cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PHOTODIODE DAN JUMLAH LIGHT EMITTING DIODE PADA PERFORMANSI VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) Hariz Faqih; Sholeh Hadi Pramono; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible light Communication (VLC) adalah sistem komunikasi wireless dengan memanfaatkan sumber cahaya sebagai sinyal carrier untuk mentransmisikan informasi. Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam sistem Visible Light Communication. Semakin besar intensitas cahaya yang dipancarkan, maka tegangan yang dihasilkan akan semakin besar, Begitu juga pada banyaknya photodiode, semakin banyak jumlah photodiode maka sensitifitas akan semakin tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan mengubah Jumlah LED sebagai Transmitter dan Jumlah Photodiode sebagai Receiver. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jumlah photodiode dan LED pada performansi VLC. Hasil Nilai Optical power loss terkecil adalah pada saat menggunakan 10 LED dan menggunakan 3 photodiode yaitu -4,092 dB, untuk nilai delay spread terkecil adalah pada saat menggunakan 10 LED dan menggunakan 3 photodiode yaitu 0.2μs, dan nilai SNR terbesar pada saat menggunkan 10 LED dan menggunakan 3 photodiode yaitu 28,720 dB.Kata Kunci – Visible Light Communivation, komunikasi wireless, Transmisi audio
ANALISIS PENGARUH SUDUT PENERIMAAN SINYAL OPTIK TERHADAP PERFORMANSI SISTEM VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) Kurnia A., Firmansyah; Pramono, Sholeh Hadi; Kusmaryanto, Sigit
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan sebuah komunikasi wireless yang menggunakan cahaya tampak sebagai sinyal carrier untuk mentransmisikan informasi. Light Emitting Diode (LED) yang sering digunakan dalam teknologi VLC memiliki pola radiasi terarah (directional) sehingga intensitas cahaya yang dipancarkan LED akan semakin turun apabila menjauhi sumbu axis (0º) LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengubah sudut penerimaan sinyal optik pada viewing angle LED. Hasil penelitian menunjukan untuk nilai Optical Power Loss terkecil pada sudut 0º dengan nilai -5,82 dB dan akan semakin besar pada sudut -40º dengan nilai -17,17 dB dan -17,47 dB pada sudut 40º. Nilai SNR terbesar berada pada sudut 0º dengan nilai 4,09 dB dan nilai terkecil pada sudut -40º dan 40º dengan nilai 0,49 dB dan 0,69 dB. Nilai delay terkecil 0,2 μs pada sudut 0º dan delay terbesar 0,8 μs pada sudut 40º dan pada sudut -40º.Kata Kunci – Komunikasi Wireless, Visible Light Communication, Transmisi Audio.
PENGARUH PENGGUNAAN PHOTODIODE DAN PHOTOTRANSISTOR SEBAGAI DETEKTOR OPTIK TERHADAP PERFORMANSI VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) Muhammad Randi Sugiantara; Sholeh Hadi Pramono; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication adalahsebuah sistem komunikasi wireless denganmemanfaatkan sumber cahaya sebagai sinyalcarrier untuk mentransmisikan informasi. Dalamsistem komunikasi cahaya terdapat beberapadetektor optik, diantaranya photodiode danphototransistor. Tujuan dari penelitian ini adalahmenguji performansi Quality of Service (QoS)sistem Visible Light Commmunication denganvariasi jarak untuk dua detektor optik yaituphotodiode dan phototransistor. Metode yangdilakukan dalam penelitian ini adalah perancangansistem, pengambilan data, perhitungan dan analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuanvariasi jarak antara transmitter dan receivermemberikan pengaruh terhadap parameter opticalpower loss, SNR dan delay spread spread. Nilaioptical power loss pada photodiode pada jarak 0 cmsebesar -4,27 dB dan menurun menjadi -15,09 dBpada jarak 50 cm. Sedangkan Phototransistor -14,15 pada jarak 0 cm dan menurun ke -16,18 dB.Nilai SNR untuk photodiode pada jarak 0 cmsebesar 23,664 dB dan turun ke 10,404 dB pada 50cm. Untuk phototransistor jarak 0 cm 43,811 dB danjarak 50 cm 26,347 dB. Nilai delay spreadphotodiode pada jarak 10 cm sebesar 0,6 μs dannaik ketika jarak 50 cm yaitu sebesar 1 μs.Sedangkan phototransistor pada jarak 0 cm nilaidelay spread 11,2 μs dan naik ketika jarak 50 cmsebesar 16,8 μs.Kata Kunci— Visible Light Communication, LED,Photodiode, Phototransistor, QoS.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KONVERTER DC-DC UNIVERSAL Muhammad Ghilmanuddin S.; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kendali konverter DC-DC adalah salah satu alat uji praktikum untuk mahasiswa yang ada laboratorium di Elektronika Daya Univesitas Brawijaya. Alat uji ini berfungsi sebagai konverter yang dapat merubah tegangan searah dengan nilai tertentu menjadi tegangan searah dengan nilai yang lainnya. Agar konverter dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan induktor, kapasitor, saklar elektronik, dan sistem kendali saklar elektronik. Pada penelitian ini dirancang dan dibahas sistem kendali konverter DC-DC universal yang dapat mengendalikan beberapa macam konverter DC-DC (buck converter, boost converter, buck boost converter), penyusuaian dan perhitungan komponen yang ada di laboratorium maupun yang ada di pasaran, dan pengujiannya menggunakan metode PWM dan PFM dengan menggunakan saklar elektronik berupa SCR dan MOSFET, dan kemudian hasilnya dibandingkan. Dari hasil pengujian karakteristik efisiensi pada metode PWM lebih tinggi daripada metode PFM.Kata kunci : Chopper, PFM, PWM, SCR, MOSFET, konverter DC-DC.
PERANGKAP TIKUS MENGGUNAKAN SENSOR PHOTODIODA BERBASIS MIKROKONTROLER Rifan Rantaba; Mochammad Rif'an; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus adalah binatang mamalia yang sering kitajumpai di sekitar kita. Hewan ini merupakan salah satuhewan hama yang banyak dibenci oleh orang karena memanghewan pengerat ini identik dengan lingkungan kotor yangmembawa banyak penyakit, serta sering merusak perabotanrumah tangga.Ada banyak cara untuk membasmi tikus yaitudengan menggunakan racun tikus, lem tikus, alat elektronikpengusir tikus tapi cara ini kurang efektif untuk membasmitikus karena dapat mengganggu hewan peliharaan yanglainnya. Paper ini membahas tentang perancanganperangkap tikus berbasis mikrokontroler. Perangkap inimendeteksi adanya tikus dengan menggunakan 2 buah laserdan 2 buah photodioda. Setelah terdeteksi, sensor photodiodaakan mengirim sinyal ke mikrokontroler untuk diteruskanrelay yang akan mengaktifkan solenoid dan juga ke elemenpenyetrum selama +2 menit untuk membunuh tikusKata Kunci— Perangkap tikus, photodioda, relay
DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY TERHADAP PENGATURAN INJEKSI BERDASARKAN GAS HASIL SISA PEMBAKARAN PADA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH Yudhanto Iman Noorizky; M. Aziz Muslim; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia otomotif mengalami berbagai macam perkembangan baik di bagian mekanik maupun kelistrikannya. Hasil pengembangannya adalah penggunaan Electrical Control Unit (ECU). ECU merupakan pusat pengendali mesin yang bekerja setelah mendapat masukkan dari sensor-sensor yang ada pada mesin kemudian mengolahnya dan memberi keluaran kepada injektor sebagai aktuator untuk melakukan proses injeksi bahan bakar cair saat proses pengapian. Komposisi perbandingan yang ideal antara campuran udara dan bahan bakar cair adalah 14,7:1 (stochiometric) atau output Lambda sebesar 1,0. Sehingga penelitian ini difokuskan pada pengendalian injeksi bahan bakar yang disesuaikan berdasarkan gas hasil sisa pembakaran menggunakan metode KLF. Metode ini melalui beberapa tahap, yaitu penentuan Membership Function (MF) dan fuzzifikasi, rule base dan inferensi, serta defuzzifikasi.Proses pengaturan injeksi berdasarkan gas hasil sisa pembakaran menggunakan KLF ini menggunakan setpoint output Lambda sebesar 1,00 pada oksigen sensor. Perancangan KLF menggunakan lima Memebrship Function (MF) dengan metode Inferensi Max-Min dan metode defuzzifikasi Center of Area (COA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa KLF cukup berhasil digunakan untuk menjaga setpoint sesuai yang diinginkan dengan nilai error steady state sebesar 4,61%.Kata Kunci: ECU, Kontrol Logika Fuzzy, sensor lambda, durasi injeksi.
PENGGUNAAN BLUETOOTH SEBAGAI PENGAMAN GANDA PADA SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER DALAM BENTUK PROTOTYPE Ivan Rahadiyan Chandra; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya jumlah kendaraanbermotor mengakibatkan tingginya kasus pencuriansepeda motor. Salah satu cara mengatasinya adalahdengan memastikan pengguna kendaraan bermotormenggunakan pengaman ganda pada sepedamotornya. Pengaman ganda yang digunakan padapenelitian ini adalah ATMega8 dan BluetoothHC-05. Output dari alat penelitian ini berupa buzzer,relay dan LED. Sebelum memasukkan key tag(kontak), pemilik sepeda motor harus memasukkanpassword yang benar pada bluetooth yang ada dismart phone. Jika password yang dimasukkan sesuaimaka LED dan relay on, dan buzzer off. Jikapassword yang dimasukkan tidak sesuai maka LEDon, relay off, dan buzzer on. Buzzer akan menyalaterus menerus sampai dimasukkan password yangsesuai.Keoptimalan kinerja alat ini dipengaruhi olehrange dan kondisi sekitar. Kondisi sekitar yangdimaksudkan adalah kondisi ruangan dan adatidaknya penghalang. Menurut penelitian yang telahdilakukan, alat ini bekerja optimal pada range 0-16meter jika pada ruangan terbuka, 0-18 meter padaruangan tertutup, dan 0-6 meter jika adapenghalang (tembok). Adanya penghalang dansemakin jauh jarak pengiriman membuat tingkatkeberhasilan pengiriman data menurun.Perancangan alat penelitian ini diharapkan dapatmembawa pengembangan teknologi berbasisbluetooth untuk berbagai macam kebutuhan yangberhubungan dengan sistem keamanan.Kata kunci - Bluetooth HC-05, ATMega8, Buzzer,Relay, LED.
ANALISIS PENGARUH SUDUT POINTING ANTENA TERHADAP QUALITY Of SERVICE (QoS) VARIAN REAL TIME POLLING SERVICE (RTPS) PADA WiMAX 802.16D Rama Whidi Whiska; ali Mustofa; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan data secara cepat dan efisien secara nirkabel. Dalam implementasinya, WiMAX memiliki kekhawatiran apakah perubahan sudut pointing pada antena penerima mempengaruhi coverage area sehingga sinyal yang diterima oleh antena penerima menjadi lemah dan performansi menjadi terganggu dengan cara melihat 4 parameter yaitu signal to noise ratio, throughput, delay dan packet loss. Sudut pointing antena penerima akan dirubah secara mekanik (manual). Hasil penelitian menunjukan untuk nilai throughput pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut elevasi cenderung stabil dengan nilai 0,292 sampai 0,293 ms, sedangkan untuk data dengan sudut azimuth nilai tebesar 0,385 Mbit/s di sudut 0° dan nilai terkecil 0,311 Mbit/s. Nilai packet loss pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut elevasi cenderung stabil dengan nilai 0 sampai 0,08%, sedangkan untuk data dengan sudut azimuth memiliki nilai terbesar 1,03 % dan nilai terkecil 0 %. Menurut standar TIPHON 2012, nilai packet loss pada sudut azimuth dan elevasi tergolong dalam kategori baik Nilai delay cenderung stabil pada data dari hasil pengukuran dengan sudut elevasi dengan nilai 11,64 sampai 11,65 ms. Sedangkan, nilai delay terbesar pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut azimuth 19,56 ms di sudut 0° dan terkecil 15,87 ms di sudut 180°. Semua data nilai delay tergolong dalam kategori baik menurut ITU-T G.114 bahwa nilai delay yang baik. Nilai signal to noise ratio (SNR) terbesar terdapat pada sudut 0° di sudut azimuth dengan nilai 31,73 dB dan 0° di sudut elevasi dengan nilai 28,5 dB.Kata Kunci – WiMAX 802.16d, sudut pointing antena, QoS, live streaming
ALAT PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN PADA BUDIDAYA TANAMAN ANGGREK MEGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Moh. Ababiel Ramdhani; Bambang Siswojo; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi dalam pembudidayaan tanaman anggrek yakni suhu dan kelembaban. Suhu sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan anggrek. Begitu juga dengan kelembaban. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban lingkungan untuk budidaya tanaman anggrek sesuai dengan tempat habitat tumbuhnya. Pada penelitian dilakukan pada setpoint untuk suhu sebesar 230C dan untuk kendaali kelembaban pada range setpoint 60-70%RH yang sesuai dengan kebutuhan anggrek bulan.Pada sistem ini ini mengunakan kontroler PID pada kendali suhu dan kontroler ON-OFF pada kendali kelembaban. Kontrol PID pada sistem ini menggunakan metode Ziegler-Nichols 1 dari perhitungan didapatkan parameter Kp= 45,6; Ki= 4,56 dan Kd= 11,4. Pada pengujian tanpa gangguan didapatkan settling time untuk kendali suhu adalah 425 detik detik dengan nilai error steady state sebesar 0,09% dan settling tme untuk kendali kelembaban adalah 60 detik. Pada pengujuain dengan gangguan pemeberian udara panas selama 1 menit, menunjukkan bahwa respon sistem dapat kembali pada keadaan steady state dan mengalami proses recovery (pemulihan) kembali kedalam keadaan steady dalam waktu, untuk kendali suhu sebesar 525 detik dan untuk kelembaban sebesar 75 detik .Kata Kunci—Anggrek, Suhu dan Kelembaban, Kontroler PID, Kontroler ON-OFF.
PERANCANGAN SERIAL RECTIFIER ANTENNA DALAM UPAYA PENAMBAHAN DAYA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER TEGANGAN DC Mohammad Azharie H.; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini akan dibahas tentang perancangan Rangkaian Rectenna secara serial dalam upaya Penambahan Daya. Rectenna merupakan gabungan dari kata rectyfiing dan antenna yang merupakan alat untuk menangkap radiasi gelombang elektromagnetik dan dikonversi ke tegangan DC. Tegangan DC tersebut dapat digunakan untuk input atau sumber daya. Antena yang dipakai adalah Antena mikrostrip rectangular patch array pada frekuensi 1800 MHz, Antena Switch Polarity dengan Bandwidth 4600 MHz dan Rectifier yang dipakai adalah Rectifier yang menggunakan dioda schottky tipe HSMS 2820 sebanyak 4 buah, Pemilihan Antena berdasarkan penelitian sebelumnya yang disimulasikan dengan software CST (Computer Simulation Technology) dan telah disimulasikan dengan parameter Antena di bidang VSWR, Return Loss, dan Bandwidth. Rectifier dan Antena ini kemudian disusun secara serial untuk mendapatkan daya yang lebih banyak dari pada sebuah system Rectenna, untuk mengetahui performansi antena dan rectifier maka dilakukan pengukuran sistem rectena dengan rata-rata dari masing-masing system untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 101.5 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 92.6 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 44.77 mV. Untuk meningkatkan tegangan dilakukan penyusunan rangkaian secara seri dan didapatkan rata-rata dari masing-masing system yang disusun seri untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 179.57 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 126.23 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 73.4 mV. Kemudian untuk membuktikan Tegangan akan bertambah ketika jumlah rangkaian seri ditambah didapatkan pada studi kasus ini dengan tiga sistem Rectena yang disusun seri memiliki tegangan untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 348.7 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 211.6 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 143 mV.Kata Kunci : Sistem Rectenna, Serial, Tegangan, Rectifier dan Antena.

Page 49 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue