cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,482 Documents
Respon Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Kombinasi Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Majemuk Sefano Fahmi Aji; Medha Baskara
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.04

Abstract

Tanaman melon termasuk jenis tanaman hortikultura yang digemari masyarakat dan juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Secara umum dalam masyarakat pertanian konvensional, nutrisi untuk tanaman lebih banyak didapatkan dari aplikasi pupuk anorganik. Penyediaan nutrisi untuk tanaman dapat diantisipasi dengan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kotoran kambing. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencapai komposisi terbaik untuk mendapatkan hasil produksi melon yang memiliki tingkat kemanisan tinggi sesuai preferensi konsumen sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2024 di Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: tangki semprot, mulsa plastik hitam perak, ajir bambu, timbangan, refractometer dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih melon varietas Amanda F1, pupuk NPK 16:16:16, Phonska (N (Nitrogen) : 15%; P2O5 (Fosfat) : 10%; K (Kalium) : 12%; S (Sulfur) : 10%), pupuk kandang kambing, yellow sticky trap, Propinep 70%, Karbofuran 3%, Glifosat 486 g/l, Abamectin 36 g/l. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok sebanyak 9 kombinasi perlakuan pupuk NPK dan pupuk kandang kambing, diantaranya: pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang mendapat nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan dan pasca panen ialah kombinasi 300 kg NPK + 45 ton pupuk kandang kambing.
Pengaruh Pola Tanam Kelapa (Cocos nucifera L.) Pada Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Bawah dan Heterogenitas di Watulimo Kabupaten Trenggalek Ilham Tawakal; Karuniawan Puji Wicaksono; Adi Setiawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.02

Abstract

Budidaya tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) di Indonesia menghadapi permasalahan, salah satunya ialah pola tanam monokultur yang mengakibatkan produktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan spesies tumbuhan bawah (understorey) di lantai kebun kelapa pada pola tanam monokultur dan polikultur, serta pengaruh heterogenitas lingkungan terhadap kelimpahan spesies tumbuhan bawah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024 di kebun monokultur dan polikultur Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Data diambil menggunakan metode survei lapang. Plot berukuran 20 m x 100 m dibuat di masing-masing lahan monokultur dan polikultur, kemudian dibagi menjadi 20 subplot (10 m x 10 m). Kuadrat berukuran 1 m x 1 m dipasang secara sistematis di tengah setiap subplot untuk survei vegetasi tumbuhan bawah. Variabel pengamatan meliputi analisis vegetasi, keanekaragaman jenis, heterogenitas spesies tumbuhan, keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pasak, kamera, meteran, alat tulis, gunting, tangki, seng, pipa, kayu, GPS, soil pH meter, infiltrometer, dan frame berukuran 1 m x 1 m. Bahan yang digunakan terdiri dari kertas amplop, label, dan kantong plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam polikultur memberikan keragaman spesies paling tinggi dibandingkan dengan monokultur. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan tumbuhan bawah dipengaruhi oleh perbedaan faktor lingkungan berupa keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Keberagaman tanaman mengakibatkan variasi ruang terhadap cahaya yang masuk dan kadar air yang lebih tinggi.
Studi Hubungan Suhu dan Curah Hujan  Terhadap Kualitas Produksi Tanaman Tembakau Varietas Virginia (Nicotiana tabacum L. var Virginia) Martha Gresita Damanik; Sisca Fajriani
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.06

Abstract

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman perkebunan komersial yang mempunyai nilai jual tinggi. Hasil produksi tanaman tembakau yang dihasilkan para petani mengalami fluktuasi, diduga penyebab fluktuasi adalah suhu dan curah hujan. Salah satu daerah penghasil tembakau adalah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi, varietas tembakau yang dihasilkan adalah varietas virginia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara suhu udara dan curah hujan terhadap kuantitas dan teknik budidaya terhadap kualitas produksi tanaman tembakau di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi serta mengetahui kualitas tanaman tembakau melalui kualitas uji rasa, warna, aroma, daya bakar, dan kadar nikotin dari tembakau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif survei yaitu wawancara kepada petani tembakau dan metode analisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan curah hujan memiliki korelasi sangat rendah. Korelasi suhu rata-rata hujan dengan produktivitas tanaman tembakau di Kabupaten Banyuwangi adalah (r=0,00), (1,00) dan curah hujan dengan Produktivitas tanaman tembakau adalah (r=-0,079), (0,778). Hasil korelasi dari suhu rata-rata dengan produktivitas tanaman tembakau di Kabupaten Tuban adalah (r=0,109), (0,699) dan curah hujan (r=-0,139) (0,636). Teknik budidaya di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Tuban tidak memiliki perbedaan tapi berpengaruh terhadap kualitas tanaman tembakau dan uji rasa, warna, aroma, daya bakar, dan kadar nikotin tanaman tembakau yang berpengaruh pada kualitas tanaman tembakau.
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Konsentrasi Pemberian Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa) Pada Hidroponik Sistem Substrat Novianto, Dasa; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.03

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa) merupakan jenis sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena mudah untuk didapatkan dan dikonsumsi segar (tanpa diolah) maupun dalam bentuk olahan. Salah satu penyebab terjadinya fluktuasi produksi pakcoy adalah menurunnya luas panen pakcoy. Luas panen pakcoy menurun sebesar -0,29 persen dari tahun 2018 sebesar 61,407 Ha menjadi 60,871 Ha pada tahun 2019. Salah satu cara meningkatkan produktivitas tanaman pada lahan sempit yaitu dengan cara budidaya sistem hidroponik. Budidaya dengan hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, salah satunya adalah metode sistem substrat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2024 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah kombinasi media tanam dan faktor kedua adalah konsentrasi pemberian nutrisi ab mix. Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 ulangan dengan total kombinasi perlakuan sebanyak 8 kombinasi. Setiap kombinasi perlakuan terdiri atas 3 tanaman, sehingga jumlah tanaman pada penelitian ini adalah 72 tanaman. Hasil yang didapatkan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan adalah tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan kombinasi media tanam dan konsentrasi pemberian nutrisi AB Mix. Kombinasi media tanam pasir dan cocopeat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi media tanam pasir dan arang sekam. Sedangkan konsentrasi 1500 ppm memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 600 ppm, 900 ppm serta 1200 ppm.
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan Rumput Gajahan Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv.) Azmar, Rahmadila; Medha Baskara
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.01

Abstract

Rumput gajahan (Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv.) merupakan jenis rumput yang berasal dari daerah Afrika dan terus menyebar ke wilayah lain seperti Amerika Selatan dan Prancis. Kebutuhan rumput gajahan semakin meningkat karena adanya perkembangan pembuatan taman baik pada taman perkotaan maupun pada taman pekarangan rumah. Pertumbuhan rumput gajahan sering tidak terkendali seperti, pertumbuhan vertikal pada rumput gajahan yang dapat menurunkan nilai keindahan pada taman. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan vertikal pada rumput gajahan. Alat yang digunakan dalam percobaan adalah polibag diameter 25 cm timbangan digital, sprayer, label, penanda petak, oven, kamera smartphone dan spss. Bahan yang digunakan pada saat kegiatan percobaan adalah Cultar 250 EC berbahan aktif paklobutrazol, urea, pupuk kandang ayam dan jenis rumput yang digunakan adalah rumput gajahan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-faktorial. Kegiatan percobaan berlokasi di Jalan Sumedang No. 118, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Percobaan berlangsung pada bulan Februari hingga Mei 2024. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian paklobutrazol sebagai zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan rumput gajahan untuk menekan pertumbuhan vertikal pada rumput. Pemberian paklobutrazol pada konsentrasi 2 l.ha-1 dinilai mampu untuk menekan pertumbuhan panjang daun rumput gajahan. Hal ini dapat dilihat dari parameter panjang daun dan warna daun pada rumput gajahan.  
Pengaruh Pemberian Pupuk ZA dan KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sukini (Curcubita pepo L.) Solikah, Siti; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perkembangan teknologi dan peningkatan jumlah penduduk yang semakin tinggi berpengaruh pada berkurangnya luas lahan pertanian produktif di Indonesia. Sehingga terjadi penurunan produksi sayuran unggulan, dari 11.412.251 ton pada 2012 menjadi 8.137.032 ton pada 2013 (BPS, 2022). Selain itu, prevalensi hipertensi yang meningkat, mencapai 30,9% pada 2016, menambah urgensi untuk menemukan solusi pangan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sukini (Cucurbita pepo) merupakan salah satu sayuran yang berpotensi mengatasi hipertensi berkat kandungan bioaktifnya, seperti anti hipertensi dan anti inflamasi. Meskipun demikian, minat petani untuk membudidayakan sukini di Indonesia masih rendah (Occhino et al., 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya sukini di Indonesia dan pengaruh pemberian pupuk ZA dan KCl terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman sukini. Penelitian dilaksanakan di Kota Batu pada ketinggian 1.000 mdpl menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 dosis ZA (75 kg ha-1 dan 150 kg ha-1) dan 4 dosis KCl (50 kg ha-1, 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, dan 400 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk ZA dan KCl berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sukini. Dosis ZA 150 kg ha-1 menghasilkan bobot buah lebih tinggi (1.586 g tan-1) dengan peningkatan 8,18% dibandingkan ZA 75 kg ha-1. Pemberian KCl 400 kg ha-1 meningkatkan bobot buah menjadi 1.672 g tan-1, meningkat 14,83% dibandingkan KCl 50 kg ha-1.
Analisis Mutu Fisik Buah Tiga Varietas Jeruk Terhadap Lama Penyimpanan pada Suhu Ruang Lukmantiedar, Bryan; Puji Wicaksono, Karuniawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buah jeruk merupakan buah non klimaterik sehingga buah ini harus dipanen secara tepat pada saat buah telah dalam keadaan masak secara fisiologis karena buah tidak dapat diperam. Produk hortikultura sesudah dipanen mengalami proses perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi sifat dan kualitas produk yang ditandai dengan perubahan warna, tekstur, rasa dan bau. Buah jeruk biasanya dijual di tempat terbuka sehingga mudah mengalami proses perubahan fisiologis. Masalah utama dalam penyimpanan buah jeruk pada suhu ruang adalah penurunan kualitas akibat menurunnya berat serta nilai gizi dan kadar gula. Hal ini disebabkan oleh proses respirasi yang berlangsung secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari laju deteriorasi fisik buah 3 varietas jeruk tiap lama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2023, di Laboratorium Bioteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas siam pontianak merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas. Hal tersebut dilihat dari hasil pengamatan varietas siam pontianak yang memiliki laju deteriorasi lebih rendah dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas, yaitu dengan hasil laju deteriorasi susut diameter 0.45% perhari, laju deteriorasi susut bobot 0.53% perhari, laju deteriorasi tingkat kekerasan buah 0.9% perhari, laju deteriorasi kadar brix 0.9%, dan laju deteriorasi nilai pH 0.85% perhari. Hasil uji organoleptik rasa buah dan warna buah menunjukkan bahwa varietas siam pontianak dan varietas terigas lebih baik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55.
Respon Pertumbuhan dan Pembungaan Celosia Merah (Celosia argentea L. var. Plumosa) Akibat Frekuensi Pinching dan Jarak Tanam Khairunnisa, Violanita Marsha; Nurlaelih, Euis Elih
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Celosia merupakan bunga yang memiliki bentuk dan warna menarik. Celosia dapat digunakan sebagai obat herbal, bunga potong, bunga kering serta tanaman lanskap. Celosia sebagai elemen lanskap harus memiliki kriteria pertumbuhan dan pembungaan secara serempak, serta pemeliharaan dapat berjalan dengan mudah. Pertumbuhan dan pembungaan yang serempak salah satunya dapat dipacu dengan perlakuan pinching. Selain itu, jarak tanam penting dilakukan dalam perataan taman sehingga dapat membentuk hamparan lanskap taman yang estetis dan jarak tanam berguna dalam mengefisienkan bibit. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan perlakuan pinching dan jarak tanam terbaik pada Celosia merah. Penelitian pada Maret-Juni 2023 di Lahan, Politeknik Pembangunan Pertanian Kampus II Gg. 12 No. 349 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun. Percobaan menggunakan RPT terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Adapun faktor pertama adalah frekuensi pinching terdiri dari 3, yaitu tanpa pinching, pinching satu kali (2 MST), dan pinching 2 kali (2 dan 4 MST). Faktor kedua adalah jarak tanam terdiri dari 3 taraf, yaitu 20 cm×20 cm, 25 cm × 25 cm, 30 cm × 30 cm. Analisis data dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Perlakuan jarak tanam 20 × 20 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching memiliki pertumbuhan dan pembungaan yang sama dengan perlakuan jarak tanam 25 × 25 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching. Hasil tersebut juga sama dengan perlakuan jarak tanam 30 × 30 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching. Namun, semakin tinggi populasi tanaman dan dilakukan pinching akan menurunkan jumlah bunga sedangkan tanpa pinching akan meningkatkan jumlah bunga.  
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Benih True Shallot Seeds (TSS) Rohma, Ervina Wahidiya; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas bawang merah. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang dan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yakni : 0 t ha-1, 10 t ha-1, dan 20 t ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk NPK anorganik yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: dosis pupuk NPK anorganik 100%, dosis pupuk NPK anorganik 80%, dosis pupuk NPK anorganik 60%, dan dosis pupuk NPK anorganik 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen umbi per hektar perlakuan dosis pupuk kandang 0 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 100% (19,07 t ha-1) tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 80% (19,32 t ha-1). Sehingga, penggunaan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dapat menurunkan dosis pupuk NPK anorganik sebesar 20%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Bahan Penutup Tanah terhadap Pembentukan Iklim Mikro pada Budidaya Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Rendah Khoyrunissa, Elvia; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi bit merah di Indonesia yang termasuk sebagai negara tropis tergolong rendah karena terdapat beberapa faktor iklim yang menyebabkan bit merah tidak tumbuh dengan baik di dataran rendah. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah inovasi teknologi untuk dapat mengoptimalkan produksi bit merah pada dataran rendah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi pengaplikasian pupuk kandang sapi serta penggunaan jenis bahan penutup tanah terhadap pembentukan iklim mikro pada dataran rendah dalam meningkatkan produktivitas tanaman bit merah, sehingga tanaman bit merah dapat dikembangkan di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober-Desember 2022 di kebun percobaan Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari anak petak dan petak utama. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 satuan kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelakuan bahan penutup tanah bioproteksi mampu me-nurunkan suhu tanah maksimum dan meningkatkan kelembaban tanah minimum dibandingkan perlakuan tanpa mulsa. Terjadi penurunan suhu tanah maksimum pada perlakuan bahan penutup tanah bioproteksi sebesar 5,06% dibandingkan dengan pelakuan tanpa mulsa. Terdapat peningkatan suhu tanah minimum dan kelembaban tanah minimum pada perlakuan bahan penutup tanah bioproteksi dibanding-kan dengan perlakuan tanpa mulsa sebesar 1,32% dan 5,01%.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue