cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA TERHADAP PRODUKSI BABY WORTEL (Daucus carota L.) VARIETAS HIBRIDA Tinambunan, Erika; Setyobudi, Lilik; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.82 KB) | DOI: 10.21776/75

Abstract

Permasalahan dalam budidaya tanaman wortel adalah tanaman wortel tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pengguna-an jenis mulsa dalam meningkatkan pertum-buhan dan produksi baby wortel. Percobaan dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2013 di Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan dalam pene-litian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari: tanpa mulsa (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa plastik hitam (M2), mulsa daun paitan (M3), mulsa plastik hitam perak (M4), dan mulsa plastik transparan (M5). Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunakan mulsa mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik serta meningkatkan produksi baby wortel daripada tanpa mulsa. Penggunaan mulsa plastik transparan, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik hitam, mulsa daun paitan, dan mulsa jerami padi mampu menghasilkan bobot umbi segar panen 2,36 kg m-2, 1,97 kg m-2, 1,58 kg m-2, 1,56 kg m-2, dan 0,84 kg m-2. Sedangkan perlakuan tanpa mulsa menghasilkan bobot umbi terendah yaitu 0,64 kg m-2. Kata kunci: Daucus carota L., penggunaan mulsa, baby wortel, produksi
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.)TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.661 KB) | DOI: 10.21776/76

Abstract

Saat ini masyarakat sudah banyak yang mulai menyadari untuk hidup lebih sehat dan kembali ke alam atau “back to nature”. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya cabai keriting masih terbuka lebar hal ini didukung dengan pertumbuhan pasar produk pertanian organik dunia yang terus meningkat 20% per tahun. Tanaman cabai keriting responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman cabai keriting juga dapat dipenuhi dengan alternatif penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia) sebagai bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kombinasi kompos kotoran sapi dan paitan sebagai pupuk organik dalam produksi cabai keriting, serta mengetahui residu hara pada petak lahan produksi cabai keriting. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Joyo Agung no 2 Tlogomas Kota Malang pada bulan September 2012 hingga Februari 2013. Penelitian ini menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter pengamatan meliputi pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif tanaman, luas daun dan analisa kimia tanah. Kombinasi perlakuan yang dapat menjadi rekomendasi ke petani berdasarkan hasil  penelitian yaitu aplikasi kompos kotoran sapi 75% dan paitan 25% dapat menghasilkan produksi yang optimal. Kata kunci: Bahan Organik, Kompos Kotoran sapi, Paitan, Cabai Keriting
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS SAWI PAK CHOY (Brasica rapa L.) PADA UMUR TRANSPLANTING DAN PEMBERIAN MULSA ORGANIK Pribadi, Gandhi Yudhistira; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.196 KB) | DOI: 10.21776/77

Abstract

Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pak choy tanpa mulsa dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa sekam  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa jerami  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa paitan dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara mulsa organik dan umur transplanting pada pertumbuhan dan produktivitas pak choy. Pertumbuhan pak choy yang ditransplanting 20 hst lebih cepat dibandingkan 5 hst disemua variabel pertumbuhan. Kata kunci: pak choy, transplanting, mulsa, produktivitas
PEMANFAATAN TEPI BEDENGAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DENGAN BERBAGAI TANAMAN SELA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN Pratiwi, Novinda; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.596 KB) | DOI: 10.21776/78

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah sayuran yang banyak dibudidayakan di dunia. Budidaya tomat memiliki risiko kegagalan dan biaya produksi yang tinggi dan untuk mengurangi risiko kegagalan panen dan biaya produksi adalah dengan menanam tomat dengan sistem tum-pangsari. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis ta-naman sela dan jarak antar tanaman sela pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada sistem tumpangsari serta produktivitas lahan dan pendapatan petani. Dilaksanakan pada bulan September - Desember 2012 di Desa Wonomulyo, Kecamatan  Ponco-kusumo - Malang. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah tomat monokultur (T0), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan pakchoy dengan jarak 20 cm (T1), tanaman tomat di-tumpangsarikan dengan pakchoy dengan jarak 40 cm (T2), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak 20 cm (T3), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak 40 cm (T4), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan petsai dengan jarak 40 cm (T5), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan petsai dengan jarak 60 cm (T6), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan bawang daun dengan jarak 20 cm (T7), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan bawang daun dengan jarak 40 cm (T8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tomat yang ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak tanam 20 dan 40 cm (T3 dan T4) menghasilkan hasil panen buah lebih tinggi yaitu 66,99 dan 73,43 t.ha-1 dengan nilai R/C rasio 2,54 dan 2,08. Kata kunci: tomat, tumpangsari, produktivitas, bedengan
PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN AIR TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabaccum L. Kurniawan, Bayu Adi; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.292 KB) | DOI: 10.21776/79

