cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
KOMPOSISI PENGGUNAAN KOMPOS LIMBAH PENYULINGAN NILAM (LPN) DAN PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max (L) Merr) VAR. WILIS Elizabeth, Murnita; Sudiarso, Sudiarso; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.701 KB) | DOI: 10.21776/64

Abstract

Meningkatkan penggunaan pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik, diharapkan akan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai (Glycine max (L) Merr). Salah satunya adalah penggunaan kompos Limbah Penyulingan Nilam (LPN) yang dihasilkan dari proses penyulingan tanaman nilam (Pogestemon cablin Benth) kering. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui komposisi pupuk urea dan pupuk kompos LPN yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2012 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan pertumbuhan dan panen,  kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos LPN dapat menggantikan peran pupuk urea baik secara sebagian maupun secara keseluruhan dan secara analisis statistik tidak terjadi perbedaan yang nyata antar perlakuan pada p = 0,05. Kandungan hara N pada pupuk kompos LPN dapat digunakan sebagai salah satu sumber penyedia hara yang ramah lingkungan dan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah. Kata kunci : Glycine max (L) Merr, kedelai, nilam, urea, limbah nilam
APLIKASI KOLKHISIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BENIH SAWI (Brassica rapa) Saputra, Edy Hendra; Soetopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.494 KB) | DOI: 10.21776/65

Abstract

Kolkhisin merupakan suatu senyawa yang dapat mempengaruhi penggandaan kromosom pada proses pembelahan sel. Pemberian kolkhisin pada tanaman sawi diharapkan dapat merubah morfologi tanaman sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan maupun produksi benih yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi kolkhisin dan lama perendaman terhadap pertumbuhan dan produksi benih sawi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai Januari 2013 di Desa Karangploso, Kabupaten Malang, Universitas Brawijaya, menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 8 perlakuan kombinasi dan 5 kali ulangan.Faktor  1 ialah konsentrasi kolkhisin: 0,01% (S1) dan 0,02% (S2). Faktor 2 ialah lama perendaman: 2 jam (W1), 4 jam (W2), 6 jam (W3), dan 8 jam (W4). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kolkhisin konsentrasi 0,01% dan 0,02% dengan lama perendaman 2,4,6 dan 8 jam memberikan pengaruh yang berbeda terhadap jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, dan umur berbunga pada tanaman sawi.Kata kunci: kolkhisin, konsentrasi, lama perendaman, sawi
APLIKASI AGENS HAYATI DAN BAHAN NABATI SEBAGAI PENGENDALIAN LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) PADA BUDIDAYA TANAMAN TOMAT Maharina, Khoirun Enisa; Aini, Luqman Qurata; Wardiyati, Tatiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.52 KB) | DOI: 10.21776/66

Abstract

Buah tomat merupakan salah satu produk hortikultura yang dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga. Berdasarkan hasil laporan BPS (2013), terjadi penurunan produksi buah tomat pada tahun 2012 sebesar 6,96 %. Kegiatan pengendalian terpadu (PHT) menggunakan agens hayati dan pestisida nabati dapat menjadi suatu upaya meningkatkan produksi khususnya di dataran menengah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi agens hayati dan bahan nabati sebagai pestisida alternatif dalam menekan populasi bakteri Ralstonia solanacearum, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat di dataran menengah, serta untuk mengetahui pengaruh interval aplikasi pestisida terhadap perkembangan populasi Ralstonia solanacearum di dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pestisida alternatif dan interval aplikasi berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, persentase tanaman sakit, dan populasi Ralstonia solanacearum di dalam tanah. Aplikasi agens hayati berpotensi menekan serangan penyakit layu bakteri dan populasi Ralstonia solanacearum. Agens hayati juga dapat meningkatkan produksi buah tomat. Pestisida nabati ekstrak daun sirih dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dalam hal tinggi tanaman dan jumlah daun. Kata kunci: Tomat, Layu bakteri, Agen hayati, Daun sirih, Kubis
UJI DAYA HASIL TUJUH KLON TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) Aulia, Ana Lutfi; Nawawi, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.311 KB) | DOI: 10.21776/67

Abstract

Uji daya hasil adalah salah satu tahapan dalam kegiatan perakitan varietas baru yakni melalui evaluasi keberadaan gen-gen yang dikehendaki pada suatu genotip. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai potensi daya hasil dari tujuh klon tanaman kentang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalitejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada bulan Agustus 2012 hingga Januari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari tujuh perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Bahan yang diuji adalah tujuh klon tanaman kentang terdiri dari empat varietas yang diuji dan tiga varietas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh klon yang diuji terdapat klon yang memiliki potensi daya hasil tinggi yaitu UB, ST (Superjhon-transgenik) dan SK (Superjhon-kontrol). Kata kunci: kentang, klon, pengujian, daya hasil.
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA KROP (Lactuca sativa L.) Yuliarta, Brilliant; Santoso, Mudji; Heddy, YB. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.199 KB) | DOI: 10.21776/68

Abstract

Selada krop merupakan komoditas sayuran yang memiliki prospek ekonomi yang cukup cerah dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil selada krop (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan tiga kali ulangan sebagai berikut. P0 = kontrol (pupuk kandang ayam 10 t ha-1), P1 = Pupuk NPK 200 kg ha-1, P2= Pupuk NPK 400 kg ha-1, P3 = Pupuk NPK 600 kg ha-1, P4 = Pupuk NPK 800 kg ha-1, P5 = Biourine sapi, P6 = Biourine sapi + Pupuk NPK 200 kg ha-1, P7 = Biourine sapi + Pupuk NPK 400 kg ha-1, P8 = Biourine sapi + Pupuk NPK 600 kg ha-1, P9 = Biourine sapi + Pupuk NPK 800 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan biourine sapi dengan NPK 800 kg ha-1 (P9) menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman selada krop paling baik dari semua parameter yang diuji. Hasil panen menunjukkan perlakuan kombinasi biourine sapi dengan NPK 800 kg ha-1 (P9) dapat meningkatkan hasil tanaman selada krop 42,59 % dibanding kontrol (P0) dan 31,97 % dibanding perlakuan biourine sapi (P5).   Kata kunci: selada krop, biourine sapi, pupuk NPK, pupuk kandang ayam
PERTUMBUHAN JENIS MATA TUNAS PADA OKULASI BEBERAPA KLON TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Kurniawati, Deby; Santoso, Mudji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.536 KB) | DOI: 10.21776/69

Abstract

Permasalahan dalam perkebunan karet disebabkan beberapa faktor yaitu peng-gunaan bahan tanam yang bukan klon unggul dan kurang tersedianya kebun entres. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan okulasi jenis mata tunas beberapa klon batang atas pada batang bawah PR 300. Percobaan dilaksanakan pada bulan Janu-ari sampai Juni 2013 di Kebun Karet Getas Salatiga menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlaku-an, 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari : mata tunas prima + klon PB 340 (P(PB340)), mata tunas prima + klon PB 260 (P(PB260)), mata tunas prima + klon IRR 118 (P(IRR118)), mata tunas prima + klon IRR 112 (P(IRR118)), mata tunas sisik + klon PB 340 (S(PB340)), mata tunas sisik + klon PB 260 (S(PB 260)), mata tunas sisik + klon IRR 118 (S (IRR118)), dan mata tunas sisik+klon IRR 112 (S(IRR112)). Tingkat keberhasilan okulasi klon PB 260, PB 340, IRR 118 dan IRR 112 tidak dipengaruhi oleh jenis mata tunas. Perlakuan okulasi pada klon IRR 118 yang menggunakan mata tunas prima mem-berikan hasil yang paling baik pada parameter tinggi tunas. Hasil okulasi yang menggunakan mata tunas prima mengalami pemecahan mata tunas yang lebih cepat daripada mata tunas sisik. Kata kunci: Hevea brasiliensis Muell. Arg, okulasi, klon, mata tunas prima dan  sisik
UJI KETAHANAN 7 KLON TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (Phytopthora Infestans (Mont.) de Barry) Vini Nathasia, Anak Agung; Abadi, Abdul Latief; Wardiyati, Tatiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.573 KB) | DOI: 10.21776/70

Abstract

Ketahanan tanaman terhadap penyakit merupakan salah satu sifat unggul dari suatu varietas tanaman yang diwariskan yang dapat dilihat dari berkurangnya kejadian dan atau keparahan penyakit. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui dan mendapatkan ketahanan 7 klon tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap penyakit hawar daun. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat klon tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) yang toleran terhadap penyakit hawar daun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 - Januari 2013 di Desa Kalitejo, Kecamatan Tosari, Pasuruan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Klon yang di uji UB1, UB2 (Granola transgenik), UB3 (Atlantik transgenik),  UB4 (Superjhon transgenik), Superjhon, Atlantik, dan Granola. Hasil penelitian menunjukkan klon UB1 dan UB4 (Superjhon transgenik) merupakan klon yang toleran terhadap serangan hawar daun, dengan produksi berdasarkan hasil umbi per hektar UB1 (36,08 ton/ha), UB4 (Superjhon transgenik) (20,67 ton/ha).   Kata kunci: Kentang, Klon, Uji ketahanan, Phytopthora infestans
PENGARUH UMUR TRANSPLANTING BENIH DAN PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt.) Arif, Alfiyan; Sugiharto, Arifin Noor; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.253 KB) | DOI: 10.21776/71

Abstract

Jagung manis memiliki kandungan gula dan kelembaban biji yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan infeksi pathogen dan mengurangi vigor benih. Semai pada media semai dilakukan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan terhadap perkecambah-an benih. Salah satu sumber daya dalam tanah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah keter-sediaan unsur hara nitrogen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah tanam benih dan pengaruh pemberi-an berbagai macam pupuk nitrogen ter-hadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanan bulan Maret sampai Juni 2013 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Malang. Peneliti-an ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Umur pindah tanam sebagai perlakuan pertama terdiri dari umur pindah tanam 0, 10, 13 dan 16 hari, sedangkan perbedaan pemupukan nitrogen sebagai perlakuan kedua yaitu urea, amonium sulfat dan kalium nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pe-mupukan nitrogen dalam berbagai bentuk pada penanaman biji langsung, menghasil-kan komponen biomasa lebih baik dari pada pemupukan berbagai macam nitrogen pada perlakuan pindah tanam. Kombinasi perlakuan penanaman biji langsung, pindah tanam umur 10 dan 16 hari dengan pe-mupukan berbagai macam pupuk nitrogen menunjukkan hasil panen segar yang tidak berbeda nyata, tetapi umur pindah tanam 10 hari memberikan kualitas biji lebih baik. Kata kunci: jagung manis, pindah tanam, pemupukan, nitrogen.
RESPON DUA KULTIVAR TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium) PADA BERBAGAI LAMA PENAMBAHAN CAHAYA BUATAN Mufarrikha, Lilik; Herlina, Ninuk; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.795 KB) | DOI: 10.21776/72

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensial dikembang-kan. Kualitas bunga krisan yang tidak sesuai standar pemasaran mengakibatkan harga krisan menurun. Krisan bukan tanam-an asli Indosesia sehingga untuk mening-katkan kualitas bunga diperlukan penyi-naran tambahan. Penambahan cahaya buatan yang terlalu lama akan menambah biaya produksi, sedangkan jika kurang mengakibatkan pertumbuhan krisan kurang optimal dan mempengaruhi kualitas bunga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan, pembungaan dan kualitas bunga dua kultivar krisan pada berbagai  lama penambahan cahaya buatan sehingga didapatkan lama penambahan cahaya buatan yang tepat untuk budidaya tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Maret 2013  di desa Junggo, Kota Batu dengan ketinggian 1400 m dpl. Penanaman dilakukan di dalam greenhouse dengan atap berbahan plastik UV. Rancangan per-cobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah lama penambahan cahaya buatan meliputi tanpa penambahan cahaya, penyinaran 2, 3, 4 dan 5 jam. Sebagai anak petak adalah kultivar yaitu White Fiji dan Yellow Fiji. Kultivar White Fiji dan Yellow Fiji mempu-nyai respon yang sama terhadap lama penambahan cahaya buatan sehingga tidak terdapat perbedaan nyata pada semua pa-rameter yang diamati. Penambahan cahaya buatan meningkatkan panjang tangkai bu-nga yang sama panjang pada perlakuan 4 dan 5 jam yaitu masing-masing sebesar 54,82% dan 55,46%, dan lebih tinggi diban-dingkan penambahan cahaya buatan 2 dan 3 jam yang hanya meningkatkan panjang tangkai masing-masing sebesar 43,81% dan 51,02%. Kata Kunci: krisan, pertumbuhan, pembu-ngaan, kualitas, cahaya buatan
KOMPETISI GULMA KREMAH (Alternanthera sessilis) DENGAN TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Dwinata, Yoga Andara; Widaryanto, Eko; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.696 KB) | DOI: 10.21776/74

Abstract

Kompetisi gulma dengan tanaman budidaya dipengaruhi oleh jenis dan tingkat kepadatan gulma yang tumbuh. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh kompetisi gulma kremah dengan tanaman terung mela-lui berbagai tingkat pemupukan N dan tingkat kepadatan gulma kremah pada suatu luasan tertentu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2013 di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji, Batu dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari 15 perlakuan, 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari dua faktor, ya-itu: Faktor pertama: P1 = 80 kg N ha-1, P2 = 120 kg N ha-1, P3 = 160 kg N ha-1. Faktor ke-dua: G0 = 0 tumb m-2, G1 = 40 tumb m-2, G2 = 80 tumb m-2, G3 = 120 tumb m-2 dan G4 = 160 tumb m-2. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji dengan BNT 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan kompetisi antara gul-ma kremah dengan tanaman terung mulai terjadi pada umur tanaman 66 hst. Penamba-han pupuk N dari 80 hingga 160 kg N ha-1 pada tanaman terung, ternyata dapat menu-runkan competitive ability tanaman sebesar 15,93 % - 25,19 %. Pupuk N yang paling se-suai untuk pertumbuhan dan hasil tana-man terung ialah 80 kg N ha-1 dan tingkat kepa-datan gulma yang paling sesuai untuk per-tumbuhan dan hasil tanaman terung ia-lah 0 – 120 tumb m-2. Kata kunci: Terung, gulma kremah, kepada-tan gulma dan pupuk N.

Page 7 of 346 | Total Record : 3458


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue