cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
Metode Root Locus untuk Mencari Parameter PID pada Pengendalian Kecepatan Motor DC D-6759 dengan Menggunakan Arduino Mega 2560 Bayu Prabarianto; Erni Yudaningtyas; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor DC merupakan aktuator yang banyak digunakan dalam industri pada bidang kontrol. Motor DC dapat menyediakan sebuah torsi awal yang tinggi dan juga memungkinkan untuk mendapatkan berbagai kontrol kecepatan. Motor DC memiliki respon yang cepat, namun masih memiliki error steady state. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kontroler yang tepat dan sesuai dengan plant sistem. Kontroler Proporsional Integral Diferensial (PID) adalah kontrol aksi yang memiliki respon cepat, sehingga sesuai untuk mengontrol kecepatan motor DC. Diantara metode yang biasa digunakan untuk mencari parameter PID metode root locus dianggap lebih akurat untuk mencari parameter PID pada plant motor DC D-6759. Oleh karena itu pada skripsi ini digunakan metode root locus untuk mendapatkan nilai parameternya dan didapat nilai parameter ???????? = 2.3286, ???????? = 8, dan ???????? = 0.0345. Dari parameter tersebut diimplementasikan pada motor DC untuk dibandingkan antara hasil respon sistem menggunakan aplikasi simulink Matlab dengan hasil respon sistem implementasi pada motor DC.Respon motor DC hasil implementasi dengan setpoint 150, 250 dan 350 rpm memilik settling time adalah 8 detik, 9 detik dan 9.5 detik. Namun, hasil simulasi matlab tidak sama dengan hasil respon motor DC pada hasil implementasi. Implementasi pada motor DC terdapat gangguan yang berupa piringan besi sehingga menimbulkan kelembaman pada putaran motor DC. Namun, hasil implementasi tidak memiliki nilai error steady state dan sangat responsif ketika diberi gangguan.Kata Kunci—Motor DC, Kontrol kecepatan, Kontroler PID, root locus.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS LAMPU TERHADAP EFIKASI CAHAYA, FAKTOR DAYA, DAN BIAYA ENERGI LISTRIK PADA BANGUNAN RUMAH TANGGA Rizqi Wahyu Rahmariadi; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya penghematan energi listrik adalah dengan meningkatkan kualitas daya listrik, khususnya untuk penerangan rumah tangga. Tiap jenis lampu memiliki efikasi cahaya, faktor daya, daya listrik, dan biaya listrik yang berbeda-beda. Lampu yang paling sering digunakan untuk penerangan rumah tangga adalah lampu pijar dan compact fluorescent lamp (CFL). Kemudian muncul teknologi lampu LED (Light Emitting Diode) yang memiliki banyak kelebihan. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas perbandingan efikasi cahaya, faktor daya, dan biaya energi listrik dari ketiga jenis lampu. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dapat diketahui untuk efikasi cahaya Kpijar = 23, 816 lm/watt, KCFL = 59,494 lm/watt, KLED = 280,528 lm/watt. Untuk faktor daya cosφpijar = 0,9725; cosφCFL = 0,6809; cosφLED = 0,8694. Untuk biaya energi listrik lampu pijar Rp. 190.077,66 ; CFL Rp. 133.013,82 ; lampu LED Rp. 127.015,00. Dalam jangka waktu 10 tahun pada lampu CFL didapatkan penghematan biaya sebesar 30,03% dan pada lampu LED sebesar 33,18%.Kata Kunci : lampu, faktor daya, biaya energi listrik, efikasi cahaya,
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KONTROL LOGIKA FUZZY UNTUK PENGENDALIAN PUTARAN ENGINE BERDASARKAN POSISI THROTTLE Ganda Lesmana; M. Aziz Muslim; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalamteknologi otomotif khususnya dalam EngineControl Unit adalah hal tersebut masih menjadirahasia dari produsen. Sehingga untuk mengaturputaran engine masih cukup sulit karena durasiinjektor telah di setting oleh produsen. Padatugas akhir ini dibahas bagaimanamengendalikan putaran engine berdasarkanposisi throttle dengan injektor sebagai aktuator.Proses pengendalian putaran engine inidilakukan pada posisi throttle 0% dan 5% ataudengan setpoint 1500 rpm dan 2000 rpm. Padapenelitian ini, proses perancangan KLFdilakukan menggunakan 3 Membership Function(MF) dengan metode Inferensi MAX-MIN danmetode Defuzzifikasi Center of Area (COA). Hasilpengujian menunjukkan bahwa KLF berhasildigunakan menjaga putaran engine pada setpointyang diinginkan dengan nilai Error steady statekurang dari 2%.Kata Kunci: Injeksi bahan bakar, putaranengine, Kontrol Logika Fuzzy, posisi throttle.
SISTEM PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC PADA MINIATUR KERETA LISTRIK MENGGUNAKAN KONTROLER PID Yoshiko, n/a; Yudaningtyas, Erni; Rahmadwati, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta pada umumnya menggunakansatu gerbong sebagai penarik gerbong lainnya.Dengan cara demikian, motor yang digunakanharuslah motor yang memiliki daya dan torsi yangsangat besar. Untuk itu dilakukan distribusi motordi tiap gerbong agar beban motor yang tadinyaterpusat menjadi terdistribusi sehingga akselerasimenjadi lebih ringan.Pada penelitian ini dibuat miniatur keretadengan penggerak yang terdistribusi pada tiapgerbongnya. Dalam pembuatannya digunakanArduino Uno Rev3, sensor speed encoder, dan 2buah motor DC EMG-30 identik. Metode yangdigunakan untuk pengendalian kecepatan motoradalah kontrol PID.Proses perancangan parameter PIDmenggunakan metode hand tuning. Didapatkannilai parameter PID yaitu Kp = 0.055, Ki =0.000043, dan Kd = 38 dan waktu steady 3 detik.Dengan error steady state sebesar 2,11% danovershoot sebesar 2,85%Kata Kunci— Motor DC, Pengendalian kecepatan,PID, Arduino Uno, Miniatur kereta listrik.
ANALISIS PEMASANGAN PIN-PEX PADA PENGHANTAR AAAC TERHADAP NILAI ARUS BOCOR PADA ISOLATOR PIN 20 kV Rizki Adhi Priawan; Moch. Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk menurunkan nilai arus bocor adalah dengan melakukan pemasangan PIN-PEX. Sesuai dengan arti kata dari PIN-PEX, PIN berarti isolator pin, sedangkan PEX berarti material Cross-Linked Polyethylene, PIN-PEX dapat didefinisikan suatu material Cross-Linked Polyethylene yang digunakan sebagai pelindung pada isolator pin. PIN-PEX dan isolator pin yang diuji didapatkan langsung dari pihak PLN APJ Pasuruan, dimensi PIN-PEX yang digunakan adalah panjang 50 cm, diameter 2,8 cm, dan tebal 0,4 cm. Penghantar AAAC yang digunakan berukuran 150 mm2 dengan panjang 50 cm. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengujian langsung pada laboratorium Teknik Tegangan Tinggi. Pengujian dilakukan dengan 2 kondisi yaitu sebelum dan sesudah dilakukan pemasangan PIN-PEX pada konduktor AAAC, dari masing–masing kondisi dilakukan 2 macam perlakuan yaitu kering dan menggunakan tingkat pembasahan. Pada masing-masing kondisi pengujian dilakukan dengan merubah nilai tegangan kerja mulai dari 1 kV sampai 24 kV dengan setiap kenaikan sebesar 1 kV. Hasil pengujian arus bocor pada tegangan kerja 20 kV untuk sebuah isolator pin tiap fasa dengan intensitas pembasahan sebesar 2,94 mm per menit besar arus bocor sebelum dilakukan pemasangan PIN-PEX adalah 412,94 μA, nilai arus bocor menurun setelah dilakukan pemasangan PIN-PEX menjadi 357,68 μA.Kata kunci- isolator, PIN-PEX, intensitas pembasahan, arus bocor.
PENGATURAN KEKENTALAN CAIRAN LIMBAH PADA SISTEM PENGADUK BIODIGESTER Gigih Gumilar; M. Aziz Muslim; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian berupa terbentuknya cairan limbah digester yang merata dari hasil pencampuran kotoran sapi dengan air. Tahap pengadukan merupakan tahap awal dari pembuatan biodigester. Pada tahap ini kekentalan dari cairan limbah digester perlu diperhatikan. Karena kekentalan dari cairan limbah digester akan menentukan hasil output gas metana yang dihasilkan. Dan selain itu akan mempermudah proses fermentasi setelahnya. Sistem pengadukini merupakan prototype yang dibuat sendiri. Pada penelitian ini diharapkan campuran dari limbah kotoran sapi dapat bercampur dengan air secara merata. Nilai yang ditetapkan untuk kekentalan saat limbah kotoran sapi dan air adalah 70 – 75 cPois. Untuk mendapatkan nilai tersebut akan digunakan kontroler on-off berbasis Arduino Uno dengan harapan diperoleh suatu desain pengendailian kekentalan cairan limbah yang seperti diinginkan.Perancangan dan pembuatan sistem pengendalian kekentalan cairan limbah digester ini berhasil dilakukan dengan menggunakan kontroler on-off dengan nilai dead band 70-75 cPois. Sistem pengaduk digester dapat mencapai nilai steady pada 73.527 cPois dengan waktu sttling time 107 detik. Didasari dari nilai tersebut perancangan perangkat lunak untuk sistem pengaduk digester menggunakan Arduino Uno ini dapat bekerja dengan baik pada karena dapat menjaga nilai kekentalan pada kisaran 73.395-73.539 cPois.Kata Kunci—digester, kontroler on-off, biogas, strain gauge, viskositas.
ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VOIP PADA MOBILE WIMAX DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI SERVICE CLASS Defbby Melindah P.; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voice Over Internet Protocol (VoIP) merupakan salah satu layanan yang dapat didukung oleh teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Pada WiMAX terdapat kemampuan memberikan fleksibilitas QoS. Berdasarkan jenisnya QoS, tipe penjadwalan (service class) pada lapisan MAC dikelompokkan menjadi lima jenis yaitu UGS, rtPS, n-rtPS, BE dan ErtPS. Service class ini memfasilitasi pembagian bandwidth antar pengguna. Untuk itu pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai performansi layanan VoIP melalui jaringan WiMAX menggunakan variasi service class. Dimana codec VoIP yang digunakan berupa G.711, G.729 dan G.723. Analisis performansi VoIP pada WiMAX ini dilakukan dengan melihat perubahan pada parameter QoS yang akan dianalisis yaitu delay, throughput, dan packet loss. Sehingga berdasarkan hasil simulasi yang sudah didapatkan maka delay yang paling besar diberikan saat BE sedangkan delay yang paling kecil diberikan oleh UGS. Sedangkan berdasarkan hasil simulasi yang sudah didapatkan maka packet loss yang paling besar diberikan saat BE sedangkan packet loss yang paling kecil diperoleh oleh UGS. Throughput yang paling besar diberikan saat rtPS, sedangkan throughput yang paling kecil diberikan oleh UGS. Sehingga untuk layanan VoIP, UGS memiliki parameter terbaik.Kata Kunci - WiMAX, VoIP, Codec, UGS, BE, rtPS, Delay, Packet Loss, Throughput
MOTION CAPTURE SYSTEM BERBASIS FLEX SENSOR DAN INERTIAL MEASUREMENT UNIT UNTUK GERAKAN PERGELANGAN TANGAN ROBOT Sirojul Hadi; Panca Mudjirahardjo; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini akan dirancang pergelangan tangan robot yang dikontrol menggunakan alat motion capture system. Perekaman yang dilakukan menggunakan flex sensor dan sensor IMU (Inertial Measurement Unit). Flex sensor digunakan untuk merekam pergerakan dari jari-jari pengguna dan sensor IMU digunakan untuk merekam pergerakan dari pergelangan tangan pengguna. Untuk transmisi data antara alat motion capture dengan pergelangan tangan robot digunakan bluetooth. Robot yang akan dirancang memiliki tiga DOF (Degree Of Freedom) dengan rincian dua DOF pada jari-jari tangan dan satu DOF pada pergelangan tangan robot. Kata Kunci: Motion capture system, flex sensor, IMU, pergelangan tangan robot.
ANALISIS KINERJA SISTEM KOMUNIKASI FREE SPACE OPTIC (FSO) PADA PANJANG GELOMBANG 850 nm DAN 1550 nm SAAT KONDISI CUACA HUJAN LEBAT Reny Anggi Karismawati; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Free Space Optic (FSO) adalah suatu sistem transmisi sinyal optik melalui ruang bebas atau udara yang dipengaruhioleh cuaca seperti hujan. Salah satu cara meminimalisir efek hujan dengan pemilihan panjang gelombang yang sesuai. Padapenelitian ini dilakukan simulasi untuk menguji performansi panjang gelombang 850 nm dan 1550 nm, dengan variasi dayainput, jarak propagasi, serta bit rate dengan menggunakan photodetektor jenis PIN dan APD. Parameter kinerja yang diamatiadalah nilai BER dan Q-Factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar daya input maka nilai BER dan nilai QFactorsemakin baik pada semua bit rate dan jenis photodetektor yang paling optimal adalah APD. Pada daya input 27 dBmdengan menggunakan PIN photodioda bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 7.149 x 10-15 dan Q-factor 7.694. Sedangkansaat menggunakan APD, bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 1.016 x 10-37 dan Q-factor 12.7833. Saat panjang gelombang1550 nm dengan daya input 12.5 Gbps menggunakan PIN photodiode bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 7.849 x 10-155dan Q-factor 26.4513. Sedangkan saat menggunakan APD bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 6.4707x 10-301 dan Q-factor37.055.. Saat panjang gelombang 850 nm dengan PIN photodioda bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 4.185 x 10-8 dan Q-factor5.35889 dengan jarak maksimum 0.95 km. Saat menggunakan APD bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 5.7466 x10-5 danQ-factor 3.85553 dengan jarak maksimum 1.5 km. Pada panjang gelombang 1550 nm menggunakan PIN dengan bit rate 2.5Gbps menghasilkan BER 5.13924 x 10-7dan Q-factor 5.13924 jarak maksimum 1.2 km. Sedang saat menggunakan APD, bitrate 2.5 Gbps menghasilkan BER 5.746 x 10-5 dan Q-factor 3.85553 dengan jarak maksimum 1.5 km.Kata Kunci: Panjang gelombnag, Free Space Optic, bit rate, Q-Factor, bit error rate, Photodetektor
ANALISIS PENGARUH TEKNIK MODULASI PADA MOBILE WIMAX UNTUK LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VOIP) Muhamad Fatkul Mujib; Endah Budi Purnomowati; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Voice Over Internet Protocol (VoIP) merupakan suatu teknologi yang dapat mengirimkan paket suara melalui jaringan Internet Protocol. Jaringan IP sendiri merupakan jaringan komunikasi data yang berbasis packet-switch. Skripsi ini bertujuan mengetahui pengaruh tipe modulasi pada mobile WiMAX untuk layanan VoIP menggunakan network simulator OPNET Modeler v.14.5. Parameter yang diamati adalah SNR, BER, throughput dan packet loss . Tipe modulasi yang digunakan yakni QPSK,16-QAM dan 64-QAM dengan pengkodean. Hasil yang didapat dari simulasi bahwa untuk SNR menunjukkan dengan orde modulasi yang tinggi (64QAM) SNR yang dihasilkan akan semakin tinggi begitu juga sebaliknya. Untuk BER kinerja orde modulasi rendah (QPSK) menghasilakan BER lebih baik, akan tetapi efisiensi yang dihasilkan rendah, sedangkan orde modulasi tinggi menghasilakn kinerja yang sebaliknya. Sedangkan nilai throughput akan semakin besar ketika orde modulasi yang digunakan semakin tinggi sehingga kualitas sistem semakin baik. Hasil yang didapat dari delay juga masih dalam batas toleransi standart delay yaitu >400ms.Kata Kunci- VoIP, mobile WiMAX, modulasi, throughput, packet loss.BER,SNR.

Page 52 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue