cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Dosis Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) Ilmi, Kharisma Choirun; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1309

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang digemari karena memiliki rasa yang manis. Pemupukan pada masa fase pertumbuhan dapat meningkatkan kemanisan jagung manis. Pemupukan organik dan anorganik dalam jumlah yang tepat dan seimbang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produksi jagung manis. Pupuk yang bermutu baik adalah pupuk yang mengandung kebutuhan unsur hara yang sesuai bagi tanaman dan berkesinambungan penggunaannya di lahan yang dibudidayakan.. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Juni 2019 di Agroekoteknopark Jatikerto dan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan pupuk organik dan anorganik yaitu P0 (Pupuk Phonska 350 kg ha-1 dan Pupuk Urea 300 kg ha-1), P1 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 8 ton ha-1), P2 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 10 ton ha-1), P3 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 12 ton ha-1), P4 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1+ pupuk organik 14 ton ha-1), P5 (Pupuk Phonska 175 kg ha-1, Pupuk Urea 150 kg ha-1 + pupuk organik 16 ton ha-1) Hasil penelitian dapat disimpukan bahwa penambahan dosis pupuk organik dan anorganik menunjukkan hasil panen yang sama. Penambahan pupuk organik hinga 16 ton ha-1 juga tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis.
Pengaruh Naungan Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] dari Beberapa Varietas Salsabila, Ghina Zahra; Maghfoer, Mochammad Dawam; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1311

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditi pertanian penting di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi pangan masyarakat. Kebutuhan terhadap kedelai semakin meningkat dari tahun ke tahun, sementara produksi yang dicapai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Masalah yang terjadi pada saat pembentukan polong kedelai adalah polong yang lebih awal terbentuk dapat menghalangi pembentukan polong selanjutnya atau terjadinya dominasi polong. Pertumbuhan polong yang tidak maksimal, akan berdampak pada jumlah biji yang ada di dalamnya. Hal ini menunjukan bahwa jumlah polong dapat ditingkatkan oleh faktor-faktor dari dalam atau lingkungan yang memodifikasi dinamika temporal dari produksi polong. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatimulyo, Malang pada bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan 2 faktor. Faktor pertama merupakan naungan dan faktor kedua merupakan varietas. Macam naungan yang digunakan adalah N0 (Tanpa naungan) dan N1 (Naungan 44%), dan varietas yang digunakan adalah V1 (Var. Wilis), V2 (Var. Tidar), V3 (Var. Ub1) dan V4 (Var. Ub2).  Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% jika terdapat interaksi. Parameter pertumbuhan meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Luas Daun, Umur Berbunga, Umur Berpolong dan Bobot Kering Tanaman. Parameter fotosintesis meliputi kandungan nitrogen dan klorofil daun. Parameter Komponen hasil meliputi jumlah polong, berat polong, jumlah biji dan berat biji. Perlakuan tanpa naungan dengan varietas Tidar memberikan hasil paling tinggi pada jumlah dan berat polong, jumlah dan berat biji.
Keanekaragaman Gulma pada Kentang (Solanum Tuberosum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma Sitompul, Boy Bravo; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1313

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tidak diinginkan kehadirannya karena dapat bersaing dengan tanaman dalam perebutan unsur hara sehingga dapat mempengaruhi hasil panen. Kehadiran gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Dibutuhkan teknik pengendalian yang tepat agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik. Penyiangan dan aplikasi herbisida merupakan teknik yang dapat dilakukan dalam pengendalian gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada kentang (Solanum tuberosum L.) akibat pengaruh pengendalian gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2019, di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dengan ketinggian tempat 1720 mdpl dan curah hujan rata-rata 1807 mm/tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari H0, H1, H2, H3, H4 dan H5. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan setelah aplikasi pada umur 49, 63, 77 dan 91 hst. Analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadran dengan frame berukuran 0,5 m x 0,5 m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Amaranthus deflexus L., Stellaria media L., Dactylis glomerata, Agrostis stolonifora, Crepis bursifolia L., Lepidium didymum L., Galinsoga quadriradiata, Cerastium glomeratum, Crepis foetida L. dan Oxalis latifolia. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma terdapat 2 spesies gulma yang tidak tumbuh yaitu Agrostis stolonifora dan Cerastium glomeratum.
Pengaruh Aplikasi Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleracea var. Albolglaba) Sembiring, Alger Hissman; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1312

Abstract

Kailan (Brassica albolglabra L.) merupakan jenis sayuran daun yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman kailan salah satunya dengan pemberian pupuk organik yaitu kompos jerami padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh aplikasi kompos jerami padi terhadap tanaman kailan pada berbagai tingkat perlakuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2019 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu : P0 : Tanpa pupuk (kontrol), P1 : Kompos jerami padi 5 ton ha-1 dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi, P2 : Kompos jerami padi 10 ton ha-1 dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi, P3 : Kompos jerami padi 15 ton ha-1 dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi, P4 : Kompos jerami padi 20 ton ha-1 dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi, P5 : Kompos jerami padi 25 ton ha-1 dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pupuk organik kompos jerami padi dengan perlakuan dosis 10 ton ha-1 menunjukkan hasil terbaik  pada parameter pertumbuhan tanaman yaitu luas daun dan parameter hasil tanaman meliputi bobot segar dan bobot kering tanaman.
Pengaruh Debit Aliran Nutrisi dan Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale (Brassica oleracea var. acephala) pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) Candra, Cindy Lodya; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1314

Abstract

Kale (Brassica oleracea var. acephala) merupakan salah satu sayuran yang mendapat perhatian karena profil kandungan nutrisinya. Kale memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sistem hidroponik menjadi solusi alternatif peningkatan kualitas dan kuantitas tanaman kale yang efisien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pemanfaatan sumberdaya lahan. Pengelolaan nutrisi tanaman menjadi kunci keberhasilan teknik budidaya secara hidroponik sehingga perlu dikaji debit aliran nutrisi dan jenis media tanam yang dapat mendukung penyerapan nutrisi oleh tanaman pada sistem hidroponik NFT. Penelitian dilaksanakan di fasilitas Greenhouse Angkasa, Landasan Udara Abdul Rachman Saleh TNI AU, Jalan Komodor Udara Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada bulan September sampai Desember 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Pola Tersarang (Nested Design). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Parameter pengamatan hasil meliputi kandungan klorofil, panjang akar, bobot akar, bobot segar total dan bobot segar konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang serta parameter hasil yang meliputi kandungan panjang akar, bobot akar, bobot segar total dan bobot segar konsumsi yang lebih besar dihasilkan oleh tanaman kale dengan perlakuan jenis media tanam rockwool pada masing-masing debit aliran nutrisi. Jenis media tanam cocopeat dan spons belum mampu mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal bagi tanaman kale dibandingkan jenis media tanam rockwool. Sedangkan, kandungan klorofil tidak dipengaruhi oleh perlakuan.
Uji Komposisi Penggunaan Media Tanam terhadap Pembibitan Tanaman Kopi (Coffea arabica) Debora S, Hotma; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1315

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, kopi merupakan  salah satu sumber devisa negara dan juga sebagai sumber penghasilan bagi petani kopi, penciptaan lapangan kerja, pendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah. Provinsi Sumatera Utara merupakan produsen terbesar kopi arabika di Indonesia dengan produksi kopi pada tahun 2016 mencapai 50.405 ton.  Kulit kopi kering yang dihasilkan dari tiap satu ton buah basah yaitu sebanyak 200 kg. Jumlah limbah kopi yang perlu ditangani sebesar 44,6% dari berat buah kering. Hal ini dapat mengakibatkan potensi pencemaran yang besar dari limbah padat jika tidak dimanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-organik kulit buah kopi adalah 43,3%, kadar nitrogen 2,98%, fosfor 0,18% dan kalium 2,26%. Upaya yang dapat dilakukan untuk penanganan limbah kulit buah kopi ini dengan cara melakukan pengomposan. Kompos kulit buah kopi ini dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2019 di Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kompos kulit kopi sebagai media tanam dengan perlakuan media tanam kompos kulit kopi 100% menunjukkan pertumbuhan bibit tanaman kopi yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan media tanam tanah 100%. Hal ini dapat dilihat dari  parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas permukaan daun, berat basah total tanaman dan berat kering total tanaman yang lebih tinggi. Pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai media tanam salah satu cara mengurangi jumlah limbah dari kulit kopi.
Pemanfaatan Limbah Rumput Laut sebagai Media Campuran terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Maknunin, Huril; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1316

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih dipengaruhi oleh jenis substrat yang digunakan. Substrat yang sering digunakan adalah serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon akan sukar diperoleh apabila digunakan secara terus menerus. Pemanfaatan limbah rumput laut menjadi  salah satu alternatif sebagai campuran media utama serbuk kayu sengon. Komposisi utama rumput laut adalah selulosa dan mineral (Basmal et al., 2003). Penelitian dilaksanakan di CV. Damarayu, Pakisaji, Kabupaten Malang dan Griya Jamur Universitas Brawijaya Dusun Pucangsongo, Tumpang, Kab Malang bulan Januari sampai Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi waktu miselium memenuhi baglog, waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, jumlah pinhead, waktu panen pertama, diameter tudung, jumlah badan buah per baglog, total bobot segar badan buah per baglog dan frekuensi panen. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media utama yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada variabel pengamatan kecuali waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, waktu panen pertama dan frekuensi panen. Perlakuan P3 tidak memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih, tetapi perlakuan P3, P0, P1, P2 dan P4 menunjukkan hasil yang yang lebih baik pada variabel pengamatan jumlah pinhead, jumlah badan buah per baglog dan total bobot segar badan buah per baglog.
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Paclobutrazol pada Penampilan Tanaman Gerbera (Gerbera jamesonii) Pot Asih, Lizara Budi; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1317

Abstract

Tanaman gerbera (Gerbera jamesonii) banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki warna bunga yang cukup beragam. Penampilan tanaman gerbera pot dianggap kurang ideal karena tangkai bunga yang terlalu panjang, yaitu mencapai 65 cm. Salah satu cara untuk memperoleh tanaman gerbera yang ideal dengan mengaplikasikan paclobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi dan waktu aplikasi paclobutrazol yang tepat agar dapat menghasilkan tanaman gerbera pot yang ideal dengan panjang tangkai bunga 1-1.5 kali tinggi pot tanpa mengurangi kualitas tanaman gerbera. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2019 di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan pada ketinggian 900 m dpl dengan suhu harian rata-rata 24°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Kombinasi perlakuan terdiri dari konsentrasi paclobutrazol (10, 15 dan 20 ppm) dan waktu aplikasi (8, 10 dan 12 mst) serta tanpa paclobutrazol sebagai kontrol. Variabel yang diamati meliputi pertambahan panjang tanaman, pertambahan jumlah daun, indeks klorofil, Specific Leaf Area (SLA), luas daun, lebar tajuk, diameter bunga, diameter tangkai bunga, panjang tangkai bunga, perbandingan tinggi tanaman dan tinggi pot serta perbandingan lebar tajuk dan diameter pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara konsentrasi dan waktu aplikasi paclobutrazol dapat menurunkan panjang tangkai bunga, meningkatkan indeks klorofil daun, meningkatkan ketebalan daun, menurunkan luas daun, menurunkan lebar tajuk tanaman, menghasilkan tanaman gerbera pot yang proporsional. Konsentrasi paclobutrazol 15 ppm yang diaplikasikan saat 8 mst dan 10 mst dapat menghasilkan bunga gerbera dengan panjang tangkai ideal, tanpa mengurangi kualitas tanaman gerbera pot.
Pengaruh Aplikasi Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Amanda, Mardhatillah Fry; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1318

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L) ialah salah satu tanaman pangan yang dikonsumsi dan sangat disukai masyarakat Indonesia.  Jagung manis merupakan salah satu bahan pangan yang sangat potensial untuk dikembangkan.  Peningkatan produktivitas jagung manis belum mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Salah satu usaha untuk mengahasilkan produksi dan kualitas jagung manis yang optimal perlu pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung yaitu dilakukan dengan penggunaan pupuk organik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh aplikasi biourin terhadap tanaman jagung manis pada berbagai tingkat perlakuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 – Januari 2018 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, yaitu : P0 : Tanpa biourin (kontrol), P1 : Biourin 75 l ha-1, P2 : Biourin  150 l ha-1, P3 : Biourin 225 l ha-1, P4 : Biourin 300 l ha-1, Hasil penelitian ini ialah pemberian pupuk organik biourin sapi dengan perlakuan dosis 75 l ha-1, 150 l 1 ha-1, 225 1 ha-1 dan 300 1 ha-1 pada pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata L.) berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman pada umur tanaman 35 HST dan 42 HST, luas daun pada umur tanaman 40 HST dan 60 HST, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, bobot segar dan bobot kering tanaman.
Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) Di Musim Hujan Christy, Maria Desi Widya San; Yurlisa, Kartika; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1319

Abstract

Okra merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) adalah tanaman sayuran dengan kandungan nutrisi lengkap dan memiliki nilai estetika sebagai tanaman hias. Indonesia memiliki peluang dalam mengekspor okra dengan jumlah dan harga jual yang tinggi. Usaha yang dilakukan oleh petani untuk meningkatkan produksi okra ialah menggunakan pupuk anorganik. teknologi budidaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yakni pengaplikasian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pupuk hayati. Pengaruh PGPR tidak akan optimal dalam memacu pertumbuhan tanaman apabila tidak dikombinasikan dengan bahan organik. Bahan organik yang umum diberikan adalah pupuk kandang ayam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2019 di kebun percobaan Griya Shanta Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan  Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian  PGPR dan pupuk kandang ayam menunjukan pengaruh terhadap komponen pertumbuhan seperti jumlah buku, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, serta terhadap komponen hasil pada jumlah buah per tanaman dan bobot segar buah per tanaman. Pemberian PGPR dengan konsentrasi 20 hingga 80 ml.l-1 ditambah dengan pupuk kandang ayam 10 t.ha-1 mampu menggantikan penggunaan pupuk anorganik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue