cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Persepsi Pengguna Terhadap Kualitas Ruang Publik Taman Singha Merjosari Gesvi Rizkitachika Praramadhanti; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota dengan kepadatan penduduk dan segala aktifitasnya yang beragam dapat menyebabkan kelelahan mental dan memburuknya kualitas lingkungan hidup perkotaan yang berakibat pada menurunnya produktivitas masyarakat perkotaan.Citra dan kualitas hidup kota seringkali diasosiasikan dengan ruang publik terbuka, yang berperan merelaksasi tekanan pola kehidupan dan membantu mengurangi kelelahan mental dan perilaku agresif manusia (Praliya, 2019). Taman kota dengan kualitas baik menjadi salah satu ruang publik terbuka yang menarik dikunjungi masyarakat kota yang heterogen, termasuk penyandang disabilitas. Metode purposive digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas Taman Singha Merjosari yang pernah dianugerahi taman dengan desain terbaik se-Indonesia pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel pengguna taman. Sari dan Wicaksono (2020) mengevaluasi tingkat kenyamanan dan pengukuran iklim mikro berupa suhu dan kelembaban udara Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu. Penelitian ini berbeda karena didasarkan persepsi pengguna terhadap ketiga aspek pembentuk kualitas ruang publik yang dikembangkan oleh Carr (1992), yaitu kebutuhan, hak dan makna terhadap fasilitas dan elemen taman. Hasilnya menyimpulkan kualitas Taman Singha Merjosari dinilai cukup baik. Hal tersebut mencerminkan beberapa fasilitas dan elemen taman memerlukan perbaikan, seperti jalur pedestrian, fasilitas kebugaran, wahana permainan anak, dan area parkir.
Peningkatan Kenyamanan Termal pada Alun-alun Kota Pasuruan Muhammad Izzulhaq Al Ghifari; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ruang luar sebenarnya sama pentingnya dengan ruang dalam bangunan. Suhu rata-rata terpanas wilayahnya dapat mencapai 32°C. Pertumbuhan penduduk Kota Pasuruan yang cenderung bertambah setiap tahunnya juga turut menaikkan suhu lingkungan kota. Kondisi eksisting pada objek masih terdapat cukup luas ruang luar yang kurang ternaungi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif-komparatif. Pengukuran suhu dan kelembaban dilakukan di titik-titik tempat duduk. Jenis dan peletakan penataan vegetasi dan material penutup tanah sebagai variabel bebas dan adanya teori penurunan suhu udara pada lingkungan yang terjadi sebagai variabel terikat. Hasil yang diperoleh yaitu masih rendahnya tingkat kenyamanan termal pada hampir seluruh titik di Alun-alun dengan Temperature Humidity Index ‘kategori tidak nyaman’ dan Discomfort Index ‘ketidaknyamanan dirasakan oleh semua’. Naungan dari vegetasi merupakan hal yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kenyamanan termal. Sebagian besar rekomendasi desain yang diberikan yaitu berupa penambahan dan penggantian vegetasi pohon dan tanaman rambat dengan naungan yang lebih baik serta penambahan rumput sebagai pelaku transpirasi.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Pada Stasiun Cisauk Tangerang Berdasarkan Persepsi Pengunjung Haedar Maulana Taufiqi; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek sebagai pusat perekonomian di indonesia menyebabkan minat urbanisasi meningkat pula yang berimbas pada kebutuhan transportasi yang tinggi. Terutama kebutuhan transportasi masyarakat Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas hariannya terkhusus masyarakat Tangerang dengan penduduk sebanyak 3,06 juta jiwa yang kebanyakan aktivitas dan pekerjaannya berada di Jakarta. KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line merupakan alternatif transportasi yang banyak diminati saat ini. KRL akan beroprasi dari stasiun, salah satunya adalah Stasiun Cisauk yang berada di Tangerang Banten. Dengan perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Jabodetabek permintaan akan jasa perkeretaapian yang tinggi, menjadikan Stasiun Cisauk tertuntut untuk menampung kebutuhan tersebut, oleh karena itu perlu adanya evaluasi standar pelayanan Stasiun Cisauk. Secara keseluruhan, penilaian terhadap kualitas kinerja pelayanan di Stasiun Cisauk telah memenuhi kebutuhan pengunjung stasiun, pada aspek keselamatan terdapat empat variabel yang diteliti dengan total skor indeks 76.00%, aspek keamanan dengan 2 variabel mendapat total skor indeks 78.40%, aspek keteraturan dengan 5 variabel mendapat total skor indeks 77.60%, aspek kenyamanan dengan 10 variabel mendapat total skor indeks 76.00%, aspek kemudahan dengan 3 variabel mendapat total skor indeks 7.40%, aspek kesetaraan dengan 2 variabel mendapat total skor indeks 7.48%, dari 6 aspek yang diteliti skor indeks mendapatkan nilai sebesar 76.20% dengan kriteria tinggi.Jabodetabek as the economic center in Indonesia causes an increasing interest in urbanization which has an impact on high transportation needs. Especially the transportation needs of the Jabodetabek community to meet their daily needs and activities, especially the people of Tangerang with a population of 3.06 million people, most of which are located in Jakarta. KRL (Electric Railroad) Commuter Line is an alternative transportation that is in great demand today. KRL will operate from stations, one of which is Cisauk Station in Tangerang, Banten. With the economic and social development of the Jabodetabek community, the demand for rail services is high, making Cisauk Station required to accommodate these needs, therefore it is necessary to evaluate the service standard of Cisauk Station. Overall, the assessment of the quality of service performance at Cisauk Station has met the needs of station visitors, in the safety aspect there are four variables studied with a total index score of 76.00%, the security aspect with 2 variables gets a total index score of 78.40%, the regularity aspect with 5 variablesgets the total index score is 77.60%, the comfort aspect with 10 variables gets a total index score of 76.00%, the convenience aspect with 3 variables gets a total index score of 7.40%, the equality aspect with 2 variables gets a total index score of 7.48%, from the 6 aspects studied the index score gets a value of 76.20% with high criteria.
Pengaruh Biophilic Design Terhadap Lingkungan Termal dan Sirkulasi Udara Ruang Kerja Publik era New Normal Akiko Qathrunnada; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan suatu penyakit yang ditetapkan sebagai pandemik dan menjadi suatu permasalahan darurat sejak tahun 2020. Keresahan akibat COVID-19 yang membuat pembatasan manusia terhadap lingkungan dan sesamanya menyebabkan banyak dampak, mulai dari sector ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kesulitan yang dialami semenjak adanya COVID-19 ini, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk beraktivitas secara new normal. Kebijakan ini menilai mau tidak mau manusia harus hidup saling berdampingan dengan wabah ini untuk melanjutkan kehidupan, namun dengan syarat menerapkan protokol tertentu salah satunya dengan menghimbau penggunaan ruangan yang mengoptimalkan sirkulasi udara secara alami guna meminimalisir kesempatan bagi virus dan kuman untuk berkembangbiak. Kualitas Udara terhadap lingkungan termal dan sikulasi udara salah satunya dapat diperbaiki dengan peran elemen tanaman dan vegetasi melalui strategi design biophilic. Di Kota Malang, salah satu tempat yang banyak dikunjungi pada era new normal ini adalah Gartenhaus Co-working Space. Sebagai tempat yang dikunjungi oleh masyarakat, tentunya perlu untuk melakukan evaluasi terhadap lingkungan termal bangunan dan sirkulasi udara lingkungan sekitar berdasarkan standar kesehatan fisik udara yang telah ditetapkan oleh kementerian kesehatan dengan pendekatan melalui metode design biophilic untuk mendukung kinerja aturan new normal dalam mengoptimalkan sirkulasi udara, hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan dalam penerapan biophilic design untuk meningkatkan kualitas lingkungan termal dan sirkulasi udara pada suatu ruang kerja publik. Kata kunci: New Normal, Biophilic design, Lingkungan termal, Sirkulasi udara
Persepsi Visual Pengunjung terhadap General Interior Zara Store Pakuwon Mall Surabaya Hosea Dandy Wibowo; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan e-commerce yang pesat membuat konsumen cenderung belanja online karena konsumen menemukan ketidakpuasan dalam berbelanja di toko fisik. Namun konsumen tetap ingin mempertahankan adanya toko fisik karena pada toko fisik konsumen mendapatkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di toko online. General interior merupakan bagian dari store atmosphere yang mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap toko fisik. Zara Store merupakan salah satu tenant utama di Pakuwon Mall Surabaya yang general interior-nya berpengaruh signifikan terhadap store image atau persepsi yang didapatkan pengunjung, dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi visual pengunjung terhadap desain interior pada Zara Store Pakuwon Mall Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi kuantitatif deskriptif dengan cara memberikan kuisioner kepada 100 responden. Elemen general interior dinilai berdasarkan 4 elemen visual yaitu bentuk, warna, tekstur, dan material. Pengukuran data menggunakan skala semantic diferensial. Ditemukan bahwa elemen general interior Zara Store Pakuwon Mall Surabaya dinilai sangat baik dengan elemen pencahayaan yang mendapat penilaian tertinggi dan elemen kasir yang mendapat penilaian terendah. Berdasarkan skala penilaian, ditemukan bahwa elemen general interior secara keseluruhan dinilai sangat bagus namun netral (tidak unik).
Penerapan Konsep Hemat Energi pada Sistem Tata Cahaya di Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya salsha amelia; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi merupakan salah satu isu hangat yang menjadi perbincangan pada saat ini. Sektor pembangunan sebagai pengguna energi terbesar perlu dilakukan adanya perubahan sebagai upaya mengurangi terjadinya krisis energi. Bangunan hemat energi merupakan salah satu solusi dalam menangani hal tersebut. Sistem pencahayaan sebagai penggunaan energi terbesar kedua pada suatu bangunan dibutuhkan adanya perhatian khusus untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Maka dari itu aspek Energy Efficiency and Conservation pada sistem tata cahaya di Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya sebagai green building patut diteliti. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan penerapan konsep energy efficiency dan efektivitas penerapan aspek energy efficiency pada sistem tata cahaya di Gedung Q berdasarkan standar GREENSHIP. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah penentuan unit amatan yang ditinjau dari rumusan masalah, dilakukannya analisis dengan membandingkan data hasil dari observasi dengan pustaka terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya telah menerapkan efisiensi energi pada sistem tata cahaya dengan baik dan sesuai dengan kriteria penilaian GREENSHIP.
Perubahan Tata Ruang Dalam Terkait Kebutuhan Privasi Penghuni Rumah Tipe Sederhana Kota Malang Ega Tamara Maulida Subiyanto; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan subsidi dari program pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal semakin berkembang, terutama di daerah Kota Malang dengan kepadatan penduduk yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Perumahan Bulan Terang Utama merupakan salah satu perumahan di pinggir kota yang mengikuti program pemerintah dan membangun unit rumah sederhana lebih banyak. Desain rumah yang ditentukan oleh pengembang berdasarkan luasan tanah yang telah ditentukan dan terbatas tidak memungkiri para penghuni rumah untuk melakukan perubahan tata ruang akibat kebutuhan yang belum terpenuhi. Privasi untuk rumah sederhana masih terganggu karena desain yang menggabungkan beberapa ruang, terutama ruang–ruang yang bersifat publik dan semi publik/privat. Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi penghuni. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menjabarkan kondisi eksisting dan hasil analisis dari perubahan ruang yang dilakukan penghuni. Hasil penelitian menunjukkan perubahan ruang yang dilakukan penghuni di ruang–ruang yang sering digunakan bersama dapat mempengaruhi kenyamanan serta memenuhi kriteria privasi ruang penghuni yang baik.
Evaluasi Elemen Arsitektural Penunjang Wayfinding dan Orientasi Ruang pada Interior Stasiun Cisauk Naila Khairun Nisa; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui evaluasi elemen arsitektural pada interior Stasiun Cisauk yang berfungsi sebagai penunjang wayfinding. Stasiun Cisauk yang terintegrasi dengan fungsi lain melalui sebuah skywalk memiliki pola sirkulasi yang kompleks. Ditemukan pengguna yang mengalami kesulitan mencari lokasi tujuan sehingga perlu bertanya kepada petugas yang berjaga di sekitar. Demi mencapai efisiensi waktu dan tenaga dibutuhkan stasiun dengan elemen-elemen yang dapat mendukung dan memudahkan pengguna dalam bernavigasi, menemukan tujuan (wayfinding) dan berorientasi di dalam bangunan. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan melakukan survei kepada pengguna berupa kuesioner. Selanjutnya hasil kuesioner dianalisa secara statistic deskriptif dengan mencari nilai rerata, skor total, indeks skor dan penentuan kriteria evaluasi dari indeks skor. Temuan dari penelitian menunjukkan nilai indeks kualitas elemen arsitektural penunjang wayfinding pada Interior Stasiun Cisauk berada pada kriteria sangat tinggi. Sifat visibility menjadi karakteristik yang mendominasi dan sifat imageability menjadi karakteristik yang kurang menonjol daripada karakteristik lainnya.Kata kunci: Wayfinding, Elemen Arsitektural, Visibility, Imageability
Pengaruh Aksesibilitas Menuju Fasilitas Umum Terhadap Perbedaan Harga Jual Unit Properti Begawan Apartment Malang Ayang Amalia; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Malang menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal juga ikut meningkat. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala utama pada permasalahan tersebut. Hunian yang disusun secara vertikal atau apartemen menjadi salah satu solusinya. Begawan Apartment merupakan salah satu apartemen dan merupakan proyek apartemen BUMN pertama di Kota Malang. Penyediaan fasilitas umum bertujuan untuk menunjang kebutuhan sekunder penghuni di apartemen. Namun, setiap unit memiliki aksesibilitas yang berbeda untuk mengakses fasilitas umum pada Begawan Apartment. Pengaruh aksesibilitas menuju fasilitas umum terhadap perbedaan harga jual dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda pada penelitian ini. Variabel yang diteliti yaitu Luas Unit, Lokasi Lantai, dan Aksesibilitas Menuju Fasilitas Umum sebagai variabel bebas, serta Harga Jual sebagai variabel terikat. Hasil yang didapat dari analisis regresi linear berganda yang dilakukan yaitu ketiga variabel bebas tersebut memberikan pengaruh terhadap perbedaan harga jual unit pada Begawan Apartment Malang.
Kenyamanan Termal Pasar PON Trenggalek Berdasarkan Persepsi Pengguna Bangunan Erika Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kenyamanan pada suatu area sangat penting untuk membantu aktivitas yang berlangsung dalam ruangan. Dalam mewujudkan kenyamanan termal pada bangunan gedung hijau dibutuhkan strategi salah satunya yaitu sistem pendinginan pasif. Pendinginan pasif yaitu upaya mendinginkan ruangan tanpa menggunakan alat elektrikal. Pasar PON Trenggalek merupakan bangunan gedung hijau yang menggunakan penghawaan alami, meskipun masih belum maksimal dalam mengeluarkan udara panas. Rumusan masalah yang diperoleh mengenai evaluasi kinerja pendinginan pasif dan evaluasi kenyamanan termal pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pendinginan pasif serta kenyamanan termal Pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang dipakai pada penelitian adalah metode kualitatif serta kuantitatif dengan melakukan analisis visual, pengukuran lapangan meliputi temperatur, kelembaban, kecepatan angin dan temperatur radiasi. Kemudian penyebaran kuesioner, serta perhitungan PMV dan PPD. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan suhu ruang yang melebihi standar serta masih banyak pengguna yang merasakan ketidakpuasan. Karena dari hasil kuesioner yang didapatkan lebih dari 10% responden merasakan ketidaknyamanan. Selanjutnya dari hasil analisis, pengukuran serta hasil kuesioner dapat dijadikan alternatif rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja pendinginan pasif. Alternatif rekomendasi yang diperoleh seperti menambahkan shading device, mengganti material kaca tipe panasap menjadi tipe spectrally selective, menambah lapisan aluminum foil pada atap galvalum, memperluas lubang udara pada stack effect dan menambahkan lubang udara di atas dinding ruang kios. Kata kunci: kenyamanan termal, pendinginan pasif, kuesioner, dan PMV PPD.