cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH UMUR PERSEMAIAN DAN PUPUK KANDANG KAMBING PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Savitri, Nadia Ulfa; Fajriani, Sisca; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/440

Abstract

Usaha meningkatkan hasil tanaman mentimun selain dengan umur persemaian yang tepat ialah mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Perlu pemanfataan sumber pupuk nitrogen yang ramah lingkungan seperti menggunakan pupuk kandang kambing. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perbedaan umur persemaian dan dosis pupuk kandang kambing pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 bertempat di Kebun Percobaan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Karangploso, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Dosis pupuk kandang kambing (M) ditempatkan pada petak utama terdiri dari 2 taraf 9,6 ton ha-1 dan 19,2 ton ha-1.  sedangkan umur persemaian (P) ditempatkan pada anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10 dan 15 hari setelah semai (hss). Hasil penelelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun menunjukkan tidak ada interaksi nyata antara dosis pupuk kandang kambing dan umur persemaian. Dosis pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata namun perlakuan umur persemaian berpengaruh nyata variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan jumlah bunga. Sedangkan pada komponen hasil meliputi bobot total tanaman, jumlah buah per tanaman dan panen per hektar. Pada tanaman dengan umur persemaian 5 hss total hasil panen yang dihasilkan nyata lebih berat 21.29 ton ha-1 (45,72%) bila dibandingkan dengan total hasil panen yang dihasilkan oleh tanaman tanpa persemaian namun tidak berbeda nyata dengan hasil panen yang dihasilkan oleh tanaman dengan umur persemaian 15 hss dan 10 hss.
PENAMPILAN 8 GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA CEKAMAN SALINITAS Isnasa, Irsanty Nadya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/441

Abstract

Lahan salin adalah lahan dengan kandungan garam tinggi (>4 mS cm-1) yang terlarut dalam air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanaman tomat memiliki sifat moderat sensitif terhadap cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 8 genotip tanaman tomat terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Rumah Plastik Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor pertama adalah 8 genotip tanaman tomat, yaitu G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, sedangkan faktor kedua adalah pemberian air garam dengan konsentrasi 0 ppm, 4.000 ppm dan 8.000 ppm. Setiap perlakuan dibuat dalam 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter kuantitatif dan daya hantar listrik pada media tanam. Parameter kuantitatif meliputi: tinggi tanaman, kadar klorofil daun, berat kering akar, umur berbunga, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, fruit set, bobot buah per tanaman, bobot per buah, diameter buah, kekerasan buah, ketebalan daging buah, panjang buah. Interaksi antara genotip dan salinitas memberikan pengaruh yang nyata pada berat kering akar dan panjang buah, cekaman salinitas yang diberikan cenderung menurunkan parameter yang diamati kecuali pada kandungan klorofil daun dan kekerasan buah.
RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) TERHADAP APLIKASI PUPUK YANG BERBEDA Afifi, Listia Nur; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/442

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan tomat dalam negeri yaitu dengan adanya pengaplikasian pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tomat selama fase vegetatif maupun generatif. Pupuk NPK, ZA, KNO3 dan Urea merupakan pupuk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tomat selama fase vegetatif dan generatif. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis NPK (15-15-15) yang optimum dan sumber pupuk yang berbeda untuk tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Februari sampai Juni 2015. Penelitian ini merupakan percobaan sederhana menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah P0: 1000 kg ha-1 NPK (15-15-15), P1: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P2: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P3: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (KNO3), P4: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P5: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P6: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (ZA), P7: 800 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P8: 600 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea), P9: 400 kg ha-1 NPK (15-15-15) + 60 kg N ha-1 (Urea). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk yang berbeda tidak  berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan disetiap perlakuan  dikarenakan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ayam 20 ton ha-1 telah memberikan hasil yang optimal.
PEMBERIAN PUPUK URIN KELINCI (Leporidae) DAN KNO3 PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) Simorangkir, Christina Anzelia; Supriyanto, Arry; Murdiono, Wisnu Eko; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/443

Abstract

Salah satu yang mengakibatkan hasil produksi rendah adalah kurang tersedia unsur hara N bagi tanaman stroberi. Untuk menambah ketersediaan N tanaman stroberi, maka perlu ditambahkan unsur N. N organik pada urin kelinci memiliki  N dan mukosa yang tinggi dibanding dengan hewan lain dapat mengikat unsur hara tersedia. Oleh karena itu N organik tidak langsung tersedia bagi tanaman, maka perlu ditambah pupuk N anorganik yaitu pupuk KNO3, dimana KNO3 memiliki N anorganik yang tersedia dalam bentuk NO3- dan K yang lebih cepat tersedia dalam bentuk K2O. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial  (RAKF) yang terdiri dari 12 perlakuan, dan diulang 3 kali sehingga jumlah tanaman diperoleh 432 tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sumber Brantas, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika  Kota Batu. Ketinggian tempat penelitian 1350-1400 meter di atas permukaaan laut. Penelitian dimulai dari bulan Februari 2015 - Mei 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urin kelinci dan KNO3 memberikan respon pertumbuhan dan hasil yang terhadap jumlah daun, total bunga, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, kadar gula buah, dan hasil buah.
PENGARUH JENIS DAN KETEBALAN MULSA DALAM MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN AIR TANAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) DI LAHAN KERING Lubis, Perry Ansyari; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.373 KB) | DOI: 10.21776/444

Abstract

Lahan kering ialah lahan yang tidak di-genangi air dari sebagian besar waktu dalam setahun. Soil Survey Staffs (1990), lahan kering memiliki permasalahan ter-hadap ketersediaan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan ketebalan mulsa organik dalam mem-pertahankan kandungan air tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Januari 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto, kabupaten Malang. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, termometer, soil moisture tester, cangkul, penggaris, tali rafia, oven, Leaf Area Meter (LAM), kamera. Bahan yang digunakan ialah benih kedelai varietas Wilis, pupuk Urea (46% N), KCL (50% K2O), SP-36 (36% P205), jerami padi, sekam, mulsa plastik hitam, mulsa plastik perak, mulsa plastik bening. Penelitian menggunakan RAK dengan perlakuan kombinasi jenis dan ketebalan mulsa yang terdiri dari 10 taraf, macam perlakuan adalah : P0 = tanpa mulsa (kontrol), P1 = jerami 4 cm, P2 = jerami 6 cm, P3 = jerami 8 cm, P4 = sekam 4 cm, P5 = sekam 6 cm, P6 = sekam 8 cm, P7 = mulsa bening, P8 = mulsa perak dan P9 = mulsa hitam. Perlakuan mulsa memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap jenis maupun tingkat ketebalan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Mulsa sekam dengan ketebalan 8 cm mampu meningkatkan kadar air tanah sebesar 16,46% dan hasil tanaman kedelai pada bobot 100 biji sebesar 10,25% maupun bobot kering tanaman sebesar 9,04% jika dibandingkan dengan pelakuan tanpa mulsa.
PENGARUH PUPUK UREA, SP-36, KCl, DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Bancin, John Pradana; Sumarni, Titin; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/445

Abstract

Permintaan ubi jalar di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan dari sektor industri yang memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan baku utama. Potensi hasil tanaman ubi jalar di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 30,57 ton/ha sedangkan rata-rata hasil ubi jalar hanya mencapai 23,37 ton/ha. Produksi ubi jalar ini belum optimal disebabkan karena ditanam di lahan tegal dimana bahan organik tanah rendah sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tawangsari Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang terdiri dari delapan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan ubi jalar terlihat berbeda nyata pada panjang sulur (60 HST), jumlah daun (60, 74, dan 88 HST), dan luas daun (60, 74, dan 88 HST). Sementara hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dan pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan hasil panen (ton/ha). Namun hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap hasil ubi jalar terlihat berbeda nyata pada bobot umbi ekonomis diikuti dengan hasil panen ekonomis. Oleh karena itu pemberian pupuk kandang ayam sebagai pupuk organik dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan dapat meningkatkan bobot ekonomis ubi jalar.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) DI KABUPATEN MALANG Prasetyo, Sigit Budi; Aini, Nurul; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/446

Abstract

Perubahan iklim memiliki dampak negatif, salah satu dampak negatifnya adalah dapat menurunkan produktivitas tanaman, khususnya tanaman kopi robusta (Coffea robusta). Tujuan penelitian ini ialah mempelajari hubungan perubahan iklim dengan produktivitas kopi robusta di Kabupaten Malang dan mempelajari hubungan unsur iklim yang paling menentukan produktivitas kopi robusta di Kabupaten Malang. Penelitian telah dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2015. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil wawancara 40 petani kopi dan pengamatan tanaman kopi robusta di lapang. Sedangkan data sekunder yaitu data iklim 10 tahun terakhir Kabupaten Malang yang meliputi suhu, curah hujan dan kelembaban. Analisis data yang digunakan adalah korelasi dan regresi linier. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Malang di kecamatan terpilih (Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Sumbermanjing) sebagai sentra produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan unsur iklim yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kopi robusta di Kabupaten Malang adalah suhu. Selain itu produktivitas kopi robusta dipengaruhi oleh pertumbuhan dan teknik budidaya kopi robusta.
HUBUNGAN KEKERABATAN PLASMA NUTFAH BAMBU KOLEKSI KEBUN RAYA PURWODADI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Fitriana, Riza Anissatul; Yulistyarini, Titut; Soegianto, Andy; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.901 KB) | DOI: 10.21776/447

Abstract

Bambu merupakan tumbuhan yang memiliki banyak kegunaan. Banyaknya spesies bambu di dunia merupakan sumber plasma nutfah yang perlu dipelajari dan dilestarikan. Karakterisasi tanaman bambu berperan dalam kegiatan konservasi plasma nutfah serta pemanfaatannya bagi masyarakat. Analisis hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi melalui kegiatan karakterisasi plasma nutfah bambu perlu dilakukan untuk mengetahui pengelompokan aksesi bambu menurut kerabat dekatnya baik sebagai data informasi, informasi umum kepada masyarakat maupun sebagai kegiatan awal untuk pemuliaan bambu selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi serta mengevaluasi ada atau tidaknya duplikasi spesies pada koleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2015 di area koleksi bambu UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode pengamatan langsung yang dilakukan dengan mengkarakterisasi semua jenis bambu berdasarkan lembar pengamatan yang telah dibuat. Data kualitatif hasil karakterisasi dianalisis klaster menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendrogram hubungan kekerabatan yang dilengkapi dengan koefisien kemiripan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat duplikasi spesies pada plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi vegetatif. Hubungan kekerabatan 32 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif memiliki rentang koefisien kemiripan 0,65-1,00 dan membentuk 2 klaster besar yaitu klaster A dan klaster B. Hubungan kekerabatan 6 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif dan generatif memiliki koefisien kemiripan dengan rentang antara 0,66-0,93. Karakter-karakter pada percabangan, buluh dan pelepah buluh adalah karakter utama yang mempengaruhi hubungan kekerabatan bambu.
OBSERVASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa spp.) DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI Nedha, Nedha; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/448

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah yang mempunyai keragaman plasma nutfah pisang di Jawa Timur. Salah satu daerah yang merupakan sentra produksi pisang di Kabupaten Kediri adalah Kecamatan Ngancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman pisang di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri berdasarkan karakteristik morfologinya. Penelitian dilaksanakan  pada bulan April sampai bulan Juli 2015 di 10 desa di Kecamatan yang terdiri dari desa  Bedali, Kunjang, Jagul, Pandantoyo, Margourip, Ngancar, Manggis, Babadan, Sempu dan Sugihwaras. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani pisang. Berdasarkan hasil observasi dan karakterisasi ditemukan 26 genotip tanaman pisang yaitu pisang kepok super, kepok urang, kepok gajih, raja nangka, raja brentel, raja temen, ambon, marlin, mas, susu, klutuk, morosebo, byar, pulud, bawen, kitiran, glintung, sri, kidang, jaran, ijo madura, ijo sembot, ijo lumut, masan, cavendish dan taiwan. Berdasarkan dendogram   diketahui bahwa 26 genotip yang diamati terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I terdiri dari 23 genotip pisang. Kelompok II terdiri dari pisang masan. Kelompok III terdiri dari pisang klutuk, sedangkan kelompok IV terdiri dari pisang sri. Genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terjauh adalah pisang kepok super dan morosebo dengan tingkat kemiripan sebesar 13%, sedangkan genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terdekat adalah pisang ijo sembot dan ijo madura dengan tingkat kemiripan sebesar 97,6%.
PENGARUH PEMBERIAN SUNGKUP DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) Pradesta, Adisti Zahrotul; Koesriharti, Koesriharti; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/449

Abstract

Permintaan untuk minyak nilam akan terus meningkat seiring dengan  semakin ber- kembangnya industri parfum, kosmetika, makanan dan minuman. Oleh karena itu tanaman nilam memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, antara lain dengan perbaikan teknik pembibitan. Yaitu dengan pemilihan media tanam, dan perlakuan lain seperti pemberian sungkup dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian sungkup dan komposisi media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan setek tanaman nilam. Penelitian dlaksanakan pada bulan Maret hingga bulan Juni 2015 di Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah  Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama pemberian    sungkup    yang    terdiri   dari P1 = tanpa sungkup, P2 = sungkup plastik tidak berwarna, P3 = sungkup plastik warna merah. Anak petak berupa komposisi media tanam   yang    terdiri    dari   perbandingan tanah : pasir : pupuk kandang 2:1:1 (M1), 1:2:1 (M2), 1:1:2 (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media dengan komposisi tanah : pasir : pupuk kandang 1:1:2 (M3) pada perlakuan tanpa sungkup dan sungkup plastik tidak berwarna mampu meningkatkan bobot segar akar per tanaman, sedangkan perlakuan sungkup plastik warna merah menghasilkan bobot segar akar per tanaman yang tidak berbeda meski pada komposisi media tanam yang berbeda-beda. Penggunaan sungkup plastik mampu meningkatkan persentase setek hidup, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan bobot segar per tanaman. Sedangkan penggunaan media dengan komposisi tanah : pasir : pupuk kandang 1:1:2 (M3) mampu meningkatkan bobot segar total, bobot kering terna, bobot kering akar dan bobot kering total per tanaman.

Page 38 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue