Articles
13,824 Documents
PENGARUH INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA DAN INVESTASI MODAL TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA MASYARAKAT INDONESIA
Didi Setyopurwanto;
M.Pudji hardjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.69 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh investasi sumber daya manusia dan investasi modal terhadap pendapatan perkapita masyarakat Indonesia. Investasi sumber daya manusia dalam bentuk pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan pengeluaran di bidang kesehatan. Investasi modal terdiri dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data time series 2006-2012 dan cross section 33 propinsi di Indonesia. Data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Ditjen Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data panel dengan metode fixed effect model (FEM) merupakan metode terbaik dalam mengolah data panel dalam penelitian ini. Hasil yang didapatkan dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan, pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan, dan penanaman modal dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perkapita masyarakat, dan (2) penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perkapita masyarakat. Arah hubungan antar variabel bersifat positif atau searah. Kata Kunci: Investasi Sumber Daya Manusia, Investasi Modal, Pendapatan Perkapita, Data Panel, FEM
PENGARUH REFORMASI BIROKRASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PUBLIK (Studi Kasus pada Lima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di Jawa Timur)
Muchammad Nuh;
Sasong ko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.775 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reformasi birokrasi terhadap produktivitas tenaga kerja sektor publik. Indikator reformasi birokrasi adalah variabel remunerasi dan perampingan organisasi. Sementara itu, Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan. Populasi berupa 209 pegawai di KPPN Surabaya 1, Surabaya 2, Malang, Kediri, dan Blitar. Sampel yang dipilih adalah pegawai middle office seksi pencairan dana di lima KPPN tersebut. Hasil analisis regresi OLS menunjukan bahwa pada tingkat keyakinan 95 persen, remunerasi dan perampingan organisasi berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai. Sedangkan usia dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap produktivitas pegawai.Kata kunci: Produktivitas, Usia, Pendidikan, Remunerasi, Perampingan Organisasi
Implementasi Corporate Social Responsibility dalam Mengatasi Eksternalitas PT. Semen Indonesia (persero) Tbk
Mahfudh, Muhammad Zamroni;
Manzilati, Asfi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1872.239 KB)
Pembangunan ekonomi di suatu Negara dalam periode jangka panjang akan membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi negara tersebut, yaitu dari ekonomi tradisional yang dititikberatkan pada sektor pertanian ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor industri. Mengingat perusahaan tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dengan menimbulkan eksternalitas atas kegiatan produksinya, maka perusahaan juga perlu menyadari bahwa perusahaan terdiri dari para individu yang terlibat di dalamnya, yakni pemilik dan karyawanya. Sehingga perusahaan seharusnya lebih peka dan tidak hanya memikirkan keuntungan finansial saja, melainkanharus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap publik, khususnya masyarakat beserta lingkungandi sekitar perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk eksternalitas yang terjadi pada PT. SemenIndonesia (persero) Tbk. dan implementasi Corporate Social Responsibility dalam mengatasieksternalitas tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenomlogi, dimanamembantu peneliti memasuki sudut pandang orang lain, dan berupaya memahami mengapa merekademikian. Data yang diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan dimulai dari reading, coding, reducing, displaying danintepreting.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam prosesnya PT. Semen Indonesia (persero)Tbk. selain menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, industri juga membawadampak yaitu merusak lingkungan hidup, seperti mencemari udara, tanah dan air. Selain itu, industrijuga berpengaruh dalam mengubah tatanan serta pola kehidupan masyarakat dan keluarga.Mencermati sisi negatif industrialisasi tersebut, tidak adil manakala masyarakat harus menanggungbeban sosial. Harapanya PT. Semen Indonesia harus berkomitmen untuk turut mensejahterakankehidupan masyarakat sekitar sekaligus memelihara lingkungan sebagaimana tertuang dalam misiPerusahan âMengembangkan komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemangku kepentingan(stakeholder)â melalui pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Karena masyarakat sekitarmerupakan bagian dari perusahaan, sehingga menjadi kewajiban Perseroan untuk terus berkembangbersama masyarakat sekitarnya.Kata kunci : PT. Semen Indonesia (persero) Tbk., Eksternalitas, Corporate Social Responsibility
APLIKASI TEORI KONSUMSI KEYNES TERHADAP POLA KONSUMSI MAKANAN MASYARAKAT INDONESIA
Cahyo Pujoharso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.08 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana pola konsumsi makanan masyarakat Indonesia. (2) Mengetahui bagaimana pengaruh pendapatan per kapita masyarakat Indonesia terhadap pola konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia. Adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan unit analisis data dengan menggunakan teori konsumsi Keynes. Hal tersebut dikarenakan penulis juga ingin mengetahui apakah konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia sesuai dengan teori konsumsi Keynes. Sementara, pertimbangan yang digunakan oleh penulis dalam kasus ini adalah melihat fakta bahwa pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin meningkat dan memiliki nilai yang cukup besar. Dengan demikian seharusnya konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia seharusnya semakin membaik dan dapat memenuhi kriteria gizi yang seimbang. Penelitian ini berjenis kuantitatif. Untuk menjawab rumusan masalah pada poin pertama penulis menggunakan alat analisis berupa grafik dan diagram. Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah pada poin kedua penullis menggunakan metode analisis regresi sederhana dengan alat analisis berupa SPSS versi 16. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan baik secara langsung dengan melihat buku literatur maupun situs lembaga yang terkait, lembaga tersebut adalah Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah, untuk poin pertama, secara khusus pola konsumsi rata-rata makanan masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut: pola konsumsi makanan untuk jenis karbohidrat adalah mengalami kecenderungan yang menurun, sedangkan konsumsi makanan untuk jenis lauk pauk mengalami fluktuatif dari tahun ke tahun, sementara konsumsi makanan jenis buah-buahan juga mengalami kecenderungan yang menurun, untuk konsumsi makanan jenis sayur-sayuran adalah cenderung stabil, dan untuk konsumsi jenis makanan jadi adalah cenderung mengalami peningkatan. Apabila dilihat secara umum konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia adalah cenderung mengalami penurunan. Dari penelitian pada poin pertama tersebut juga didapatkan kesimpulan bahwa konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia belumlah bergizi seimbang, karena konsumsi makanan jenis karbohidrat, terutama beras sangatlah tinggi sementara konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran masih sangatlah kurang. Untuk poin kedua, didapatkan persamaan regresi Y = 3578,120 – 0,000234X1, hal tersebut memiliki arti, jika pendapatan per kapita masyarakat Indonesia semakin meningkat maka konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia akan menurun, dari hasil analisis tersebut juga dapat dikatakan bahwa pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang semakin meningkat memiliki pengaruh yang negatif terhadap pola konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia. Dari penelitian ini juga didapatkan kesimpulan bahwa konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia tidak sesuai dengan teori konsumsi Keynes, padahal kedua pola konsumsi tersebut memiliki kesamaan yaitu merupakan pola konsumsi jangka pendek. Perbedaan tersebut diduga dikarenakan pola konsumsi makanan rata-rata masyarakat Indonesia merupakan pola konsumsi yang termasuk berjenis khusus, sedangkan teori konsumsi Keynes merupakan konsumsi secara umum. Kata Kunci: Konsumsi makanan, Pendapatan, Teori konsumsi Keynes, Gizi seimbang
PERBANDINGAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT KUPEDES DENGAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH (STUDI PADA BANK BRI CABANG MALANG KAWI DAN BANK BRI SYARIAH CABANG MALANG)
Berlian Febriartio Saputri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.282 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur pemberian kredit Kupedes pada bank konvensional dengan pembiayaan Mudharabah pada bank syariah. Dalam industri perbankan baik perbankan konvensional maupun perbankan syariah, kredit dan pembiayaan merupakan sumber utama penghasilan yang sekaligus sumber risiko terbesar dalam operasi bisnis. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah mengetahui bagaimana penerapan prosedur kredit Kupedes dan pembiayaan Mudharabah yang dilakukan oleh kedua bank tersebut apakah telah dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam menentukan kriteria layak atau tidak layaknya nasabah menerima kredit dan pembiayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemberian kredit Kupedes dengan pembiayaan Mudharabah tidak jauh berbeda. Persamaan antara keduanya yaitu merupakan perjanjian pinjam-meminjam untuk suatu usaha. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada pembiayaan Mudharabah hubungan pemilik modal dalam kasus ini yaitu bank dan peminjam adalah sebagai mitra. Sedangkan pada bank konvensional yaitu lebih dikenal dengan sebutan debitur-kreditur. Selain itu perbedaan mendasar dari pemberian kredit dengan pembiayaan Mudharabah adalah keuntungan yang diperoleh. Pada bank BRI Konvensional keuntungan dari pemberian kredit diperoleh dari bunga, sedangkan pada bank BRI Syariah keuntungan yang diperoleh dari pembiayaan Mudharabah didapat dari bagi hasil. Dalam prosedur pemberian kredit dan pembiayaan tersebut masih terdapat kendala yaitu nasabah yang memperoleh kredit dan pembiayaan dari bank tidak dapat mengembalikan dengan baik dan tepat pada waktu yang diperjanjikan. Serta pada pembiayaan Mudharabah masih belum sesuai dengan prinsip syariah yang sebenarnya karena masih terdapatnya jaminan atau agunan dari nasabah yang diterapkan oleh BRI Syariah dalam memberikan pembiayaan. Kata kunci: Prosedur, Pemberian Kredit Kupedes, Pembiayaan Mudharabah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG SESEORANG UNTUK MELAKUKAN MIGRASI ULANG–ALIK (STUDI KASUS PADA MIGRAN KOTA MALANG YANG MELAKUKAN MIGRASI ULANG-ALIK KE SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN TRANSPORTASI BUS)
Annugrah Mujito Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.959 KB)
Migrasi warga Malang ke Surabaya dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Terdapat banyak faktor penarik yang membuat para migran lebih memilih kota besar untuk mencari penghidupan yang lebih baik serta mencari pengalaman bekerja di kota tujuan. Dimana kota Surabaya masih menjadi prioritas utama bagi warga Jawa Timur sebagai tujuan dalam pencarian lapangan kerja. Hal ini didukung semakin banyak dan beragamnya sistem tranportasi menuju Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat migran kota Malang untuk mengambil keputusan melakukan migrasi ulang-aling ke Kota Surabaya. Terdapat tiga variabel utama yang digunakan untuk mengetahui motif migran untuk melakukan migrasi ulang-alik, yakni: tingakt upah, status dalam keluarga, dan tingkat pendidikan. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis rentang skala. Teknik analisis ini digunakan untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat upah, tingkat pendidikan dan status pada keluarga pekerja yang melakukan migrasi ulang-alik Surabaya ke Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tingkat upah dan status dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat tinggi, sedangkan tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang tinggi dalam pemilihan keputusan migran Kota Malang untuk melakukan migrasi ulang-alik ke Surabaya Kata Kunci : migrasi, sirkuler, penduduk, mobilitas, upah, pendidikan, status sosial, migran
ANALISIS KINERJA KOPERASI YANG BERJATIDIRI (STUDI KASUS KOPERASI SERBA USAHA SETIA BUDI WANITA, MALANG, JAWA TIMUR)
Aqidatul Izza Mahmudah;
Maryu nani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.056 KB)
Koperasi merupakan sokoguru perekonomian Indonesia yang memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Namun dalam prakteknya hingga kini masih belum dirasakan manfaat yang signifikan dari koperasi. Jumlah koperasi yang terus meningkat tidak mengindikasikan adanya peningkatan kualitas koperasi. Hingga kini koperasi di Indonesia masih identik dengan badan usaha dengan skala ekonomi kecil. Bahkan dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura perkembangan koperasi di Indonesia jauh tertinggal. Sampai saat ini belum ada satupun koperasi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar 300 koperasi terbaik di dunia maupun di Asia Tenggara. Permasalahan yang dihadapi koperasi beragam mulai dari kasus penyimpangan jatidiri koperasi hingga lemahnya daya saing koperasi yang menyebabkan koperasi sulit berkembang dibandingkan dengan badan usaha lain. Hal ini sangat disayangkan mengingat kinerja ekonomi dan jatidiri koperasi merupakan faktor penting yang harus dimiliki sebuah koperasi untuk maju dan berkembang. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja koperasi namun tetap dalam koridor jatidirinya dengan mengambil studi kasus pada Koperasi Serba Usaha Setia Budi Wanita, Malang, Jawa timur. Analisis ini menggunakan metode Development Ladder Assessment yang diperkenalkan oleh Canadian Co-operative Assosiation sebagai alat analisis yang efektif dan cepat untuk mengukur kelembagaan sebuah koperasi. Selain itu, dalam penelitian ini juga menggunakan analisis indeks jatidiri Daniel Cote dan Diagram model kisi-kisi dari ICA ROAP. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari hasil wawancara diskusi dan data sekunder berupa dokumen-dokumen yang terkait pada koperasi. Hasil analisis DLA menunjukkan bahwa kinerja Koperasi Setia Budi Wanita sacara umum baik. Sedangkan dari hasil analisis indeks jatidiri Daniel Cote dan Diagram model kisi-kisi ICA ROAP menunjukkan bahwa penerapan jatidiri pada Koperasi Setia Budi Wanita baik namun kurang dalam upaya mengembangkan daya saingnya.Kata Kunci: Jatidiri koperasi, Kinerja ekonomi koperasi, DLA
Analisis Pengaruh Variabel Persaingan, Peramalan, dan Persediaan Terhadap Pedagang Eceran Dalam Pengadaan Barang Untuk Menghadapi Pasar Persaingan ( Studi Kasus Mall Malang Town Square)
Ahmad Akhdanal Hazmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.44 KB)
Pengadaan barang dagang oleh pedagang retail harus dilandasi oleh strategi-strategi yang tepat untuk mencapai laba maksimum, untuk menjalankan strategi yang tepat harus dilandasi oleh variabel yang telah diuji yakni variabel persaingan, variable peramlan, dan variabel persediaan.Agar barang yang diadaka nadalah barang dengan jenis yang tepat dan jumlah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable persaingan, variable peramlan, dan variabel persediaan baik penghitungan secara simultan maupun parsial terhadap keputusan pedagang eceran untuk pengadaan barang dagang dalam menghadapi pasar persaingan. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deduktif, perolehan data dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dengan teknik penelitian populasi dari pedagang eceran jam tangan di Mall Malang Town Square dan data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan yang berhubungan dengan data penelitian ini, metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable persaingan, variable peramlan, dan variabel persediaan memiliki hubungan positif terhadap keputusan pedagang eceran untuk pengadaan barang dagang dalam menghadapi pasar persaingan. Dengan demikian pendapatan dan pelatihan merupakan kebutuhan yang dapat memberikan sumbangan untuk parapedagang eceran atau yang ingin berwirausaha agar mampu bersaing dan memperoleh laba maksimum. Kata Kunci : PengadaanBarangDagang, Peramalan, Persaingan, Persediaan
Kajian Dana Pendidikan Bantuan Operasional Sekolah (Bos) dan Sekolah Gratis (Kasus di Wilayah Kecamatan Blimbing Kota Malang)
Ahmad Ardi Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.857 KB)
Pendidikan merupakan suatu bentuk human investment agar di masa mendatang sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing dalam persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan transfer of payment berupa subsidi dalam dua kategori, yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sekolah gratis. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya dalam memperoleh pendidikan khusunya bagi warga miskin, akan tetapi dengan adanya program tersebut belum menjamin akan selesainya permasalahan pendidikan di Indonesia khususnya wilayah Kecamatan Blimbing Kota Malang, perlu adanya tindakan evaluasi terhadap program BOS dan sekolah gratis agar kedepan tujuan-tujuan dari adanya program ini dapat dicapai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, hasil yang ditemukan adalah.Transfer of payment yang dilakukan oleh pemerintah berupa subsidi dana pendidikan BOS dan sekolah gratis telah dirasakan manfaatnya di wilayah Kecamatan Blimbing Kota Malang, dimana siswa tidak lagi ditarik pungutan, akan tetapi terdapat beberapa kendala, dimana besaran dana yang dikucurkan belum mampu menutupi seluruh biaya operasional sekolah, dikarenakan tidak boleh menarik pugutan maka diharapkan adanya peran serta masyarakat,akan tetapi disini terjadi hal yang dilematis dimana kurangnya pemahaman masyarakat akan BOS dan sekolah gratis berimbas juga terhadap peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan operasional sekolah. Kata kunci: Dana pendidikan, BOS, Sekolah gratis, Transfer of payment, Subsidi.
MOTIF BEKERJA PRIA PELAKU PROSTITUSI (Studi Kasus pada Gigolo)
Angling Tri Saksono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.985 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif bekerja dari para pria pekerja seks komersial atau yang disebut dengan gigolo. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat menjelaskan motif bekerja seperti apa yang dimiliki oleh para pelaku prostitusi pria ini. Studi kasus pada gigolo menjadi fokus penelitian karena pada dasarnya para lelaki mempunyai kekuatan yang cukup untuk dapat bekerja di tempat atau sektor informal lainnya. Fenomena yang terjadi adalah adanya beberapa orang yang menjadi gigolo disaat adanya banyak pilihan pekerjaan lain di sektor informal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara untuk mendapatkan data, wawancara ini dipilih karena setiap orang memiliki motif yang berbeda dalam bekerja, sehingga data primerlah yang dipilih oleh peneliti. Content analysis menjadi alat untuk membantu peneliti menganalisis data yang didapat dari hasil wawancara. Motif bekerja berdasar pada kebutuhan yang ingin dipenuhi.oleh setiap individunya sehingga temuan dari motif-motif bekerjapun berbeda. Pada dasarnya temuan dari peneliti adalah adanya 3 motif yang mendasari setiap orang untuk bekerja, yaitu : Motif ekonomi, Motif Sosiologi dan Motif Psikologi. Ketiga hal tersebut tidak harus muncul secara satu demi satu namun juga dapat muncul secara bersamaan. Hal ini ditemukan peneliti dari hasil analisis wawancara peneliti terhadapa gigolo. Motif ekonomi yang muncul adalah berdasar pada pemenuhan kebutuhan primer. Motif sosiologi yang muncul adalah adanya kebutuhan akan mendapatkan penerimaan terlebih mendapatkan hubungan yang bermakna dari sebuah komunitas ataupun kelompok masyarakat dapat dikatakan dari dalam keluar. Motif psikologi disini mengarah kepada bagaimana seseorang dapat diakui dalam komunitas atau dapat dikatakan dari dalam menuju keluar. Hasil dari temuan juga menyatakan bahwa pekerjaan menjadi pekerjaan utama karena pekerjaan ini terkadang lebih di prioritaskan dibandingkan pekerjaan lainnya. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para pembacanya. Hal ini terkait pada adanya temuan bahwa para gigolo ini bekerja pada sektor ini bukan karena tidak didapatkannya pekerjaan lain bahkan para pelaku ini bisa mempunyai pekerjaan lain di saat sedang bekerja sebagai gigolo. Pengetahuan ini dapat menjadi acuan untuk penanganan para pekerja gigolo ini yang bukan hanya berfokus pada pemberian keterampilan melainkan lebih kepada penanganan yang lebih tepat. Kata kunci: Motif Bekerja, Motif Ekonomi, Motif Sosiologi, Motif Psikologi, Gigolo.