cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,482 Documents
Studi Hubungan Kerapatan Stomata Daun dan Ketebalan Lapisan Epidermis pada 6 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Infeksi Patogen Alternaria porri Wulandari, Indri Dwi; Baswarsiati , Baswarsiati; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi. Produktivitas bawang merah selalu meningkat. Meskipun demikian, produktivitas tersebut masih di bawah potensi hasil yang tercantum di deskripsi varietas. Hal tersebut diduga akibat serangan penyakit tanaman, salah satunya bercak ungu akibat patogen Alternaria porri. Upaya penggunaan varietas tahan diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk penyemprotan bahan kimia. Ketahanan tanaman terhadap penyakit dapat dipengaruhi oleh morfologi dan anatomi tanaman, misalnya ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tanaman bawang merah dengan infeksi Alternaria porri dan menentukan tingkat ketahanan 6 varietas bawang merah terhadap infeksi Alternaria porri. Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitiaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan 4 kali dan perlakuan 6 varietas bawang merah. Hasil analisis didapatkan bahwa perbedaan varietas bawang merah berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil serta tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan penyakit, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun. Berdasarkan uji korelasi, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tidak memiliki korelasi nyata terhadap infeksi Alternaria porri. Semua variets yang digunakan tergolong imun terhadap Alternaria porri. 
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Mar'atul Qibtiyah; Barunawati, Nunun; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Terong merupakan tanaman penghasil buah yang dikonsumsi sebagai sayuran oleh masyarakat Indonesia. Produksi terong ungu dapat ditingkatkan dengan jarak tanam dan pemupukan yang tepat. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak tanam yang tepat dan dosis pupuk NPK yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Hipotesis yang diajukan yakni terdapat hubungan antara jarak tanam dan dosis pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2022 di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Split Plot Design dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Petak utama adalah  jarak tanam dengan 3 taraf yakni J1: 30 cm x 60 cm; J2: 45 cm x 60 cm; dan J3: 60 cm x 60 cm. Anak petak adalah dosis pupuk NPK majemuk dengan 4 taraf yakni P0: kontrol; P1: 150 kg ha-1; P2: 200 kg ha-1; dan P3: 250 kg ha-1. Hasil penelitian memperoleh hasil adanya hubungan antara jarak tanam dan dosis pupuk NPK majemuk terhadap berat buah per tanaman dan berat buah per hektar. Jarak tanam mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Aplikasi pupuk NPK majemuk mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per buah.
Pengaruh Albedo Mulsa Hitam Putih Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Dengan Sistem Irigasi Tetes Abdullah, Muhammad Isa; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah komoditas utama di Indonesia karena sebagian besar penduduk mengandalkan padi sebagai beras yang menjadi makanan pokok mereka. Penggunaan mulsa plastik hitam putih (MPHP) menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi penerimaan cahaya matahari secara optimal dalam budidaya padi. Mulsa hitam putih adalah teknik pertanian yang melibatkan penutupan tanah disekitar tanaman padi dengan bahan plastik berwarna hitam putih. Manfaat penggunaan mulsa hitam putih meliputi penghambatan pertumbuhan gulma, membantu daun bagian bawah tanaman padi menerima cahaya pantul atau albedo dan membuat proses fotosintesis optimal. Tujuan Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh albedo pada pertumbuhan dari penggunaan mulsa plastik hitam putih (MPHP) dan konvensional pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Inpari-32. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai Februari 2024, di Kebun Percobaan Jatimulyo, salah satu lahan di Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Metode penelitian ini disusun menggunakan Uji-T atau T-test yang terdiri dari 2 perlakuan dengan 20 tanaman sample. Data yang didapatkan dari hasil pengamatan akan dianalisis menggunakan Uji-T dengan taraf 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa plastik hitam putih (MPHP) memberikan nilai albedo lebih tinggi dibandingan dengan konvensional, pada parameter pertumbuhan yaitu jumlah daun,  luas daun, indeks luas daun, dan jumlah anakan lebih tinggi pada perlakuan mulsa plastik hitam putih (MPHP). Penggunaan mulsa plastik hitam putih (MPHP) mampu menghasilkan bobot gabah kering giling (GKG) sebesar 5,30 ton.ha-1 lebih berat 6% dibandingkan dengan konvensional yang hanya sebesar 4,97 ton.ha-1.
Penggunaan Mulsa Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Absorbsi (Ea) dan Produksi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Var. Inpago 13 Kurniawan, Asrofiq; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Budidaya tanaman padi gogo di Indonesia pada lahan kering merupakan alternatif strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional, karena potensi lahan kering yang cukup luas. Jarak tanam yang berbeda dapat mempengaruhi populasi tanaman pada lahan dan penerimaan efisiensi absorbsi energi matahari. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023.  Percobaan  dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, di Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) diulang 3 kali dengan petak utama yaitu Jenis Mulsa dengan tiga perlakuan yaitu tanpa mulsa, mulsa jerami dan Mulsa Plastik Hitam Perak dengan anak petak yaitu Tata  Letak dengan perlakuan bujur sangkar 30 cm × 30 cm (populasi 111.111 tan.ha-1), bujur sangkar 20 cm × 20 cm (populasi 250.000 tan.ha-1) dan jajar legowo 40 × 20 × 12,5 cm (populasi 266.666 tan.ha-1). Variabel yang diamati meliputi  parameter pertumbuhan panjang tanaman, jumlah anakan per tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, bobot kering total tanaman per rumpun, parameter hasil jumlah anakan produktif per tanaman, gabah kering giling per tanaman, gabah kering giling per m2,  hasil gabah kering per ha, bobot 1000 butir gabah, jumlah bulir per malai pengamatan berat kering gulma, dan perhitungan efisiensi absorbsi (Ea). Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis ragam BNJ pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan. Dari analisis data pengamatan Mulsa Plastik Hitam Perak dan tata letak Jajar legowo 40 × 20 × 12,5 cm memberikan hasil yang signifikan terhadap produksi gabah kering sebesar 10,9 ton.ha-1 namun tidak mampu meningkatakan efisensi absorbsi padi gogo.
Pengaruh Jenis Pot dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Pentas (Pentas lanceolate Forssk.) Setyanto, Alvent Teo Sa’ah; Sitawati; Udayana, Cicik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Isu tentang bahaya penggunaan plastik yang tidak mudah terurai sudah berkembang sejak lama dimasyarakat sehingga muncul biodegradable pot atau biopot. Penggunaan pot berbahan dasar organik yaitu biopot dapat memangkas tahapan repotting pada tanaman bunga pentas. Tanaman hias bunga pentas (Pentas lanceolata Forssk.) dikenal dengan nama lain Egyptian star flower karena bentuk bunganya yang menyerupai gugusan bintang dan merupakan salah satu anggota famili Rubiaceae. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah mempelajari pertumbuhan dan pembungaan tanaman hias pentas pada jenis pot dan interval penyiraman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dengan 6 ulangan yaitu jenis pot dengan 2 taraf dan interval penyiraman dengan 3 taraf. Faktor pertama adalah jenis pot yang terdiri dari P1: pot plastik dan P2: biopot. Faktor kedua yaitu interval penyiraman yang terdiri dari A1: 1 hari sekali, A2: 3 hari sekali, dan A3: 6 hari sekali. Hasil penelitian menunjukan jenis pot mempengaruhi variabel pengamatan luas daun, indeks klorofil, waktu muncul bunga, jumlah kluster dan jumlah kuntum bunga. Biopot memiliki luas daun dan nilai indeks klorofil yang lebih tinggi dari pot plastik, tetapi memiliki waktu muncul bunga yang lebih lambat, jumlah kluster dan jumlah kuntum bunga yang lebih rendah dari pot plastik. Interval penyiraman 6 hari sekali memiliki luas daun, nilai indeks klorofil, jumlah kluster, dan jumlah kuntum bunga yang lebih tinggi dari interval penyiraman 1 hari sekali. Begitupun pada waktu muncul bunga, menghasilkan waktu muncul bunga yang lebih cepat dari interval penyiraman 1 hari sekali.
Perkembangan Karakter dan Potensi Hasil dari 15 Varietas Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) yang Dilepas pada Tahun Berbeda Rosiana, Tri Putri; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman penting legume ke-3 setelah kedelai dan kacang tanah. Kandungan yang dimiliki diantaranya vitamin B, mineral dan serat. Permasalahan yang dihadapi oleh petani kacang hijau adalah rendahnya hasil produksi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan varietas unggul. Dari banyaknya varietas kacang hijau yang telah dirilis belum ada informasi yang membahas tentang perkembangan karakter. Perkembangan karakter yang dimaksud adalah untuk melihat trend dari varietas kacang hijau yang telah dirilis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan karakter dan potensi hasil dari 15 varietas kacang hijau yang dirilis pada tahun berbeda. Alat yang digunakan diantaranya cetok, gembor, kertas label, polybag, penggaris/ pita meteran, timbangan, wadah, formulir pengamatan, kamera handphone, dan alat tulis. Bahan yang digunakan diantaranya 15 varietas kacang hijau, air, 186 kg/hq pupuk NPK 16, 280 kg/ha pupuk SP36, 93 kg/ ha pupuk MKP, 93 kg/ha pupuk KCl, fungisida berbahan aktif tebukonazol 430 g/l dan insektisida berbahan aktif profenofos 560 g/l. Penelitian dilaksanakan di lahan tegalan pada bulan Juli-Agustus 2023 di Jl. Balaidesa Kepuharjo gang Tameng Asri.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perkembangan kacang hijau dari 15 varietas yang dirilis pada tahun berbeda menunjukan hasil berbeda nyata pada jumlah buku subur. Pada variabel pengamatan lainnya mendapatkan hasil tidak berbeda nyata yang artinya tidak berbeda antara 15 varietas tersebut. Pada variabel kuantitatif rata-rata varietas yang mendapat hasil yang lebih tinggi berasal dari induk yang sama yaitu dari benih AVRDC dari Taiwan. Pada variabel kualitatif cenderung memiliki rentang warna yang tidak jauh berbeda.
Pengaruh Tinggi Bedengan dan Tingkat Kepadatan Tanaman Terhadap Lingkungan Mikro, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) Aminuddin, Andi Nur Annisa; Didik Hariyono
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang mengandung berbagai macam komponen senyawa bermanfaat, seperti pigmen betasianin dapat digunakan sebagai perwarna makanan dan dapat mencegah penyakit kanker. Besarnya manfaat tersebut menjadikan bit merah mulai populer di Indonesia. Ketersediaan bit merah dapat dicapai melalui perbaikan sistem budidaya dengan cara mengatur tinggi bedengan untuk memperbaiki drainase dan mencegah terjadinya genangan air serta mengatur tingkat kepadatan tanaman untuk memberikan ruang tumbuh bagi tanaman bit merah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara tinggi bedengan dan tingkat kepadatan tanaman terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta mempelajari hubungan lingkungan mikro dengan pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan antara tinggi bedengan dan kepadatan tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, uji BNJ taraf 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi prelakuan antara tinggi bedengan 50 cm dan kepadatan 91 tanaman berpengaruh terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta terdapat korelasi antara variabel lingkungan mikro dengan variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah.
Pengaruh Jenis Klon dan Pemberian Konsentrasi Rootone F. terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Murni Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Sibarani, Roysteven R.; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman kopi merupakan komoditas yang berperan penting dalam perkembangan perdagangan (ekonomi) di Indonesia sehingga termasuk komoditas favorit untuk dibudidayakan. Kopi berada pada urutan keempat setelah kelapa sawit, karet dan kayu sebagai salah satu penyumbang yang unggul dalam meningkatkan pendapatan negara yang signifikan melalui kegiatan ekspor biji kopi ke negara-negara lain. Dengan demikian perlu dilakukan pengembangan melalui kegiatan penelitian mengenai pembibitan stek tanaman kopi robusta. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi perlakuan jenis klon kopi dan konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh yang terbaik pada pembibitan kopi robusta metode stek murni. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu tanah, pupuk kandang kambing, Rootone F dan air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor antara lain faktor pertama adalah klon BP 308, BP 358 dan BGN 352. faktor kedua konsentrasi Rootone F. 0%, 3%, 6%, dan 9%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2024 di kebun pembibitan PT. Perkebunan Nusantara XII Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jenis klon kopi dengan konsentrasi Rootone F. pada seluruh variabel pengamatan. Perbedaan jenis klon tidak membutuhkan konsentrasi Rootone F. yang berbeda. Kemudian konsentrasi Rootone F. 6% menghasilkan berat segar akar lebih tinggi daripada tanpa Rootone F. (kontrol) dan konsentrasi Rootone F. 9%.
Pengaruh Pemecahan Dormansi Secara Mekanis dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Trengguli (Cassia fistula L.) Cahyati, Kiki Anggun; Medha Baskara
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Trengguli dapat ditanam secara generatif menggunakan benih. Salah satu faktor yang menyebabkan trengguli memiliki tingkat produksi yang rendah ialah benih trengguli mengalami dormansi sehingga perkecambahan dapat terhambat. Perkecambahan benih yang sulit pada bibit trengguli ini dapat diatasi dengan mematahkan dormansinya. Salah satu cara pematahan atau pemecahan dormansi adalah secara mekanis. Untuk mendukung pertumbuhan benih, juga diperlukan penggunaan media tanam yang tepat.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kombinasi perlakuan terbaik pemecahan dormansi secara mekanis dan penggunaan media tanam pada benih trengguli (Cassia fistula L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2024. Kegiatan penelitian dilakukan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali, kombinasi perlakuan sebagai berikut : M1 (tanah 100% + pengamplasan), M2 (tanah 100% + pemotongan dengan gunting kuku), M3 (tanah 100% + perendaman air panas), M4 (tanah :  cocopeat + pengamplasan), M5 (tanah:cocopeat = 1:1+ pemotongan dengan gunting kuku), M6 (tanah : cocopeat = 1:1+ perendaman air panas), M7 (tanah : sekam = 1:1+ pengamplasan), M8 (tanah : sekam = 1:1+ pemotongan dengan gunting kuku), M9 (tanah:sekam = 1:1+perendaman air panas). Setiap perlakuan terdapat 10 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 270 polybag tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan media tanah 100%+ pengamplasan,  100%+ gunting kuku, tanah:cocopeat+ pengamplasan dan media tanah:cocopeat + gunting kuku, tanah:sekam+ pengamplasan, tanah:sekam+gunting kuku memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas NK6172 Perkasa terhadap Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik Sukanti, Asri; Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) adalah salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan dan tergolong ke dalam tanaman semusim serta memliki banyak dimanfaatkan seperti bahan pangan, pakan, dan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk petroganik premium dengan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada November 2023-Februari 2024 di Desa Ampeldento, Karangploso, Malang. Uji dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (Tanpa pupuk), PS (Petroganik premium 750 kg ha-1 + NPK 300 kg ha-1 + urea 300 kg ha-1), P1 (NPK 300 kg ha-1 +urea 300 kg ha-1), P2 (Petroganik premium 500 kg ha-1 + NPK 300 kg ha-1 + urea 300 kg ha-1), P3 (Petroganik premium 1000 kg ha-1 + NPK 300 kg ha-1 + urea 300 kg ha-1), P4 (Petroganik premium 500 kg ha-1 + NPK 225 kg ha-1 + urea 225 kg ha-1), P5 (Petroganik premium 750 kg ha-1 + NPK 225 kg ha-1 + urea 225 kg ha-1), P6 (Petroganik premium 1000 kg ha-1 + NPK 225 kg ha-1 + urea 225 kg ha-1), P7 (Petroganik premium 1000 kg ha-1 + NPK 150 kg ha-1 + urea 150 kg ha-1), P8 (Petroganik premium 1000 kg ha-1). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot pipilan kering per tanaman, bobot 1000 biji, dan hasil panen pipilan kering per hektar. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pupuk petroganik premium 500 kg.ha-1 + NPK 225 kg.ha-1 + urea 225 kg.ha-1 memberikan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Pupuk petroganik premium dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam memenuhi kebutuhan hara tanaman.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue