cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI DAN PANJANG PILE PADA RUAS JALAN NASIONAL, DESA BATURITI, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, BALI Bagus Danan Satria Wibawa Cok; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bulan Oktober tahun 2020, terjadi bencana longsor yang tidak dapat dihindari pada lereng ruas Jalan Nasional km 39+900, Baturiti, Tabanan, Bali. Kelongsoran pada badan jalan ini kemungkinan disebabkan karena kuat geser tanah yang menurun sebagai dampak adanya rembesan dalam tanah dan beban lalu lintas yang meningkatkan tegangan dalam tanah. Dalam beberapa kasus, penyebab tersebut sering tidak dapat dihindarkan. Maka dari itu, diperlukan struktur perkuatan untuk menstabilkan lereng setelah kelongsoran sehingga tidak terjadi keruntuhan pada lereng tersebut. Salah satu struktur perkuatan lereng yang sering digunakan adalah pondasi tiang (pile). Penelitian ini menggunakan software yang berbasis FEM yaitu Plaxis 2D dan Plaxis 3D. Pemodelan lereng tersebut didasarkan pada keadaan aslinya dengan menggunakan data sekunder berupa data tanah dan parameter tanah seperti sifat-sifat tanah, modulus pile, modulus elastisitas tanah. Lereng ini dimodelkan dengan menggunakan perkuatan tiang dua baris. Kemudian dilakukan suatu percobaan dengan menggunakan variasi posisi dan panjang pile pada baris kedua sehingga didapatkan variasi paling optimum dari setiap variasi tersebut. Variasi posisi pile yang digunakan adalah Lx/L = 0,4; Lx/L = 0,5; Lx/L = 0,6; Lx/L = 0,7 dan variasi panjang pile yang digunakan adalah 14 m; 16 m; 18 m;20 m. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng dengan menggunakan 2 baris perkuatan mampu memberikan dampak dengan meningkatkan nilai angka keamanan jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan lereng dengan perkuatan baris 1 tiang. Hasil dari variasi posisi yang optimal mampu menahan terjadinya longsor terletak dalam posisi terjauh yaitu Lx/L = 0,4. Sementara itu, hasil dari variasi panjang pile optimum yang dapat menahan terjadinya longsor terletak pada variasi terpanjang yaitu 20 meter. Peningkatan nilai keamanan pada PLAXIS 2D mencapai sebesar 36,99 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 8,59 % jika dibandingkan dengan lereng satu baris perkuatan. Sedangkan pada PLAXIS 3D mencapai sebesar 37,66 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 9,02 % jika dibandingkan dengan lereng dengan perkuatan satu baris. Kata kunci : angka keamanan, lereng, pile, perkuatan dua baris, variasi panjang, variasi posisi
Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Metode Pemerataan Sumber Daya (Resource Leveling) pada Proyek Rusun Penjaringan Surabaya Graciella Shifra Hasianta; Saifoe El Unas; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alokasi sumber daya terutama tenaga kerja yang tidak efisien menjadi masalah yang umum dihadapi dalam proyek konstruksi. Penggunaan tenaga kerja pada proyek konstruksi yang masih mengalami fluktuasi yang tajam, dimana sebaran kebutuhan akan tenaga kerja selama proyek berlangsung dapat menjadi sangat tinggi atau sangat rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemerataan sumber daya untuk meminimalisir fluktuasi tersebut. Pada penelitian ini aplikasi Microsoft Project dipilih sebagai alat untuk membantu membuat penjadwalan. Penelitian ini dilakukan pada pembangunan Rusunawa Penjaringan Sari Tahap II yang berlokasi di Kota Surabaya. Pemerataan Sumber Daya pada penelitian ini dilakukan pada satu jenis sumber daya yang sering kali memiliki pengalokasian terbesar yaitu pekerja. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan tanpa merubah durasi total proyek, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Jumlah kebutuhan maksimum pekerja sebelum pemerataan sebanyak 183 orang pekerja. Namun sesudah pemerataan dilakukan, jumlah kebutuhan maksimum pekerja turun menjadi 134 orang pekerja. Kata kunci: Pemerataan Sumber Daya, Rusun Penjaringan Sari, Pekerja.
ANALISIS KELAIKAN TEKNIS DAN KELAYAKAN FINANSIAL PADA PROYEK GEDUNG KANTOR DI JAKARTA SELATAN Amanda Bernicha Nugroho; Yatnanta Padma Devia; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu investasi atau proyek pembangunan gedung, perlu dilakukan analisis kelayakan atau disebut juga feasibility study (FS). Analisis kelaikan teknis dilakukan untuk menganalisis apakah kondisi bangunan gedung tersebut telah memenuhi aspek-aspek keandalan gedung dan analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan investasi pada pembangunan gedung tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelaikan teknis dan kelayakan finansial pada gedung kantor, serta memberikan rekomendasi perbaikan pada komponen-komponen kelaikan teknis apabila masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari segi teknis, dapat diketahui bahwa hampir seluruh aspek yang dianalisis sudah memenuhi ketentuan, namun untuk komponen kolom dan balok pada aspek Kondisi Struktur Bangunan Gedung, serta komponen Akses Petugas Pemadam Kebakaran ke Lingkungan dan Sistem Proteksi Pasif pada aspek Sistem Proteksi Pemadam Kebakaran masih belum sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk hasil analisis kelayakan finansial, proyek pembangunan gedung kantor di Jakarta Selatan ini telah layak secara finansial ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp 6.729.506.715,00 > 0; BCR sebesar 1,0072 ≥ 1; dan IRR sebesar 14,19% > 10,12% dari MARR. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai payback period adalah 8 tahun. Kata kunci: Analisis Kelayakan, Kelaikan Teknis, Kelayakan Finansial
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT PADA BETON TERHADAP CEPAT RAMBAT GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPE (ULTRASONIC PULSE ECHO) Mochamad Rizal Hidayat; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kemajuan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan material dengan kualitas tinggi terus naik. Salah satu material konstruksi yang harus selalu dalam kualitas baik adalah beton, karena merupakan bahan utama pembangunan infrastruktur masa kini. Dengan itu pengetahuan tentang cara pengujian kualitas material konstruksi harus terus berkembang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi saat ini. Dengan berkembangnya desain bangunan, maka beton yang digunakan pun akan memiliki bentuk yang bermacam-macam. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas material adalah dengan menganalisis cepat rambat gelombang ultrasonik pada material. Sehingga pada penelitian ini akan membahas tentang pengaruh kecepatan gelombang terhadap beton yang memiliki kemiringan. Pada penelitian ini metode pengujian yang dilakukan adalah metode ultrasonic pulse echo (UPE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis bagaimana cepat rambat gelombang akan berubah terhadap variasi sudut yang dihadirkan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah set alat uji UPE Proceq PL-200PE dan software pembaca hasil pengujian PL-Link. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sudut kemiringan akan berpengaruh secara terbalik terhadap cepat rambat gelombang. Hasil lain dari penelitian ini adalah bahwa alat UPE dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas beton dengan bentuk miring, namun sudut kemiringan tidak boleh terlalu besar karena mengakibatkan gelombang pantul tidak lagi dapat diterima oleh receiver. Kata kunci: Beton miring, Ultrasonic Pulse Echo, Pengujian non-destruktif, kecepatan gelombang.
Hambatan Dalam Implementasi Knowledge Sharing Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit X, Malang) Faradillah Sheni Putri Amalia; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada konstruksi merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk memperkecil resiko kecelakaan kerja pada suatu proyek konstruksi. Dalam suatu proyek konstruksi dibutuhkan suatu pengelolaan pengetahuan yang baik agar tujuan K3 tercapai. Knowledge sharing merupakan proses pertukaran informasi dan pengetahuan antar individu dalam suatu proyek dan hal tersebut adalah salah satu metode dalam penerapan knowledge management. Dengan penerapan knowledge sharing tentang K3, suatu proyek konstruksi dapat memastikan bahwa pengetahuan yang berharga bagi organisasi tidak hilang dan dapat digunakan oleh pekerja untuk membantu dalam menyelesaikan masalah pekerjaan dengan baik. Namun dalam penerapannya dapat timbul berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang terjadi dalam proses penerapan knowledge sharing tentang K3 pada proyek. Hasil analisis dengan metode analisis rata-rata (mean) menunjukkan bahwa hambatan penerapan knowledge sharing tentang K3 pada proyek yang paling dominan adalah pengetahuan yang terbatas dari masing-masing individu mengenai K3 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 2.89. Kata Kunci: Knowledge Management, Knowledge Sharing, Hambatan, Analisis Rata-Rata, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Analisis Perilaku Dinding Pasangan Batu Bata pada Rumah Sederhana Satu Lantai di Kabupaten Cirebon terhadap Beban Lateral Akibat Gempa Elang Yudha Mas Adibronto; Wisnumurti; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa karena lokasinya di persimpangan tiga plat tektonik. Dampak gempa ini seringkali signifikan, terutama pada bangunan, terutama struktur perumahan sederhana yang terbuat dari batu bata. Bangunan-bangunan ini tidak dibangun untuk tahan gempa karena mereka tidak mematuhi standar yang diperlukan. Untuk mengevaluasi kekuatan batu bata merah di Kabupaten Cirebon, sebuah studi dilakukan menggunakan ASTM C67 – 03a untuk menentukan kuat tekan, modul elastisitas, dan modul geser. Tekanan geser pada dinding kemudian dianalisis dengan membandingkannya dengan tekanan geser maksimum yang mampu ditahan oleh dinding bata merah. Kekuatan gempa di simulasi dalam dua konfigurasi, dengan persentase yang bervariasi di arah X dan Y. Penelitian ini menemukan bahwa tekanan pemotongan terbesar yang tercatat adalah 1,92 kg/cm2 dalam konfigurasi 100% kekuatan dalam arah X dan 30% kekuatan di arah Y, sementara konfigurasi 30% kekuatan dalam kedua arah menghasilkan stres pemotretan maksimum 1,80 kg / cm2. Kata Kunci: gempa, dinding pasangan batu bata merah, rumah satu lantai, tegangan geser.
KAJIAN ARUS JENUH PADA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA MALANG BAGIAN UTARA Kartika, Irdwi; Rakhmad, Nova Nur; Bowoputro, Hendi; Djakfar, Ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Arus jenuh merupakan arus maksimum pada mulut persimpangan jika lampu lalu lintas terus menyala hijau. Itu disebabkan karena jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak pada saat-saat tertentu khususnya pada jam puncak sering mengakibatkan kemacetan di beberapa simpang di Kota Malang. Maka perlu dilakukan kajian arus jenuh, hal inilah yang melatar belakangi penulis mengadakan penelitian dengan tujuan agar dapat mengetahui apakah keadaan Sistem transportasi di Kota Malang ini masih sesuai dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) atau tidak. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari Data Geometrik, Data Volume Lalu Lintas, Data waktu siklus, dan Data hambatan samping. Sedangkan data sekunder terdiri dari data jumlah penduduk Kota Malang, dan Peta Kota Malang. Pengumpulan data ini dimaksudkan untuk melakukan observasi lapangan wilayah studi agar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan wilayah yang akan di studi. Survei perhitungan lalu lintas dilakukan dengan cara merekam menggunakan Handycam/digital camera yang melintasi titik pengamatan pada suatu simpang jalan yang telah ditentukan. Kemudian data hasil rekaman tersebut diputar kembali yang selanjutnya dihitung menggunakan counter. Selanjutnya hasil perhitungan dimasukkan ke dalam form survei untuk memudahkan dalam pengolahan data. Perhitungan arus jenuh dilakukan dengan menggunakan metode time slice. Metode ini pada dasarnya adalah membagi waktu hijau menjadi suatu periode waktu yang lebih kecil sehingga dapat diketahui kondisi lalu lintas tersebut dalam kondisi jenuh. Dalam penelitian ini, periode waktu timeslice yang digunakan adalah 6 detik. Hal ini karena lama waktu hijau kaki simpang yang ditinjau adalah berbeda-beda, maka diambil periode waktu timeslice yang umum. Analisis arus jenuh yang dilakukan adalah menghitung arus jenuh pada setiap pendekat, nilai arus jenuh yang disesuaikan, menghitung arus jenuh dasar (S0), kemudian setelah didapatkan keseluruhan hasil, maka dengan cara regresi diambil hubungan antara We keluar, Wemasuk, Lebar bahu jalan masuk, lebar bahu jalan keluar terhadap Arus Jenuh Dasar (S0) per meter. Setelah dilakukan analisa terhadap pengaruhnya, di dapatkan bahwa faktor-faktor penyesuaian tersebut tidak mempengaruhi Arus Jenuh Dasar (S0)/m. Maka dibuatkanlah nilai faktor penyesuaian untuk hambatan samping yang baru, dikarenakan dari faktor-faktor itu hal yang paling mempengaruhi adalah hambatan samping. Untuk Faktor penyesuaian hambatan samping kota Malang Bagian Utara di bagi menjadi tiga bagian, yaitu faktor hambatan samping rendah sebesar 1,263 , faktor hambatan samping sedang sebesar 0,9695 , untuk faktor hambatan samping tinggi sebesar 0,7593 dan untuk faktor hambatan samping sangat tinggi sebesar 0,481 bila dikaitkan dengan MKJI 1997 nilai untuk faktor hambatan samping dalam penelitian di Kota Malang pada bagian utara kurang sesuai dengan MKJI 1997 Kata kunci : arus jenuh, timeslice, arus jenuh dasar, hambatan samping
Analisis Limbah Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang Ardia Cahya Noviantari; Kartika Puspa Negara; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana. Namun, seiring dengan berkembangnya industri konstruksi, semakin besar juga jumlah limbah yang dihasilkan. Limbah konstruksi yang dihasilkan dalam jumlah besar dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan juga lingkungan. Untuk dapat meminimalisir jumlah limbah konstruksi, diperlukan pengetahuan tentang jenis limbah apa saja yang dihasilkan pada suatu proyek konstruksi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis limbah konstruksi yang dihasilkan pada proyek pembangunan gedung. Sampel penelitian merupakan kontraktor dan konsultan dari proyek pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan metode analisis bobot nilai. Hasil yang didapatkan adalah jenis limbah konstruksi yang paling banyak dihasilkan adalah kayu (material alami) dengan bobot nilai sebesar 58% dan besi beton (material fabrikasi) dengan bobot nilai sebesar 55%.
Analisis Stabilitas Timbunan Sampah di Lahan Miring dengan Menggunakan Finite Element Method Tarigan, Robertho Augus Zianta; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Peningkatan konsumsi itu membuat semakin banyak sampah yang dihasilkan dan membuat penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi semakin tinggi bahkan bisa sampai kelebihan kapasitas. Salah satu penyebab terjadinya longsoran sampah adalah curah hujan yang tinggi. Untuk mencegah kelongsoran dan untuk memaksimalkan kapasitas TPA, pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis stabilitas timbunan sampah guna memeriksa keamanan dari lereng akibat tumpukan sampah tersebut. Lereng dikatakan stabil jika gaya penahan lebih besar dari gaya penggerak, jika terjadi sebaliknya maka akan terjadi kelongsoran. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengidentifikasi stabilitas timbunan sampah pada saat kondisi kering maupun kondisi basah dan pada ketinggian berapa timbunan sampah akan longsor. Lokasi penelitian yang digunakan yaitu TPA Mrican Kabupaten Ponorogo pada bulan Maret 2022. Data yang digunakan bersumber dari Data Primer berdasarkan penelitian terdahulu sebagai data parameter sampah, total gaya, momen yang bekerja dan Data Sekunder berdasarkan pengumpulan data atau informasi pada jurnal-jurnal terkait. Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis stabilitas lereng sampah pada potongan melintang B-B’ dan potongan melintang C-C’ dengan menggunakan program plaxis. Pemodelan ketinggian awal timbunan sampah potongan B-B’ 10 meter dengan kemiringan lereng 40o dan ketinggian awal potongan C-C’ 10 meter dengan kemiringan lereng 35o. Muka air tanah akan ditambahkan pada perhitungan analisis stabilitas pada saat kondisi basah. Dari penelitian yang telah dilakukan, pada ketinggian awal nilai faktor keamanan lereng timbunan sampah potongan melintang B-B’ saat kondisi kering sebesar 2,344 dan saat kondisi basah 2,160. Dengan kenaikan setiap 4 meter, hingga ketinggian 44 meter saat kondisi kering dan saat kondisi basah tidak mengalami kelongsoran dengan nilai faktor kemanan 1,152 pada kondisi kering dan 1,128 pada kondisi basah. Sedang nilai faktor keamanan potongan melintang C-C’ saat ketinggian awal sebesar 2,280 saat kondisi kering dan 2,005 saat kondisi basah. Dengan kenaikan setiap 4 meter, hingga ketinggian 30 meter saat kondisi kering dan saat kondisi basah tidak mengalami kelongsoran dengan nilai faktor kemanan 1,421 pada kondisi kering dan 1,306 pada kondisi basah.. Berdasarkan hasil analisis, ketinggian timbunan sampah yang disarankan pada potongan melintang B-B’ 34 meter dan potongan melintang C-C’ 30 meter dikarenakan lereng timbunan sampah berada pada kondisi aman. Kata kunci : analisis stabilitas lereng, faktor keamanan, timbunan sampah dalam kondisi kering dan basah, longsor.
Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Metode Pemerataan Sumber Daya (Resource Levelling) Menggunakan Microsoft Project Pada Proyek Pembangunan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi Haidar Tegar Prastowo; M. Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya adalah salah satu masalah yang sering dijumpai dalam suatu proyek. Terjadi masalah berikut dikarenakan adanya perencanaan sebaran jumlah sumber daya pada setiap pekerjaan yang kurang efisien dan menyebabkan adanya fluktuasi pada sebaran sumber daya. Sehingga terjadi peak yang timpang. Dibutuhkannya pemerataan sumber daya agar tidak adanya perbedaan yang cukup signifikan dari kebutuhan sumber daya per satuan waktu. Guna memudahkan analisis digunakan aplikasi Microsoft Project sebagai alat bantu penjadwalan. Digunakan metode resource levelling. Namun pelaksanaan pemerataan tenaga kerja ini menghasilkan penjadwalan baru, dimana alokasi tenaga kerja selama pelaksanaan konstruksi menjadi lebih merata. Sehingga alokasi sumber daya tenaga kerja yang tersedia dapat digunakan seoptimal mungkin. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Semula jumlah maksimum yang dibutuhkan sebanyak 69 orang pekerja, namun setelah dilakukan leveling jumlah maksimum pekerja turun menjadi 63 orang pekerja.

Page 9 of 12 | Total Record : 117