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) mempunyai peran cukup besar dalam perekonomian nasional melalui cukai dan pajak, penyediaan lapangan kerja serta dampak ganda (multiplier effect) pengadaan dan perdagangan tembakau. Air adalah salah satu komponen fisik yang sangat penting dan diperlukan dalam jumlah banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui perbandingan pertumbuhan  dan hasil tanaman tembakau dengan jumlah  pemberian air yang berbeda dari total kebutuhan air normal tanaman tembakau,  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember s/d Maret 2012 di kebun percobaan Jati Kerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 perlakuan pemberian air dengan 5 ulangan. Perlakuan pemberian air terhadap tanaman tembakau, tanaman tembakau yang tumbuh pada kondisi pemberian air yang berlebih, rata – rata menghasilkan jumlah daun, luas daun, bobot segar daun dan bobot kering daun yang tinggi, Tanaman tembakau pada perlakuan P1 dan P2 menghasilkan jumlah daun, luas daun, bobot segar daun dan bobot kering daun yang relatif rendah, karena perlakuan ini air yang diberikan kurang dari kebutuhan air normal (100%). Kata kunci : Tembakau (Nicotiana tabacum L.), Air , Rancangan Acak Kelompok (RAK),kebutuhan air
PENGGUNAAN BOBOT UMBI BIBIT PADA PENINGKATAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) G3 DAN G4 VARIETAS GRANOLA Wulandari, Angelia Norma; Heddy, Suwasono; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.284 KB) | DOI: 10.21776/80

Abstract

Budidaya tanaman kentang di Indonesia didukung dengan penggunaan bibit yang baik dan generasi bibit tidak melebihi generasi ke empat sehingga dapat meningkatan hasil tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bobot umbi bibit pada peningkatan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) G3 dan G4 varietas Granola. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 sampai dengan bulan Juli 2012, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas tanaman kentang varietas Granola mampu mencapai hasil yang optimal dengan penggunaan generasi bibit G3 bobot umbi bibit 21-40 gram yakni 16,97 ton.ha-1 dan penggunaan generasi bibit G4 dengan bobot umbi 41-60 gram dan > 60 gram mampu mencapai 21 ton.ha-1 dan 17, 5 ton.ha-1. Penggunaan generasi bibit G3 dengan bobot umbi bibit 21-40 gram mampu meningkatkan hasil 29,43 % jika dibandingkan dengan bobot umbi bibit < 20 gram. Pada penggunaan generasi bibit G4 dengan bobot umbi bibit 41-60 gram mampu meningkatkan hasil 36,31%, jika dibandingkan dengan bobot umbi yang berukuran kecil. Kata kunci : Solanum tuberosum L, varietas Granola, penggunaaan bobot umbi bibit, G3 dan G4
KERAGAMAN DAN KEKERABATAN PADA PROSES PENGGALURAN KACANG BOGOR (Vigna subterranea L.Verdcourt) JENIS LOKAL Austi, Ivo Rega; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.97 KB) | DOI: 10.21776/81

Abstract

Kacang bambara merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga terpenting di Indonesia setelah kacang tanah dan kacang tunggak. Kacang bambara merupakan salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia namun memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Tanaman kacang bogor merupakan  tanaman menyerbuk sendiri, sehingga memiliki keragaman yang rendah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Juni 2012 sampai dengan Januari 2013. Penelitian terdiri dari 29 galur lokal, tiap galur terdiri dari sepuluh tanaman sehingga total tanaman yaitu 290 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada karakter panjang daun, panjang tangkai daun, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, panjang tangkai bunga, panjang mahkota bunga, panjang biji, lebar biji memiliki keragaman yang luas. Hasil analisis kekerabatan menunjukkan ada tiga kelompok kekerabatan. Pada kelompok pertama terdapat nilai kemiripan adalah individu Gobras 2.2.9, Gobras 2.2.4, Gobras 2.2.3, Gobras 2.2.1, Brondong 4, Brondong 3, Brondong 2, Brondong 1, Gobras 1.3.10, Gobras 1.3.5, Gobras 1.3.6, Gobras 1.3.1. Kelompok dua memiliki nilai kemiripan  adalah individu Urug 2, Urug 1, Rajap 2.2.2, Rajap 2.2.1, Cikur 3.3.8, Cikur 3.3.7, Cikur 3.3.1 sedangkan kelompok tiga memiliki nilai kemiripan adalah  individu Cikur 1.2.8, Cikur 1.2.7, Cikur 1.2.2, Cikur1.2.1, Situraja 2.4, Situraja 2.1, Cikur 2.3.2 dan Cikur 2.3.1. Kata kunci: Kacang bambara, Vigna subterranean L., keragaman, kekerabatan
KERAGAMAN DAN PENDUGAAN NILAI KEMIRIPAN 18 TANAMAN DURIAN HASIL PERSILANGAN Durio zibethinus DAN Durio kutejensis Hadi, Shabrina Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.433 KB) | DOI: 10.21776/82

Abstract

Tanaman durian termasuk dalam famili Bombaceae, diduga tanaman ini berasal dari hutan tropis Indonesia. Di Indonesia, masih sedikit buah durian lokal mutu tinggi yang dijual dipasaran. Dalam rangka meningkatkan hasil buah durian perlu melakukan beberapa program pertanian dan program pemuliaan. Salah satu program pemuliaan tanaman adalah menghasilkan kultivar yang baru antara durian yang brebeda. Pada penelitian ini durian hasil persilangan diharapkan menghasilkan durian yang memiliki daging buah berwana pink merah muda (dari Durio kutejensis) dan daging buah yang tebal (dari Durio zibethinus). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada April-Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara pengamatan karakter vegetatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data karakterisasi untuk karakter kualitatif dikelompokkan menurut nilai kemiripannya dengan analisis kluster, sedangkan karakter kuantitatif dihitung keragamannya dengan menghitung standard deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman 18 tanaman durian yang ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman, tinggi batang, lingkar batang, diameter tajuk, panjang daun dan lebar daun. Terdapat sebelas kelompok nilai kemiripan pada 18 tanaman durian : 100%, 96%, 93%,  91%, 90%, 87%, 86%, 85%, 84%, 82%, 81%. Pada persilangan antara Durio zibethinus ( ♀ ) >< Durio kutejensis ( ♂ ) dan Durio kutejensis ( ♀ ) ><Durio zibethinus ( ♂ ) semua individu tanaman memiliki kemiripan pada tetua kutejensis. Kata kunci : Keragaman, Nilai kemiripan, Durio zibethinus, Durio kutejensis
OBSERVASI KEBERADAAN TANAMAN TALAS-TALASAN GENUS Colocasia DAN Xanthosoma DI KEC. KEDUNGKANDANG KOTA MALANG DAN KEC. AMPELGADING KAB. MALANG Sulistyowati, Putri Vyati; Kendarini, Niken; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.512 KB) | DOI: 10.21776/83

Abstract

Usaha peningkatan manfaat tanaman pangan talas - talasan dapat dilakukan dengan observasi keberadaan plasma nuftah sebagai salah satu sumber daya alam terpulihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan talas-talasan sebagai salah satu bahan pangan alternatif dan keanekaragaman jenisnya di kecamatan Kedungkandang kota Malang dan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Kedungkandang kota Malang meliputi Kelurahan Tlogowaru, Kelurahan Lesampuro, Kelurahan Cemorokandang dan kecamatan Ampelgading kabupaten Malang meliputi kelurahan Tirtomoyo, kelurahan Argoyuwono dan kelurahan Mulyoasri. Masing-masing desa dipilih berdasarkan survey pendahuluan yang menandakan bahwa daerah tersebut merupakan daerah budidaya talas. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2013. Berdasarkan hasil observasi dan survey bahwa di kecamatan Kedungkandang dan kecamatanAmpelgading ditemukan jenis talas-talasan yang berasal dari genus Colocasia (Talas Bentul putih, Talas Bentul dan Talas Bentul hitam) yang dapat digunakan sebagai bahan pangan dan 2 jenis talas yang berasal dari genus Xanthosoma (Kimpul Belitung dan Kimpul Hitam. Faktor yang mempengaruhi banyaknya populasi tiap jenis dikarenakan para petani membudidayakan sebagai tanaman sampingan yang dapat menambah nilai ekonomi. Banyaknya jenis tanaman talas – talasan di suatu daerah dipengaruhi oleh faktor lingkungan (syarat tumbuh) dan faktor aktivitas manusia. Keragaman dalam genus Colocasia dan Xanthosoma menunjukkan bahwa pada bentuk daun, bentuk kormel dan warna daging umbi memiliki nilai keragaman rendah atau relatif seragam. Kata kunci: Colocasia, Xanthosoma, observasi, plasma nuftah, potensi
PENGARUH PEMBERIAN AIR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Wayah, Eriosthafilla; Sudiarso, Sudiarso; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.159 KB) | DOI: 10.21776/84

Abstract

Produksi tanaman jagung manis di Indonesia tergolong masih rendah, ren-dahnya produksi jagung manis dikarena-kan sebagian besar lahan penanaman jagung berupa lahan kering. Masalah utama lahan kering adalah kebutuhan air sepenuhnya tergantung pada curah hujan dan kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian bertujuan untuk me-ngetahui pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuh-an dan hasil jagung manis. Dilaksanakan di Desa Canggah, Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan pada bulan April -Juni 2013. Penelitian menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pemberian air terdiri 50% kapasitas lapang, 75% kapasitas lapang, 100% kapasitas lapang dan 125% kapasitas lapang. Faktor kedua adalah tanpa pupuk kandang sapi dan pemberian pupuk kandang sapi 49 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Pemberian air tidak berpengaruh terhadap semua komponen hasil sedangkan perlakuan pemberian pupuk kandang sapi 49 t ha-1 berpengaruh terhadap bobot segar tongkol berkelobot. Kata kunci: jagung manis, pemberian air, pupuk kandang sapi, pertumbuhan

Page 8 of 346 | Total Record : 3458


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue