cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS PEAK TO AVERAGE POWER RATIO (PAPR) SINGLE CARRIER FREQUENCY DIVISION MULTIPLE ACCESS (SC-FDMA) PADA LONG TERM EVOLUTION (LTE) Inge Vestika Sari; Rudy Yuwono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.483 KB)

Abstract

Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) merupakan bentuk modifikasi dari pendahulunya yaitu Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA). SC-FDMA mewarisi kelebihan-kelebihan yang dimiliki OFDMA, namun SC-FDMA memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh OFDMA yaitu nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR) yang lebih rendah. Peak to Average Power Ratio (PAPR) adalah suatu performansi yang digunakan untuk menentukan indikasi efisiensi daya dari suatu transmitter. Semakin rendah nilai PAPR maka efisiensi daya yang dihasilkan adalah semakin tinggi. Analisis yang dilakukan adalah perbandingan nilai PAPR pada sistem SC-FDMA, yang mana pada SC-FDMA terdapat tiga metode pemetaan subcarrier yaitu, Interleaved-FDMA, Distributed-FDMA, dan Localized-FDMA. Simulasi dilakukan pada ketiga jenis pemetaan subcarrier pada SC-FDMA. Dari hasil simulasi matematis didapatkan hasil bahwa pada Interleaved-FDMA memiliki nilai PAPR yang paling rendah jika dibandingkan dengan Localized-FDMA dan Distributed-FDMA. Jika dibandingkan dengan PAPR yang menggunakan pulse shaping, pada saat diaplikasikan raised cosine filter, niali PAPR IFDMA tanpa penggunaan pulse shaping adalah sebesar 0 dB untuk teknik modulasi QPSK, 3.718 dB untuk 16-QAM, dan 4.897 dB untuk 64-QAM. Sedangkan saat diaplikasikan root raised cosine filter, nilai PAPR IFDMA tanpa penggunaan pulse shaping adalah sebesar 0 dB untuk teknik modulasi QPSK, 3.792 dB untuk 16-QAM, dan 4.916 dB untuk 64-QAM.Kata Kunci - Distributed-FDMA, Interleaved-FDMA, Localized-FDMA, Peak to Average Power Ratio (PAPR), Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA).
PERFORMANSI SINGLE CARRIER FREQUENCY DIVISION MULIPLE ACCESS PADA TEKNOLOGI RADIO OVER FIBER Y. Reza Angga Sukma; Erfan Achmad Dahlan; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.577 KB)

Abstract

Radio over Fiber (RoF) adalah teknologipenggabungan antara sistem kabel dan nirkabel, dimanasisi nirkabel terletak pada pangiriman sinyal radio daribase station, sedangkan kabel terletak pada pengirimannyamelalui serat optik. Makalah ini membahas performansidari pengaplikasian Single Carrier Frequensy DivisionMultiple Access (SC-FDMA) pada teknologi RoF padajaringan mobile Long Term Evolution (LTE) di sisi uplink.Performansi yang diamati pada penelitian ini adalah signalto noise ratio (SNR), kapasitas kanal, bit rate dan bit errorrate (BER) dengan berdasarkan perubahan variabel bebasyaitu perubahan teknik modulasi, perubahan panjanggelombang, perubahan panjang serat optik atau jaraktransmisi dan perubahan jenis cyclic prefix (CP) yangdigunakan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwapanjang serat optik berbanding terbalik dengan nilaiSNRsistem, kapasitas kanal dan bit rate tetapi berbandingterbalik dengan nilai BERsistem. Panjang gelombang1550nm lebih baik dibandingkan panjang gelombnag1490nm dan 1310nm dalam perhitungan SNRsistemdengan nilai terbaiknya sebesar 34,4036 dB, kapasitaskanal dan BER tetapi panjang gelombang 1310nm lebihunggul dalam perhitungan bit rate dari lambda 1550nm dan1490nm yaitu dengan nilai terbaiknya sebesar 25,5515Gbps. Penggunaan CP 0,2 lebih baik daripada CP 0,0729dalam perhitungan SNRsistem dan kapasitas kanal dengannilai terbaiknya masing-masing sebesar 34,4036 dB dan319,29 Gbps, tetapi dalam perhitungan BERsistem CP0,0729 sedikit lebihbaik dengan nilai terbaiknya sebesar1,97 x 10 -12. Teknik modulasi 64-QAM menunjukkanperformansi terbaik dalam perhitungan SNRsistem,kapasitas kanal maupun BERsistem dibandingkan teknikmodulasi 16-QAM atau QPSK.Kata Kunci—SC-FDMA, RoF, performansi, SNR,Kapasitas kanal, bit rate, BER.
PERFORMANSI QUALITY OF SERVICE (QOS) FRAMEWORK ANTARA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING-TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS (OFDM-TDMA) DAN ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLE ACCESS (OFDMA) PADA IEEE 802.16 Syailendra Dwitama Iskandar; Endah Budi Purnomowati; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.557 KB)

Abstract

Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) merupakan asosiasi profeisonal yang mendedikasikan diri dalam pengembangan teknologi bidang kelistrikan dan elektronika. IEEE menetapkan standar Broadband Wireless Access (BWA) yang disebut standar IEEE 802.16 pada 1998. Dalam sistem komunikasi multi akses seperti teknologi WiMAX, diperlukan adanya sebuah manajemen data. OFDM-TDMA dan OFDMA merupakan dua sistem multi akses yang diadopsi oleh IEEE 802.16 (WiMAX) sebagai opsi pentransmisian data pada kanal 2-11 GHz. OFDM-TDMA dan OFDMA merupakan hasil penggabungan sistem OFDM dengan TDMA (pada OFDM-TDMA) dan FDMA (pada OFDMA). OFDM-TDMA sebagai sistem muli akses memiliki perbedaan mendasar dibandingkan dengan OFDMA yaitu metode pentransmisiannya yang didasarkan pada pembagian waktu (time division) sedangkan OFDMA menggunakan pembagian frekuensi sebagai metode pentransmisian. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi diperoleh bahwa penggunaan skema modulasi yang berbeda-beda pada IEEE 802.16 (WiMAX) berpengaruh pada bit rate dan Bit Error Rate (BER) baik pada sistem OFDM-TDMA maupun OFDMA. Menggunakan modulasi 16-QAM dan 64-QAM, serta target BER sebesar 10-3, sistem OFDM-TDMA dan OFDMA menunjukkan semakin besar nilai SNR, maka semakin besar nilai bit rate. Sebagai contoh pada SNR 23,46 dB (modulasi 16-QAM), bit rate OFDMA = ????,????????×???????????? bps (33,4 Mbps), lebih besar dibandingkan bit rate OFDM-TDMA = ????,????????×????????????bps (30,6 Mbps). Pada SNR 29,54 dB (modulasi 64-QAM). bit rate OFDMA = ????,????????×???????????? bps (43,6 Mbps). lebih besar dibandingkan bit rate OFDM-TDMA = ????,????????×????????????bps (30,6 Mbps). Analisis BER menggambarkan bahwa baik pada sistem OFDM-TDMA maupun OFDMA semakin besar SNR maka BER semakin kecil dengan target bit rate sebesar ????,????????×????????????bps (40,6 Mbps).Kata Kunci — IEEE 802.16, OFDM-TDMA, OFDMA
Perancangan dan Pembuatan Alat Pengaduk Adonan Dodol dengan Kecepatan Konstan dan Torsi Adaptif Ardiansyah, Rendy; Hasanah, Rini Nur; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.117 KB)

Abstract

Dodol adalah salah satu makanan khasIndonesia yang sulit dalam pembuatannya karenadiperlukan waktu yang cukup lama dan energi yang besaruntuk mengaduk adonan hingga mempunyai kekentalantertentu. Selain itu, kecepatan pengaduk adonan dodoldiusahakan konstan agar menghasilkan dodol berkualitasbaik dengan tingkat kematangan merata. Sebagai solusi,prinsip kerja dari rangkaian terkontrol penyearahgelombang penuh yang dikombinasikan dengan rotaryencoder sebagai sensor kecepatan dapat digunakan untukmenghasilkan pergerakan motor dengan kecepatan yangkonstan dan torsi yang adaptif. Motor DC magnetpermanen digunakan untuk menggerakkan pengaduk jenispitch blade impeller. Dihasilkan suatu sistem pengadukanadonan dodol dengan kecepatan konstan dan torsi adaptif.Kata Kunci — Adonan dodol, rangkaian penyearahterkontrol gelombang penuh, kecepatan konstan, pitchblade impeller.
Perancangan dan Pembuatan Aktuator CO2 dan Suhu Pada Sistem Live Cell Chamber Mochamad Umar; M. Rasyad Indra; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.668 KB)

Abstract

Live Cell Chamber merupakan terobosan penting dalam bidang medical engineering. Live Cell Chamber tersusun atas 4 sensor, 2 mikrokontroler dan 4 aktuator. Penggunaan sensor berfungsi untuk membaca keadaan lingkungan chamber, mikrokontroler berfungsi mengolah data dari sensor dan aktuator berfungsi untuk pengatur kondisi chamber berdasarkan kondisi yang dibaca oleh sensor. Solenoid valve merupakan aktuator yang berfungsi mengatur kadar CO2 dalam chamber dengan metode on/off pada driver nya. Peltier merupakan aktuator yang berfungsi menjaga suhu dalam chamber dengan metode on/off pada driver nya.Hasil pengujian menunjukkan bahwa driver on/off kedua aktuator memiliki respon waktu yang singkat ketika mendapat masukan dari mikrokontroler sebesar ± 1 ms. Respon waktu aktuator suhu sebesar ± 38 menit untuk mencapai set poin suhu yaitu 36 0C dengan suhu awal chamber 26 0C. Respon waktu aktuator CO2 sebesar 23 detik untuk mencapai kadar CO2 sebesar 4,47%. Dalam uji kepresisian aktuator suhu selama 24 jam didapatkan rata-rata simpangan terhadap setpoint suhu sebesar 0,4838888890C dan simpangan terbesar yaitu 320C dan uji kepresisian aktuator CO2 rata-rata simpangan terhadap setpoint CO2 sebesar 0.149027778% dan simpangan terbesar yaitu 3,89%.Kata kunci: Live Cell Chamber, Aktuator, solenoid valve, peltier.
Pemasangan Sensor CO2 dan Suhu dalam Sistem Live Cell Chamber Septian Ade Himawan; n/a Nurussa'adah; Muhammad Julius St.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.852 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup. Penelitian sel sekarang masih menggunakan metode uji tabung. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu penggantian cairan pada cawan petri seringkali terkontaminasi fungi dan cuci ulang ulang inkubator meninggalkan formaldehid yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu dirancang sebuah media dimana sel bisa tumbuh dengan parameter-parameter (suhu, pH, kelembaban, CO2) yang dapat terdeteksi langsung dan dikontrol tanpa harus mengganti cairan cawan petri secara manual.Tujuan penelitian ini adalah merancang pengaturan sensor yang mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dalam sistem Live Cell Chamber. Penelitian ini memakai modul sensor CO2 CDM 4160 dan sensor suhu memakai DS18B20 serta mikrokontroler ATMega 128 sebagai pengatur utama sistem. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dakam incubator. Keluaran dari kedua sensor sudah berupa digital yang langsung dapat diproses oleh mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul sensor CDM 4160 memiliki error maksimal sebesar 0.2% dan error minimal sebesar 0.03%. Pada modul sensor temperature DS18B20 memiliki error maksimal sebesar 0.4°C dan error minimal sebesar 0.1°C.Kata kunci : sel, CO2, suhu, one wire, ATMega 128.
Pemasangan Sensor CO2 dan Suhu dalam Sistem Live Cell Chamber Septian Ade Himawan; n/a Nurussa'adah; Muhammad Julius St.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.852 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup. Penelitian sel sekarang masih menggunakan metode uji tabung. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu penggantian cairan pada cawan petri seringkali terkontaminasi fungi dan cuci ulang ulang inkubator meninggalkan formaldehid yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu dirancang sebuah media dimana sel bisa tumbuh dengan parameter-parameter (suhu, pH, kelembaban, CO2) yang dapat terdeteksi langsung dan dikontrol tanpa harus mengganti cairan cawan petri secara manual.Tujuan penelitian ini adalah merancang pengaturan sensor yang mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dalam sistem Live Cell Chamber. Penelitian ini memakai modul sensor CO2 CDM 4160 dan sensor suhu memakai DS18B20 serta mikrokontroler ATMega 128 sebagai pengatur utama sistem. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dakam incubator. Keluaran dari kedua sensor sudah berupa digital yang langsung dapat diproses oleh mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul sensor CDM 4160 memiliki error maksimal sebesar 0.2% dan error minimal sebesar 0.03%. Pada modul sensor temperature DS18B20 memiliki error maksimal sebesar 0.4°C dan error minimal sebesar 0.1°C.Kata kunci : sel, CO2, suhu, one wire, ATMega 128.
ACRYLIC BENDING MACHINE DENGAN SUDUT YANG DAPAT DITENTUKAN Robith Urwatal Wusko; Muhammad Julius St.; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.727 KB)

Abstract

Acrylic atau mika merupakan bahan polimer yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan perkakas rumah tangga. Dalam pengolahan mika untuk menjadi barang tepat guna, dibutuhkan banyak proses salah satunya penekukan mika.Banyak orang yang menggunakan cara konvensional untuk melakukan penekukan mika. Hal tersebut mungkin akan sangat merepotkan, terutama jika diinginkan mika menekuk dengan sudut lekukan tertentu. Acrylic bending machine merupakan salah satu alat yang dirancang untuk membantu proses penekukan mika akrilik. Alat ini berdimensi 50x50x15 cm. Dilengkapi dengan motor DC sebagai perangkat untuk menggerakkan lengan penekuknya, sehingga sudut tekuk yang diinginkan dapat diproses dengan lebih mudah. Dengan memberikan data input sudut yang diinginkan melalui keypad, kemudian data tersebut akan diolah mikrokontroller ATmega8535 maka motor akan menekuk secara otomatis hingga sudut yang diinginkan Alat ini digunakan untuk menekuk mika akrilik dengan rentang sudut dari 0o-180o. Setelah dilakukan pengujian secara keseluruhan sistem penekuk dapat bekerja dengan cukup baik. Panjang maksimum dari mika yang ditekuk adalah 45cm dengan tebal maksimum 3mm, serta nilai prosentase kesalahan sudut tekukan sebesar 4,14%. Suhu efektif yang digunakan dalam sistem ini adalah 45oC.
APLIKASI KONTROL PID UNTUK PENGATURAN POSISI MOTOR DC PADA PISAU PEMOTONG ALAT PEMBAGI ADONAN ROTI ( DOUGH DIVIDER ) Muhammad Rinaldy Dwi Putra; Muhammad Aziz Muslim; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.189 KB)

Abstract

Pembagian adonan merupakan salah satu tahap pembuatan roti yang paling berpengaruh terhadap kualitas roti yang dihasilkan. Membentuk adonan menjadi bulatan-bulatan sebesar bola tenis merupakan cara manual yang masih digunakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) MR Bakery. Besar kecil bulatan adonan yang mereka tentukan dengan perasaan menjadikan besar kecilnya adonan yang dihasilkan tidak sama. Hal ini menyebabkan roti yang dihasilkan tidak sama, dan berakibat pada kurang diminatinya di pasaran.Dough Divider alat otomatisasi pembagi adonan roti merupakan salah satu alat yang dirancang untuk membagi adonan secara otomatis. Berdimensi 60×30×40 cm selain dapat membagi dengan ukuran yang sama diharapkan juga dapat mempercepat proses pembagian adonan.Dari hasil pengujian tuning PID didapatkan nilai Kp, Ki dan Kd yang paling optimal dengan indikasi respon fungsi sudut terhadap waktu yang mendekati set point. Nilai Kp=4,2, Ki=0,5 dan Kd=7,5. Dan dari hasil pengujian sistem secara keseluruhan didapatkan berat potongan rata-rata adalag sebesarKata Kunci: Pisau Pemotong, PID, Adonan Rata-Rata
Aplikasi Pengubah Citra Nominal Ke Bentuk Terbilang Tito Cahyo Prasetyo Cahyo Prasetyo; Muhammad Aswin; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.3 KB)

Abstract

Saat ini media pembelajaran sangat beragam,apalagi yang berkenaan dengan masalah IT. Saat ini sejak tingkat pendidikan play group sudah diperkenalkan tentang keberadaan angak serta berhitung. Pada jaman dulu dan mungkin pada saat ini seorang guru masih mengajarkan kepada muridnya secara verbal tentang angka-angka itu sendiri. Dengan memanfaatkan teknologi komputer yang semakin berkembang tentunya dapat membantu manusia dalam mengenali suatu angka itu sendiri.Salah satu ilmu komputer yang berkaitan dengan identifikasi objek,dalam hal ini lebih khususnya adalah Citra Karakter Angka adalah pengenalan pola. Pengenalan pola adalah merupakan suatu teknik untuk mengenali pola atau karakteristik dari suatu objek. Terdapat beberapa tekologi algoritma pada pengenalan pola, salah satunya yang akan digunakan adalah teknik Integral Proyeksi. Dengan mengimplementasikan teknologi ini akan mampu membatu sistem pembelajaran dalam pengenalan karakter angka.Pada skripsi ini dibuat suatu aplikasi untuk mengidentifikasi jenis karakter angka dalam bentuk citra menggunakan bantuan alat Scanner. Citra ditangkap oleh scanner kemudian dilakukan proses ekstraksi ciri. Ciri yang diambil adalah Fitur dari tiap karakter angka. Fitur adalah suatu ciri yang diambil dari penjumlahan pixel secara vertikal dan horizontal dari citra karakter itu sendiri. Setelah didapat index-index dari fitur tadi,langkah selnjutnya adalah memperhitungkan dengan rumusan RMSE (root mean square error). Dari hasil akhir perhitungan tersebut didapatlah nilai terendang yang merupakan fitur terdekat dari Template yang sudah dideklarasikan terlebih dahulu.Kata kunci: Citra Karakter Angka, Integral Proyeksi, Scanner, Fitur, RMSE, Template

Page 9 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue