Visible Light Communication, Noise, Bit Error Rate, Received Power

Page 50 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue