cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
KAJIAN TEKNIS DAN ANALISIS DAMPAK PADA PEMBANGUNAN SUTT 150 KV JALUR GI WLINGI – GI NEW WLINGI Agus Supriono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali I merencanakan pembangunan SUTT 150 kV jalur GI Wlingi - GI New Wlingi. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan penyediaan energi listrik dan keandalan. Pembangunan SUTT merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan luas lahan yang sempit dan panjang. Sebagian besar pembangunan SUTT 150 kV jalur GI Wlingi - GI New Wlingi berada pada wilayah dengan fungsi sebagai sawah dan ladang. Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 yang mengatur jenis usaha yang wajib memiliki AMDAL, jenis kegiatan ini tidak wajib memiliki AMDAL. Meskipun tidak wajib memiliki AMDAL, kegiatan ini tetap harus tetap memperhatikan dampak yang akan timbul. Pada kenyataannya, pembangunan ini juga akan menimbulkan dampak negatif yaitu paparan gelombang elektromagnetik terhadap lingkungan yang berasal dari SUTT itu sendiri. Teknis pembangunan yang tepat, akan mempengaruhi kinerja dari SUTT itu sendiri setelah dioperasikan. Sehingga dengan memperhatikan standar teknis dan juga pertimbangan yang lain, SUTT ini mampu dimanfaatkan sepenuhnya dengan baik. teknis pembangunan SUTT meliputi pemilihan tower, tapak tower, jenis dan ukuran penghantar, isolator, andongan (sag), pembumian, serta dampak paparan gelombang elektromagnetik yang timbul. Berdasarkan hasil evaluasi pada aspek teknis, dari beberapa lokasi yang digunakan sebagai sampel penelitian tower yang digunakan jenis AA6 dan DDR6 yaitu jenis tower tarik dan suspensi. Jenis pondasi yang digunakan yaitu jenis pondasi normal untuk lokasi kebun dan pondasi pancang untuk lokasi sawah.  Penghantar yang digunakan pada SUTT ini yaitu jenis ACSR 125 dengan ukuran diameter 125 mm. Jenis isolator yang digunakan yaitu jenis isolator tarik dengan jumper dan isolator gantung. Besar pengukuran andongan berkisar antara 0,1 – 5 m. Pada pengukuran tahanan jenis tanah diperoleh tahanan untuk lahan jenis kebun rata-rata 95 Ω-m sehingga menggunakan elektroda pembumian jenis batang dengan kedalaman 5 m sebanyak 4 buah dan untuk lahan sawah tahanan jenis tanah rata-rata 45 Ω-m dan menggunakan elektroda pembumian dengan kedalaman 5 m sebanyak 2 buah. Pada perhitungan, perkiraan kuat medan elektromagnet setelah pembangunan selesai dan dioperasikan, besar kuat medan elektromagnet yang timbul berkisar antar 1,5 – 2 kV/m untuk medan listrik dan 5-7 µT untuk medan magnet, sehingga SUTT masih aman dan layak untuk dilakukan pembangunan. Kata kunci: SUTT, tower, penghantar, andongan, medan elektromagnet   ABSTRACT PT. PLN (Persero) Master Unit of East Java and Bali I Development planned of 150 kV high voltage transmission Iine GI Wlingi - GI New Wlingi line. The goal is to improve the ability to supply electrical energy and reliability. High voltage transmission Iine development is a job that requires a narrow and long land area. Most of the 150 kV high voltage transmission Iine development of the GI Wlingi line - GI New Wlingi is in an area with functions as rice fields and fields. According to the State Minister of Environment Regulation No. 05 of 2012 which regulates the type of business required to have AMDAL, this type of activity is not required to have AMDAL. Although it is not mandatory to have AMDAL, this activity should still keep in mind the impact that will arise. In fact, this development will also have a negative impact that is the exposure of electromagnetic waves to the environment derived from the high voltage transmission Iine itself. Proper development techniques, will affect the performance of the high voltage transmission Iine itself after it is operated. So with regard to technical standards and also other considerations, this high voltage transmission Iine can be fully utilized properly. the technical development of the high voltage transmission Iine includes the selection of towers, tower footprint,the type and size of the conductor, isolator, sag, earthing, and the impact of exposure to electromagnetic waves that arise. Based on the evaluation on the technical aspect, from several locations used as samples of research tower used type AA6 and DDR6 that is tower pull and suspension type. The type of foundation used is the normal foundation type for the location of the garden and the foundation for the location of paddy field. The conductor used in this high voltage transmission Iine is ACSR 125 with diameter 125 mm. Type of insulator used is a type of tensile isolator with jumper and hanging insulator. The size of the feed size ranges from 0.1 - 5 m. In the measurement of soil type resistance obtained resistance for the average type of garden soil 95 Ω-m so as to use the grounding electrode type of stem with a depth of 5 m of 4 pieces and for the soil field resistance of the type of soil average 45 Ω-m and using earthing electrode with 5 m depth of 2 pieces. In the calculation, the approximate strength of the electromagnetic field after construction is completed and operated, the magnitude of the resulting electromagnetic field ranges from 1.5 to 2 kV / m for the electric field and 5-7 μT for the magnetic field, so that the SUTT is still safe and feasible for development . Keywords: HVTL, Tower, Conductor, Sag, Electromagnetic Field
IMPLEMENTASI INVERSE KINEMATICS PADA KAMERA LABA-LABA Alifantio, Frido Wahyu; Muslim, Muhammad Aziz
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Kamera laba-laba dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas siaran pertandingan sepakbola di Indonesia. Sistempergerakan kamera laba-laba meliputi ketepatan dan kecepatan di mana harus mengatasi gangguan berupa sistemmekanik alat, ketegangan kabel, dan bobot kamera. Metode yang dapat diimplementasikan pada sistem pergerakankamera laba-laba yaitu metode inverse kinematics. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa error rata-rataposisi akhir mendekati 0% pada ketelitian 0,5cm serta error rata-rata sudut putaran motor maupun panjang kabelakhir yaitu di bawah 1%. Kecepatan arah gerak kamera berdasarkan kecepatan motor yaitu sebesar 5,83 cm/s.Kata Kunci: Kamera Laba-laba, Sistem Pergerakan, Inverse Kinematics.ABSTRACTSpider camera can be used to improve broadcast quality of football matches in Indonesia. The movement system ofspider camera includes accuracy and speed where have to deal with interference in the form of mechanical systems,cable tension and camera weight. The method that can be implemented in the spider camera movement system isinverse kinematics method. Based on the experimental results, average error of the final position was close to 0% inprecision value is 0,5cm and average error of the motor rotation angle and end of the cable length under 1%. Thespeed of spider camera motion based on the motor speed is equal to 5,83cm/s.Keyword: Spider Camera, Movement System, Inverse Kinematics.
PENGENALAN POLA POSISI IRIS PADA SKLERA MATA DENGAN METODE JARINGAN SARAF KONVOLUSIONAL Nardo Golan; Waru Djuriatno; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Teknologi komputer saat ini sudah menjadi kebutuhan hidup manusia, salah satunya adalah Computer Vision. Computer Vision merupakan teknik menduplikasi kemampuan manusia dalam memahami informasi citra, agar komputer dapat mengenali objek pada citra selayaknya manusia. Saat melihat objek berupa gambar kucing, manusia normal dapat memahami dengan mudah, sedangkan komputer tidak demikian. Karena komputer hanya melihat citra tersebut sebagai deretan nilai piksel dan data-data piksel tersebut baru bisa diproses oleh komputer menggunakan teknik pembelajaran. Salah satu metode yang sedang berkembang saat ini adalah metode jaringan saraf konvolusional atau Convolutional Neural Network (CNN). Pada penelitian ini CNN digunakan untuk mengklasifikasikan posisi iris pada sklera yang selanjutnya diimplementasikan dalam sistem kunci keamanan. Datasets yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah data citra iris berjumlah 120 citra yang diambil dari 10 subjek (manusia) dan dibagi menjadi 2 jenis kelas, diantaranya iris posisi kanan dan iris posisi kiri. Selanjutnya dilakukan proses Resize atau mengubah ukuran citra menjadi 16x32 piksel. Kemudian dilakukan konversi warna ke dalam format Grayscale. CNN dirancang menggunakan dua layer konvolusi dengan filter sharpening dan bluring berukuran 3x3 diikuti dengan aktivasi ReLU, dua proses Max-Pooling Layer 2x2, dan dilakukan proses Fully Connected Layer dengan jumlah 2 hidden layer dan 10 neuron disetiap layer. Hasil klasifikasi posisi iris pada sklera mata menggunakan metode jaringan saraf konvolusional memiliki akurasi rata-rata 93%. Selain itu jumlah data latih dan value dari filter yang bervariasi juga berpengaruh terhadap akurasi hasil klasifikasi. Implementasi hasil klasifikasi posisi iris pada sklera mata bedasarkan pola untuk sistem kunci keamanan juga dapat dilakukan dengan baik. Kata Kunci : Convolutional Neural Network (CNN), Filter, Iris. ABSTRACT Computer technology in this era become a human life adequate technology, one of the outstanding technology is Computer Vision. Computer Vision is a technique to duplicate human ability to understand image information, so that computer can recognize objects in the image as humans. When viewing objects in the form a pictures of cats, normal humans can understand easily, while computers are not. It’s because computers only see the image as a row of pixel values and the pixel data can only be processed by a computer using learning techniques. One of this method that is currently developed is the Convolutional Neural Network (CNN). In this research, CNN was used to classify the position of iris on the sclera which was subsequently implemented in a security lock system. The datasets that specified in this study were iris image data totaling 120 images taken from 10 subjects (humans) and divided into 2 types of classes, including right iris position and left iris position. Then, resize the image into 16x32 pixels. Next the color conversion is done in Grayscale format. CNN is designed using two layers of convolution with 3x3 sharpening and bluring filters accompanied by ReLU activation, two 2x2 Max-Pooling Layer processes, and Fully Connected Layer process with 2 hidden layers and 10 neurons in each layer. The results of the classification of the iris position in the eye sclera using the CNN method have an average accuracy 93%. In the other hand, the amount of training data and the variation of the filter value is also affects the accuracy of the classification. The implementation of the iris position classification results on the eye sclera based on the pattern for the security lock system can also be done well. Keywords: Convolutional Neural Network (CNN), Filter, Iris.
RANCANG BANGUN HIGH AVAILABILITY NODE DENGAN MULTI PROTOKOL KOMUNIKASI UNTUK SISTEM GAWAT DARURAT CODEBLUE Rachmadwipa Novandri; Raden Arief Setyawan; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Kode darurat rumah sakit adalah pesan yang harus diumumkan sebagai penanda adanya keadaan darurat terhadap pasien , staff yang bertugas, serta orang yang berkunjung. Keadaan darurat yang paling sering terjadi adalah gagal jantung dan henti nafas secara tiba-tiba. Keadaan darurat harus mendapatkan keadaan yang cepat dalam hitungan detik karena efek dari penanganan yang lama adalah kematian. Walau keadaan yang begitu kritis  tidak semua rumah sakit memiliki alat komunikasi yang mumpuni dan terjamin untuk langsung terhubung satu sama lain , sehingga dibutuhkan sebuah alat yang dapat menjamin hubungan antara yang mengaktifkan CODEBLUE dengan operator. Alat yang dibuat pada penelitian ini berbentuk portabel yang bisa ditaruh di kamar pasien yang berpotensi mengalami keadaan darurat dengan menggunakan pushbutton sebagai masukkannya, Arduino uno sebagai pusat kendali di node client dan node server, sebagai alat komunikasinya ada ESP8266, Ethernet  ENC28J60, dan NRF24L01 serta LED sebagai indikator komunikasi berjalan dengan benar atau tidak. Kata kunci: CODEBLUE, kode gawat darurat, Arduino uno, AT-Command , ESP8266, ENC28J60, NRF24L01, backup komunikasi ABSTRACT The hospital emergency code is a message that should be announced as a marker of an emergency to patients, staff on duty, and people visiting. The most common emergency is heart failure and sudden breathing. Emergency must get fast in a matter of seconds because the effect of the old handling is death. Despite the critical situation, not all hospitals have a qualified and secure communication tool to directly connect with each other, so that a tool is needed that can guarantee the relationship between activating CODEBLUE and the operator. The tool created in this study is portable that can be placed in the patient's room with a potency of emergency by using pushbutton as its input, Arduino uno as control center in node client and node server, as communication tool there is ESP8266, Ethernet ENC28J60 and NRF24L01 and LED as the indicator of communication is running correctly or not. Keywords: CODEBLUE, emergency code, Arduino uno, ESP8266, ENC28J60, NRF24L01, communication backup
IMPLEMENTASI PENCOCOKAN PIXEL GAMBAR DENGAN METODE CROSS CORRELATION PADA KOMPUTER KLASTER PARALEL ALin Ricky Rahmatullah; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

High Parallel Computing merupakan salah satu solusi yang diajukan untuk kebutuhan pengolahan Big Data seperti data saintifik, data eksperimen maupun data simulasi sistem berskala besar. Sebagian besar data yang dihasilkan dari Big Data merupakan gambar yang disimpan pada suatu database. Dua pendekatan yang dipakai untuk pengambilan gambar pada database tersebut adalah dengan mencocokkan konteks gambar yang telah di index oleh pengguna dengan menggunakan kata kunci pada nama berkas gambar dan dengan pencocokan gambar berdasarkan konten isi gambar, dimana gambar di indeks menggunakan karakteristik gambar berdasarkan warna, bentuk, tekstur, dan lain-lain pada database. Dalam jurnal ini hasil penelitian akan menunjukkan kinerja yang diperoleh oleh sistem paralel dalam melakukan pencocokan gambar. Pengujian dilakukan menggunakan program pencocokan gambar dengan algoritma Cross-Correlation pada lingkup pengembangan MPI. Kata Kunci— Big Data, Cross-Correlation, Paralel Computing, Pemprosesan Gambar, Pencocokan Gambar, MPI
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI MIDI MENGGUNAKAN UDP BROADCAST Fahrizal Hari Utama; Waru Djuriatno; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Secara praktik, Jumlah perangkat yang dapat terhubung menggunakan daisy chain MIDI THRU terbatas. Hal itu disebabkan adanya penambahan rise/fall time errors opto-isolator pada jalur MIDI IN dan lokasi alat musik yang tersebar dalam ruangan atau berada di ruangan/lantai yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan komunikasi MIDI melalui jalur UDP Broadcast menggunakan WiFi. Proses pengiriman pesan MIDI menjadi paket UDP adalah dengan membungkus satu/banyak pesan MIDI menjadi paket UDP dengan alamat broadcast jaringan. Paket yang sampai pada tujuan kemudian dibuka dan dikembalikan menjadi pesan MIDI. Modul komunikasi yang digunakan pada pengirim dan penerima adalah ESP32 Dev Board dengan rangkaian pengondisi sinyal MIDI. Program yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arduino Framework dengan pustaka ESP32 dan UDP Asinkron. Dalam jurnal ini hasil penelitian akan menunjukkan nilai jeda yang muncul akibat proses pembungkusan dan pengiriman pesan MIDI. Kata kunci— MIDI, UDP, WiFi, ESP32, Jeda. Abstract— In practice, the number of devices that can be connected using daisy chains on THRU MIDI  is limited. This was due to the increase / fall time errors of opto-isolators on the MIDI IN line and the location of musical instruments spreaded in the room or in different rooms / floors. The purpose of this research is to implement MIDI communication via UDP Broadcast  using WiFi. The process of sending MIDI messages to UDP packets is to wrap one / many MIDI messages into UDP packets with network broadcast addresses. Packages that arrive at the destination, then opened and returned to MIDI messages. The communication module used at the sender and receiver is the ESP32 Dev Board with a MIDI signal conditioning circuit. The program used in this study is the Arduino Framework with the ESP32 and UDP Async libraries. In this journal the results of the study will show the delay that came due to the process of wrapping and sending MIDI messages. Keywords— MIDI, UDP, WiFi, ESP32, Delay.
PENGONTROLAN PH LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN KONTROLER PROPORSIONAL-INTEGRAL Labaik Khafidzni; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak- Limbah industri batik dan tekstil mengandung pH yang sangat asam. Apabila limbah batik dibuang tanpa pengolahan maka dapat merusak kehidupan yang ada di lingkungan tersebut. Hal ini perlu dilakukan pengelolaan limbah batik untuk menjaga lingkungan. Selama ini metode pengontrolan pH air banyak menggunakan kontroler ON-OFF yang mana menghasilkan error steady state yang tinggi yaitu 5,714%. Pengurangan error dapat dilakukan dengan menggunakan kontroler Proporsional-Integral (PI) yang memiliki respon cepat dan error steady state yang kecil. Digunakan metode Ziegler-Nichols I untuk menentukan parameter kontroler PI. Hasil penelitian mendapatkan nilai Kp =, Ki =16,6, dan error steady state=1% Kata Kunci:kontroler Proportional-Integral, pengontrolan pH air, sensor pH
RANCANG BANGUN ALAT PENGONTROLAN TEKANAN PADA TANGKI PESTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN KONTROLER PROPORSIONAL INTEGRAL Helmi Rizaldi Pratama; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak— Penggunaan tangki oleh petani masih dipompa secara manual. Dari masalah tersebut maka pada penelitian ini akan dibuat alat pengontrolan tekanan tangki dengan menggunakan kontroler proporsional integral . Sebelum melakukan perancangan alat, dilakukan pengujian pada tangki sebelum diberi kontroler. Hasil pengujian tangki tersebut menunjukkan respon sistem terdapat overshoot sebesar 5% dan settling time 10 detik dengan setpoint sebesar 20 Psi. Tangki yang digunakan pada alat memiliki volume maksimal 10 liter dengan penggunaan normal sebesar 9 liter. Proses kontrol dilakukan dengan cara mikrokontroler membaca tekanan dari sensor dan membandingkan dengan setpoint sehingga terjadi nilai error .Nilai error inilah yang kemudian dimasukkan kedalam rumus PID dimana nilai kP dan kI telah ditentukan sebelumnya dengan metode Ziegler-Nichols dengan nilai kP = 6.75 dan kI = 2.02. Hasil perhitungan PID akan menjadi output dan mikrokontroler akan memberi sinyal kontrol melalui driver yang terhubung dengan kompresor. Setelah dilakukan pengujian pada alat pengontrolan tekanan tangki dengan menggunakan kontroler proporsional integral hasil pengujian menunjukkan bahwa pengontrolan tekanan pada tangki memiliki settling time sebesar 10 detik, tanpa overshoot dan error steady state sebesar 0.95%. Kata Kunci—Kontroler,Proporsional,integral.
METODE FAILOVER UNTUK MENGATASI POWER LOSS PADA NODE WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) Nararya Andika Sujarwo; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan jaringan nirkabel yang terdiri dari beberapa sensor yang saling bekerja sama untuk memonitor fisik dan kondisi pada ruangan ataupun lingkungan seperti temperature, air, suara, polusi udara, dan gas di titik yang berbeda. Metode failover atau high availability merupakan suatu alternatif jika memiliki lebih dari satu koneksi untuk menjaga ketersediaan koneksi. Skenario failover harus diterapkan untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan node di Wireless Sensor Network (WSN). Kegagalan atau layanan penutupan terjadwal akan digantikan oleh sistem cadangan atau siaga yang memiliki fungsi yang sama. Failover biasanya dioperasikan secara otomatis tanpa peringatan. Salah satu contoh penyebab kegagalan layanan pada node Wireless Sensor Network (WSN) adalah sistem kehilangan daya, baik karena pemeliharaan atau karena kehilangan pasokan listrik. Dengan menerapkan metode failover, node akan tetap dapat mengirim data sensor dan dapat memberikan kesempatan untuk melakukan perawatan pada sistem utama. Makalah ini menerapkan mekanisme prosesor dual redundansi pada node Wireless Sensor Network (WSN). Sistem utama menggunakan prosesor pertama dan sistem cadangan menggunakan prosesor kedua. Prosesor kedua memiliki catu daya yang hanya digunakan ketika catu daya utama dimatikan. Makalah ini menggunakan Arduino Uno sebagai prosesor, dan ESP8266 sebagai radio transceiver. Kata Kunci: Wireless Sensor Network, Failover, High Availability.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE OTOMISASI TEMPAT PARKIR MOBIL BERBASIS PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) Murendra Sesale Landu; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Transportasi mengalami perkembangan yang pesat setiap tahunnya, akibatnya, semakin banyak lahan tanah yang dibutuhkan untuk tempat parkir mobil. Permasalahannya kebutuhan lahan tanah untuk keperluan lain juga meningkat dan ketersedian lahan tanah kosong juga semakin sedikit. Karena itu pada makalah ini dipaparkan tentang simulasi perancangan yng telah dilakukan yaitu pembuatan sebuah contoh model tempat parkir otomatis. Contoh model parkir otomatis ini berupa miniatur ini memiliki panjang 75 cm dan lebar 60 dan dapat menampung mobil sebanyak 4 buah. Pembuatan miniatur parkir mobil  otomatis ini menggunakan berbagai jenis aktuator seperti motor DC, relay, 7-segment dan beberapa sensor photodiode. Programmable logic control (plc) dan arduino digunakan sebagai kontroler yang mengontrol semua perangkat keras. Hasil pengujian dilakukan dengan menjalankan sistem parkir mobil otomatis dan sistem dapat berfungsi dengan baik. Kata Kunci : Tempat Parkir Otomatis, PLC,Arduino, Sistem Kontrol, Aktuator, Relay. ABSTRACT Transportations have experienced rapid development each year, in effect, more and more lands are needed to become parking spaces for cars. The problem as that, though the demand of land for parking spaces have increased, the supply of empty lands has also declined. Thus, this paper describes on the simulation which have been done, which is an example of an automatic parking lot. The exemplary model of this automatic parking lot has a length of 75 cm and a width of 60 cm, and it can be placed with four cars. To make this miniature, different kinds of actuators are used, such as DC motors, relay, 7-segment, and some photodiode sensors. Programmable logic control and Arduino are used as controllers to control all hardware. Testing is done by running the automatic carpark system and the results show that the test ran well. Keywords: Automatic Carpark, PLC, Arduino, Control System, Actuator, Relay

Page 62 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue