cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
FAKTOR-FAKTORPENENTULOKASISENTRA INDUSTRIPENGGILINGANPADI DIKABUPATENLAMONGAN (StudiKasus:DiWilayahKecamatanSukodadidanKecamatanKaranggenengTahun 2013) Chilmy Nugroho Fahmy; Sasong ko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.28 KB)

Abstract

Potensi sektor pertanian di Kabupaten Lmongan sangat besar,terutama subsektor tanaman pangan yaitu padi. Oleh karena itu kebutuhan akan industri pengolahan sangat penting untuk meningkatkan ekonomi wilayah Kabupaten Lamongan. Studi ini merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan lokasi agroindustri penggilingan padi yang sesuai berdasarkan faktor-faktor penentuan lokasi industri. Pertama yang dilakukan adalah mensistesis faktor penentuan lokasi industri dari kajian empiris dan teoritis sehingga diperoleh dua puluh variabel, yaitu variabel tenaga kerja terlatih,variabel tenaga kerja mudah dilatih, variabel tingkat upah, variabel produktivitas tenaga kerja, variabel hubungan baik perusahaan dengan tenaga kerja, variabel pemasaran, variabel bahan baku, variabel jarak, variabel prasarana fisik, variabel kesesuaian posisi perusahaan, variabel urusan pelayanan administrasi, variabel sewa angkutan, variabel angkutan bagi pekerja, variabel suku cadang mesin, variabel perbengkelan, variabel montir, variabel lingkungan, variabel kerjasama antar perusahaan, variabel kerjasama dengan BULOG, variabel hubungan baik dengan pemerintah. Dari variabel-variabel pertimbangan ini diujikan kepada pelaku industri pengolahan padi untuk mendapatkan hasil yang obyektif. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis faktor-faktor penentu pilihan lokasi pada sentra industri penggilingan padi di Kecamatan Sukodadi dan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. (2) Mengetahui hubungan antar faktor yang terkait terhadap pilihan lokasi dalam kegiatan operasional perusahaan penggilingan padi di Kecamatan Sukodadi dan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.. Studi ini menggunakan analisis multivariat yaitu, analisis faktpr. Dari dua puluh variabel tadi akan diketahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi agroindustri pengolahan padi di kabupaten Lamongan secara obyektif. Hasil analisis faktor merupakan hasil akhir penelitian yang berisi sebuah matriks yang menunjukkan faktor prioritas ideal yaitu faktor Tenaga kerja, faktor lektak geografik, faktor jasa-jasa lokal, faktor lingkungan, faktor kerjasama Secara kualitatif ditemukan juga faktor yang berpengaruh yaitu faktor keturunan dan faktor perpindahan lokasi perusahaan. Kata kunci : faktor, penentuan, lokasi dan agroindustri
PENGARUH JUMLAH INDUSTRI DAN KAPASITAS PRODUKSI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA BLITAR (Studi Pada Industri Kayu Bubut Di Kelurahan Tanggung Kota Blitar) Randy Mahendra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.836 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi hubungan antara variabel jumlah industri dan kapasitas produksi terhadap jumlah tenaga kerja yang terserap di industri kayu bubut di Kelurahan Tanggung Kota Blitar. Informasi tersebut akan berguna bagi aparat pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan serta pihak – pihak lain yang membutuhkannya. Data yang  dalam penelitian ini adalah data primer. Model estimasi yang digunakan adalah regresi berganda yang ditransformasikan ke bentuk logaritma.  Hasil regresi dari model estimasi menunjukkan bahwa koefisien variabel jumlah industri  -3.757, koefisien variabel  kapasitas produksi  10.708   secara  statistik    signifikan  pada  α    =    5 %  .   Variabel jumlah industri berpengaruh negatif sedangkan variabel kapasitas produksi berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di industri kayu bubut. Dengan melihat hasil dari pengolahan regresi berganda,  apabila jumlah industri turun maka jumlah tenaga kerja yang diminta naik, demikian juga jumlah tenaga kerja yang diminta selalu naik seiring dengan kenaikan kapasitas produksinya.Kata kunci : Penyerapan Tenaga Kerja, Industri kecil, Kayu Bubut, Jumlah Industri, Kapasitas Produksi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN ANGGARAN PADA SATUAN KERJA LINGKUP PEMBAYARAN KPPN BLITAR Priatno, Prasetyo Adi; Khusaini, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.212 KB)

Abstract

Salah satu instrumen kebijakan fiskal dalam mempengaruhi perekonomian adalah melalui sektor pengeluaran pemerintah.Pada dasarnya pengeluaran pemerintah tersebut bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta. Oleh karena itu diperlukan proses penyerapan anggaran belanja negara yang dinamis dan terjadwal guna mempercepat proses pembangunan dan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. Pola penyerapan anggaran belanja yang terjadi pada Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2012 yaitu rendah di awal tahun dan menumpuk di akhir tahun anggaran. Penelitian ini menggunakan analisis faktor dan regresi logistik. Dari 15 variabe awal yang dimunculkan,  diperoleh 3 faktor yakni Faktor Adminsitrasi dan SDM, Faktor Perencanaan, dan Faktor Pengadaan Barang dan Jasa.Hasil analisis data menunjukkan bahwa Faktor adminstrasi dan SDM mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap penyerapan anggaran satuan kerja, sedangkan faktor perencanaan dan faktor pengadaan barang dan jasa yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan anggaran satuan kerja. Kata Kunci:Penyerapan Anggaran, Belanja pemerintah, Kinerja Organisasi Sektor Publik
PENGARUH BIROKRASI, INVESTASI DAN PEGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP GROSS DOMESTIC PRODUCT (GDP) ASEAN-5 TAHUN 2002-2011 Andri Pamungkas; Muhammad Khusaini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.724 KB)

Abstract

Masalah birokrasi menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan perekonomian negara-negara di dunia. Birokrasi merupakan alat yang digunakan pemerintah untuk dapat merumuskan, mengawasi, melaksanakan dan mengevaluasi kebijakan publik dalam setiap kegiatan pembangunan yang sangat erat kaitannya dengan perundang-undangan. Namun dalam pelaksanaannya masih tetap menemui masalah yang justru dapat menghambat kelancaran proses ekonomi, khususnya bagi negara berkembang. sedangkan investasi dapat menjadi kunci utama terciptanya pertumbuhan ekonomi, karena menciptakan perluasan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan  penanggulangan kemiskinan. Pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan salah satu contoh dari peran pemerintah melalui kebijakan fiscal yang merujuk pada pilihan-pilihan pemerintah mengenai tingkat pembelanjaan dan pajak pemerintah secara keseluruhan Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh dari variabel birokrasi, investasi, dan pengeluaran pemerintah terhadap kinerja perekonomian yang diproksikan dengan besaran GDP, menggunakan data tahunan dari tahun 2002 sampai dengan 2011 dengan cakupan wilayah penelitian ASEAN-5. Dengan GDP sebagai variabel independen dan investasi, pengeluaran pemerintah dan 6 indeks birokrasi sebagai variabel dependen. Pengolahan data dengan menggunakan metode Analisis Data Panel dengan Fixed Effect Model, dihasilkan kesimpulan bahwa investasi dan pengeluaran pemerintah terbukti berpengaruh signifikan positif terhadap GDP, sedangkan 6 indeks birokrasi menberikan hasil yang bervariasi. Kata kunci: Birokrasi, Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Data Panel
ANALISIS IMPLEMENTASI DESENTRALISASI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMANDIRIAN FISKAL DAN ALOKASI BELANJA PUBLIK (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota di Jawa Barat 2010) Luqman Wardhanu; Dwi Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.386 KB)

Abstract

Desentralisasi menjadi topik yang hangat dalam beberapa dekade belakangan ini. Pada tahun 1980, China telah mencoba menerapkan desentralisasi terhadap provinsi di China. Di Indonesia, desentralisasi diterapkan pada 2001 dan berbagai perubahan dari pola pemerintahan sentralistik menjadi desentralisasi telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Desentralisasi memberi harapan baru akan tersedianya barang publik yang lebih sesuai dengan preferensi masayarakat lokal, memberi  kesempatan atas pengelolaan alokasi sumber daya sekaligus meningkatkan akuntabilitas keuangan serta peranan masyarakat lokal yang lebih besar. Penelitian ini membahas mengenai dampak desentralisasi  terhadap  kemandirian fiskal,  kemampuan  belanja langsung dan  kemampuan  belanja tidak langsung serta terhadap alokasi belanja publik. Pengukuran kemandirian fiskal melalui rasio pendapatan asli daerah terhadap dana perimbangan. Penulis menemukan bahwa, kemandirian fiskal berpengaruh signifikan    terhadap kemampuan belanja langsung, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan belanja tidak langsung.  Terhadap alokasi belanja sektor publik,  Kemandirian fiskal berpengaruh signifikan terhadap belanja sektor publik bidang kesehatan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja sektor publik bidang pendidikan dan belanja modal. Kata kunci: Desentralisasi, kemandirian fiskal, belanja publik, alokasi anggaran publik.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Foreign Direct Investment Di Lima Negara ASEAN Andi Adiyudawansyah; Dwi Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.213 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Foreign Direct Investment dengan menggunakan indikator: resiko ekonomi dan harapan keuntungan di lima negara  ASEAN ( Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) pada tahun 2003 s.d. 2011. Berdasarkan tujuan tersebut, metode analisis data yang digunakan adalah analisis data panel dengan model  fixed effect model  dengan menggunakan variabel deviasi PDB,  corruption perception index, suku bunga dan pendapatan per kapita. Dari hasil estimasi dan uji statistik diperoleh bahwa faktor resiko ekonomi berupa Suku Bunga akan mengurangi FDI yang diketahui dari hasil uji statistik yang negatif dan signifikan, namun variabel corruption perception index dan pendapatan per kapita hasilnya tidak signifikan yang berarti tidak mempengaruhi FDI. Sebaliknya, faktor harapan keuntungan berupa variabel deviasi pdb berpengaruh positif dan signifikan terhadap Foreign Direct Investment (FDI). Kata kunci:  Foreign Direct Investment, Deviasi PDB, Corruption Perception Index, Suku Bunga, Pendapatan per kapita, Fixed Effect Model, Data Panel
PENGARUH FAKTOR PENGALAMAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN INTENSITAS PELATIHAN TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJA DI WILAYAH BAYAR KPPN MALANG Galih Pratama Putra; Ghozali Maski
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.303 KB)

Abstract

Prestasi kerja individu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti Pengalaman Kerja, Motivasi Kerja,  Intensitas Pelatihan dan faktor demografi seperti usia dan gender. Kualitas Pelaporan Keuangan satuan kerja adalah salahsatu bentuk dari prestasi kerja tersebut.  Dalam tulisan ini, penulis ingin meneliti pengaruh dari faktor-faktor Pengalaman Kerja, Motivasi Kerja, dan Intensitas Pelatihan tersebut  terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan satuan kerja di KPPN Malang. Kata kunci: Prestasi Kerja Individu, Motivasi, Pengalaman Kerja
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah (Studi pada Kabupaten dan Kota di Jawa Timur) Lukman Harun; Ghozali Maski
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.162 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah di seluruh kabupaten dan kota di Propinsi Jawa Timur pada tahun 2007-2011. Ketimpangan Pembangunan Wilayah sebagai variabel dependen diukur dengan menggunakan metode pengukuran Indeks Williamson. Berdasarkan tujuan tersebut metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model. Hasil empiris penelitian ini menunjukkan bahwa Pengeluaran Pemerintah Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Kata kunci :   Ketimpangan Pembangunan Wilayah, Pengeluaran Pemerintah Daerah, Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA: STUDI KASUS TAHUN 1990 – 2011 ono, Efdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.985 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh defisit anggaran terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 1990 sampai 2011. Berdasarkan tujuan tersebut, metode analisis data yang digunakan adalah Two Stages Least Square (2SLS) dengan menggunakan variabel Defisit, Suku bunga, Tenaga kerja, GDP tahun seblumnya dan GDP tahun depan sebagai variabel predetermined dan variabel GDP dan investasi sebagai variabel endogen. Dalam penelitian ini menggunakan gap teori yang dikemukakan oleh aliran Keynesian dan Neo-Klasik, tentang dampak defisit anggaran terhadap makroekonomi. Dari hasil estimasi dan uji statistik diperoleh bahwa defisit anggaran terbukti berpengaruh positif terhadap investasi melalui dorongan agregat demand, dan investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi Defisit anggaran menyebabkan crowding-in terhadap pertumbuhan ekonomi melalui jalur peranan investasi.   Kata kunci: defisit anggaran, aggregate demand, crowding-in, investasi,  pertumbuhan ekonomi
Analisis Determinan Ekonomi Korupsi di Era Desentralisasi pada 12 Ibukota Provinsi Indonesia Mohammad Reza Hafiz Akbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.86 KB)

Abstract

Secara umum korupsi adalah penggunaan jabatan untuk kepentingan pribadi. Indonesia merupakan salah satu negara yang sering menjadi laboratorium penelitian korupsi. Desentralisasi membawa korupsi yang tadinya terpusat menjadi menyebar ke daerah-daerah. Banyak peneliti ekonomi mencoba untuk mencari determinan korupsi dari sudut pandang ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari determinan ekonomi korupsi pada 12 ibukota provinsi Indonesia pada 2004, 2006, 2008, dan 2010. Variabel-variabel yang diduga menjadi determinan korupsi dalam penelitian ini adalah PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah, dan pajak. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi Tobit menggunakan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB per kapita dan peetumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap probabilitas tingkat korupsi. Sedangkan pengeluaran pemerintah dan pajak tidak berpengaruh terhadap probabilitas tingkat korupsi. Semakin tinggi tingkat PDRB per kapita dan pertumbuhan ekonomi tidak menjamin bahwa tingkat korupsi akan berkurang. Korupsi adalah hal yang bersifat laten, sehingga sulit untuk mencari penyebabnya jika hanya dilihat dari angka. Diperlukan penelitian lebih mendalam baik secara teoritis maupun empiris dalam mencari determinan korupsi pada era desentralisasi di Indonesia. Kata kunci: Korupsi, PDRB per kapita, Pertumbuhan ekonomi, Pengeluaran pemerintah, Pajak, Regresi Tobit, 12 Ibukota provinsi, Indonesia

Page 61 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue