cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Elemen Fisik terhadap Preferensi Pengunjung untuk Beraktivitas di Kompleks Taman Sempur Kota Bogor Yogi Abdullah Bakri Lubis; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiga taman yang membentuk Kompleks Taman Sempur memiliki karakteristik yang berbeda. Masing-masing taman merupakan wadah bagi jenis aktivitas fisik dan non fisik tertentu, meskipun ragam jenis aktivitas tersebut dapat dilakukan pada ketiganya. Perbedaan karakteristik elemen fisik yang membentuknya dinilai membuat pengunjung lebih senang untuk beraktivitas pada salah satu dari taman yang ada. Persepsi yang dimiliki pengunjung terhadap elemen fisik di ketiga area penelitian berperan penting dalam mempengaruhi preferensinya untuk beraktivitas pada ketiga area penelitian.  Oleh karena itu, digunakan analisis deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi pengunjung terhadap elemen fisik di ketiga area penelitian. Kemudian dilakukan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh yang terjadi terhadap pembentukan preferensi mereka untuk beraktivitas di Kompleks Taman Sempur. Hasil keduanya kemudian disandingkan bersama untuk melihat temuan-temuan dari penelitian yang dilakukan. Hasil menunjukkan pengunjung memiliki preferensi yang sama baiknya terhadap tiga taman di Kompleks Taman Sempur untuk beraktivitas, meskipun kualitas elemen fisik di antara ketiganya berbeda. Keamanan menjadi faktor utama yang dilihat pengunjung pada lokasi studi dalam mendapatkan kenyamanan untuk beraktivitas daripada daya tarik taman itu sendiri.
Evaluasi Konservasi Bangunan Candra Naya di Jakarta Farah Athaya Salsabilani Farah Athaya Salsabilani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candra Naya is one of a Chinese architectural building that has been standing since the 19th century. During its journey, this building has undergone several conversions from being a residence to now becoming a museum. After being conserved with the adaptive re-use into a museum and the construction of new buildings around it, many adjustments were made to the Candra Naya building. This study was conducted to assess the authenticity of the post-conservation Candra Naya. This research was conducted using an exploratory mixed method, identify as combination of qualitative and quantitative. The evaluation results indicate that the authenticity of the Candra Naya building is in the proper category. The building elements, both visually, spatially and structurally, are still in accordance with the original, some materials are only polished for maintenance. Some of the changes made to the building are non-destructive and only as an adjustment to the new building built on the site.
Pengaruh Bukaan Jendela Terhadap Kenyamanan Termal Di Gereja Mater Dei Dominicus Anindita Bagaskara Utomo; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Mater Dei merupakan sejarah salah satu bangunan di Kota Madiun yang berada di kawasan padat dan memiliki suhu yang tinggi menyebabkan para pelaku aktivitas di rumah ibadah merasa tidak nyaman, sehingga perlu dilakukan penelitian t tentang konsep bangunan yang baik dan bagaimana merancang rumah ibadah yang terletak di daerah tersebut. padat dan suhu tinggi. Pendinginan alami di Gereja perlu diterapkan secara efektif melalui kinerja jendela yang telah disesuaikan dengan kondisi iklim Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari pengamatan lapangan pengukuran suhu, kecepatan angin dan pengukuran fisik bangunan yang diperoleh melalui survei langsung. Hasil identifikasi pendinginan pasif sebagai acuan untuk melakukan perubahan atau modifikasi desain pada gedung Gereja Mater Dei Madiun. Gedung Gereja Mater Dei Madiun berpotensi untuk mengubah desainnya terutama pada bukaan jendela untuk mengoptimalkan pendinginan pasif yang optimal seperti mengganti jendela dan menambah ventilasi untuk mengoptimalkan sirkulasi udara ke dalam gedung serta menambahkan vegetasi dan sun shading untuk memperbesar sinar matahari. bayangan dalam mengurangi radiasi matahari langsung.
Karakteristik Fasad Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Desa Legok Kabupaten Pasuruan ike yulyanah; Joko Triwinarto Santoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Legok Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah dengan karakteristik kawasan yang unik karena keberadaan rumah tinggal berarsitektur kolonial Belanda. Namun, pergeseran mata pencaharian dan pola pemikiran masyarakat setempat mengakibatkan banyak bangunan baru dengan gaya modern yang muncul. Lambat laun hal ini dapat menghilangkan identitas dan ciri khas pada kawasan tersebut, sehingga pemahaman mengenai karakteristik fasad rumah tinggal diperlukan. Fasad bangunan merupakan elemen bangunan yang pertama kali dilihat, mudah dikenali, dan diidentifikasi, serta dapat menjadi identitas dari bangunan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasad rumah tinggal kolonial Belanda di Desa Legok Kabupaten Pasuruan. Metodologi penelitian yang dipakai adalah menggunakan paradigma rasionalisme dengan metode deskriptif-kualitatif dan pendekatan tipologi. Kriteria pemilihan sampel yaitu menggunakan purposive sampling, sampel dipilih berdasarkan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan karakteristik pada masing-masing elemen dan karakteristik yang paling dominan ialah penggunaan atap perisai membujur; penggunaan pintu dan jendela rangkap ganda; penggunaan kolom gaya klasik dan kolom besi; lantai yang memiliki perbedaan ketinggian dengan muka tanah; dan sun shading yang terletak di sepanjang lebar fasad.
Konsep Wellness-Heritage-Tourism pada Adaptasi Kota Lama Tangerang setelah Pandemi Covid-19 Fajri Nur Almaasah; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang menyebar sejak 2019 menyebabkan keputusan penerapan peraturan diambil untuk memutus rantai Covid-19. Hal tersebut menyebabkan segala aspek usaha harus beradaptasi untuk bertahan dan berkembang. Salah satu aspek yang terdampak adalah pariwisata dimana wisatawan memiliki kekhawatiran terkait keamanan destinasi pariwisata yang dikunjungi. Resiliensi sebuah kawasan terhadap masalah kesehatan dan kebersihan haruslah baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Dalam penelitian ini, perpaduan konsep heritage tourism sebagai tema kawasan Kota Lama Tangerang dan wellness tourism sebagai solusi meningkatkan resiliensi pariwisata menjadi konsep pengembangan yang akan diterapkan. Penelitian ini akan mengungkapkan kondisi Kota Lama Tangerang yang dibutuhkan sebagai titik awal pengembangan tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengevaluasi konsep wellness-heritage tourism terhadap Kota Lama Tangerang berdasarkan kriteria konsep tersebut dan kondisi aktual pada objek. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kota Lama Tangerang memiliki warisan budaya bersejarah yang banyak secara fisik maupun non-fisik, kegiatan yang dapat meningkatkan kebugaran fisik wisatawannya, serta destinasi wisata modern yang mengikuti trend masa kini. Selain itu, muncul juga kekurangan yang dimiliki, yaitu kurangnya aturan yang melindungi Kota Lama Tangerang sebagai kawasan bersejarah, kurangnya fasilitas penunjang destinasi pariwisata, serta kurangnya pengelolaan yang baik sebagai sebuah destinasi wisata.
Evaluasi Spasial Museum Sepuluh Nopember Surabaya Hela Radika Sari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan fungsi museum sangat penting dalam pendokumentasian warisan budaya, sehingga museum harus selalu mempunyai daya tarik dikunjungi. Dalam penyelenggaraannya, museum mempunyai tata kelola yang disebut sebagai museologi. Arsitektur khususnya pada aspek spasial cukup memberi pengaruh dalam penyajian koleksi museum dan pergerakan pengunjung di dalam museum. Dengan demikian, penelitian ini akan mengevaluasi spasial museum untuk memperlihatkan bagaimana museum mewujudkan perannya. Dari hasil analisis dan pembahasan, ruang-ruang yang berpotensi sebagai ruang sosial masih belum dimanfaatkan dengan maksimal, ruang diorama elektronik dan auditorium pada lantai satu tidak digunakan sebagaimana fungsinya, sirkulasi sudah ditetapkan dan kurang bebas sehingga mengurangi eksplorasi pengunjung, serta tata koleksi yang linear dan sederhana menyebabkan intensitas ruang sosial di dalam museum berkurang.
Pengaruh Selubung Bangunan Terhadap Kinerja Lingkungan Termal pada Model Bangunan Vernakular Tengger Sukapura Arrifku Hoirul Fazza; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah dataran tinggi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki iklimtropis lembab dengan suhu udara yang relatif dingin sepanjang tahun merupakanmasalah utama dalam kinerja lingkungan termal pemukiman setempat. Perubahangaya arsitektur di setiap daerah mulai berkembang dari yang awalnya menggunakanmaterial kayu hingga saat ini banyak menggunakan material bata ringan. Merancangbangunan di iklim tropis lembap cendenrung dingin konsep orientasi bangunan,bukaan ventilasi alami, atap atau naungan terhadap matahari dan hujan, materialbangunan, serta pondasi yang ditinggikan menjadi pertimbangan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kinerja lingkungan termal padamodel bangunan vernakular menggunakan evaluasi visual dan teknik pengukuranlapangan. Metode yang digunakan dalam evaluasi visual yaitu denganmendeskripsikan objek penelitian sehingga mendapat data yang aktual, sertamenggunakan metode kuantitatif untuk mengolah data hasil pengukuran lapangan.Hasil menunjukan bahwa mengoptimalkan desain pasif dengan hasil pengukuranlingkungan termal di lapangan berbanding lurus. Kata kunci: tropis lembab, dingin, bangunan vernakular, lingkungan termal
Kualitas Walkability pada Masa Pandemi di Kawasan Transit Oriented Development Blok M, Jakarta Almira Ramadanti; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas walkability menjadi hal yang penting di masa pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan perlu adanya penyesuaian di masa pandemi pada jalur pedestrian untuk kegiatan berjalan kaki yang merupakan moda transportasi mendasar. Selain itu, kawasan transit oriented development Blok M yang memiliki mobilitas perkotaan tinggi menjadikan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut rentan terhadap COVID19. Walkability akan dinilai berdasarkan sepuluh variabel yang diklasifikasikan menjadi keempat aspek mendasar, yaitu aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, estetika, dan penyesuaian terhadap pandemi. Dari hasil penelitian, kualitas walkability di kawasan Blok M hanya mencapai kategori “cukup”, sehingga belum sesuai dengan konsep kawasan yang transit oriented.Kata kunci: mobilitas perkotaan, walkability, pandemi COVID-19, kawasan transit oriented development.
Implementasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Kawasan Rawa Indah di Kota Bontang Fadhila Az Zahra; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Rawa Indah merupakan salah satu kawasan permukiman di Kota Bontang. Kawasan ini merupakan kawasan yang cukup rentan terhadap kebakaran. Pada bulan Agustus tahun 2020, Kawasan Rawa Indah dilanda kebakaran yang menghanguskan hingga 40 rumah tinggal dan menimbulkan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang dapat membentuk konsep proteksi kebakaran untuk diterapkan pada Kawasan Rawa Indah. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan serta pengukuran pada objek penelitian. Setelah mengumpulkan data primer dari hasil observasi maupun data sekunder dari dokumen-dokumen resmi, dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif untuk menentukan kriteria yang perlu diperhatikan untuk menanggapi kebakaran, mulai dari kualitas bangunan, kualitas jalan, serta kelengkapan sarana dan prasarana untuk menangani kebakaran. Kriteria yang sudah didapatkan kemudian dapat dijadikan acuan untuk perancangan kawasan permukiman yang tanggap kebakaran.
Pengaruh Penggunaan Geodesic Dome PVC terhadap Lingkungan Termal Glamping di Jungle Bubble Lodge Bali resinthia rachmanda
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur inovatif yang tidak mengeksploitasi alam dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Salah satu arsitektur yang unik di Bali adalah Jungle Bubble Lodge, dengan konsep glamping di alam yang menggunakan struktur geodesic dome hexagon dan material membran PVC, satu-satunya di Indonesia. Dengan fungsi utama sebagai penginapan, glamping harus memberikan kenyamanan termal untuk penghuni dariiklim ruang luar. Glamping terletak di wilayah dataran tinggi Bali, yang ketika siang akan sangat panas dan ketika malam sangat dingin, sedangkan geodesic dome awalnya digunakan sebagai igloo di wilayah dingin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja termal glamping tersebut, dengan mengukur temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan temperatur radiasi, Dalam pengukuran tersebut didapatkan data bahwa glamping tidak nyaman secara termal ketika siang hari, sehingga diberikan rekomendasi desain melalui software Autodesk Ecotect dan Calculation Thermal Tool HT Flux, dengan mengubah material membran. Geodesic dome efektif menyimpan panas ketika malam hari, sehingga melalui pemilihan material yang tepat, geodesic dome dapat digunakan di wilayah Iklim Tropis dalam skala besar.