cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal" : 128 Documents clear
Pengaruh Curah Hujan dan Gempa terhadap Lereng pada Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada dengan Metode Kesetimbangan Batas anita febrianti; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada terletak di Provinsi Bali, dimana pada lokasi tersebut rawan mengalami gempa bumi dan terletak di perbukitan sehingga memiliki curah hujan tinggi. Pada lereng yang ditinjau akan dibangun perkerasan jalan sehingga dibutuhkan analisis stabilias lereng menggunakan geostudio untuk mengetahui nilai keamanan (SF) lereng. Analisis tersebut akan dilakukan dengan pengaruh curah hujan dan gempa terhadap lereng. Pada penelitian ini memasukkan parameter tanah berupa nilai kohesi, berat jenis tanah, sudut geser dalam, dan permeabilitas. Untuk pembebanan yang digunakan berupa beban perkerasan jalan, beban kendaraan, beban akibat curah hujan, dan beban gempa. Didapatkan nilai SF lereng alami sebesar 1,882; lereng galian sebesar 3,228; lereng galian dengan perkerasan jalan sebesar 3,173; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi curah hujan sebesar 2,906; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi gempa sebesar 2,637. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa lereng termasuk lereng stabil dan tidak perlu perkuatan. Kata kunci: stabilitas lereng, bishop, safety factor
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) UNTUK KETEPATAN KEBUTUHAN VOLUME ELEMEN PEKERJAAN STRUKTUR STUDI KASUS GEDUNG SAMARA HOTEL BATU Rizaldi Ian Indiarto; Saifoe El Unas; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya merupakan faktor penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, yang sangat bergantung pada perhitungan volume oleh perencana dan kontraktor. Building Information Modelling (BIM) dapat secara otomatis menghitung volume total bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan BIM terhadap akurasi perhitungan volume material. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024, fokus pada elemen pondasi, sloof, retaining wall, shear wall, kolom, dan balok. Hasil perhitungan volume beton oleh Revit adalah 2939.09 m³, lebih kecil 3,75% dibandingkan perhitungan kontraktor. Volume besi tulangan oleh Revit adalah 614,684.84 kg, lebih banyak 6.92% dibandingkan perhitungan kontraktor. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan standar dalam panjang kait dan sambungan lewatan antara perhitungan manual dan Revit serta perhitungan otomatis Revit yang memperhitungkan jarak bersih elemen. Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, 3D, Volume, Beton, Besi tulangan
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test Syawal Yudha Pratama; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang terdiri dari semen, agregat, dan bahan tambahan, dengan efek lingkungan yang bervariasi tergantung pada komposisi dan metode pembuatannya. Produksi semen yang meningkat drastis selama 20 tahun terakhir mempengaruhi kebutuhan sumber daya dan energi. Salah satu cara mengatasi dampak lingkungan material konvensional pada beton adalah dengan menggunakan limbah industri dan rumah tangga, seperti styrofoam, sebagai pengganti agregat alami pada beton ringan. Beton ringan, dengan berat jenis sekitar 1780 kg/m³, kuat tekan 21 MPa, dan kuat tarik belah 2,1 MPa pada 28 hari, mengurangi beban mati pada struktur. Penambahan expanded polystyrene (EPS) menurunkan densitas beton sambil mempertahankan kekuatannya serta meningkatkan fungsi dari styrofoam itu sendiri, namun berisiko menurunkan kekuatan beton seiring meningkatnya jumlah EPS. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh persentase EPS terhadap modulus elastisitas dan kuat tekan beton, menggunakan lima jenis beton: EPS-25, EPS-50, EPS-100, dan NCA sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar EPS dengan lapisan pasta semen menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami. Metode pengujian meliputi Hammer Test, UPV, uji kompresi, dan analisis SONREB. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Non destructive test
Pengaruh Molaritas NaOH pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Akmal Bintang Putra Pitono; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi menyumbang andil sebesar 30% sampai 40% dari total limbah dunia. Salah satu alternatif nya adalah menggunakan limbah tersebut kembali. Akan tetapi, Recycle Coase Aggregate (RCA) dapat mengurangi nilai kuat tekan beton. Oleh karena itu, pengunaan geopolimer sebagai coating pada RCA dengan berbahan dasar fly ash merupakan salah satu yang paling banyak digunakan untuk berekasi dengan alkali aktivator dalam pembauatn geopolimer. Penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA harus dibuktikan sehingga diperlukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan geopolimer terhadap kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Penelitian ini memvariasikan molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol. Nantinya benda uji berupa silinder dengan diimensi 30 x 15 cm akan dilakukan curing selama 28 hari lalu dilakukan pengujian kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Hasil penelitian metode compression menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan variasi molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol berturut-turut adalah 19,86 Mpa; 15,43 Mpa; 18,81 Mpa; dan 17,64 MPa. Akan tetapi jika menggunakan analisis SONREB hasil kuat tekan yang dihasilkan adalah 22,41 MPa; 14,59 MPa; 17,96 MPa; dan 15,68 MPa. Sedangkan untuk RCA sendiri hanya memiliki kuat tekan 9,54 MPa dan 8,62 MPa yang berarti kuat tekan yang dimiliki oleh beton geopolimer lebih tinggi dibandingkan dengan beton RCA murni. Kata kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Pengaruh Solid-Liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Widiana Maulida; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang terus mengembangkan infrastrukturnya yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan konstruksi seperti agregat kasar. Sebagai alternatif, recycled coarse aggregate (RCA) dapat digunakan sebagai pengganti agregat kasar alami, namun RCA memiliki kualitas yang rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami dikarenakan mortar yang masih melekat pada permukaannya. Kualitas RCA yang rendah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas beton jika RCA digunakan sebagai bahan pernyusunnya, oleh karena itu penggunaan geopolimer dengan bahan dasar fly ash dengan alkali aktivator Na2SiO3 dan NaOH sebagai coating dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas RCA. Dalam penelitian ini, digunakan variasi solid-liquid ratio 1,67; 2; dan 2,5 pada geopolimer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kualitas RCA setelah dilapisi geopolimer, selain itu beton dengan RCA geopolimer sebagai bahan penyusunnya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan beton dengan RCA. Kata Kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Pengaruh Besaran Tegangan Listrik dan Konsentrasi Larutan CaCl2 pada Metode Injeksi Elektrokimia terhadap Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif Rindra Desta Vionanda; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang pesat di Indonesia telah menyebabkan berkurangnya lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang baik. Kualitas tanah sangat penting untuk menunjang beban infrastruktur, dan kondisi tanah yang kurang ideal dapat mempengaruhi proses konstruksi secara signifikan. Seringkali, kontraktor harus membangun di tanah yang kurang ideal, seperti tanah ekspansif, yang menggembung saat basah dan menyusut saat kering, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum pembangunan. Cassagrande (1939) menunjukkan bahwa elektrokinetika dapat diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kandungan air tinggi. Penggunaan elektrokinetika dapat meningkatkan tegangan efektif dengan cara menurunkan tekanan air pori tanah, membuatnya menjadi metode yang sering digunakan untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengkaji pengaruh konsentrasi larutan dan tegangan terhadap kekuatan geser dan ekstensibilitas tanah ekspansif dengan menggunakan metode electrospray. Metode ini melibatkan elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan yang dapat terpolarisasi oleh tegangan atau arus. Dalam penelitian ini, larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, serta tegangan 15V, 18V, dan 24V diinjeksikan ke dalam tanah. Penyuntikan berlangsung selama 9 hari, dilanjutkan dengan masa penyembuhan 7 hari. Sampel tanah berukuran 150x150x400 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dan tegangan mempengaruhi hasil pengujian. Nilai kekuatan geser tertinggi diperoleh pada sampel dengan penurunan kemampuan pengembangan terbesar, yang terjadi pada sampel X39 dengan konsentrasi larutan CaCl2 5% dan tegangan 24V, dimana kemampuan pengembangannya menurun dari 6,48% menjadi 0,03%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan.
Penggunaan Teknologi Yang Mendukung Penerapan Reduce Pada Ekonomi Sirkular (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Y Dan Z) Shofy Azizah; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunnya limbah konstruksi meningkat akibat peningkatan pembangunan konstruksi. Namun, seringkali pembangunan tidak diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pekerja konstruksi masih banyak yang mengelola sisa material dengan buruk sehingga menghasilkan limbah konstruksi berlebih. Oleh karena itu, ekonomi sirkular adalah solusi terbaik dalam industri konstruksi untuk diimplementasikan agar mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dari konstruksi. Salah satu prinsip ekonomi sirkular yang paling pertama dapat diterapkan dalam perencanaan konstruksi yaitu menggunakan prinsip reduce. Dalam upaya menerapkan prinsip reduce pada industri konstruksi, penggunaan teknologi dapat membantu dalam upaya mengurangi limbah konstruksi seperti BIM, modular, prefabrication, dan lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Y dan Gedung Z dan menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Mean dan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner. Tujuan penelitian ini mengetahui penggunaan teknologi yang paling sering digunakan pada Proyek Pembangunan Gedung Y dan Z dimana hasil dari penelitian ini teknologi yang paling sering digunakan adalah BIM, modular, prefabrication. Dari kedua proyek pada penelitian ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam penggunaan teknologi yang mendukung penerapan reduce pada ekonomi sirkular. Kata kunci: : Infrastruktur, sisa material, ekonomi sirkular, reduce, teknologi.
Analisis Penerapan Teknologi Penunjang Prinsip Recycle Berbasis Ekonomi Sirkular (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung A dan B) Ailsya Wahyu Dwi Arrini; Kartika Puspa Negara; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan lingkungan, terutama peningkatan volume limbah konstruksi. Ekonomi sirkular muncul sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Ekonomi sirkular menawarkan kerangka kerja yang mengubah paradigma ekonomi linear menjadi siklus tertutup yang lebih berkelanjutan. Hal ini tidak lepas dengan penggunaan teknologi yang menjadi peran penting dalam membantu terwujudnya implementasi prinsip-prinisp ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi penunjang prinsip Recycle berbasis ekonomi sirkular pada Proyek Pembangunan Gedung A dan B. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner pada 24 responden di Proyek Pembangunan Gedung A dan B. Analisis data yang digunakan adalah analisis mean, standar deviasi, dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi penunjang prinsip Recycle yang sering digunakan adalah Sistem Pemodelan Bangunan (BIM), teknologi modular, dan prefabrikasi. Kata kunci: Konsep ekonomi sirkular, prinsip Recycle, teknologi
Penerapan Teknologi Yang Mendukung Penerapan Prinsip Reuse Dalam Konsep Circular Economy (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City Dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya) Gabrielle Satriyo Bayu Adinugroho; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya tidak terlepas dari kontribusi sektor konstruksi dalam membangun infrastruktur nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, peningkatan kinerja sektor konstruksi berpotensi meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan, yang pada gilirannya meningkatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan polusi global. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pendekatan Circular Economy (CE), yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mempertahankan lingkungan melalui prinsip-prinsipnya. Penelitian ini fokus pada penerapan teknologi yang mendukung prinsip Reuse dalam proyek konstruksi, dengan menggunakan metode kuantitatif dan data dari kuesioner kepada pekerja proyek. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan konstruksi yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui penggunaan teknologi yang mendukung penerapan prinsip Reuse dalam konsep Circular Economy. Metode analisis data yang digunakan meliputi Mean, CI, dan Indepentent Sample T-Test. Dari penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam teknologi yang diterapkan. Selain itu, didapatkan teknologi yang paling dominan dalam mendukung penerapan prinsip Reuse berdasarkan pengalaman para responden adalah BIM. BIM memungkinkan untuk Merencanakan dan mengelola penggunaan material dengan lebih baik. BIM dapat membantu mengurangi limbah konstruksi yang dihasilkan, yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengurangan limbah dalam CE. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Reuse, konstruksi, implementasi, teknologi.
PENGARUH VARIASI KADAR INTEGRAL WATERPROOFING CONPLAST WP421 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Francisco Jason Lopes Monteiro; Devi Nuralinah; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses hidrasi beton meninggalkan banyak pori yang dapat dilalui cairan, menyebabkan tekanan dan keretakan yang mengurangi kekuatan tekan beton. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat digunakan admixture seperti Conplast WP421. Namun, admixture memiliki keuntungan dan kerugian yang mempengaruhi kualitas beton. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap karakteristik beton. Metodologi penelitian adalah analisis eksperimental dengan 9 benda uji silinder dan 9 benda uji kubus, menggunakan tiga variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³. Target mutu beton adalah 25 MPa. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Konstruksi Universitas Brawijaya, dengan tiga parameter utama yaitu kuat tekan, permeabilitas, dan modulus elastisitas. Silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, sementara kubus dengan sisi 15 cm digunakan untuk pengujian permeabilitas. Pengujian kuat tekan pada beton berumur 28 hari menunjukan bahwa penambahan Conplast WP421 mempengaruhi kekuatan beton. Nilai rata-rata kuat tekan untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ masing-masing adalah 31,237 MPa, 30,030 MPa, dan 22,409 MPa. Kadar 1,75 L/m³ memenuhi standar mutu 25 MPa. Kuat tekan beton berkurang seiring dengan penambahan kadar Conplast WP421. Pengujian permeabilitas menunjukkan penurunan koefisien permeabilitas, dengan nilai 3,955 x 10⁻¹³ m/det (0 L/m³), 3,655 x 10⁻¹³ m/det (1,75 L/m³), dan 2,605 x 10⁻¹³ m/det (3,5 L/m³). Dengan perhitungan standar ASTM, nilai modulus elastisitas untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ adalah 32321 MPa, 31996 MPa, dan 27320 MPa. Dengan perhitungan standar SNI, nilainya adalah 26252 MPa, 25754 MPa, dan 22155 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar Conplast WP421 mengakibatkan penurunan modulus elastisitas beton dan kuat tekan beton jika tidak ada pengurangan air. Namun, Conplast WP421 efektif sebagai admixture yang membuat beton kedap air dengan menurunkan koefisien permeabilitas beton. Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Permeabilitas, Conplast WP421.

Page 7 of 13 | Total Record : 128