cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhandan Hasil Tanaman Bawang Merah  (Allium Ascalonicum L.) Putri, Rani; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.06

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksinya di Indonesia fluktuatif, menurun akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan yang menurunkan kesuburan tanah. Kombinasi pupuk hayati dengan pupuk NPK dapat meningkatkan produksi berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif pada tanah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta mengetahui kombinasi terbaik untuk kedua jenis pupuk tersebut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Tegalan Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 petak dengan total 8.100 tanaman. Perlakuan meliputi kontrol, NPK 100% dan 75%, serta pupuk hayati 150%, 100%, dan 50%. Variabel pengamatan mencakup panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, jumlah umbi, bobot umbi kering matahari, persentase susut umbi, dan produksi per hektar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji BNJ taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada semua variabel pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan terbaik untuk panjang tanaman adalah P1: NPK 100% (500kg/ha) + PH 150% (22,5 liter) dengan panjang 28 cm. Produksi terbaik per hektar dicapai oleh P1 dengan 14,294 t.ha-1, sementara kombinasi NPK 75% terbaik adalah P5: NPK 75% (375kg/ha) + PH 100% (15 liter) dengan hasil 12,105 t.ha-1. Penggunaan pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk NPK (anorganik) terbukti efektif mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan meningkatkan produksi bawang merah, menawarkan solusi berkelanjutan untuk praktik pertanian.  
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Elisitor Terhadap Pertumbuhandan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung Lokal (Zea mays L.) Dea Cahya Ningsih; Gubali, Hayatiningsih; Silvana Apriliani
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.01

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman jagung, petani sering menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus dan berlebihan dalam mengejar produksi yang tinggi tanpa mengembalikan sisa tanaman dan bahan organic ke dalam tanah sehingga menyebabbkan penurunan kualitas lahan yang mengabkibatkan penurunan produktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis elisitor serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung local dan mengetahui jenis elisitor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung local. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November 2024. Lokasi penelitian bertempat di Desa Tunggulo, Kecamatan tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (split Plot), petak utama adalah varietas jagung local dan anak petak adalah elisitor. Pemberian berbagai jenis elisitor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung local pada parameter tinggi tanaman, luas daun, jumlah baris dan berat per 100 biji. Terdapat interaksi antara pemberian berbagai jenis elisitor terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung pada parameter tinggi tanaman dan bobot tongkol tanpa kelobot. Jenis elisitor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pada varietas pulut yaitu elisitor 1 (tumbuhan sambiloto, tumbuhan daun gamal, tumbuhan anting – anting, tumbuhan gulma siam, dan tumbuhan paku). Sedangkan pada varietas motorokiki tidak terdapat elisitor  terbaik untuk pertumbuhan. Akan tetapi saat panen elisitor 1 memberikan hasil terbaik yaitu pada parameter berat per 100 biji.  
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine max L.) pada Berbagai Waktu dan Proporsi Pemberian Pupuk Nitrogen Simangunsong, Muhammad Rakha Aditya; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai termasuk kelompok tanaman legume yang hasil ekonomisnya yang berupa biji merupakan sumber pangan fungsional yang penting bagi masyarakat. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Namun, produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 800 ribu-900 ribu ton. Peningkatan produksi kedelai melalui perbaikan teknik budidaya kedelai dapat ditempuh melalui pemupukan yang tepat, salah satunya pemupukan nitrogen. Penelitian pada bulan Mei-Agustus 2023 di lahan Desa Kasin, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama berupa perbedaan macam varietas yaitu varietas Grobogan (V1), varietas Dena 1 (V2), dan varietas Argomulyo (V3). Sedangkan anak petak berupa perbedaan kombinasi perlakuan waktu dan proporsi pemberian pupuk N. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan tiga varietas tanaman kedelai dengan kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N menunjukkan adanya interaksi terhadap bobot polong segar per petak panen, bobot polong kering per petak panen, bobot 100 biji, bobot biji kering per hektar, dan indeks panen. Kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, dan bobot segar tanaman. Ketiga varietas yang menggunakan kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N, Varietas Grobogan dengan Perlakuan P0 (0:1/3: 2/3) memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas dan perlakuan lainnya.
Identifikasi Preferensi Konsumen Terhadap 20 Karakter Morfologi Anggrek Dendrobium Spp. Siswanto; Noer Rahmi Ardiarini; Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.08.03

Abstract

Karakter morfologi merupakan atribut penting yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap komoditas tanaman hias, khususnya pada anggrek Dendrobium. Informasi terkait preferensi konsumen dapat membantu pemulia tanaman dalam mengembangkan dan menghasilkan varietas Dendrobium baru dengan karakter unggul yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap 20 karakter morfologi anggrek Dendrobium Spp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2023 – Oktober 2023 menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuisioner melalui sosial media. Hasil survei dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat 17 karakter morfologi yang mempengaruhi preferensi konsumen secara signifikan. Preferensi konsumen terhadap anggrek Dendrobium menunjukkan bahwa karakter morfologi yang disukai oleh konsumen yaitu ukuran tanaman sedang dengan bentuk daun lonjong, tipe tangkai bunga tegak dan panjang, posisi pembungaan di samping, jumlah bunga banyak dengan arah hadap bunga ke segala arah, lebar bunga sedang dan tebal, bentuk bunga keriting, bunga memiliki 2 kombinasi warna, serta memiliki aroma harum.
Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Kandang dan Dosis Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Varietas Talenta Pertiwi Neneng Qori Farida, Neneng Qori; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.08.04

Abstract

Jagung manis merupakan komoditas yang memiliki tingkat permintaan pasar yang terus meningkat, namun tingkat produksinya menurun. Salah satu hal yang perlu dilakukan, yaitu dengan melakukan upaya pemupukan. Tujuan dilaksanakan penelitian ini yaitu untuk menganalisis interaksi antar macam pupuk kandang dan dosis pupuk KCl sehingga memiliki rekomendasi macam pupuk kandang dan dosis pupuk KCl yang optimum pada tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan bulan Januari 2024 di Desa Jemekan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Hasil penelitian terbukti adanya beberapa interaksi terhadap parameter pertumbuhan tanaman, yaitu pada variabel panjang tanaman umur 49 HST dan umur 63 HST. Kemudian pada variabel jumlah daun umur 63 HST serta pada variabel luas daun umur 21 HST. Sedangkan, penambahan dosis pupuk KCl dengan dosis 50, 100, 150 dan 200 kg.ha-1 memberikan pengaruh nyata pada seluruh parameter hasil. Secara keseluruhan, belum terdapat macam pupuk kandang dan dosis pupuk KCl optimum yang bisa di rekomendasikan untuk peneliti selanjutnya.
The Effect of Black Silver Plastic Mulch With Drip Irrigation System on the Production of Wetland Rice Crops (Oryza sativa L.) Variety Inpari-32.: Pengaruh Mulsa Plastik Hitam Perak dengan Sistem Irigasi Tetes pada Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari-32 Abrianti, Putri; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman serealia yang berasal dari famili Poaceae dan menghasilkan biji-bijian. Padi dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi. Pemberian air yang efisien dapat dilakukan dengan sistem irigasi tetes yang dapat menghemat air, terutama pada saat musim kemarau. Peningkatan produksi tanaman padi dilakukan dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHPr) menggunakan sistem irigasi tetes pada produksi tanaman padi sawah varietas Inpari-32. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 sampai Februari 2024, bertempat di Kebun Percobaan Jatimulyo FP UB. Metode penelitian ini disusun menggunakan Uji-T atau T-test yang terdiri dari satu faktor dengan ulangan berjumlah 20 kali. Perlakuan yang pertama adalah menggunakan metode konvensional, dan perlakuan yang kedua yaitu menggunakan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHPr) dengan sistem irigasi tetes. Data yang telah didapatkan dari hasil pengamatan pertumbuhan kemudian dianalisis menggunakan Uji-T dengan taraf 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukan pada parameter panjang tanaman, luas daun, dan indeks luas daun lebih tinggi pada perlakuan konvensional, namun pada parameter jumlah anakan dan jumlah anakan produktif menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada perlakuan mulsa plastik hitam perak. Pada perlakuan MPHPr mampu memproduksi bobot gabah 20,5% lebih berat dibandingkan konvensional, yaitu pada mulsa plastik hitam perak sebesar 5,76 ton ha-1 GKG, sedangkan bobot gabah pada plot konvensional hanya 4,78 ton ha-1 GKG.
Pengaruh Aplikasi Mulsa Plastik Hitam Putih dengan Sistem Irigasi Tetes pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Nuri Aulya; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan penghasil beras yang berperan sebagai makanan pokok dan menjadi prioritas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat. Salah satu varietas padi yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah varietas Inpari 32. Budidaya tanaman padi di Indonesia diketahui masih mengalami kendala, yaitu perubahan iklim yang ekstrim, seperti musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan hasil panen menurun dan ketersediaan air untuk tanaman menjadi rendah. Melihat permasalahan ini, upaya peningkatan teknik budidaya tanaman padi sawah melalui aplikasi teknologi mulsa plastik dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh teknologi mulsa plastik hitam putih dengan sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) varietas Inpari 32. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai Februari 2024 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Uji-T yang terdiri dari dua perlakuan dengan 20 ulangan. Perlakuan pertama yang digunakan adalah pengaplikasian teknologi mulsa plastik hitam putih dengan sistem irigasi tetes pada tanaman padi sawah dan perlakuan kedua yang digunakan adalah penanaman padi sawah dengan budidaya konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mulsa plastik hitam putih dengan sistem irigasi tetes berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun, indeks luas daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, dan bobot gabah kering.
Efektifitas Tanaman Refugia Border Plant Terhadap Pengendalian Hama Spodoptera Exigua Dan Liriomyza Chinensis Serta Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Titisari, Prima Wahyu; Prasetio, Rudi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masakan. Hama Spodoptera exigua dan Liriomyza chinensis adalah jenis hama yang sering merusak dan menyerang tanaman bawang merah, terutama pada bagian daun bawang. Maka diperlukan adanya teknik pengendalian hama selain menggunakan pestisida, yaitu dengan cara pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali alami hama pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan serangan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) pada pertanaman bawang merah, dan mengurangi penggunaan pestisida pada petani, juga sebagai teknologi tepat guna pada petani dengan mengelola agroekosistem pertanian menuju pertanian yang berkelanjutan (Sustainable agriculture). Serta untuk mengetahui keefektifitasan tanaman refugia dengan metode border plant sebagai pengendalian hama Spodoptera Exigua dan Liriomyza Chinensis serta hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana terdapat 5 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jumlah petak percobaan sebanyak 25, dalam satu petak percobaan terdapat 4 tanaman. Parameter yang diamati adalah jumlah hama, intensitas serangan hama, persentase serangan hama, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, susut bobot umbi. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilakukan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai macam perlakuan yang digunakan R1 dan R2 merupakan perlakuan yang lebih dominan di sukai oleh hama dengan persentase serangan 75% pada kedua hama utama tanaman bawang merah.
Heritabilitas Arti Sempit Menggunakan Metode Parent-Offspring Regression dan Standard Units pada Ercis (Pisum sativum L.) Lokal Putri, Fitri Desmarianita; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.08

Abstract

Ercis merupakan legum penting selain kedelai, kacang tanah, dan buncis. Permintaan ercis terus meningkat karena perannya sebagai sumber bahan pangan manusia sekaligus pakan ternak. Namun, permintaan tersebut kurang terpenuhi karena rendahnya produksi ercis di Indonesia. Peningkatan produksi ercis dapat diwujudkan dengan meningkatkan produktivitas melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman karakter yang dikendalikan faktor genetik mempengaruhi keberhasilan usaha pemuliaan. Indikator tersebut dapat diketahui melalui pendugaan nilai heritabilitas. Heritabilitas digunakan untuk mengetahui apakah karakter pada keturunan suatu tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik atau lingkungan, serta besar kecilnya kontribusi gen tetua terhadap keturunan. Heritabilitas tidak selalu bernilai konstan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah metode perhitungan yang digunakan. Penelitian ini membahas pendugaan heritabilitas arti sempit menggunakan metode parent-offspring regression dan standard units sebagai estimator heritabilitas pada populasi ercis lokal berdasarkan karakteristik fisik biji untuk membuktikan bahwa perbedaan metode perhitungan menyebabkan adanya variasi pada nilai duga heritabilitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Augmented Design II dengan perlakuan 80 aksesi ercis yang ditanam dalam empat blok. Analisis data diawali dengan menghitung nilai rata-rata setiap variabel dalam populasi yang dilanjutkan dengan pendugaan heritabilitas menggunakan dua metode berbeda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa heritabilitas arti sempit setiap karakter dalam populasi uji memiliki nilai yang beragam untuk setiap metode perhitungan yang digunakan. Nilai heritabilitas pada metode parent-offspring regression didominasi kriteria sedang dengan kisaran nilai 8,09-43,09% dan rata-rata 33,21%, sedangkan metode standard units didominasi kriteria sedang dengan rentang nilai 11,53-61,56% dan rata-rata 40,15%.
Respon Pertumbuhan Planlet 2 Genotip Dendrobium sp. Terhadap Perbedaan Spektrum Cahaya LED (Light Emitting Diode) Secara In Vitro Hasna, Ellen Aurelia Hasna; Agisimanto, Dita; Hardiyanto, Hardiyanto; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Anggrek Dendrobium merupakan salah satu tanaman hias di Indonesia yang diminati oleh banyak kalangan. Produksi tanaman anggrek yang tercatat menurun sejak tahun 2020 sebesar 37,22% disebabkan oleh metode konvensional yang masih menghasilkan bibit kurang siap untuk aklimatisasi. Salah satu faktor terpenting dalam kultur in vitro adalah cahaya. Penggunaan cahaya LED merah dan biru dalam kultur in vitro menunjukkan pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium nobile lebih baik dibandingkan cahaya fluorescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan planlet 2 Genotip Dendrobium terhadap penggunaan spektrum LED yang berbeda secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor berupa spektrum cahaya LED sebagai petak utama dan hibrida Dendrobium sebagai anak petak. Penelitian dilakukan di Laboratorium PT. Java Indo Arjuna, Kreweh, Toyomarto, Singosari, Malang, Jawa Timur dari bulan Juni hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum cahaya 75% Red : 25% Blue berpengaruh nyata terhadap variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Spektrum cahaya 100% Blue menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel panjang akar. Dan Dendrobium ‘Charak Red’ menunjukkan hasil yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya berdasarkan variabel jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar, dan berat segar planlet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Dendrobium ‘Charak Red’ memiliki hasil pertumbuhan planlet yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya LED 75% Red : 25% Blue pada variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Kata Kunci: Biru, Cahaya, Dendrobium, Genotip, Merah, Planlet, Spektrum, Pertumbuhan

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue