cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 6 (2023): Juni" : 8 Documents clear
Uji Daya Hasil Galur dan Hibrida Tomat Potensial (Solanum lycopersicum L.) Pratiwi, Novita; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.05

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.), merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran yang mempunyai peran cukup penting bagi kesehatan tubuh dan sebagian besar dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi baik segar maupun olahan mulai dari skala rumahan hingga industri. Produksi tanaman tomat dari tahun 2017 hingga 2021 terus mengalami peningkatan, sehingga menjadi faktor pendorong masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman tomat dengan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Masalah yang sering dihadapi dalam penggunaan galur-galur potensial tomat adalah adanya perbedaan hasil tomat bila ditanam pada lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk menguji dan mengetahui potensi hasil dari galur dan hibrida tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 yang bertempat di CV. Borneo Seed Indonesia, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%. Jika terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh genotipe yang di uji, Hibrida To 052 memiliki bobot total buah per tanaman yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding Servo. Kemudian To 064 memiliki bobot per plot dan potensi hasil per hektar yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding servo. Hibrida To 064 memiliki potensi hasil sebesar 63,58 ton/ha.
Evaluasi Keunikan dan Keseragaman pada Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) dalam Uji BUSS Alghifari, Robbi; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.07

Abstract

Jagung ketan (Zea mays ceratina L.) merupakan jenis jagung yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri. Jagung ketan menjadi salah satu sumber plasma nutfah untuk menjadi kultivar-kultivar baru melalui pemuliaan tanaman. Jagung ketan sebagai tanaman yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri juga berbagai hal positif lainnya mengenai jagung ketan ini memiliki kepantasan untuk mendapatkan hak PVT.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Jl. Kuping Gajah no.45, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan 5 galur yaitu galur R12-01, R12-02, R12-04, R12-05 dan R12-06 dan masing-masing 4 ulangan. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan karakter kualitatif dan kuantitatif dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% dan hasil dapat diinterpretasikan berdasarkan notasi yang berbeda. Pertumbuhan jagung ketan di lahan penelitian berlangsung dengan baik, karena hingga tahap kegiatan pemanenan tidak terdapat kendala yang menimbulkan kerugian yang fatal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur kandidat varietas dapat dinyatakan unik dan seragam, yaitu pada galur R12-01. Namun, ada juga galur yang belum terbilang baik untuk dinyatakan unik dan seragam yaitu pada galur R12-05 dan R12-06. Galur calon varietas dapat dinyatakan unik dan seragam apabila telah memenuhi persyaratan dari PVT.
Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Fajri, Atikah; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.06

Abstract

Permasalahan pada lahan pertanian saat ini yaitu rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah. Tujuan dari percobaan adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, terletak di Jatimulyo, Malang dari bulan Juni hingga September 2022. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, Leaf Area Meter, dan oven. Bahan yang digunakan yaitu benih kacang hijau varietas Vima 5, pupuk kascing, insektisida, dan fungisida. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk kascing: dosis 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, dan 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah jarak tanam: 40 cm x 15 cm, 40 cm x 20 cm, dan 40 cm x 25 cm. Kombinasi perlakuan dilakukan 3 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Dosis pupuk kascing 10 ton ha-1 menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan 5 ton ha-1 dan 0 ton ha-1. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 15 cm menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lainnya. Sementara itu, perlakuan jarak tanam 40 cm x 20 cm menghasilkan hasil biji (ton ha-1) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 25 cm, serta menghasilkan jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 biji (g) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 15 cm.
Hubungan Kekerabatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Kabupaten Ponorogo Rohmawati, Alta Octavia; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.03

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tumbuhan endemik dari Amorphophallus. Porang banyak tumbuh di hutan-hutan pulau Jawa, karena memiliki toleransi terhadap naungan sehingga mampu tumbuh dengan baik di bawah tegakan tanaman hutan. Porang menghasilkan umbi dan bulbil yang memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Kekayaan plasma nutfah Amorphophallus yang berada di Indonesia cukup banyak, namun belum banyak memperoleh perhatian dan penanganan dengan maksimal, serta belum banyak dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman. Porang memiliki keragaman yang sempit karena memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hubungan kekerabatan tanaman porang di Kabupaten Ponorogo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juli 2022 di Kecamatan Ngrayun, Pulung dan Ngebel. Karakter morfologi yang diamati yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif dari karakter tangkai, daun, bulbil, dan umbi. Analisis data dilakukan dengan mentransformasikan karakter kuantitatif dan kualitatif menjadi data biner. Analisis untuk mengetahui hubungan kekerabatan dilakukan dengan analisis kelompok menggunakan software XLSTAT dan R-package untuk menghasilkan dendogram dan heatmap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porang memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Analisis hubungan kekerabatan pada porang di Kabupaten Ponorogo menunjukkan hubungan kekerabatan dekat dengan koefisien kemiripan sebesar 0,60-0,84. Karakter morfologi yang menjadi pembeda yaitu warna daun, warna daging umbi, dan bentuk bulbil.
Studi Tingkat Kenyamanan Pada Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol di Kota Padang Dendy Frisakti Arrestino; Ariffin; Ninuk Herlina
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.04

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan infrastruktur hijau di ruang terbuka yang berisi vegetasi dan fasilitas untuk mendukung fungsi dan manfaat dari ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau Imam Bonjol adalah salah satu ruang terbuka hijau di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menilai tingkat kenyamanan ruang terbuka hijau pada Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2022 pada RTH Imam Bonjol di Kota Padang. Alat dan bahan yang digunakan adalah thermohygrometer, lux meter, sound level meter, kuesioner, Laptop, kamera digital, alat tulis, Microsoft word 2010 dan Microsoft excel 2010. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengumpulan data suhu, kelembaban, kebisingan, intensitas radiasi matahari dan jenis vegetasi. Selain itu juga menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada responden untuk mengetahui persepsi mengenai parameter tingkat kenyamanan area RTH Imam Bonjol. Hasil penelitian menunjukkan parameter iklim mikro pada RTH Imam Bonjol termasuk kategori tidak nyaman, karena memiliki nilai THI (Thermal Index Humidity ) sebesar 26,41. Pada parameter kebisingan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan di RTH Imam Bonjol telah melewati ambang batas kebisingan sebuah Ruang Terbuka Hijau yaitu sebesar 63,2 dB. Berdasarkan analisis kuesioner persepsi masyarakat dapat diartikan bahwa sebagian besar parameter tingkat kenyamanan berada pada kategori tidak nyaman. Diantaranya parameter iklim mikro, kebisingan, kondisi fasilitas dan tanaman, keamanan, kebersihan, keindahannya tergolong tidak nyaman dan untuk parameter kenyamanan akses masih dalam kategori nyaman.
Pengaturan Saat Tanam dan Jenis Tanaman Sela Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lahan pada Sistem Tumpangsari Ardiansyah, Defan Agmu Ahmad; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.02

Abstract

Tanaman tomat dapat diolah menjadi bahan baku industri pangan, obat-obatan dan kecantikan. Praktik budidaya tanaman tomat secara monokultur memiliki resiko gagal panen yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan produktivitas tanaman tomat dan lahan dengan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela melalui sistem tumpangsari. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu penentuan waktu tanam dengan tiga taraf yaitu: T1 (bersamaan tomat), T2 (1 MST tomat), T3 (2 MST tomat). Faktor kedua yaitu pemilihan jenis tanaman sela dengan tiga taraf yaitu: P1 (selada), P2 (pakchoy), P3 (kubis bunga). Analisis data yang telah didapatkan dilakukan dengan menggunakan tabel ANOVA dan dilakukan uji lanjutan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela secara bersamaan pada sistem tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas tomat dan lahan. Pemilihan waktu tanam bersamaan dengan tomat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman dan luas daun. Penggunaan jenis tanaman sela selada mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun. Secara bersamaan, pemilihan waktu tanam bersamaan tomat dengan jenis tanaman sela selada menghasilkan bobot buah per hektar tertinggi dari perlakuan lainnya sebesar 40,54 t. ha-1 dengan nilai NKL dan R/C rasio masing-masing sebesar 2,40 dan 2,96.
Pengaruh Ecoenzyme Teknologi Nano Terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) yang Dibudidayakan Secara Hidroponik Rizka Meisy Evis Putri; Fevria, Resti; M, Des; Violita, Violita
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.01

Abstract

Peningkatan produksi pakcoy pada lahan yang sempit dapat menggunakan budidaya hidroponik. Hidroponik adalah budidaya tanaman menggunakan air dan membutuhkan larutan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Upaya mengurangi penggunaan nutrisi AB Mix yang tidak ramah terhadap lingkungan, digunakan pupuk organik dari ecoenzyme. Solusi mengatasi pengendapan nutrisi adalah teknologi nano yang sifatnya slow release dan meningkatkan penyerapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ecoenzyme teknologi nano terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) yang dibudayakan secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-Desember 2022 di Laboratorium Penelitian dan rumah kawat Departemen Biologi, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 5 ulangan : Kontrol (Air sumur+AB Mix), P1 (Air Nano+100% AB Mix), P2 (Air Nano+25% Ecoenzyme Nano+75% AB Mix), P3 (Air Nano+50% Ecoenzyme Nano+50% AB Mix), P4 (Air Nano+75% Ecoenzyme Nano+25% AB Mix), P5 (Air Nano+100% Ecoenzyme Nano). Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji DNMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P2 (Air Nano+75% AB Mix+25% Ecoenzyme Nano), sedangkan luas daun tertinggi pada P3 (Air Nano+50% AB Mix+50% Ecoenzyme Nano). Pengunaan ecoenzyme teknologi nano berpengaruh terhadap pertumbuhan pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik. Kata Kunci: AB Mix, ecoenzyme, hidroponik, pakcoy, tekologi nano
Orientasi Dosis Iradiasi Efektif Pada Perbaikan Genetik Padi (Oryza sativa L.) Lokal Padang Pariaman Melalui Mutasi Induksi Sari, Henny Puspita; Suliansyah, Irfan; Dwipa, Indra; Hervani, Dini
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.08

Abstract

Peneliti menggunakan induksi mutasi pada padi untuk menciptakan keragaman genetik yang tinggi. Populasi dasar dengan keragaman genetik yang tinggi akan memudahkan proses seleksi karakter yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal yang menginduksi keragaman genetik tertinggi pada tiga genotipe padi sawah. Bahan penelitian adalah tiga genotipe padi sawah yaitu “Madang Pulau”, “Putiah Papanai” dan “Banang Kuniang”. Iradiasi gamma dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN. Setiap genotipe diiradiasi dengan dosis 0, 100, 200, 300, 400 500 dan 600 Gy. Penyemaian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti. Pengamatan dilakukan terhadap persentase kecambah (%), tinggi bibit dan panjang akar. Nilai LD50 ditentukan berdasarkan hasil analisis regresi persentase kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase kecambah yang tumbuh menurun seiring dengan peningkatan dosis iradiasi gamma, kecuali pada genotipe “Puputiah Papanai”, sedangkan tinggi bibit dan panjang akar untuk ketiga genotype yang tumbuh menurun seiring dengan peningkatan dosis iradiasi gamma (2) nilai LD50 pada Genotype Madang Pulau, Putiah Papanai, dan Banang Kuniang masing-masing adalah 333.58 Gy, 377.62 Gy, dan 291.14 Gy. (3) dosis optimal iradiasi sinar gamma untuk ketiga genotype berkisar pada dosis 200-300 Gy. (4) Di antara tiga genotipe padi yang diuji, mutan “Banang Kuiang”.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue