cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Lingkungan Bebas Perundungan Melalui Desain Sekolah Dasar Ramah Anak di Kota Surabaya Muhammad Raja Rafi Makarim
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pertengahan 2023, kekerasan di satuan pendidikan di Indonesia masih tinggi, terutama di sekolah dasar. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terdapat 251 anak usia 6-12 tahun yang menjadi korban kekerasan di sekolah. Di Surabaya, kasus kekerasan anak terus meningkat, meski kota ini telah meraih penghargaan Kota Layak Anak selama enam tahun berturut-turut. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berfokus menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang nyaman dan aman sesuai dengan PermenPPPA No. 8 Tahun 2014 dan Pedoman SRA KemenPPPA 2020. Desain arsitektur berperan penting dalam mencegah perundungan dengan menciptakan ruang-ruang yang diawasi dan memiliki visibilitas tinggi. Perundungan sering terjadi di area yang tidak terawasi seperti koridor, toilet, dan area bermain. Tujuan desain SRA di Surabaya adalah menciptakan lingkungan sekolah dengan pengawasan dan visibilitas tinggi untuk mengurangi potensi perundungan. Metode yang digunakan adalah paradigma strukturalisme melalui analisis pola untuk menghasilkan taksonomi sebagai dasar desain. Hasilnya adalah konsep pengawasan pasif dengan strategi seperti penempatan titik pengawasan, peninggian platform, rute opsional, dan tata letak terbuka. Penggunaan partisi transparan, pencahayaan alami, dan ruang hijau juga ditingkatkan untuk visibilitas. Dengan demikian, konsep ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, serta mengurangi potensi terjadinya perundungan. Kata kunci: sekolah dasar, ramah anak, perundungan, kota surabaya
Aksesibilitas Fisik Pengunjung Berkursi Roda pada Fasilitas Publik di Kota Malang Rahmaulia Maharani; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas publik merupakan fasilitas yang dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali, termasuk oleh penyandang disabilitas. Namun, pada kenyataannya penyandang disabilitas masih kerap kali mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas-fasilitas di ruang publik, terutama penyandang tunadaksa dalam mobilitasnya. Selain itu, penyandang tunadaksa kesulitan bahkan tidak bisa mengembangkan potensi dan kemampuannya sebab adanya perlakuan ekslusi sosial dari lingkungan di sekitarnya. Kota Malang sebagai salah satu kota yang dianggap inklusif di Indonesia memiliki fasilitas berupa creative center yang bernama Malang Creative Center yang bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik pengunjung berkursi roda pada Malang Creative Center. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatf dengan pendekatan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik pada Malang Creative Center bagi pengunjung berkursi roda belum diterapkan secara sepenuhnya, baik berdasarkan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku maupun berdasarkan alur perpindahan pengunjung berkursi roda di dalam bangunan. Kata kunci: aksesibilitas, disabilitas, pengguna kursi roda, fasilitas publik
Perancangan Food Court sebagai Kawasan Kuliner di Kota Batu dengan Pendekatan Arsitektur Organik Arista Ilone Azaria; Dr. Eng. Ir. Herry Santosa, ST., MT., IPM
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sentra pariwisata Jawa Timur, Kota Batu membutuhkan usaha penyedia makanan dan minuman untuk wisatawan. Pembangunan Kawasan kuliner melalui food court dapat menyediakan variasi makanan dan minuman bagi wisatawan. Keberadaan food court sebagai Kawasan kuliner dapat memberikan alternatif tempat makan bagi wisatawan Kota Batu dan memberikan kemudahan dalam memilih makanan dan minuman. Perancangan food court sebagai kawasan kuliner di Kota Batu harus dapat memanfaatkan potensi alam Kota Batu. Konsep arsitektur organik dapat menjadi solusi dalam menciptakan karakteristik Kota Batu dan experience makan dengan suasana pegunungan melalui konsepnya yang mempertahankan alam sekitar dan desain bangunan yang harmonis dengan alam sekitar. Dalam merancang menggunakan metode empirisme, dapat diketahui kebutuhan desain dan potensi alam yang ada melalui observasi secara langsung. Dengan demikian, desain food court yang mempertahankan potensi alam yang menjadi daya tarik Kota Batu dapat mendukung kegiatan pariwisata Kota Batu.
Panti Sosial Anak Jalanan di Kabupaten Tangerang dengan Konsep Arsitektur Berkelanjutan Rabbani, Sarah Amalia; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan panti sosial anak jalanan di Kabupaten Tangerang dengan konsep Arsitektur Berkelanjutan merupakan upaya untuk menangani permasalahan anak jalanan sehingga tidak kembali menjadi anak jalanan. Fasilitas panti sosial ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pembekalan keterampilan anak jalanan. Metode pragmatisme dengan strategi predictive modelling digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan desain pada tapak, bangunan, dan pengguna yang dilanjutkan dengan eksplorasi dan alternatif desain panti. Usulan desain dilakukan selain untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas panti, juga kelengkapan desain yang mempertimbangkan karakteristik anak jalanan. Konsep Arsitektur Berkelanjutan diterapkan, khususnya dari sisi sosial sehingga diharapkan dapat mempersiapkan anak untuk tidak kembali menjadi anak jalanan dan memiliki bekal keterampilan untuk dapat hidup lebih baik di masyarakat. Prinsip Arsitektur berkelanjutan juga diterapkan agar bangunan lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
Penerapan Healing Environment pada Perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba Terpadu di Kota Batu Robiadji, Chiara; Mustikawati, Triandriani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir terdapat kenaikan kasus penggunaan narkoba di Indonesia yang menyebabkan peningkatan kebutuhan untuk layanan rehabilitasi narkoba. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan yang ditemukan seperti kegagalan klien untuk menyelesaikan program rehabilitasi narkoba. Beberapa faktor yang menghambat penyelesaian program rehabilitasi merupakan kondisi psikis klien akibat gejala putus zat, adanya stressor pada lingkungan fasilitas rehabilitasi, tingkat privasi yang buruk serta tingkat pengawasan yang buruk terhadap klien. Untuk menjawab permasalahan tersebut pendekatan healing environment diterapkan pada perancangan pusat rehabilitasi narkoba dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang dapat menunjang proses pemulihan dengan tingkat stresor yang rendah, terpenuhinya kebutuhan untuk distraksi yang positif, tingkat privasi yang baik, serta tingkat pengawasan yang baik. Dengan menggunakan strategi desain analisis pola ditemukan kriteria desain yang menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Kriteria desain yang diterapkan pada desain pusat rehabilitasi narkoba merupakan pengaturan tingkat kebisingan, pengaturan tingkat pencahayaan, pemilihan warna, pengaturan terhadap spatial clarity, pengaturan pemandangan ke luar bangunan, pengaturan desain ruang luar, pengauran personal space, pengaturan terhadap social density, penempatan titik pengawasan, dan pengaturan terhadap visibilitas ruang.
Museum Seni Rupa Desain Klasik Dan Kontemporer Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Sagita, Alferina Azalia; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan arsitektur Neo-vernakular yang diterapkan pada sebuah bangunan dengan fungsi modern memainkan peran yang penting dalam keberlanjutan sebuah identitas kebudayaan tertentu melalui ekspresi bahasa estetika yang tergambar pada bangunan. Penciptaan area spasial yang harmonis antara nilai tradisional dan kebutuhan ruang modern dapat diwujudkan melalui implementasi yang selaras antara elemen arsitektur vernakular dengan metode dan fungsional yang bersifat modern. Aspek Neo-vernakular yang relevan dengan kepentingan keberlanjutan seperti penerapan material lokal, rancangan yang merespon iklim setempat, serta keselarasan dengan lingkungan sekitarnya dapat menjadi solusi bagi masalah arsitektur dalam menjawab tantangan preservasi warisan budaya pada bangunan modern. Bangunan museum yang dirancang di Pulau Bali dengan pendekatan arsitektur Neo-vernakular bertujuan untuk mewujudkan kriteria desain pendekatan terebut yaitu cultural identity, vernacular influence, coherence with modern practices, dan harmony with site and surrounding, dengan memuat fungsi rekreatif maupun studi yang relevan dengan kebutuhan di masa kini. Penerapan pendekatan arsitektur Neo-vernakular pada bangunan adalah melalui impelementasi filosofi tradisional Bali yang mengatur tata letak, hirarki, orientasi, dan zonasi setiap elemen bangunan sehingga terwujud sebuah harmonisasi yang bersifat keberlanjutan bagi bangunan dan lingkungan sekitarnya. Material serta geometri yang digunakan pada setiap elemen juga disesuaikan dengan keselarasan terhadap lingkungan di sekitar bangunan dengan tujuan untuk memperkuat identitas kebudayaan Pulau Bali. Kata kunci: Kebudayaan, museum, Neo-vernakular
Rumah Sakit Umum Kelas C dengan Pendekatan Arsitektur Terapeutik di Kabupaten Pamekasan Shafariyanto, Maulana
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pandemi COVID-19, khususnya pada fasilitas kesehatan, menghadapi tantangan besar di Kabupaten Pamekasan. Pandemi ini mengungkapkan kekurangan dalam infrastruktur kesehatan dan kenyamanan pasien. Rumah sakit umum, sebagai penyedia layanan kesehatan utama, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional di tengah krisis kesehatan masyarakat. Adanya Rumah Sakit Umum Kelas C dengan pendekatan arsitektur terapeutik di Kabupaten Pamekasan sangat diperlukan. Perancangan menggunakan metode desain pragmatisme berbasis predictive modelling yang menghasilkan solusi yang sesuai dan mempertimbangkan konteks lokal. Pendekatan arsitektur terapeutik telah menjadi strategi penting untuk mempromosikan penyembuhan dan kesejahteraan di dalam lingkungan rumah sakit. Arsitektur terapeutik memanfaatkan desain ruang dan elemen struktural untuk mempengaruhi positif kesejahteraan psikologis dan fisik penghuni, sementara lingkungan terapeutik seperti taman memberikan setting alami yang mendukung pemulihan pasien. Penerapan prinsip arsitektur terapeutik menggunakan pendekatan prinsip desain healing therapeutic (Chrysikou) dan prinsip desain therapeutic media (Holowitz) dengan kriteria desain meliputi care in community, design for domesticity, sosial valorization, integrated with nature, dan therapeutic media. Prinsip-prinsip ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi estetika, tetapi juga efektivitas ruang dalam mendukung proses penyembuhan. Implementasi yang tepat dari prinsip-prinsip ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna, efisiensi operasional, dan kualitas layanan di rumah sakit umum.
Pengaruh Elemen Ruang Luar terhadap Lingkungan Termal pada Ruang Semi Terbuka (Studi Objek: Hava Cafe & Resto, Bintaro) Saputri, Nadira Salsabila Naurah; Wibisono, Iwan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu solusi mengatasi peningkatan suhu adalah pengaturan ruang terbuka baik yang saat ini banyak diterapkan pada bangunan publik. Elemen ruang luar yang ada pada ruang terbuka dapat menciptakan kondisi termal yang nyaman. Hava Cafe & Resto memiliki ruang semi terbuka yang lebih sering dipilih oleh pengunjung dibandingkan dengan ruang lainnya. Perbedaan elemen ruang luar pada ruang terbuka Hava Cafe & Resto akan menghasilkan lingkungan termal ruang semi terbuka yang berbeda. Metode penelitian ini adalah deskriptif evaluatif dengan menggunakan pengukuran lapangan untuk mengetahui suhu, kelembapan dan kecepatan angin pada ruang semi terbuka dengan jumlah enam titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi merupakan elemen yang paling berpengaruh pada lingkungan termal. Tanaman perdu yang memiliki struktur daun tebal dapat menurunkan suhu udara dan memecah kecepatan angin yang dating, namun akan menaikkan kelembapan udara dengan lebih tinggi.
Persepsi Pengunjung terhadap Penerapan Prinsip Biophilic pada Lifestyle Center di Indonesia (Studi Kasus The Breeze BSD City) Shahirah, Nada Atha; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 di Indonesia, masih ditemukan fenomena pusat perbelanjaan yang sepipengunjung. Perubahan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan sebuah pusatperbelanjaan telah berubah, dimana saat ini masyarakat cenderung mengharapkan pusatperbelanjaan sebagai salah satu tempat untuk melakukan interaksi sosial dibandingkan aktivitasberbelanja. Lifestyle center dapat menjadi jawaban akan perubahan kondisi dan kebutuhantersebut, karena pusat perbelanjaan ini mampu melayani berbagai aktivitas dan kebutuhanprimer maupun sekunder masyarakat, terlebih jika disandingkan dengan prinsip biophilic yangdapat membantu pemulihan kondisi mental masyarakat. Penelitian ini mengkaji persepsipengunjung terhadap penerapan prinsip biophilic pada The Breeze BSD City sebagai salah satulifestyle center pertama di Indonesia yang mengintegrasikan konsep alam, dengan menggunakanmetode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa The Breeze BSD City telah menerapkan seluruh pola dari prinsip biophilic, serta didapatihasil yang positif dari hubungan antara penerapan prinsip biophilic pada The Breeze BSD Citydengan persepsi pengunjung secara keseluruhan, pengalaman berkunjung dan berbelanjanya,serta popularitas lifestyle center.
DESAIN MOUNTAINEERING CLUBHOUSE DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Chaerunissa, Nur Aindira; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini menggunakan metode intuisionisme dan pendekatan arsitektur biofilik dalam mendesain Mountaineering Clubhouse di Jakarta. Ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas pelatihan dan komunitas bagi pecinta alam di Kota Jakarta. Metode intuisionisme digunakan untuk mempelajari penerapan prinsip arsitektur biofilik dalam desain. Hasil perancangan menunjukkan prinsip arsitektur biofilik, seperti koneksi visual dengan alam, variasi termal, dan penggunaan material alami, menunjukkan bahwa memasukkan elemen alam dalam desain clubhouse meningkatkan estetika dan meningkatkan kesejahteraan pengguna. Clubhouse ini dibangun untuk berfungsi sebagai pusat pelatihan, persiapan, dan komunitas dengan fasilitas seperti indoor wall climb, cave installation, dan area komunal yang terhubung dengan alam. Perancangan ini menunjukkan bahwa arsitektur biofilik dapat digunakan dalam konteks kota, menghubungkan manusia dengan alam di tengah kota Jakarta. Desain ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pengembangan fasilitas serupa yang menggabungkan prinsip desain berwawasan lingkungan dan kesehatan dengan kebutuhan komunitas. Kata kunci: mountaineering, clubhouse, biofilik, alam