cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH MODEL PENANAMAN DAN APLIKASI PUPUK P DAN K PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) Priyambudi, Erwin; Sitawati, Sitawati; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/460

Abstract

Lahan pertanian produktif di Kota Malang, Jawa Timur terus mengalami penyusutan sekitar 70 sampai 80 ha per karena tergerus kawasan industri dan perumahan. Pekarangan rumah menjadi alternatif untuk bercocok tanam seiring dengan terbatasnya lahan pertanian. Vertikultur menjadi solusi untuk bercocok tanam di pekarangan yang sempit. Salah satu contoh tanaman yang dapat dibudidayakan dengan vertikutur ialah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model penanaman, aplikasi pupuk P dan K  dan interaksinya pada pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandan Rejo, Kota Batu pada bulan April-Juni 2015, dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan model penanaman sebagai petak utama dan aplikasi pupuk pada petak anakan. Bahan yang digunakan ialah polybag, tanah humus, bibit stroberi asal stolon (varietas California), pupuk Urea, pupuk SP-36, pupuk KCl dan model vertikultur dari karpet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara model penanaman dengan aplikasi pupuk P dan K, sedangkan aplikasi pupuk P dan K yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan seperti panjang tanaman, jumlah daun, luas daun hst, jumlah bunga dan juga komponen hasil seperti bobot per buah, bobot buah per tanaman, diameter buah dan kadar gula buah; Model penanaman horizontal dan vertikultur berpengaruh sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi; Pemberian dosis 100% P dan K memberikan hasil terbaik pada parameter kadar gula dan diameter buah, sedangkan dosis 75% P dan K memberikan hasil terbaik pada bobot buah per tanaman dan bobot per buah.
APLIKASI NPK MAJEMUK DAN KOMPOS BLOTONG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Solanum lycopersicum) DITANAM DIANTARA KUBIS (Brassica oleraceae) Nisaa, Brilliantin; Sudiarso, Sudiarso; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/461

Abstract

Pola tanam tumpangsari memiliki permasalahan yaitu terjadinya persaingan antar tanaman. Persaingan yang sering terjadi adalah persaingan cahaya dan unsur hara. Pemberian pupuk organik pada tanah diharapkan mampu menurunkan penggunaan pupuk anorganik. Pupuk anorganik NPK Majemuk memiliki keunggulan lebih efisien dalam hal pengaplikasian dan kandungan unsur hara yang dapat memenuhi kebutuhan tanaman tomat dan kubis. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi pemupukan NPK Majemuk dan kompos blotong untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada tumpangsari tomat dan kubis. Penelitian dilaksanakan di lahan milik warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian tempat pada lokasi penelitian 1,050 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yang terdiri dari pemberian kompos blotong dan NPK Majemuk (15-15-15). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pupuk NPK dan kompos blotong yang mampu meningkatkan tinggi tanaman dan luas daun tanaman tomat. Masing-masing perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda pada komponen hasil antara tanaman tomat dan kubis. Pada tanaman tomat pupuk kompos blotong mampu meningkatkan waktu berbunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per hektar. Pada tanaman kubis pupuk NPK dan kompos blotong masing-masing meningkatkan bobot krop tanaman, semakin tinggi dosis pupuk maka hasil panen semakin meningkat. Hasil analisis ekonomi pada setiap kombinasi perlakuan menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NPK dan kompos blotong dapat diterapkan pada usahatani dalam sistem tumpangsari tomat-kubis dengan R/C rasio 1,54.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT BUD CHIP BATANG BAWAH TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) MELALUI PERBEDAAN WAKTU HOT WATER TREATMENT (HWT) DAN PEMBERIAN GIBERELIN Afifuddin, Agustia; Soelistyono, Roedy; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/462

Abstract

Gula ialah bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun industri. Produksi tanaman tebu belum bisa dicapai secara maksimal, karena masih rendahnya produktivitas pada budidaya tebu. Bud Chip adalah teknologi percepatan pembenihan tebu dengan satu mata tunas yang diperoleh dengan menggunakan alat mesin bor dengan mengadopsi teknologi pembenihan tebu ini dari Kolumbia, dengan menggunakan bud chip diharapkan akan tumbuh banyak anakan dengan pertumbuhan yang seragam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai Juni 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Ngijo, Karangploso, Malang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah : perbedaan waktu HWT, adalah H1: Hot Water Treatment 15 menit, H2: Hot Water Treatment 30 menit, H3: Hot Water Treatment 45 menit. Faktor kedua adalah pemberian giberelin adalah : G1 : giberelin 0,5 ml l-1, G2 : giberelin 1 ml l-1, G3 : giberelin 1,5 ml l-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan perbedaan waktu Hot Water Treatment (HWT) yang digunakan dengan berbagai taraf pemberian giberelin pada bibit bud chip batang bawah tanaman tebu varietas. Interaksi terbaik terjadi pada HWT 45 menit dan giberelin 1,5 ml l-1.
KAJIAN PENGGUNAAN BEBERAPA MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNGA KOL(Brassica Oleraceea L.) PADA JARAK TANAM YANG BERBEDA Annas Setya, Ahsanul Falah; Nugroho, Agung; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/463

Abstract

Bunga kol (Brassica oleraceea L.) merupakan sayuran yang mempunyai nilai komersial dan prospek yang cukup baik. Akan tetapi tanaman bunga kol masih memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan hasil dan kualitas. Rendahnya produktivitas di Indonesia dikarenakan oleh, luasan panen yang fluktuatif dan penggunaan pupuk anorganik jangka panjang tanpa diimbangi pupuk organik. Maka dari itu penelitian ini bertujuan ingin mempelajari pengaruh pemberian berbagai macam pupuk kandang dan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol (Brassica oleraceea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada bulan Mei - Agustus 2015. Menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yaitu jarak tanam (J) dan pupuk kandang (P) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah: Jarak Tanam, J1 : 40 cm X 40 cm dan J2 : 30 cm X 30 cm. Faktor kedua adalah : macam pupuk kandang, P0: Tanpa pupuk kandang, P1: Pupuk Kandang Sapi, P2 : Pupuk Kandang Kambing dan P3 : Pupuk Kandang Ayam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan jarak tanam dan macam pupuk kandang pada luas daun berumur 10 HST saja. Hasil terbaik terdapat pada pupuk kandang ayam.
PENGARUH DOSIS KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS BUNCIS TIPE TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Sinaga, Ayu Sartika; Guritno, Bambang; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/464

Abstract

Peningkatan produksi buncis dapat dilakukan dengan adanya pengembangan buncis di daerah dataran rendah, seperti Jatikerto. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengembangan buncis di daerah dataran rendah, seperti Jatikerto yaitu varietas buncis dan kesuburan tanah yang rendah. Upaya penanganan kendala varietas buncis di daerah dataran rendah dapat dilakukan dengan pemilihan varietas buncis tipe tegak yang cocok dengan lokasi penanaman, terutama di Jatikerto. Sedangkan, upaya penanganan kendala kesuburan tanah yang rendah di daerah dataran rendah adalah pemupukan terutama dengan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tipe tegak, serta mengetahui interaksi antara varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tipe tegak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan percobaan faktorial 3 x 3 yang disusun ke dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juli 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, kabupaten Malang. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tidak terdapat interaksi yang nyata antara varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga pada semua parameter yang diamati baik parameter pertumbuhan, hasil, dan analisis pertumbuhan tanaman. Perlakuan dosis kompos sampah rumah tangga juga tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan, perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Dari ketiga varietas, varietas lokal Karangploso dan varietas Balitsa-1 ialah varietas terbaik untuk dikembangkan di daerah dataran rendah.
PENAMPILAN SIFAT KETAHANAN PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) DAN PRODUKTIVITAS TINGGI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA 24 FAMILI F5 Sholeh, Aziz; Yulianah, Izmi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/465

Abstract

Rendahnya produktivitas cabai disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai ialah penyakit layu bakteri. Program pemuliaan tanaman ialah salah satu upaya untuk mendapatkan tanaman yang tahan terhadap serangan layu bakteri dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap serangan layu bakteri (Ralstonia solanacearum) dan produktivitas tinggi pada 24 famili F5 yang berdaya hasil tinggi. Percobaan menggunakan metode single plot yang terdiri dari 24 famili F5 cabai merah. Setiap famili ditanam sebanyak 60 tanaman dan 20 tanaman pada tetua. Alat  dan bahan yang digunakan penelitian ialah rak tray, plastik semai, gembor, cangkul, meteran, alat pelubang mulsa, ajir bambu, tali rafia, timbangan analitik, papan penelitian, bambu, kamera, ose, petridish, pinset, bunsen, erlenmeyer, backer glass, botol media, glass L, auotoclave, LAFC, spektrofotometer, tabung reaksi, pipet, alat tulis, cocopeat, pupuk kompos, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl, pepton, casein, glukosa, aquades, agar, TZC, dan 24 famili cabai merah generasi F5. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada bulan Februari hingga Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 24 famili cabai merah, terdapat 22 famili terseleksi berdasarkan ketahanan penyakit layu bakteri. Berdasarkan respon ketahanan penyakit layu bakteri dan produktivitas tanaman, didapatkan 5 famili yang terpilih yaitu famili A3 8 14, A4 92 12, B2 46 6, B5 27 20 dan B6 42 13.
PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN 3 VARIETAS ANGGUR (Vitis vinifera L.) HASIL STEK CABANG Wahyuningtyas, Betha; Sitawati, Sitawati; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/466

Abstract

Anggur di Probolinggo tetap unggul dipertahankan dengan menanam jenis anggur yang tahan terhadap iklim tetapi, terkendala oleh persediaan bibit. Air kelapa memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini ber-tujuan untuk mempelajari jenis zat pengatur tumbuh alami dan zat pengatur tumbuh sintesis yang memberikan respon terbaik terhadap keberhasilan dalam perbanyakan stek 3 varietas anggur. Penelitian dilaksana-kan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Penelitian meng-gunakan rancangan acak kelompok ( RAK). Pengamatan tanaman meliputi persentase keberhasilan tumbuh (%), saat muncul tunas (hst), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah akar, panjang akar (cm), bobot kering total akar (g), dan bobot kering total tunas per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan zat pengatur tumbuh alami air kelapa konsentrasi 20%, mampu menghasilkan keberhasilan tumbuh 26% varietas Alphonso Lavalle, 33% varietas Belgie, dan 8% varietas Jestro Ag45 dalam perbanyak-an 3 varietas anggur dibanding penggunaan air kelapa konsentrasi 10% dan Rootone-F. Aplikasi air kelapa konsentrasi 20% mampu meningkatkan panjang tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar, bobot kering akar per tanaman, bobot kering tunas per tanaman dibanding penggunaan air kelapa konsentrasi 10% dan Rootone-F pada 3 varietas anggur.
VARIASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN UWI (Dioscorea alata L.) DI KABUPATEN TUBAN DAN MALANG Kinasih, Nimas Ayu; Saptadi, Darmawan; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/467

Abstract

Uwi (Dioscorea alata L.) merupakan salah satu umbi-umbian minor sumber karbohidrat yang berpotensi sebagai alternatif pangan non-beras di masa datang. Saat ini uwi hampir dilupakan dan jarang ditemukan di Indonesia. Keragaman tanaman akan berkurang jika tanaman tersebut dibiarkan hilang, padahal uwi memiliki karakter morfologi yang sangat bervariasi. Berdasarkan hasil studi literatur dan survei pendahuluan menunjukkan masih ada tanaman uwi di Kabupaten Tuban dan Malang yang belum terkarakterisasi secara pasti. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pengumpulan plasma nutfah melalui kegiatan eksplorasi dan karakterisasi morfologi uwi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan hubungan kekerabatan tanaman uwi di Kabupaten Tuban dan Malang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tuban dan Malang pada bulan Februari-Juni 2015. Pengamatan dilakukan pada seluruh aksesi uwi yang ditemukan di Kabupaten Tuban dan Malang dengan metode survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 71 aksesi yang terdiri dari 12 varian uwi (Uwi Legi, Uwi Putih, Uwi Sego, Uwi Jaran, Uwi Ketan, Uwi Ireng, Uwi Bangkulit, Uwi Ulo, Uwi Tambi, Uwi Selat, Uwi Klelet, dan Uwi Randu). Terdapat variasi karakter morfologi tanaman uwi antara lain warna sayap dan rigid, warna tangkai daun, bentuk daun, bentuk bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, warna kulit dalam umbi, dan warna daging umbi. Berdasarkan dendogram, ke-12 varian uwi terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok Uwi Selat dan kelompok uwi lain. Semua aksesi memiliki jarak kekerabatan dengan koefisien 58-96%.
IDENTIFIKASI WARNA KULIT BUAH 14 AKSESI F1 JERUK (Citrus sp) TERSELEKSI DENGAN MARKA MOLEKULER Wati, Devita Aprilia; Martasari, Chaireni; Kendarini, Niken; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/468

Abstract

Jeruk siam banyak diminati oleh konsumen domestik karena rasanya yang manis, namun belum dapat diperuntukkan sebagai komoditas ekspor karena penampilan kulit buah kurang menarik. Balitjestro telah berhasil melakukan persilangan tanaman jeruk secara konvensional dan terseleksi secara morfologi sebanyak 6 aksesi warna kulit buah kuning. Warna kulit buah jeruk dipengaruhi enzim karotenoid. Seleksi berdasarkan morfologi masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga diperlukan identifikasi karakter secara genetik. Salah satu teknologi pemuliaan yang dapat diterapkan adalah dengan seleksi marka molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi warna kulit buah orange pada 6 aksesi tanaman F1 jeruk berdasarkan marka molekuler. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. Bahan yang digunakan adalah 6 aksesi Jeruk Siam  hasil persilangan (B1, B2, B3, D1, D2, E1) dan tetua yaitu Siam Madu, Keprok Satsuma, Siam Mamuju, Siam Pontianak dan Soe serta menggunakan 6 primer yaitu PSY2, PDS, LCYB Cit, LCYE Cit, CHYB Cit dan ZEP. Hasil identifikasi menunjukkan hanya aksesi E1 yang memiliki seluruh gen penyandi enzim karotenoid sedangkan 5 aksesi F1 (B1, B2, B3, D1, dan D2) hanya sebagian.
EFIKASI HERBISIDA AMETRIN DAN PARAQUAT DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS PERTIWI 3 Alhuda, Suredi; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.401 KB) | DOI: 10.21776/469

Abstract

Jagung adalah produk pertanian Internasional. Di Indonesia jagung adalah bahan pangan kedua setelah padi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktifitas tanaman jagung adalah gulma. Salah satu alternatif dalam mengendalikan gulma yaitu dengan menggunakan herbisida. Efektifitas pemberian herbisida antara lain ditentukan oleh dosis herbisida. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari dan mengetahui dosis herbisida paraquat dan ametrin yang efektif untuk mengendalikan gulma pada areal tanaman jagung varietas Pertiwi 3, mengetahui pengaruh aplikasi herbisida paraquat dan ametrin terhadap pertumbuhan tanaman jagung varietas Pertiwi 3 dan mengetahui pergeseran gulma akibat pengaruh herbisida paraquat dan ametrin.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu pada bulan April sampai Agustus 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 24 spesies gulma. Dosis yang efektif dan efisien untuk mengendalikan gulma pada tanaman jagung adalah kombinasi herbisida ametrin dan paraquat dengan dosis paraquat 1 kg ha-1 + ametrin 1 kg ha-1 aplikasi 21 HST (P7). Penggunaan herbisida paraquat dan ametrin mengakibatkan terjadinya pergeseran gulma pada tanaman jagung. Analisis ekonomi pengendalian gulma menunjukkan nilai R/C ratio pada masing-masing perlakuan adalah P1 = 1,81, P2 = 1,79, P3 = 1,89, P4 = 1,95, P5 = 1,94, P6 = 1,98 dan P7 = 1,99.

Page 40 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue