cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 52 Documents clear
Makna Ruang Sakral GPIB Im manuel di Kota Malang Apriani Siahaan; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.571 KB)

Abstract

Gereja merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya memiliki banyak ruangan dengan fungsi berbeda, seperti ruang ibadah, kantor pengelola, ruang rapat, ruang arsip, hunian bagi pendeta, dsb. Sebuah ruang ibadah pada sebuah gereja merupakan sebuah area yang memiliki tingkat kesaralan yang sangat tinggi dibandingkan dengan ruang yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna ruang ibadah, di mana sebuah makna berpengaruh terhadap kesakralan suatu ibadah atau liturgi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian berupa studi kasus. Penelitian juga menggunakan semiotika Roland Barthes terhadap culture background yang dimiliki responden. Pada ruang ibadah GPIB Immanuel Malang, memiliki makna megah, nyaman, khusyuk, teduh, klasik, unik pada rangka atap, membius serta liturgi, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang usia serta latar budaya. Pengaruh culture background responden yang memiliki pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan pengaruh culture background lainnya yakni usia dan latar budaya. Di mana pada hasil penelitian diketahui bahwa usia yang dimaksud lebih ditekankan pada usia produktif. Dengan demikian makna ruang ibadah tercipta oleh jemaat yang memiliki usia produktif yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, sehingga bagi jemaat dengan usia yang tidak produktif tidak menutup kemungkinan memiliki makna lain akan makna ruang ibadah.Kata kunci: Makna, Ruang Ibadah, Semiotika Roland Barthes, Latar Budaya.
Pola Aktivitas pada Ruang Publik Taman Trunojoyo Malang Adisty Yoeliandri Putri; Jenny Ernawati; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.098 KB)

Abstract

Ruang publik kota merupakan salah satu fenomena unik pada suatu kawasan kota.Sebagi ruang publik di Kota Malang, Taman Trunojoyo dituntut mampu mewadahiberbagai macam aktivitas bermain dan belajar. Dengan metode deskriptif kualitatif,penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola aktifitas pada pemanfaatan ruangpublik Taman Trunojoyo Malang. Pola aktivitas tersebut dipengaruhi oleh systemsetting yang ada. Metode observasi yang digunakan adalah teknik placed-centeredmapping untuk mengetahui pola aktivitas yang terjadi. Observasi dilakukan padasiang dan sore hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa tata lingkungan fisik pada Taman Trunojoyo mempengaruhi terjadinya polaaktivitas pada pemanfaatan ruang Taman Trunojoyo.Kata kunci: pola aktivitas, pemanfaatan ruang, placed-centered mapping sistemsetting
Pusat Pelestarian Kebudayaan Islam di Kabupaten Gresik dengan Pendekatan Metafora Tangible Ajeng Dyosta Lucandhary; Herry Santosa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.222 KB)

Abstract

Tidak tersedia fasilitas untuk mewadahi kegiatan budaya Islam sehingga pengenalan dan pengembangan budaya Islam pada generasi penerus dan seniman lokal kurang optimal. Hal tersebut mengakibatkan kebudayaan Islam punah dan membawa dampak pada hilangnya identitas suatu daerah. Untuk itu perlu dilakukan upaya pelestarian budaya dengan menyediakan fasilitas budaya yang dapat digunakan sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kebudayaan Islam. Fasilitas tersebut dapat digunakan sebagai penanda ciri khas suatu daerah sekaligus menguatkan identitas dan citra Islami suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat Pelestarian Kebudayaan Islam. Terdapat 2 metode yang digunakan, metode deskriptif-analitik yang difokuskan untuk pemecahan masalah. Sedangkan untuk perancangan pusat pelestarian kebudayaan Islam menggunakan metode metafora tangible pola gerak tari. Selain itu ditunjang analisa formal dan analisa non formal. Analisa formal meliputi analisis fungsi, pelaku dan aktivitas, alur aktivitas pelaku, analisis ruang. Analisis non formal meliputi analisis jurus, tahapan, makna, dan anatomi keseluruhan tahapan tari serta penafsiran-penafsiran tahapan dan jurus. Penelitian ini menghasilkan desain pusat pelestarian kebudayaan memiliki susunan tata massa dan tata ruang melinggkar yang membentuk kesatuan massa, Fasilitas utama yang terakomodasi meliputi galeri seni, gedung pertunjukan, ruang seminar dan studio, penguat citra Islam direkomendasikan menggunakan ornamen Islam kontemporer pada tampilan bangunan dan tata lansekap dengan menggunakan konsep pola taman Islami.Kata Kunci: metafora, tangible, pola gerak tari
Simetri Ruang Dalam Rumah Tradisional Joglo Pencu Kudus Isnawan Farid; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.982 KB)

Abstract

Arsitektur secara fundamental berbeda dari seni karena bentuk spasialitasnya. Mengidentifikasi jenis simetri dalam komposisi dua dimensi relatif mudah, mengidentifikasi jenis simetri dalam sebuah objek tiga dimensi seperti patung agak lebih rumit karena persepsi kita tentang perubahan objek seperti saat kita bergerak di sekitarnya. Dalam kasus arsitektur, kita tidak hanya bergerak di sekitar objek itu, tapi kita bergerak melaluinya juga. Ini berarti bahwa arsitektur memberikan kita kesempatan khusus untuk mengalami simetri serta untuk merasakan dan melihatnya. Hal ini dimungkinkan karena arsitektur terdiri dari dua komponen yang berbeda solid dan batal. Arsitektur paling sering dijumpai dengan sifat unsur-unsur komponen elemen pembentuk bangunan. Secara alami dalam komposisi unsur-unsur yang utuh akan diemukan berbagai jenis hubungan simetri.Kata kunci: arsitektur tradisional, arsitektur nusantara, joglo pencu, simetri
Rumah Susun di Kawasan Kaki Suramadu Sisi Surabaya Wiedyarta A; Tito Haripradianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.506 KB)

Abstract

Kebutuhan akan hunian yang layak adalah salah satu kebutuhan dasar masyarakatyang tidak dapat ditinggalkan di samping kebutuhan akan sandang dan pangan.Meskipun demikian, masalah permukiman merupakan masalah umum yang seringterjadi di kota-kota besar, terutama di negara berkembang layaknya Indonesia.Permasalahan akan terbatasnya hunian layak bagi masyarakat perkotaan, terutamakalangan menengah ke bawah tersebut juga terjadi di kota Surabaya. Surabayasebagai ibukota Provinsi Jawa Timur dan kota metropolitan kedua setelah Jakartamemiliki pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi di tiap tahunnya. Denganadanya peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya di kota Surabaya, makapermasalahan ketersediaan hunian yang layak menjadi suatu hal penting yang harussegera ditangani oleh pihak terkait. Pada dasarnya, penyediaan kebutuhan huniandengan menghadirkan komplek-komplek perumahan telah diupayakan oleh pihakpemerintah dan swasta. Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan pemerintahregional Surabaya sendiri saat ini sedang menggalakkan pembangunaninfrastruktur, termasuk hunian masyarakat, di beberapa wilayah, salah satunyaialah di wilayah Jembatan Surabaya-Madura. Secara struktural, melalui PeraturanPresiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan PengembanganWilayah Surabaya-Madura (BPWS), peraturan tersebut kemudian disempurnakandengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2009 tentang PenyempurnaanPeraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Pembentukan BadanPengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS).Kata kunci: rumah susun, Surabaya, Suramadu
Perancangan Arena Pacuan Kuda di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Estetika Struktur Andrian Wangsit Dewanto; Beta Suryokusumo; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.544 KB)

Abstract

Olahraga berkuda sedang memiliki prestasi yang sangat cemerlang di kejuaraan internasional sejak tahun 2011 hingga saat ini. Apresiasi serta fasilitas yang mendukung menjadi modal utama dalam mempertahankan prestasi atlet-atlet berkuda yang sedang dalam kondisi terbaiknya. Indonesia saat ini masih sangat kurang dalam hal fasilitas berkuda yang berstandar internasional. Kota Tangerang Selatan memiliki potensi dalam memberi fasilitas yang memadai bagi atlet-atlet olahraga berkuda, dalam sejarahnya Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang melahirkan Kuda Pacu Indonesia (KPI) yang saat ini selalu dijadikan kuda dalam kejuaraan nasional maupun internasional. Arena pacuan kuda ini dirancang untuk menjadi sebuah landmark bagi Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan pendekatan estetika struktur dengan langgam kontemporer yang didapat dari mentranformasikan elemen-elemen menggunakan metode analogi simbolik. Estetika struktur pada rancangan tampak pada bangunan tribun penonton yang menggunakan sistem struktur tarik kabel baja yang ditopang oleh sebuah lengkung baja yang di ekspose sehingga dapat dinikmati.Kata kunci: arena pacuan, estetika struktur, berkuda
Karakter Visual Rumah Dinas Kolonial Belanda Pabrik Gula Japtiroto-Lumajang Gevi Vembrista Nirwana P; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.524 KB)

Abstract

Keberadaan arsitektur kolonial memiliki nilai historis dan dan dapat dianggap sebagai identitas suatu wilayah. Rumah dinas Pabrik Gula Jatiroto merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda.Penelitian ini dilakukan untuk mengobservasi fasade rumah dinas yang memiliki karakteristik kolonial dan menjadi bagian penting karena mempresentasikan citra bangunan kolonial. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan melakukan analisis terhadap elemen elemen visual bangunan. Elemen yang dikaji antara lain Atap dinding, pintu, jendela dan ventilasi, dan lantai.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Transformasi Arsitektur Sasak pada Bangunan Resort M. Caesarian Ardi; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.318 KB)

Abstract

Adanya arsitektur tradisional pada setiap daerah yang tersebar di Indonesia saat ini masih sangat membutuhkan campur tangan arsitek dengan tujuan untuk mengangkat, melestarikan, serta mengembangkan konsep-konsep serta identitasnya dalam setiap karya yang terbangun, agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hilang begitu saja. Pulau Lombok sebagai pulau yang banyak memiliki obyek wisata memungkinkan arsitektur tradisionalnya untuk diangkat menjadi tema dalam bangunan seperti hotel, khususnya sebuah resort. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan suatu gagasan transformasi desain arsitektur tradisional tersebut untuk dapat diterapkan ke dalam fungsi lainnya yang ada dalam sebuah resort. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan tipologi sebagai dasar untuk menentukan variable perancangan dengan dibantu berbagai sumber seperti buku, jurnal peraturan pemerintah dan penelitian terdahulu yang terkait dengan pembangunan resort. Tahapan analisis yang dilakukan yaitu terlebih dahulu mengidentifikasi elemen-elemen bangunan, tipologi bentuknya, serta material yang menjadi identitas dari arsitektur tradisional suku Sasak. Hasil analisa tersebut kemudian dilakukan proses sintesis sehingga menghasilkan kriteria desain yang harus dipenuhi dalam proses transformasi.Kata Kunci: Transformasi, Resort, Suku Sasak
Manajemen Pencahayaan Alami dan Buatan pada Gedung Pascasarjana UNISMA Nur Azizah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.835 KB)

Abstract

Manajemen Pencahayaan pada gedung Pascsarjana UNISMA merupakan integrasi pecahayan alami dan buatan. Permasalahan pencahayaan pada gedung Pascasarjana UNISMA yaitu Perbedaan intensitas cahaya yang kontras pada setiap ruang kuliah dan distribusi cahaya kurang merata.Terdapat ruang kuliah yang terlalu terang karena banyaknya bukaan namun juga terdapat ruang kuliah yang sangat gelap karena dimensi bukaan yang kurang.Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem pencahayaan yang dapat mengatur pencahayaan sesuai dengan kebutuhan melalui manajemen pencahayaan. Manajemen pencahayaan dilakukan dengan mengubah jenis material kaca, penggunaan lightselves, perubahan jenis lampu dan pengaturan tata letak saklar agar sistem pencahayaan lebih optimal dan ekonomis.Kombinasi penggunaan kaca solar kontrol dan lighselves pada bukaan dapat mengurangi silau sebesar 14% dari kondisi sebelumnya dan meningkatkan area nyaman sebesar 10%. Sedangkan penggunaaan jenis lampu LED dapat mengurangi jumlah lampu yang digunakan dan dayanya lebih sedikit namun intensitas cahaya yang dihasilkan sudah memenuhi standar.Kata kunci: Manajemen pencahayan, gedung kuliah
Pengaruh Desain Arsitektur terhadap Kondisi Termal pada PPST Mojokerto Rizki Ulafa Urosyidin; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.446 KB)

Abstract

Beberapa faktor termal berdampak pada kelangsungan operasional PPST Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain arsitektur terhadap kondisi termal dan mengetahui desain yang efektif untuk bangunan agar nyaman. Suhu awal (t0) kondisi eksisting menunjukkan 32,33°C, dan 28° C (simulasi) besarnya deviasi 13.3 %, setelah mengalami perubahan desain suhu berubah (t1) 27,7°C. Penurunan yakni sebesar 1,07 %. Perubahan di imbangi dengan penurunan intensitas cahaya matahari sebesar 17,4%, dan perubahan pemerataan angin dalam bangunan dan tapak. Hasil tersebut adalah dampak dari merubah orientasi bangunan menjadi azzimuth 0°, konfigurasi massa berbentuk menyebar, penambahan bukaan udara inlet dan outlet, pergantian material bangunan, serta penambahan vegetasi disekitar tapak. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dimana melihat perubahan-perubahan angka variabel terikat yang dibantu dengan alat validasi. Metode pengukuran yaitu mengukur area dalam dan area luar tapak pada tanggal 1 Oktober 2016 pukul 11.30 WIB menggunakan stratified random sampling.Kata kunci: arsitektur, PPST, termal, penurunan